Senin, 18 Maret 2013

Masalah Beruntun



Gudang BurungBurung-burung liar yang biasa menjadi tontonan wisatawan, kini jarang terlihat di Kerinci seiring hilangnya pohon Seri atau sejenis beringin hutan.

"Saat ini populasi burung liar di Kerinci memang dirasakan sangat berkurang dan untuk itu perlu program revitalisasi melalui penanaman pohon seri," kata ketua  Guntur, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di Jambi, Selasa.

Pohon seri adalah jenis-jenis pohon beringin hutan yang selama ini telah menjadi tempat berkumpul dan bersarang koloni burung-burung liar di Kerinci.Guntur mengemukakan pada masa sebelumnya pohon Seri banyak tumbuh di tengah hutan lebat TNKS.


"Keberadaan pohon itu sangat disukai oleh burung-burung liar, maka tidak sedikit warga  menanam pohon di tepi desa agar burung-burung liar dari hutan singgah dan meramaikan desa mereka, baik saat pagi, siang, sore maupun pada malam hari," kata Guntur.

Wisatawan pun sering berkunjung ke desa-desa terutama penggemar fotografi.

"Terkadang terdapat puluhan bahkan ratusan jenis burung di satu pohon Seri, ada burung Pintau, Tiung, Jalak, Enggang, Murai, Balam, Tekukur, Perenjak, Kasawai, Perkutut, Beo dan lain sebagainya, beburung itu hidup rukun dipohon Seri itu," ujarnya.

Namun, kini keberadaan pohon Seri tersebut semakin menghilang, karena banyak yang ditebang hanya sekedar untuk diambil kayunya oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, tidak saja pohon Seri di tepi desa, di tengah hutan pun dirambah.

"Kini para turis sering mengaku sudah sangat jarang bisa mendapatkan kesempatan bertemu dengan kerumunan burung lagi di Kerinci, terutama dengan burung Pintaw yang merupakan jenis burung yang memiliki kecerdasan luar biasa dalam membangun sarangnya yang unik di pohon-pohon," kata Guntur.-antaranews

0 komentar:

Posting Komentar