Selasa, 16 Oktober 2012

Parkeet

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjH9nbzD86hKdCajj-dgzHnxUf_bIFf5USt5PBgbLcE4wAlgk9M3OZGbVYl06u6FRME85Hs-M63-M-f2ZIVaHznwNuPKfrOqGtrjyIkB4AHAMi1rJYC4BsmNdxqq3QQXVrXj_JMDsstUrs/s1600/2479397690_af414d8794.jpg

Parkit hidup berkoloni dan di alam bebas parkit berkembang biak pada bulan Oktober – Desember. Saat musim kawin sang jantan biasanya menyanyi dengan nada rayuan untuk memikat betinanya. Burung inipun dikenal sangat setia dengan pasangannya. Bila si betina sedang aktif bertelur maka si jantan akan menunggu di luar sambil bersiul menghibur sekaligus akan mengusir apabila ada pengganggu mendekati sarangnya.


Berat telur parkit berkisar 2,5 gram/butir dengan jumlah telur rata-rata 6 butir/pasangan parkit. Anak burung parkit yang baru keluar dari cangkang telurnya berbobot rata-rata 2,35 gram dengan kondisi mata masih terpejam. Setelah umur sembilan hari barulah matanya terbuka.

Kandang yang dibutuhkan tidak begitu besar , Ukuran 40 x 40 x 60 cm sudah cukup untuk memulai penangkaran. Namun karena sifat burung parkit yang suka berkoloni dan keragaman warna yang bervariasi ini maka tak salah kalau kita menyiapkan ukuran kandang yang agak besar.

Misalnya dengan di samping kandang kita bisa tempatkan beberapa pasang. Keindahan warni-warni burung parkit yang satu dengan yang lain akan sangat jelas di kandang – kandang tersebut. Dan ini akan membuat kita nyaman dan senang ketika melihatnya beterbangan di kandang yang lebih luas .

0 komentar:

Posting Komentar