Kamis, 31 Januari 2013

Nasib Tak Sama Namanya


greeners_animal_Burung_Madu_Kelapa_Betina
Ya,burung madu-kelapa,begitulah orang memanggilnya.Burung yang dikenal dengan sikapnya yang arogan dan sering mengusir jenis burung lain dari pohon sumber makanannya.Tak jarang,burung ini harus berkelahi dengan caranya tersendiri dengan adanya teori ini

Burung madu kelapa atau yang memiliki nama ilmiah Anthreptes melaccensis ini masih tergolong dalam keluarga Nectariniidae. Seluruh jenis yang ada dalam keluarga ini dilindungi oleh Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 yang dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 7 tahun 1999.
Berukuran sedang sekitar 13 cm, memiliki ciri paruh yang panjang melengkung khas burung penghisap madu. Ciri-ciri fisik pejantan dan betina sangat berbeda. Pejantan memiliki mahkota dan punggung hijau yang berkilau jika terkena cahaya. 
Tunggir, penutup sayap, ekor dan bagian kumis ungu bersinar. Pipi, dagu dan tenggorokan berwarna coklat tua buram, sedangkan tubuh bagian bawah berwarna kuning. Berbeda dengan burung betina, tubuh bagian atas berwarna hijau zaitun dan tubuh bagian bawah berwarna kuning muda.
Burung madu kelapa sangat bergantung dengan nektar dari berbagai pepohonan. Selain itu, jenis ini juga menyukai serangga, ulat, laba-laba dan buah lembut. Oleh karena itu, burung madu kelapa relatif mudah dijumpai di pekarangan yang banyak pepohonan tapi relatif terbuka, kebun kelapa, semak pantai, hutan mangrove hingga pinggiran hutan diketinggian 1200 m dari permukaan laut.
Maraknya pemeliharaan burung madu, yang di pasaran terkenal dengan burung kolibri membuat keberadaan burung madu kelapa di alam semakin berkurang. Meskipun jenis ini termasuk dilindungi negara, namun sebagian besar masyarakat tidak mengetahui peraturan tersebut. Kita akan dengan mudah menyaksikan burung madu diperjualbelikan di pasar burung, tanpa sedikitpun kekhawatiran dari pedagang dan pembeli akan ditangkap oleh petugas.-greenersmagz

Rabu, 30 Januari 2013

Burung Kesasar


Seekor burung Jenjang Mahkota Abu-abu (Balearica regulorum) berkeliaran di jalanan Encinitas, California, Amerika Serikat, Senin (09/01/2012). Burung yang biasanya hidup di sabana Afrika tersebut ditangkap setelah berhasil digiring masuk ke sebuah garasi seorang warga. Selanjutnya, burung yang tak diketahui asalnya itu diamankan oleh Departemen Perlindungan Hewan setempat

Selasa, 29 Januari 2013

Terancam Punah


Ribuan ekor flamingo mulai menempati lahan basah cadangan di Celestun, Semenanjung Yucatan, Meksiko, Jumat (16/12/2011). Populasi flamingo liar ini sendiri masuk dalam kategori terancam punah dikarenakan maraknya pasar gelap perdagangan hewan. Dengan demikian, cadangan lahan basah yang berkembang diharapkan mampu membuat flamingo mendapat lingkungan untuk musim dingin yang ideal sehingga mampu berkembang biak dengan baik.

Senin, 28 Januari 2013

Eosinopteryx

  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivTwwe4S8LNdFSMuscLqr7dALH6QZiqJDpJxazNWQgQ0WpTP-rM6xxnUk2ySvisUSHAVNSLG0N-gYqE6dcmm0Ql1eg-of46hUY9wcR5fZbTWKdQReIhKy6VToZ9id6NCId8Z9blNUQiWE/s1600/Eosinopteryx_4.jpg

Spesies menyerupai burung yang diketahui selama ini sebagai nenek moyang burung ternyata bukanlah unggas pertama. Sebelumnya, sudah ada spesies berbulu di jaman dinosaurus yang diyakini sebagai spesies purba dari burung yang ada hari ini.

Temuan dinosaurus berbulu ini sekaligus mengubah cara manusia melihat burung serta evolusinya, ujar para ilmuwan, seperti dilansir Daily Mail, Sabtu 26 Januari 2013.

Fosil unggas sepanjang 30 cm menjadi bukti kuat bahwa sesungguhnya ada burung yang menjelajahi langit Bumi di jaman dinosaurus. Kehadirannya menentang asal-usul spesies unggas selama ini.Sebelumnya, para ilmuwan percaya bahwa burung berevolusi dari dinosaurus sejenis Theropods, dari awal zaman Cretaceous, sekitar 120-130 juta tahun yang lalu.


 http://blog.everythingdinosaur.co.uk/wp-content/uploads/2013/01/eosinopteryx_fossil.jpg

Namun, temuan baru di daerah Timur Laut China ternyata jauh lebih tua ketimbang Theropod yang hidup di pertengahan zaman Jurassic.Ilmuwan memperkirakan, Eosinopteryx berada di Bumi lebih dari 145 juta tahun yang lalu.

"Penemuan ini menggugurkan keraguan lebih lanjut pada teori sebelumnya, bahwa fosil Archaeoptryx yang terkenal dan disebut-sebut sebagai burung pertama. Dan temuan ini sangat penting bagi evolusi burung modern," kata Dr Gareth Dyke, dosen senior untuk Vertebrate Palaeontology dari University of Southampton.

"Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa asal-usul burung atau unggas jauh lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya," pungkas Dyke.

Menurut analisa pada fosil, burung purba Eosinopteryx memiliki tubuh berbulu dan tidak bisa terbang. Sebab, lebar sayapnya terlalu kecil, dan lagi pula struktur tulangnya membatasi kemampuannya untuk mengepakkan sayap.-vivanews

Kamis, 24 Januari 2013

Tiktok

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtmnk9RUbTjVAB9ExijiH5zMKzvUAlZ0ZrVCc8wNqb9bOuQ3NDHccsvx7FGQmE6UExs4E6_cPKGWnfdV9Jd05YwEgVmHSnftqdcXvcOYQjkl-l39ph_oxGB9L425BfLjkEM6FTp0baaag/s1600/entok-itik-manila.jpg

Tiktok adalah kepanjangan dari itik dan entok. Unggas tiktok adalah persilangan antara dua jenis unggas semi-akuatik yakni itik atau bebek dengan entok atau bebek manila. Persilangan ini biasanya terjadi bukan karena proses alamiah, melainkan proses yang sengaja dilakukan oleh manusia untuk kepentingan dan tujuan tertentu.


Mengingat tiktok adalah persilangan antara itik betina dengan entok jantan yang hampir tidak mungkin terjadi secara alami mengingat postur tubuh kedua unggas tersebut sangat berbeda jauh. Lain halnya persilangan antara entok betina dengan bebek jantan yang bisa terjadi secara alami karena postur bebek jantan yang lebih ramping dari entok betina, persilangan antara bebek jantan dan entok betina disebut tongki.

Itik dan entok sebenarnya bukan spesies baru, bila ditelusuri lebih lanjut, fosil unggas air ini telah ditemukan di zaman mesozoik sekitar 80 juta tahun silam. Ketika peradaban manusia tumbuh, unggas air ini menjadi dekat dengan manusia sebagai sumber makanan ataupun sebagai objek perburuan.
hasil persilangan antara keduanya pun sebenarnya sudah cukup lama dikenal oleh manusia, termasuk di Nusantara sendiri. 

Di Indonesia hasil persilangan antara kedua jenis unggas ini (tanpa membedakan jenis kelamin dari induk persilangan) dikenal dengan sebutan serati, beranti, togri, ritog, tongki, mandalung, pandalungan dan lain sebagainya.
 
Tiktok di Indonesia banyak dipelihara dan dibudidayakan sebagai hewan ternak pedaging karena dagingnya yang dikenal enak dan gurih.

Selasa, 22 Januari 2013

Jebakan Burung

 
Kalau menjebak menggunakan sangkar jebakan mungkin sudah tidak asing lagi bagi kicau mania dan disini saya akan menerangkan bagaimana cara membuat jebakan burung sederhana dengan menggunakan bahan bahan yang ada disekitar kita. 
Tapi ingat , ini hanyalah sebagai bahan pengetahuan saja buat anda semua , jangan digunakan untuk menangkap burung burung yang hampir punah. sebagai seorang kicau mania kewajiban kita adalah menjaga keseimbangan alam. bagaimanapun cara cara ini hanyalah salah satu bagian dari bagaimana cara bertahan di alam liar tanpa makanan ( survival ) bukan untuk menangkap burung burung yang dilindungi.

Jebakan Pertama 
Perangkap dengan menggunakan tali bersimpul yang diikat pada tiang kayu. 
Pasang perangkap ini dilokasi dimana burung sering terlihat turun ke tanah untuk mencari makannya. 

  1. Tajamkan kedua ujung dari kayu agar runcing dan ditancapkan ketanah setelah terlebih dahulu membuat lubang di bagian atas sebagai lubang masuk talinya.
  2. Potong tongkat sepanjang 6 inchi yang dimasukan kedalam lubang tersebut sebagai pengganjal dari tali dan juga sebagai pijakan untuk burung. 
  3. ikatkan batu pada ujung tali yang sudah melewati lubang terebut sementara ujung tali yang lain dibuat simpul jeratan dan diletakan dengan rapih pada tiang pijakan ( tangkiringan ).
  4. Tangkringan itu berfungsi untuk menahan batu agar tidak jatuh jadi masukan sedikit saja kayu tangkringan ke lobang tersebut, nanti begitu burung menginjaknya akan langsung terjatuh dan otomatis batu pun akan menarik simpul jerat yang kemudian akan mengikat kedua kaki si burung. -kmbogor

Senin, 21 Januari 2013

Memilih Kandang

 http://media.dinomarket.com/docs/imgusr/2012-11/Foto0796_291112171141_ll.jpg.jpg

Sangkar adalah rumah tempat tinggal burung. Sangkar burung tersedia dari berbagai jenis bahan dan model.  Pembuatan ataupun pembelian sangkar burung perlu memperhatikan fungsinya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti keamanan bahan sangkar hingga jenis burung yang akan dipelihara. Bentuk dan ukuran sangkar  harus sesuai dengan jenis burung yang Anda pelihara.

Perhatikan beberapa tips memilih sangkat burung berikut ini:                                                                                                                                                     

1.Ukuran sangkar burung. Pilihlah sangkar burung yang besar dan luasnya sesuai dengan jenis dan ukuran burung peliharaan Anda.
2.Karateristik burung. Ada beberapa burung yang badannya kecil, namun sangat aktif bergerak, terbang atau meloncat-loncat. Untuk jenis burung seperti ini memerlukan sangkar yang lebih besar. Beberapa burung kadang ada yang suka mematuk-matuk sangkar, untuk yang seperti ini pilih bahan sangkar yang lebih kuat.
3.Bahan baku sangkar. Untuk burung berukuran kecil, bisa memilih sangkar yang terbuat dari bambu. Sedangkan untuk burung berukuran besar, lebih baik pilih sangkar yang terbuat dari kawat.
4.Kekuatan jeruji sangkar. Jeruji yang baik adalah yang agak lentur tetapi kuat. Jeruji yang demikian biasanya terbuat dari bambu yang benar-benar tua. Pilih batang ruji yang tidak terlalu rapat atau terlalu longgar. Jika terlalu longgar, burung bisa mengoyaknya dengan mudah dan bisa melepaskan diri. Jika terlalu rapat, burung tidak bisa melihat keluar sangkar dengan bebas.  Pastikan juga jerujinya telah dihaluskan sehingga tidak melukai burung. Begitu juga dengan sangkar dari kawat besi, pastikan tidak ada ujung kawat yang menyembul karena bisa melukai burung.
5.Alas sangkar. Pilih alas yang berukuran agak tebal, bisa dari papan kayu atau triplek.  Sebaiknya jangan menggunakan alas yang agak susah ditarik, karena menganggu ketenangan burung dan dapat mengakibatkan stres. Karena itu, pilih laci tempat penampungan kotoran yang mudah dikeluarkan. Dengan demikian, sewaktu-waktu kita membersihkan kotorannya, burung tak merasa terganggu. Perhatikan juga jarak antara alas kotoran dan alas berpijak burung. Jarak yang terlalu dekat antara alas kotoran dan dasar tempat berpijak, kurang baik bagi kesehatan burung. Sebab tidak jarang pakan yang jatuh dan terkena kotoran burung masih dipatuk lagi. Padahal pakan yang jatuh tadi sudah kotor. Belum lagi kalau burung turun, jari-jari kakinya bisa terkena kotoran yang bisa menimbulkan jamur kaki.
6.Batang/tangkringan bertengger. Piling batang tempat burung bertengger dari kayu yang kuat dengan ukuran agak tebal dan tidak mudah lapuk. Bila sangkar burung agak besar, berilah tenggeran lebih dari satu, agar burung bisa berpindah-pindah tempat untuk berkicau sehingga dia tidak bosan. Pasang tangkringan secara horizontal dengan diameter sesuai dengan ukuran kaki burung. Jangan lupa, sediakan pula tempat pakan dan tempat air minum di dalam sangkar.
7.Gantungan sangkar. Harus kuat dan kokoh agar saat burung menggantung tidak mudah copot atau jebol. Sering terjadi sangkar kelihatan kokoh, tapi ketika digantungkan tak kuat menahan  empasan angin dan akhirnya kayunya patah dan jatuh. Gantungan yang nampak kokoh dari luar belum tentu kuat. Karena itu, tidak jarang sangkar jatuh akibat kurang kokohnya gantungan sangkar. 
8.Pintu masuk harus cukup lebar. Pilihlah pintu yang berada di tengah, bukan di bawah. Karena jika di bawah menyulitkan saat akan memandikan burung selain itu burung bisa mudah lepas. Selain itu, pilih pintu sangkar yang lancar dibuka dan ditutup. Bila perlu, carilah pintu yang dapat menutup sendiri. Ini untuk menghindari pemilik jika lupa menutup pintu.
9.Model sangkar. Untuk sebagian pencinta burung, model sangkar  menjadi hal penting karena bisa memunculkan karakter burung dan pemiliknya. Namun, jika hanya untuk burung rumahan, atau sangkar harian, sebaiknya membeli sangkar yang biasa saja. Usahakan agar permukaan sangkar halus dan kuat. Gunakan sangkar ukir yang mahal saat moment tertentu seperti untuk kontes burung.
10.Corak dan warna sangkar. Sesuaikan dengan warna burung peliharaan Anda. Jangan sampai warna burung yang indah tidak kelihatan karena warna sangkar yang lebih kelihatan  mencolok. Ini akan mengurangi pandangan kita dalam menikmati burung kesayangan.

Keluarga Burung Cinta

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLAEXufMsPpYP1MqPZ09KoWttl8XuNVl_9nW3V-_5gP2WZzOo7_eGfTQ7X7-fQn4HPbIErykqbB9jWw52vwg1vR1-kcIdXenkLG7hyedIQFq5vrbvZAGjNzTMr92TEpDYBA-prebuSnotv/s1600/desk-agapornis.jpg.jpeg

Burung cinta adalah satu burung dari sembilan jenis spesies genus Agapornis (dari bahasa Yunani "agape" yang berarti "cinta" dan "ornis" yang bearti "burung"). Mereka adalah burung yang berukuran kecil, antara 13 sampai 17 cm dengan berat 40 hingga 60 gram, dan bersifat sosial. 


Delapan dari spesies ini berasal dari Afrika, sementara spesies "burung cinta kepala abu-abu" berasal dari Madagaskar. Nama mereka berasal dari kelakuan yang umum diamati bahwa sepasang burung cinta akan duduk berdekatan dan saling menyayangi satu sama lain. Sifat pasangan burung cinta adalah monogami di alam bebas.

Burung cinta secara umum mempunyai tinggi 13 sampai 17 cm dan berat sekitar 40 sampai 60 gram, berekor pendek dan berparuh besar.Berikut adalah daftar jenis burung cinta yang ada : 

Species (wild-types)
Nama umum / latinFotoDeskripsiDaerah
Black-Masked Lovebird
(Agapornis personata)
Masked Lovebird (Agapornis personata) pet on cage.png
14 cm. Sebagian besar hijau, topeng kepala hitam, bulu dada kuning, paruh merah, mata berkacamata putihTanzania, Burundi dan Kenya
Fischer's Lovebird
(Agapornis fischeri)
Pap Pfirsichköpfchen Agapornis fischeri 070608 1.jpg
14 cm. Sebagian besar hijau, kepala dan bagian tubuh atas oranye, bagian pantat biru, paruh merah, mata berkacamata putihBagian selatan Danau Victoria di Tanzania utara
Lilian's Lovebird
Nyasa Lovebird
(Agapornis lilianae)
Agapornis lilianae 2c.jpg
13 cm. Sebagian besar hijau, termasuk punggung dan pantat, kepala oranye, paruh merah, mata berkacamata putihMalawi
Black-cheeked Lovebird
(Agapornis nigrigenis)
Agapornis nigrigenis -Valls Zoo -Spain-4a-4c.jpg
14 cm. Sebagian besar hijau, leher dan bagian belakang kepala coklat, bagian depan kepala coklat kemerahan, bagian dada atas oranye, paruh merah, mata berkacamata putihZambia
Peach-faced Lovebird
(Agapornis roseicollis)
Agapornis roseicollis -Peach-faced Lovebird pet on perch.jpg
15 cm. Sebagian besar hijau, muka merah muda, bagian punggung bawah dan pantat berwarna biru, paruh berwarna gadingNamibia, Africa Selatan, Angola
Black-winged Lovebird
Abyssinian Lovebird
(Agapornis taranta)
Agapornis taranta (female and male).jpg
16.5 cm. Sebagian besar hijau, paruh merah, beberapa helai sayap hitam. Burung jantan mempunyai warna merah di bagian kepala depan dan atas. Burung betina seluruhnya hijauEritrea selatan sampai Ethiopia selatan
Red-faced Lovebird
(Agapornis pullarius)
Agapornis pullarius.jpg
15 cm. Sebagian besar hijau dengan merah di leher bagian atas dan kepala. Burung jantan mempunyai warna merah lebih banyak dan lebih gelap pada muka dan kepala. Juga burung jantan mempunyai paruh yang lebih gelap dari burung betinaDaerah Afrika tengah
Grey-headed Lovebird
or Madagascar Lovebird
(Agapornis canus)
Grey-headed Lovebird.jpg
13 cm. Sebagian besar hijau dengan hijau gelap di punggung. Warna paruh kelabu muda. Burung jantan berwarna abu-abu di bagian tubuh atas, leher dan kepala.Madagaskar
Black-collared Lovebird
or Swindern's Lovebird
(Agapornis swindernianus)
Stavenn Agapornis swindernianus 00.jpg
13.5 cm. Sebagian besar hijau, leher coklat dengan warna hitam di bagian belakang leher, paruh berwarna abu-abu tua atau hitamBagian khatulistiwa Afrika
 

Minggu, 20 Januari 2013

Jangan Jatuh

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVXz2FaiVqydxJ_I2klIH0Y8hy-4D1-kCjL9LybzS4dUq2FePrZudYawHDZ6C8erXAa_oHuVNsUHB0SwSCGIBnP4eOw_cyENWaTayf7WcmR8RqN7XclTylXWugVStpo_kVyKm2TDraWiA/s1600/antarafoto-1290926108-.jpg

Memang banyak penghobi burung kicau tak menyadarinya jika sangkar burung kesayangannya jatuh tidak mempengaruhi apa-apa dari si burung sendiri.Itu adalah pemikiran yang salah.Salah besar.



Kenapa saya berkata demikian?Ya,keadaan mental burung juga sangat terganggu.Ketika sangkar dalam keadaan jatuh,burung cenderung panik,lebih dari sekedar panik ketika didekati orang(bagi burung yang belum jinak).

Karena setelah jatuh burung biasanya panik,yang berdampak goyahnya mental burung itu sendiri.Jika sangkar jatuh dari ketinggian tempat yang cukup tinggi dan kandang masih kokoh dan kuat,maka dampak buruk bagi si burung itu sendiri adalah berupa berkurangnya nafsu makan dan burung cenderung untuk diam.

Burung juga jarang berbunyi,dan lama-kelamaan burung bisa mati kelaparan serta juga karena stress akibat jatuh.Lalu,muncullah pertanyaan.Bagaimana jika sudah demikian ini?Yang pertama dilakukan adalah dengan memperkokoh tempat dimana sangkar itu berada.Perkirakan apakah tempat sangkar itu kuat ataupun tidak.

Kedua adalah menangani mental si burung sendiri(bagi burung yang stress).Beri perhatian ekstra kepada si burung.Amati apakah sudah mau makan atau belum.Jika sudah mau makan,bersyukurlah karena mental burung anda tidak kenapa-kenapa.

Jikalau burung anda tetap saja diam dan tidak mau makan,maka anda harus menangkap burung itu dan memberinya makan dengan cara diloloh(walaupun burungnya sudah dewasa) agar kelangsungan hidupnya tetap terjamin.

Burung Minyak

 Asa Wright Nature Centre, Trinidad and Tobago - Feb, 2006 © Kent Nickell

Burung minyak (Steatornis caripensis), dalam bahasa lokal dikenal sebagai guácharo, merupakan burung yang ditemukan di bagian utara Amerika Selatan (termasuk pulau Trinidad di Republik Trinidad dan Tobago).



http://verdepanda.files.wordpress.com/2011/07/oilbird.jpg 
Burung ini termasuk burun malam meskipun mereka memakan buah kelapa sawit. Hal ini menjadikan burung ini satu satunya burung malam yang memakan buah. Mereka mencari makanan di malam hari, navigasi dengan ekolokasi dalam cara yang sama seperti kelelawar, tetapi dengan suara bernada tinggi sekitar 2 kHz yang dapat terdengar oleh manusia

Sabtu, 19 Januari 2013

Pohon Kekerabatan Burung

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/05/1355165620X310.jpg





 Para ilmuwan berhasil mengembangkan peta evolusi dari 10.000 spesies burung. Peta tersebut dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal Nature, Jumat (2/11/12).

Peta tidak hanya menggambarkan hubungan kekerabatan antara satu burung dengan yang lain dalam proses evolusi, tetapi juga menggambarkan tingkat pembentukan spesies baru (spesiasi) pada rentang waktu dan kondisi geografis.Kami telah mengembangkan pohon kekerabatan yang menunjukkan hubungan evolusioner antara spesies burung," kata Gavin Thomas, peneliti dari University of Sheffield di Inggris yang terlibat riset ini.

"Kami menggunakan fosil dan genetik data untuk memperkirakan usia dari setiap cabang dalam pohon kekerabatan burung sehingga kami dapat menilai bagaimana keragaman telah terakumulasi seiring waktu," Jelas Thomas seperti dikutip Mongabay, Jumat lalu.

Trevor Price, ahli biologi evolusi dari University of Chicago di Illinois mengatakan bahwa upaya ini brilian namun masih menyimpan kelemahan, yaitu minim data genetik untuk banyak spesies.

"Pasti ada artefak yang diperkenalkan dengan kondisi kekurangan sepertiga dari urutan genetik yang diperlukan untuk membuatnya," paparnya.Meski demikian, peta ini tetap dapat memberikan pengetahuan tentang sejarah evolusi burung. Para peneliti menemukan bahwa tingkat diversifikasi burung tidak ditentukan oleh garus lintang, tetapi oleh garis bujur.
Peta juga bisa berfungsi membantu upaya konservasi.

"Kita bisa mengidentifikasi spesies yang punya risiko lebih besar untuk punah di pohon kekerabatan dan mengetahui sejarah evolusi yang direpesentasikan. Beberapa spesies memiliki banyak kerabat dekat dan merepresentasikan secuil sejarah evolusi sementara spesies lain memiliki sedikit kerabat sehingga kepunahannya merepresentasikan hilangnya sejarah evolusi yang tak pernah bisa digantikan," kata Thomas.

Migrasi Hingga Sulawesi

 http://cdn1.arkive.org/media/72/72EEF30E-249A-4F0C-8C97-DABFECB7A9EA/Presentation.Large/australian-pelican-sitting-on-a-perch-by-lake.jpg

Ribuan burung berukuran besar dan kecil dari 270-an spesies saat ini berkumpul di Taman Suaka Margasatwa Mampie, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Di antaranya terdapat ratusan burung pelikan australia yang bermigrasi dari daerah asalnya dan beristirahat di danau di Mampie.


Burung-burung itu mulai berdatangan ke Sulawesi Barat sejak awal bulan September untuk mencari makan di tempat ini. Kehadiran mereka membuat Taman Suaka Margasatwa Mampie ramai oleh suara burung. Wisatawan pun ikut berdatangan untuk melihat burung-burung yang cantik itu.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Sulselbar Nur Alam menyebutkan, burung-burung ini secara teratur berkunjung ke Sulawesi. Namun, jumlahnya dari tahun ke tahun makin berkurang. Diduga salah satu penyebabnya adalah hilangnya habitat mereka.

 http://mvhunt.net/images/birds/IMG_8707-Australian-Pelican.jpg

Dikatakan Nur, lebih dari 1.000 hektar hutan bakau yang dilindungi berdasarkan keputusan menteri lingkungan hidup dan menteri pertanian 90 persennya sudah dibabat dan dialihfungsikan warga menjadi areal tambak.

Saat ini hutan bakau hanya terdapat di sepanjang bibir pantai. Itu pun hanya di beberapa lokasi saja. Sejak hutan bakau rusak, musibah banjir terjadi di wilayah ini saat gelombang tinggi menerjang

Jumat, 18 Januari 2013

Maskot Kalimantan Barat

http://borneoclimatechange.org/foto_berita/11Enggang%20Gading.jpg

Burung maskot Provinsi Kalimantan Barat,burung Enggano,keberadaan dan populasinya semakin hari semakin menyayat hati,karena kemarin baru saja ditemukan 421 buah paruh burung Enggano yang siap diekspor ke luar negeri.



Menurut perkiraan,paruh tersebut memiliki tujuan ekspor ke China.Harga masing-masing paruh burung itupun beragam,sesuai ukuran besar-kecilnya paruh,keadaan baik-buruknya,serta bentuk paruh yang bagus juga dapat menambah nilai tambah.

Harga per sebuah paruh burung ini berkisar antara Rp. 3.500.000 hingga mencapai Rp. 6.000.000,- . Memang harga yang tak sepadan untuk hilang dan lenyapnya seekor burung Enggano.Terlebih proses konservasi burung inipun tergolong kurang mendapat perhatian yang berarti dari pemerintah.

Akankah kita harus bergerak setelah populasi burung ini hanya tersisa kurang dari 100 ekor saja?Siapkah kita kehilangan maskot salah satu maskot provinsi di Kalimantan ini?Tinggal pemerintah yang menanganinya.

Ada 421 Jenis Burung

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAM0uMG-yqk-3fRoKoE9dfdG7Wb5lPwuhs8LnAPbB9lnT2wAOlXRfw9gQX44vvMNxznccx8w8XSwED4hq_a7LjhGDiMLR-w6DvPiw8dOh6Px5VqMpCxSQNTwgQm2FJmIWG5Uukkh55u9OZ/s1600/LATAR-4.jpg

Balai Taman Nasional (TN) Wasur Merauke, Papua,  mencatat setidaknya ada 421 jenis burung endemik maupun migran di dalam kawasan itu. Berbagai jenis burung itu semakin memperkaya satwa dalam TN Wasur.

 
"Saya yakin masih banyak yang belum terdaftar. Macam-macam jenis bur ung itu menunjukan kekayaan TN Wasur tidak hanya kanguru, rusa, dan cederwasih," kata Kepala Balai TN Wasur Merauke, Dadang Suganda, di Merauke, Senin (30/7/2012) ini

Aneka jenis burung endemik dan migran tercatat dalam berbagai survei oleh Balai TN Wasur maupun lembaga lain. Beberapa jenis burung endemik yang dilindungi antara lain garuda Irian (Aquila gurneyei), kakatua raja ( Probociger atherimus), mambruk ( Crown pigeons), kasuari ( Cassowary), dan elang laut dada putih ( Haliaetus leucogaster ).

 http://terminaltiketmakassar.files.wordpress.com/2011/06/taman-nasional-wasur.jpg

TN Wasur pada Agustus-November pun selalu kedatangan ribuan burung migran dari Australia dan New Zealand, seperti burung Ndarau/bangau abu-abu,pelikan, ibis, dan paruh sendok ( Royal spoonbills).

Hasil pengamatan 2009, terlihat burung biru laut ekor hitam (Limosa limosa) yang ditandai bendera hitam putih oleh China, bermigrasi mencari makan di Rawa Biru, TN Wasur.Pengamatan burung-burung migran telah menjadi daya tarik khusus, karena hanya terjadi sekali setahun
.
TN Wasur mimiliki luas 413.810 hektar yang terbentang di tiga distrik, yakni Distrik Sota, Naukenjerai, dan Merauke, di Kabupaten Merauke. Gerbang masuk TN Wasur terletak sekitar 15 kilometer dari pusat kota Merauke.-kompas

ProFauna Protes BKSDA

 http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/25/1639026620X310.jpg

ProFauna Indonesia memprotes kebijakan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Ternate, Maluku Utara, yang mengeluarkan surat izin angkut burung nuri yang dilindungi undang-undang kepada anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).


Protes kebijakan BKSDA itu dilakukan berdasarkan temuan dokumen oleh ProFauna pada Juli 2012 lalu, tentang dikeluarnnya empat surat izin angkut satwa oleh KSDA Ternate untuk empat orang anggota TNI AD.

Adapun satwa yang diizinkan dibawa keluar Ternate menuju Ambon adalah jenis burung Nuri Bayan (Eclectus roratus), Nuri kepala hitam (Lorius domicella), Nuri Ternate (Lorius garrulus) dan Nuri kalung ungu (Eos squamata).

"Jumlahnya masing-masing sebanyak dua ekor. Dari empat jenis burung yang diberikan surat angkut itu dua jenis diantaranya adalah jenis yang dilindungi undang-undang, yaitu bayan dan nuri kepala hitam. Seharusnya BKSDA tidak mengeluarkan surat izin angkut satwa itu," tegas Ketua ProFauna Indonesia, Rosek Nursahid, Selasa (25/9/2012), di Malang, Jawa Timur.

Dalam UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, perdagangan dan pemeliharaan satwa dilindungi dilarang dan pelanggarnya bisa dikenakan sanksi hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Menurut Rosek, sebelumnya pada tahun 2008, ProFauna Indonesia pernah meluncurkan laporan berjudul "Pirated Parrot" yang mengungkap penangkapan sekitar 10.000 ekor burung nuri dan kakatua dari Maluku Utara, untuk diperdagangkan.

"Burung itu sebagian juga diselundupkan ke Filipina lewat jalur laut," paparnya.
Sehingga, ProFauna Indonesia meminta Kementerian Kehutanan harus menindak tegas Kepala BKSDA Ternate yang mengeluarkan surat izin angkut burung nuri yang dilindungi tersebut.

"Tanpa penegakan hukum yang tegas, maka perdagangan burung nuri dan kakatua yang dilindungi di Maluku Utara akan terus berlanjut," tegasnya.-kompas

Kamis, 17 Januari 2013

Belajar Sejak dalam Embrio

http://content63.eol.org/content/2012/06/13/21/44943_580_360.jpg





Proses belajar spesies hewan dan manusia biasanya dimulai sejak bayi. Akan tetapi, tak demikian dengan burung passerine jenis Malurus cyaneus. Jenis burung itu belajar menyanyi sejak masih menjadi embrio.

Malurus cyaneus belajar menyanyi dari induknya. Induk biasanya akan berkicau dengan nada tertentu di dekat telur anakannya. Selain pada anakan, induk juga akan mengajari pasangannya untuk menyanyi.

Nyanyian harus dikuasai oleh anakan. Bagi anakan, nyanyian berfungsi sebagai password untuk mendapatkan makanan. Sementara itu bagi induk, nyanyian berfungsi membedakan anakan dengan burung malam yang kadang menginvasi sarangnya.

Sonia Kleindorfer, peneliti perilaku hewan di Flinders University, Adelaide, menuturkan, ilmuwan sebelumnya telah mengetahui bahwa Malurus cyaneus bisa membedakan spesies satu dan lainnya dengan nyanyian. Namun, ilmuwan tak menduga mereka belajar sejak tahap yang sangat dini.

"Tidak pernah diketahui sebelumnya bahwa ada proses belajar sejak tahap embrio," kata Kleindorfer yang menjadi pemimpin studi, seperti dikutip Scientific American, Kamis (8/11/2012). Hasil riset ini bisa menjadi awal untuk mempelajari adanya tahap belajar sebelum kelahiran pada hewan lain.

Kleindorfer melakukan penelitian dengan merekam suara burung. Lewat riset, ia mengetahui ada 11 elemen nada yang dinyanyikan burung saat mengerami telur. Dari 11 elemen itu, satu elemen unik pada individu burung.

Menurut Kleindorfer, strategi burung memakai nyanyian sebagai password adalah strategi jitu untuk melawan burung pembajak. John Endler, pakar ekologi dan evolusi dari Deakin University, menuturkan, "Ini adalah cara melawan parasitisme yang belum pernah terpikirkan sebelumnya."

Konservasi Pelikan Darmasian

http://www.sevcikphoto.com/images/pelecanus_occidentalis_3.jpg

Melebihi spesies Great White Pelican, burung Dalmatian Pelican telah menurun sangat drastis sekali, jutaan burung Dalmatian Pelican dilaporkan bisa ditemukan di negara Rumania sendiri. Pada abad ke-20, burung Pelican Dalmatian sudah mengalami penurunan dramatis, dengan alasan yang tidak sepenuhnya dipahami. Kemungkinan terbesar penyebab hilangnya habitat, sehubungan dengan drainase lahan basah dan pembangunan.


Koloni secara teratur terganggu oleh aktivitas manusia dan, seperti dalam semua pelikan, sementara orang tua dapat meninggalkan sarang mereka jika terancam, yang pada gilirannya membahayakan anak pelican pada predator. Sesekali, Pelican Dalmatian bisa ditembak oleh nelayan. Hari ini, pembunuhan tersebut umumnya terjadi pada skala kecil tapi lokal eksploitasi berlebihan oleh nelayan merupakan masalah lanjutan.  

Burung Pelican Dalmatian dibunuh oleh orang-orang lokal di Mongolia, karena penggunaan paruh pelican sebagai kantong. Disebabkan dari perburuan liar Mongolia untuk tengkorak pelican, sampai dengan 50 paruh pelican bisa ditemukan di pasar komersial di sana dan yang dikenal karena kelangkaan spesies bahwa pelican tunggal dianggap sebagai perdagangan yang adil untuk 10 kuda dan 30 domba . Burung Pelican Dalmatian juga terbang dan terbunuh oleh tiang listrik dengan beberapa peraturan.

 Di Yunani, pelikan sering terganggu oleh perahu listrik, biasanya oleh orang-orang yang membawa turis begitu banyak sehingga pada dasarnya mereka mampu untuk memberi makan pada ikan yang mereka butuhkan. Pada tahun 1994, di Eropa terdapat lebih dari seribu pasang pembibitan, kebanyakan dari mereka di Yunani, tetapi juga di Ukraina, Macedonia, Rumania, Bulgaria dan Albania (Karavasta Lagoon).

Burung Pelican Dalmatian telah dianggap punah di sinces Kroasia tahun 1950-an, meskipun Pelican Dalmatian tunggal diamati di sana pada 2011. Koloni terbesar tunggal tersisa di Danau Mikri di Yunani, dengan sekitar 1.400 pasang dan sekitar 450 pasang tersisa di Delta Danube. Negara dengan populasi peternakan terbesar saat ini, termasuk sekitar 70% dari pasangan atau mungkin lebih dari 3.000 pasang adalah Rusia. Di seluruh dunia, diperkirakan ada 3.000-5.000 pasang peternakan

Karena eksploitasi di semua tahap siklus hidup, spesies ini terancam punah dalam jangkauan Mongolia, dengan total populasi kurang dari 130 individu burung. Ada kemungkinan bahwa hingga 10,000-20,000 pelikan ada di tingkat spesies. Satu laporan sekitar 8.000 burung Pelican Dalmatian di India ternyata salah diartikan menjadi Pelicans Great White.

Burung Pelican Dalmatian adalah salah satu spesies dalam Perjanjian tentang Konservasi Afrika-Eurasia Bermigrasi Waterbirds (AEWA). Usaha konservasi sudah dilakukan atas nama spesies, terutama di Eropa. Meskipun mereka biasanya bersarang di tanah, burung Pelican Dalmatian juga bersarang pada platform luar di Turki, Yunani, Bulgaria dan Rumania dalam rangka mendorong mereka untuk berkembang biak.

 Rakit di atas air juga telah diatur untuk spesies dan digunakan digunakan di Yunani dan Bulgaria. Tiang listrik juga sudah ditandai atau dibongkar di daerah berdekatan dengan koloni di negara-negara itu. Selain itu, tingkat manajemen air dan program pendidikan bisa membantu mereka di tingkat lokal. Meskipun upaya diatas telah dilakukan di Asia, ada kehancuran yang jauh lebih tinggi dari perburuan, menembak dan upaya konservasi habitat yang diterapkan mungkin lebih sulit. 

Pada 2012, saat kondisi musim dingin yang luar biasa dingin menyebabkan Laut Kaspia membeku, ini mengakibatkan kematian dan kelaparan setidaknya 20 Burung Pelican Dalmatian yang menahan musim dingin di sana. Meskipun ada upaya pemerintah daerah untuk mencegahnya, banyak penduduk setempat memberi ikan dan makanan burung, tampaknya ini memungkinkan pelikan besar untuk bertahan musim dingin.

Tindakan konservasi Burung Pelican Dalmatian telah menghasilkan peningkatan populasi di Eropa, terutama di koloni terbesar spesies ini, di Danau Mikri Prespa di Yunani, dan juga di negara-negara lain, menyusul pelaksanaan tindakan konservasi. Namun, penurunan populasi yang cepat di sisa jangkauan diduga akan berlanjut dan karena spesies ini terdaftar sebagai Rentan.

Rabu, 16 Januari 2013

Burung Hantu Telinga-Pendek ( Asio flammeus)

 http://farm3.staticflickr.com/2383/2252216845_f55a7fa82a.jpg

Burung-hantu telinga-pendek (Asio flammeus) adalah spesies dari famili burung hantu sejati. Di Skotlandia, spesies burung hantu ini selalu disebut cataface, burung hantu rumput, hootlet tanduk pendek. Burung hantu yang bergenus Asio diketahui bertelinga pendek, karena mereka memiliki jumbai dari bulu menyerupai telinga mamalia. Jumbai "telinga" mungkin atau tidak mungkin kelihatan. 


Asio flammeus akan menampakkan jumbainya ketika ia bersikap defensif. Bagaimanapun juga, jumbainya yang sangat pendek biasanya tidak kelihatan. Burung hantu bertelinga-pendek ditemukan di hutan terbuka dan padang rumput. Kata flammeus dalam Bahasa Latin artinya "menyala, atau warna api"

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0a/Asio_flammeus_Delta_BC_4.jpg

Asio flammeus, atau burung hantu bertelinga-pendek adalah burung hantu yang berukuran sedang antara 34–43 cm (13–17 in) panjangnya dan berat badannya antara 206–475 g (7,3–16,8 oz). Ia mempunyai mata yang lebar, kepala yang berukuran besar, leher yang pendek, dan sayap yang lebar. Pada bagian atas dadanya, secara signifikan bergaris.(Alsop 2001) Rentangan sayapnya terbentang antara 85–110 cm (33–43 in).

 Betina sedikit lebih besar dari jantan. Spesies burung hantu bertelinga pendek dengan jenis bermata kuning-jingga mempunyai banyak sekali lingkaran hitam disekitar matanya, memberikan mereka penampilan bahwa mereka memakai maskara yang berukuran besar, dan juga seperti memakai cakram yang agak putih dari bulu disekitar mata seperti topeng.

Dalmatian Pelican (Pelecanus crispus)

http://www.juzaphoto.com/shared_files/uploads/37016.jpg

Burung Dalmatian Pelican (Pelecanus crispus) merupakan anggota dari keluarga besar pelican. Di antara keluarga yang umumnya sangat sosial, Burung Dalmatian Pelican mungkin memiliki kecenderungan sosial paling sedikit. Burung Dalmatian Pelican secara alami bersarang dalam kelompok relatif kecil dibandingkan dengan sebagian besar spesies pelican lainnya dan kadang-kadang bahkan mungkin hanya sarang saja. 


Tetapi, koloni kecil biasanya terbentuk, yang secara historis telah menyertakan hingga mencapai 250 pasang. Kadang-kadang, pelikan Dalmatian dapat mencampur dengan koloni Great White Pelican. Tempat bersarang yang dipilih biasanya pulau dekat dengan air (biasanya laguna atau sungai delta) atau dataran padat vegetasi air, seperti reedbeds luas Phragmites dan Typha.

Karena ukurannya yang besar, pelikan sering menginjak-injak vegetasi di daerah sekitar sarang mereka di dalam substrat berlumpur dan dengan demikian lokasi sarang yang tidak sesuai dapat menjadi berlumpur setelah sekitar tiga tahun penggunaan.

 http://www.naturephoto-cz.com/photos/auer/pelecanus-crispus-xxx2z8h6829mw.jpg

Sarang Pelikan Dalmatian adalah tumpukan rumput, alang-alang, tongkat dan bulu, biasanya berukuran sekitar 1 m (3,3 ft) dan dalam 63 cm (25 inci). Sarang biasanya terletak di atau dekat tanah, sering ditempatkan pada vegetasi mengambang padat. Sarang cenderung tipis hingga disemen bersama-sama oleh kotoran. 

Perkembangbiakan Burung Dalmatian Pelican dimulai pada Maret atau April, sekitar satu bulan sebelum keturunan Great White Pelican. burung Dalmatian Pelican meletakkan 1 hingga 6 butir telur, normalnya dua telur. Telur mempunyai berat badan antara 120gr sampai 195 gr (4.2 dan 6.9 oz). Inkubasi telur berlangsung selama 30 hingga 34 hari. Para anakan dilahirkan telanjang tapi segera tumbuh bulu bawah putih. Ketika berusia muda 6 hingga 7 minggu, pelikan sering berkumpul di "pods" atau kobakan kecil. burung Dalmatian Pelican akan menjadi dewasa setelah 85 hari dan menjadi mandiri pada 100 sampai 105 hari.

 Keberhasilan bersarang bergantung pada kondisi lingkungan setempat, dimana dari 58% hingga 100% dari anakan berhasil selamat hingga dewasa. Tempat bersarang dapat menjamin terhindarnya pemusnahan, walaupun mamalia karnivora yang makan telur dan anak burung dapat mengakses sarang saat tingkat air cukup rendah bagi mereka untuk menyeberang, seperti yang telah direkam pada celeng yang menghancurkan sarang di Bulgaria. Serigala, rubah, serigala, anjing dan lynxes juga predator sarang biasa saat kadar air rendah dan elang ekor putih dapat menyerang pelikan di koloni untuk setidaknya ukuran fledgings. Kematangan seksual diperkirakan diperoleh pada usia 3 atau 4 tahun.

Selasa, 15 Januari 2013

Kembali Dibantai

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/08/11/1138006620X310.JPG

Pembantaian burung enggang, satwa dilindungi yang menjadi maskot Kalimantan Barat terus berlangsung. Bahkan, saat ini jumlahnya terus meningkat.Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (Sporc)  Brigade Bekantan Kalimantan Barat berhasil menggagalkan penyelundupan 189 paruh burung enggang gading pada Kamis (6/9/2012) lalu.


Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat Djohan Utama Perbatasari, Sabtu (8/9/2012) mengatakan, paruh burung enggang itu hendak diselundupkan melalui Bandara Supadio menuju ke Jakarta.     

"Penyelundupan menggunakan modus pengiriman melalui jasa ekspedisi. Kali ini, paruh burung enggang dikirim menggunakan dua kargo pesawat berbeda," kata Djohan. Sayangnya, nama dan nomer telepon pengirim serta penerima palsu. Kendati demikian, Sporc tetap diminta melanjutkan pencarian pemilik paruh burung itu.

Tak Langgar UU

 http://bean776.files.wordpress.com/2010/10/lambang-garuda.jpg

Penggunaan lambang Burung Garuda dalam pakaian dan asesoris empat menjadi polemik. Sebab dengan adanya UU No 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan seseorang bisa dipenjara karena sembarangan menggambar dan menggunakan lambang tersebut.

 

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan mengabulkan permohonan pemohon dalam penggunaan lambang Burung Garuda. Tapi penggunaan lambang negara itu tidak melanggar UU. Seseorang tidak bisa dipidana hanya kerena menggambar dan memakai lambang Burung Garuda.

“Mengabulkan permohonan para pemohon untuk sebagian,” kata Ketua Majelis, Mahfud MD di ruang sidang MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (15/1/2013)

Mahfud mengatakan, MK berpendapat pembatasan penggunaan lambang negara merupakan bentuk pengekangan ekspresi dan apresiasi warga negara akan identitasnya sebagai warga negara.

“Pengekangan yang demikian dapat mengurangi rasa memiliki yang ada pada warga negara terhadap lambang negaranya, dan bukan tidak mungkin dalam derajat tertentu mengurangi kadar nasionalisme, yang tentunya justru berlawanan dengan maksud dibentuknya Undang-Undang a qou,” ujar Mahfud.

Secara faktual lambang negara telah lazim dipergunakan dalam berbagai aktivitas masyarakat, antara lain disematkan di penutup kepala, sebagai bentuk monumen atau tugu, digambarkan di baju, disematkan di seragam siswa sekolah, yang semuanya tidak termasuk penggunaan yang wajib maupun yang diizinkan sebagaimana dimaksud oleh Pasal 57 huruf d Undang-Undang a quo.

“Berdasarkan hal tersebut, Mahkamah berpendapat larangan penggunaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf d Undang-Undang a quo tidak tepat. Apalagi larangan tersebut diikuti dengan ancaman pidana, yang seharusnya ketentuan mengenai perbuatan yang diancam pidana harus memenuhi rumusan yang bersifat jelas dan tegas (lex certa), tertulis (lex scripta), dan ketat (lex stricta),” kata ketua MK itu.

Seperti diketahui, Forum Tim Koalisi Gerakan Bebaskan Garuda Pancasila menguji UU No 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan tersebut ke MK. Menurut FKHK, UU tersebut mengkriminalkan masyarakat yang ingin mewujudkan rasa cinta terhadap lambang burung garuda.

Dalam UU itu, penggunaan negara, bahasa dan bendera negara dinilai pemohon sangat limitatif. Masyarakat yang menggunakan simbol tersebut di luar batasan yang disebut UU menjadi perbuatan tindak kriminal.

Aturan limitatif ini mengakibatkan Lambang Negara terasing. Apalagi Burung Garuda sebagai simbol dari Pancasila menjadi sakral dan tidak memasyarakat. Hal ini akhirnya mengakibatkan nilai-nilai Pancasila pun luntur.

Senin, 14 Januari 2013

Menjemur Burung

http://jenisburung.com/wp-content/uploads/2012/10/menjemur-burung.jpg

Memang,hanya sekedar menjemur burung peliharaan saja terkadang para penggemar burung kicau malas untuk melakukannya.Hanya menjemur burung,cara menjemur burung pun beragam.Berikut salah satunya :


1. Jemurlah burung berkicau mulai sepagi mungkin, bahkan jika dapat jemurlah sebelum fajar. Hal ini juga bertujuan supaya burung berkicau mengalami proses pengembunan yang sangat baik bagi burung berkicau agar mendapatkan kesegaran udara pagi. Tentu saja udara pagi hari lebih bersih dan belum banyak terkena polusi.

2. Jangan menjemur burung berkicau melewati jam 9 pagi, pada jam 9 pagi sinar ultraviolet mulai dipancarkan oleh matahari. Sinar ultra violet dapat membuat bulu burung berkicau rusak, burung pun dapat kepanasan yang berakhir dengan dehidrasi bahkan kematian.

3. Jangan menjemur burung berkicau dalam sangkar di kerondong atau ditutupi kain, terutama untuk didaerah panas. Menjemur burung dengan sangkar di kerondong bisa menyebabkan burung kepanasan. Burung bisa kekurangan oksigen dan mati kepanasan. Menjemur burung dalam sangkar di kerondong juga menghalangi perubahan pro-vitamin D menjadi vitamin D, dan juga tidak dapat membunuh jamur dan mikroba di tubuh burung dan sangkar burung. Dan justru akan menyuburkannya.

4. Untuk anda yang mesti berangkat kerja setiap hari, anda bisa menjemur burung berkicau dengan cara meletakkan sangkar burung berkicau ditempat yang tertutup kanopi atau pepohonan sebelum berangkat kerja. Ini berguna supaya burung berkicau tetap mendapat sinar matahari pagi dan ketika sudah diatas jam 9 pagi kanopi atau pepohonan akan menutupi burung dari sinar matahari. bila ini tidak memungkinkan juga, anda dapat menjemurnya seminggu sekali saat anda sedang libur kerja.
 

Kolibri Ninja



Burung Kolibri Ninja merupakan salah satu jenis kolibri yang paling banyak dipelihara oleh pecinta burung kicau. Selain memiliki warna bulu yang bagus burung ini juga mempunyai kicauan yang merdu. Burung yang makanan utamanya nectar ini memang agak sulit perawatannya. Perlu perhatian khusus agar burung dapat hidup sehat. Berikut beberapa tips tentang cara memilih dan merawat burung kolibri.

Memilih Burung Kolibri Ninja

  • Pilih yang lincah bergerak, menandakan burung sehat.
  • Pilih yang memiliki kondisi tubuh yang bagus, bisa dilihat dari anggota tubuhnya dan kondisi bulu.
  • Pilih yang berkepala dan berparuh besar.
  • Untuk membedakan antara burung jantan dan betina pada burung jenis kolibri adalah dengan memperhatikan warna bulunya. Burung jantan memiliki warna yang lebih mengkilap pada daerah kepala dan leher. Sedangkan pada betina bulunya tidak memiliki warna yang mencolok.

Merawat Burung Kolibri Ninja

Burung Kolibri adalah salah satu burung yang gampang-gampang susah untuk dipelihara. Hal ini dikarenakan makanan burung ini bukanlah biji-bijian seperti pada kebanyakan burung lain. Burung ini di alam memakan nektar yang ada pada bunga. Perlu diketahui bahwa burung ini makan hingga 5 sampai 15 kali dalam sehari. Burung ini harus makan hingga sampai 4 kali berat badannya. Berikut tips merawat burung kolibri jenis ninja.

Makanan - Selalu sediakan air gula di dalam kurungan. Air gula yang baik adalah dengan perbandingan takaran 1 : 4. 1 bagian gula dan 4 bagian air. Untuk menunjang kebutuhan nutrisinya, sebaiknya disediakan juga kroto agar burung tetap fit.

Sangkar - Burung kolibri memang memiliki tubuh yang kecil, tetapi usahakan untuk dipelihara pada kurungan atau sangkar dengan ukuran minimal 30 x 30 cm dan tinggi sekitar 60 cm. Bisa juga digunakan sangkar bundar yang banyak tersedia di toko sangkar burung.

Merawat - Cara merawat burung jenis kolibri memang sedikit sulit jika dibanding dengan burung lain. Namun pada intinya hampir sama dengan burung kicauan yang lain. Jaga kebersihan sangkar atau kurungan dengan membersihkan kotoran setiap hari. Jangan terlalu lama dalam menjemur burung ini, karena jenis kolibri tidak begitu kuat jika terlalu lama pada terik matahari.-jenisburung

Minggu, 13 Januari 2013

Burung Hantu Bertanduk


Burung hantu bertanduk Amerika merupakan jenis burung dari genus Bubo. Genus ini memiliki sekitar satu atau dua lusin species dari keluargaburung hantu, dan dapat ditemukan di berbagai tempat di dunia. Pada awalnya hanya burung hantu yang memiliki jumbai pada telinganya yang dimasukkan ke genus ini.

Diatryma

http://www.oucom.ohiou.edu/dbms-witmer/collections/images/diatryma_DSC_0778.JPG

Burung raksasa Diatryma berasal dari Zaman Eosen, sekitar 48,600,000 hingga 55,800,000 tahun yang lalu. Burung ini digambarkan memiliki tinggi 7 kaki atau sekitar 2,13 meter.

Dari beberapa karya ilmiah menjelaskan bahwa burung raksasa ini memiliki kepala dan paruh yang sangat besar. Banyak para ahli menyatakan bahwa burung ini temasuk Gastornis genus, yaitu sebagai predator karnivora yang kejam.

Namun, baru-baru ini para ilmuwan menyatakan bahwa burung raksasa Diatryma adalah herbivora atau pemakan tumbuhan yang jinak. Ini berdasarkan temuan jejak kaki yang diyakini sebagai burung Diatryma. Sebuah tim peneliti dari Washington, Amerika Serikat, meneliti jejak kaki tersebut di sebuah tanah longsor pada tahun 2009.

Sebelumnya, penyelidikan tentang jenis burung raksasa ini menyatakan bahwa Diatryma adalah hewan predator karnivora atau pemakan daging. Ini berdasarkan temuan cakar di jejak kakinya, dan tak ada teori yang mendukung bahwa Diatryma bukan pemakan daging.

Bahkan, menurut Ahli Geologi dari Universitas Western Washington, di Bellingham, Amerika Serikat, George Mustoe, banyak yang beranggapan bahwa burung ini telah menggantikan dinosaurus sebagai predator puncak.



Anggapan itu muncul karena kerangka Diatryma pertama kali ditemukan di Amerika Serikat bersama dengan kerangka binatang mamalia kecil dan banyak yang beranggapan bahwa Diatryma yang memangsanya.

"Mari kita jujur, binatang yang paling menakutkan dan menarik perhatian adalah yang memakan daging, bukan binatang pemakan tumbuhan," kata George Mustoe, dilansir dari BBC.

Dari hasil penyelidikan pada jejak kaki yang ditemukan, para tim peneliti meyakini bahwa jejak kaki itu adalah jejak burung Diatryma. Hasilnya, para peneliti menemukan bukti baru tentang makanan dari burung Diatryma.

Menurut anggota peneliti dari Universitas Western Washington, David Tucker, dari jejak kaki yang ditemukan, sangat jelas binatang ini tidak memiliki cakar yang panjang, namun memiliki kuku yang pendek.

"Namun para paleontologis zaman dulu menyimpulkan bahwa Diatryma adalah burung raksasa predator, penilaian ini hanya berdasarkan dari fosil yang menggambarkan burung ini memiliki ukuran besar, kepala besar, dan paruh yang besar," kata David Tucker.
 http://bestiarium.kryptozoologie.net/wp-content/uploads/2007/08/diatryma1.JPG

Dari temuan baru menyebutkan bahwa burung Diatryma memiliki kaki yang pendek dan tidak bisa berjalan cepat untuk menangkap mangsanya. Selain itu, tidak ditemukan ujung paruh yang tajam untuk merobek daging. Dari hasil temuan-temuan baru itu, para peneliti berkesimpulan bahwa burung Diatryma tidak memiliki cakar dan termasuk herbivora.

"Diatryma menggunakan paruh untuk memakan daun, buah-buahan dan biji-bijian yang berada di hutan subtropis yang dihuninya," kata David Tucker.

Penelitian ini telah diterbitkan di "Jurnal Paleontologi," menganalisis satu pasang jejak kaki yang ditemukan di Zaman Eosen, sekitar 48,600,000 sampai 55,800,000 tahun lalu.

Sabtu, 12 Januari 2013

Gusar Karena Kasuari

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOooNQeKpcdec6TC27YyibTSIZcZAyVpPwdzOfPEEdCWij7LrnAlwqlz__ljIQETDE_LITAgENMdwrlCXZS5h21XnGyJkdn5M3R9NYZrhYaNjahJ-hNPZSEXyd-qwt-R0eWV1n5DsyJw4/s1600/burung-kasuari.jpg

Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya gusar gara-gara burung kasuari. Sebabnya, dia pernah mendengar di suatu konferensi internasional burung yang endemik di Papua itu dijadikan lambang negara di India.

"Waktu itu saya pernah dengar di konferensi internasional, kalau India mengusulkan beberapa lambang dijadikan lambang negara mereka. Salah satunya adalah burung kasuari," kata Balthasar.

Hal itu disampaikan dia di sela-sela acara Rapat Koordinasi Nasional Gerakan Indonesia Bersih yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (12/11/2012).

Jadi sampai saat ini, imbuh dia, masih dalam tahap usulan. Kalau misalnya nanti memang disetujui burung kasuari dijadikan lambang negara India, tentu Berth, demikian panggilan akrabnya, tidak tinggal diam.

"Kami dari Indoesia juga akan berjuang untuk menyatakan pada dunia internasional kalau burung kasuari merupakan burung khas dari Indonesia, dan tidak bisa dijadikan lambang nasional negara lain. Jadi nanti akan kami perjuangkan," tuturnya.

Sementara itu di Gerakan Indonesia Bersih yang dihadiri Wapres Boediono dan beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II akan diteken komitmen 15 kementerian untuk gerakan ini. Salah satu yang menjadi isu utamanya adalah sampah dan pengelolaan limbah.

"Salah satu permasalahan utama dalam perkembangan dan pertumbuhan kota di Indonesia adalah masalah sampah. Dalam kaitan itu pengelolaan sampah menjadi penting agar kota menjadi indah. Karena itu kami perlu membuat gerakan berskala nasional, yaitu Gerakan Indoensia Bersih," tutur Berth dalam sambutan.

Gerakan itu meliputi peningkatan partisipasi masyarakat melalui kampanye dan edukasi, kemudian penyediaan prasarana dan sarana, operasional serta pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja pengelolaan sampah dan sanitasi.

Haram Bagi Pleci

 http://kicauan.files.wordpress.com/2012/05/pleci-fighter-body-mungil-alis-tebal.jpg?w=750

Gudang BurungDi lihat dari bentuk paruh-nya,seekor burung Pleci tergolong burung pemakan buah-buahan dan serangga.Namun ketika kita memberikan makanan pada pleci kesayangan kita tidak boleh asal-asalan,kita harus faham dan jeli terhadap makanan si burung tersebut

Suatu misal ketika Burung Pleci kita sedang lemes/kurang birahi akibatnya dia kelihatan males untuk menyanyi sebagaimana biasanya pada kasus seperti ini saya sarankan janganlah anda beri buah mentimun.Berikut beberapa buah-buahan favorit yang biasa saya berikan pada Pleci kesayangan saya.
  • PISANG KEPOK-Dalam menyajikannya harus pisang yang benar-benar sudah matang,lebih bagus lagi kalau ada pisang yang masak asli dari pohon/bukan karbitan karena selain tidak cepat membusuk .biasanya pisang yang masak hasil karbitan kurang seberapa bagus untuk momongan kita,sebab di kawatirkan masih mengandung karbit di sekitar kulit luar buah pisang kalau sampai tertelan akan mengakibatkan ganguan pencernaan,saya sarankan dalam penyajiaannya harus di cuci terlebih dahulu.
  • BUAH MENTIMUN-Biasanya saya berikan ketika burung momongan saya terlihat mulai OB (over birahi) kandungan mineralnya banyak dan bisa melancarkan peredaran aliran darah.
  • BUAH JERUK-carilah yang manis atau biasanya "jeruk madu".buah yang satu ini sering saya berikan ketika musim Hujan atau sinar matahari sedang terik dan juga saya berikan ketika sehari sebelum saya mainkan di Lapangan atau sekedar Latber.kandungan Vitamin C pada buah jeruk dapat meningkatkan Imun dan juga bagus untuk melancarkan pencernaan.
  • BUAH TOMAT-selain kandungan Vitmin C nya yang tinggi juga dapat menjernihkan suara momongan kita.
  • BUAH APEL MERAH-kandungan Vitamin C nya juga tinggi dan dapat pula sebagai menu pendongkrak Birahi,buah apel merah juga menjadi salah satu menu wajib salah satu momongan saya ketika akan di Trek ke Lapangan.
  • BUAH SAWO-bagus untuk mendongkrak momongan kita agar lebih Gacor dan Cerewet untuk berkicau.buah yang satu ini juga sering saya berikan ketika burung saya males berkicau dan tidak tahu apa penyebabnya.dalam menyajikan buah Sawo cari yang Matang,terlihat ketika anda belah/pisah dengan Tangan maka tidak terlihat adanya Getah.ingat dalam menyajikan buah sawo jangan sampai masih ada getahnya karena dapat mengganggu jaringan pita suara.dan lagi dalam memberikannya cukup satu hari saja buah sajikan setelah itu sisa buah harus di buang.
Dalam memberikan makanan pada burung pleci kita mesti memahami terlebih dahulu kira-kira buah apa yang menjadi kegemaran momongan kita,dan juga kira-kira kalau di beri buah ini Efek bagi burung bagaiman?Dalam mencetak pleci jagoan kita harus Telaten,teliti dan jeli dalam merawat burung pleci baik ketika mabung atau dalam kondisi sakit.
 
Demikian berbagai buah-buahan Favorit yang selalu saya berikan pada Burung pleci momongan saya,mungkin para pembaca menemukan salah satu buah yang tidak termasuk buah-buahan di atas monggo silahkan di tunggu tanggapannya.salam Pleci Mania-melintasdi

Jumat, 11 Januari 2013

Gereja Melambung, Pleci Tak Tergeserkan

http://yenpiaopiao.files.wordpress.com/2011/11/image5.jpg

Gudang Burung - Memang belakangan popularitas gereja di kalangan penjual serta penghobi burung makin dicari sebagai bahan masteran ataupun burung isian.Burung ini sekarang lebih dicari karena burung ini selain memliki daya tahan yang bagus,juga karena harganya yang murah dan mudah ditemui.

Sekarang harga satu ekor burung gereja berkisar antara Rp. 5.000 - Rp. 10.000,sedangkan harga satu ekor pleci mencapai Rp.15.000 - Rp. 25.000,dari segi harga memang harga gereja lebih terjangkau dan lebih dipilih oleh para pemaster burung kicau.

http://yenpiaopiao.files.wordpress.com/2011/11/image3.jpg

Gereja dapat dijadikan isian,begitu juga dengan burung pleci.Memang,konsistensi gereja semakin hari semakin menanjak,dan hal itu belum mampu menggoyahkan konsistensi dan popularitas burung pleci.Mungkin karena belum sering adanya lomba bagi para burung gereja.

Walaupun ada tetapi peminatnya hanya sedikit,karena dianggap hanya sebelah mata saja.Tapi apabila sudah sering diadakan lomba burung gereja,bersiap-siaplah bagi yang memiliki burung gereja bersenang ria karena mungkin harga burung gereja juga meroket seperti pleci.

Meninggal Setelah Gagal Transaksi

 http://images.detik.com/content/2012/11/13/10/penjualburungdalam.jpg

Seorang penjual burung di Gunungkidul, DI Yogyakarta, Wagiono (56) meninggal mendadak di kiosnya Jalan Brigjen Katamso Wonosari, Selasa (13/11/2012). Warga Ngricik Desa Nitikan, Kecamatan Semanu itu sebelumnya gagal bertransaksi dengan calon pembeli.

Menurut Jumiran, salah satu rekan sesama penjual burung, korban sebelumnya beraktivitas seperti biasanya. Setelah menyemprot (memandikan) burung-burung dagangannya, sekitar pukul 10.30 WIB Wagiono makan di angkringan sekitar 10 meter sisi timur tempatnya berjualan.

"Setelah makan di angkringan dia kembali ke kios dan melayani calon pembeli. Tadi ada yang mau beli burung Cendet-nya tapi gagal karena hanya ditawar Rp 200 ribu. Giono (panggilan) minta Rp 250 ribu," kata Jumiran.

Wagiono kemudian ngobrol dengan sesama penjual burung yang menempati trotoar di antara ruko jalan Brigjen Katamso. Tiba-tiba saja, Wagiono yang duduk di kursi bambu panjang terkulai dan jatuh menimpa ember yang biasa digunakan untuk memandikan burung.

"Tahu-tahu terjatuh dan tak bergerak. Saya goyang-goyangkan badannya, tak bereaksi. Lalu saya teriak memanggil orang-orang," tambah Jumiran.

Sontak puluhan warga langsung datang berkerumun. Istri korban yang datang sesaat kemudian, histeris setelah membuka jasad suaminya yang terbujur kaku terselimuti kain batik bercorak putih kombinasi coklat.

Aparat Polres Gunungkidul yang melakukan olah tempat kejadian perkara tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.

"Karena tadi masih beraktivitas, kemungkinan kematiannya karena sakit. Tapi untuk memastikannya akan kita selediki lebih lanjut," kata AKP Suhadi Kasat Reskrim Porles Gunungkidul.

Untuk penyelidikan lebih lanjut korban dibawa dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Wonosari. Sementara itu burung dagangan korban yang diantaranya jenis Cendet, Love Bird, Kenari dan Murai Batu masih tergantang di kios sederhana yang terbuat dari anyaman bambu. Sejumlah burung masih tampak berkicau meski puluhan orang berkerumun di lokasi kejadian.-detiknewa