Selasa, 20 November 2012

Adaptasi Morfologi Burung Kolibri


Dalam teori Darwin, makhluk hidup menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya untuk bisa bertahan hidup. Caranya adalah dengan melakukan perubahan sedikit demi sedikit terhadap anggota badan agar sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya. Misalnya saja seekor burung bangau yang mengalami evolusi sehingga kakinya bertambah panjang untuk memudahkan mencari makanan di rawa atau daerah berair. Walaupun masih menjadi perdebatan tentang ada atau tidaknya evolusi makhluk hidup ini, setidaknya kita ketahui tentang teori evolusi Darwin tersebut sebagai tambahan wawasan pengetahuan kita. 

Ada beberapa cara penyesuaian atau adaptasi dari makhluk hidup dengan lingkungannya. Pertama adalah adaptasi morfologi, yakni menyesuaikan bentuk tubuh dengan lingkungan sekitar. Penyesuaian dengan lingkungan sekitar ini bisa merubah bentuk tubuh makhluk hidup tersebut secara berangsur-angsur. Seperti halnya contoh tentang kaki bangau yang menjadi panjang karena adanya adaptasi terhadap lingkungan tempat tinggal. Bentuk fisik kaki bangau yang menjadi panjang inilah yang merupakan perubahan morfologi burung.
Kedua apa yang dikenal dengan adaptasi fisiologi, yakni penyesuaian alat-alat tubuh terhadap lingkungan. 

Misalnya saja jantung yang berubah menjadi lebih besar untuk memompa darah lebih banyak. Dan yang ketiga adalah adaptasi tingkah laku. Makhluk hidup menyesuaikan tingkah lakunya dengan lingkungan sekitar. Contoh dari adaptasi tingkah laku ini adalah mimikri yaitu perubahan warna kulit pada bunglon sesuai dengan tempat dia berada. Adapatasi tingkah laku sering digunakan untuk melindungi diri dari bahaya pemangsa yang siap menerkam.

Paruh burung kolibri termasuk salah satu contoh adaptasi morfologi atau adaptasi bentuk tubuh. Dalam hal ini, paruh burung kolibri mengecil sedikit demi sedikit dari setiap keturunannya dan bertambah panjang dari setiap generasi. Memang membutuhkan waktu sangat lama dalam proses adaptasi ini, tetapi kita bisa melihat hasil dari proses morfologi burung kolibri tersebut. 

Seperti diketahui, burung kolibri yang kecil mungil ini makanannya adalah nectar atau madu yang ada di dasar bunga. Tubuhnya yang kecil mungil serta paruhnya berbentuk panjang dan ramping, memungkinkan setiap menghisap madu dari dasar bunga tidak akan merusak bunga. Tentu ini adalah bentuk yang paling tepat untuk burung ini karena makanannya yang berupa madu. 

Burung kolibri termasuk burung paling mungil dari kelompok hewan bertulang belakang yang memiliki bulu dan sayap. Di seluruh dunia ini diperkirakan ada sekitar 10.000 spesies burung, dari yang kecil mungil seperti Kolibri sampai burung yang tinggi besar seperti burung unta.

Paruh Burung Kolibri - Evolusi Morfologi

Dari seluruh jumlah spesies burung tersebut, sekitar 1.500 spesies ada di Indonesia. Luar biasa! Namun demikian, fosil tertua dari kelompok aves ini justru terdapat di Jerman yang popular dengan nama Archaeopteryk.
Dalam teori evolusi dan morfologi, diperkirakan bahwa burung merupakan perkembangan dari sejenis reptil di masa lalu. Ini terutama dari bentuk cakar depan dan bulu yang tumbuh di sekujur tubuhnya. Tentu saja ini adalah bagian dari teori evolusi itu sendiri. Lalu dari mana asalnya sayap? Apakah dulu ada sejenis reptil yang memiliki sayap?

Para penganut teori evolusi dan morfologi berkeyakinan bahwa sayap primitif adalah perkembangan dari cakar bagian depan. Awalnya cakar depan atau sayap primitif ini belum berfungsi sebagai sayap seutuhnya. Ia hanya baru sebatas membantu untuk melayang ketika terjun dari satu ketinggian ke daerah yang lebih rendah. Lama kelamaan, dari generasi ke generasi perlahan-lahan sayap ini semakin sempurna sehingga menjadi sayap seperti yang saat ini kita lihat. 

Hasil dari evolusi morfologi itu pada jaman sekarang. Burung menjadi hewan yang bisa terbang jauh dan tinggi, terutama karena bagian sayap telah tumbuh bulu dengan sempurna, tersusun rapat dan kuat. Selain itu yang membuat burung semakin leluasa terbang adalah karena tulang-belulang burung memiliki rongga-rongga udara, sehingga semakin ringan namun tetap kokoh dalam menopang tubuhnya. Namun itu lagi-lagi berdasarkan teori evolusi dan bagi Anda yang tidak setuju dengan teori elolusi tersebut, dikembalikan lagi penilaian kepada Anda. 

Paruh Burung Kolibri - Sarang dan Telur Burung

Berbagai jenis burung memiliki cara tersendiri untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Burung berkembang biak melalui telur. Dibandingkan dengan telur reptil, telur burung lebih keras karena kandungan kapurnya yang lebih tinggi. Mayoritas burung mengerami telurnya sampai menetas menjadi anak burung dan seterusnya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelangsungan keturunannya. Lamanya waktu pengeraman juga berbeda-beda tergantung dari jenis burung itu sendiri. 

Tapi ada burung tertentu yang menyerahkan pada alam sekitar untuk menghangatkan telurnya sampai dengan menetas. Contoh dari jenis burung yang ‘tak bertanggung jawab’ seperti itu adalah burung maleo dan burung gosong.

Biasanya kedua jenis burung ini menimbun telurnya di dalam pasir pantai yang panas atau mencari tempat di dekat sumber air panas dan membiarkan dengan bantuan panas alami tersebut sampai menetas.

Kalau dilihat dari cara menetaskan telurnya yang menyerahkan pada panas alami sama persis seperti kebanyakan reptil, maka teori evolusi dan morfologi bahwa jenis burung awalnya dari reptil menjadi benar. Teori ini masih berlaku pada burung maleo dan burung gosong dalam mempertahankan kelestarian keturunannya. Tetapi, lagi-lagi jika Anda merupakan orang yang tidak percaya dengan teori evolusi tersebut, tentu akan sangat aneh melihat bahwa reptil berubah menjadi burung. Seperti halnya manusia yang berasal dari monyet dan tentu saja jika memang hal tersebut terjadi, akan terjadi bentuk manusia masa depan yang berbeda dari masa sekarang ini. 

Selain untuk tempat mengerami telur, sarang bagi mayoritas burung merupakan tempat tinggal dari beragam perubahan alam terutama suhu udara. Kebanyakan burung membuat sarangnya dari tumpukan rumput dan ranting, lalu dijalin dengan bantuan liurnya. 

Beberapa jenis burung ada yang membuat sarangnya dari tumpukan bebatuan dan ada pula yang membuat lubang di dalam pasir. Beberapa jenis burung seperti wallet, rangkong, namdur atau manyar, membuat sarangnya dengan cara yang rumit sehingga tampak indah. Namun sarang sederhana atau rumit, fungsinya tetap sama yaitu untuk mengerami telur dan tempat tinggal.

Burung kolibri yang mempunyai perubahan pada paruh karena dipergunakan untuk mendapatkan madu yang terletak jauh di dalam bunga merupakan salah satu contoh bentuk adaptasi morfologi sempurna. Seperti halnya burung bangau yang kakinya berubah menjadi panjang untuk bisa mendapatkan makanan di tempat yang berair. Burung lainnya juga mengalami perubahan morfologi sebagai adaptasi terhadap lingkungan mereka. 

Setuju atau tidaknya Anda terhadap teori evolusi tersebut, tidak usah terlalu diperdebatkan karena artikel ini memang sengaja dibuat sebagai bagian dari teori evolusi Darwin. Dan untuk kebenaran tentang teori evolusi tersebut, haruslah kita serahkan kepada para ilmuwan yang tidak kenal lelah untuk mengungkap rahasia alam tentang evolusi Darwin tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar