Jumat, 02 November 2012

Gelodok Parkeet

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnFarawdZc0qgKE-vXrWPtihg-uNzrr8xhXYcbUVct154hbCRs8BR4c4KEb2tIgoYlHnMXx10iQj8oJN2LPl3rvyzpiTIFdF2V5opMnlF47TFBWD1TLAz_JDcfS87-qQdBr78CF2FD1Fy5/s1600/rumah+parkit.jpg 

Gelodok burung itulah nama barang ini . Ini seperti rumah bagi manusia , tetapi ini untuk burung . Burung yang biasanya menggunakan gelodok adalah jenis burung paruh bengkok yang berukuran kecil seperti Parkeet .

Gelodok ini sendiri biasanya terbuat dari bahan kayu mahoni / sengon yang merupakan jenis kayu yang relatif tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak , jadi inilah yang menjadi alasan dipilihnya jenis kayu mahoni / sengon karena aman untuk indukan dan mungkin juga bagi anakan parkit .

Glodok biasanya berukuran panjang 25cm , lebar 15cm , dan tinggi sekitar 10cm ( biasanya sesuai dengan kebutuhan ) dan juga terdapat sebuah lubang berdiameter 5cm untuk keluar - masuknya burung parkit . Serta juga terdapat pintu di bagian depan / belakang yang berfungsi untuk mengetahui kondisi telur ataupun anakan parkit yang masih di dalam kandang yang belum berani untuk turun .

Perawatan glodok tergolong cukup mudah , yaitu berupa bisa dilakukan dengan ; 
  • Pastikan terlebih dahulu tidak terdapat telur ataupun anakan burung parkit apabila akan membersihkan glodoknya .
  • Apabila masih ada telur atau anakan parkit biarkan saja telur tersebut menetas terlebih dahulu dan juga sudah turun , begitu juga dengan jika masih ada anakan burung .
  • Lepaslah glodok dari tempatnya menempel .
  • Buka pintu yang biasanya digunakan untuk mengetahui kondisi burung , lalu mulailah membersihkan .
  • Gantilah secara periodik glodok setiap 2 ataupun 3 bulan sekali .

0 komentar:

Posting Komentar