Selasa, 18 Desember 2012

Seekor Trucukan Albino ( $ 16.000)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihn4JKJE_BgTatXr4x58SNSnEYXTkJssnKysHOyXzrSjDEc2Mya-f42wNa5hAU4jN4n1E2PHtSKDy1IB9zDfFEdVSuCcVsCxlPbmmdNq6PizISiNj2WKnJWsYSIANm52kjVPvskFzj77Ni/s1600/trucukan+albino.jpg
 
Di Singapur (Singapore), ternyata ramai juga para penggemar burung, beberapa jenis burung yang populer di Indonesia, ternyata populer juga di Singapur, seperti Muraibatu, Kacer dan lain-lain. 
Saat ini yang tetap memiliki penggemar banyak adalah burung Merbah Jambul. Beberapa burung Merbah Jambul yang berhasil menjuarai suatu even lomba burung, biasanya langsung memiliki harga yang tinggi. Hal ini mirip seperti di Indonesia. Hanya saja di Indonesia, burung Merbah Jambul kurang mendapat hati di penggemar burung kicauan.
Di Singapur, baru-baru ini seekor burung Merbah Jambul Albino mendapat tawaran sebesar $12.000, dan terakhir mendapat tawaran lain sebesar $16.000 (Sekitar Rp. 160.000.000 - jika 1$ = Rp. 10.000). Tapi sang pemilik belum berniat untuk menjualnya. 
Kasus tawar menawar burung ini mirip dengan yang terjadi di Indonesia. Tawar menawar burung yang telah meraih prestasi lazim terjadi. Hal ini tentunya semakin membuat para penggemar burung kicauan semakin bergairah mencetak burung-burungnya untuk menjadi burung jawara.

0 komentar:

Posting Komentar