Minggu, 07 April 2013

Populasi Maleo Meningkat

 http://image.metrotvnews.com/bank_images/actual/144109.jpg

Gudang Burung - Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Kotamobagu (TNBNW), Sulawesi Utara, berhasil melepasliarkan anak burung Maleo sebanyak 10.005 ekor ke habitat alaminya selama kurun waktu 13 tahun terakhir.


"Karena dilepaskan, populasi (burung maleo) meningkat. Sebelumnya, hanya satu ekor yang bertelur per hari, saat ini bisa empat hingga lima ekor yang datang untuk bertelur," kata Kepala Balai TNBNW Agustinus Rante Lembang usai siaran pers di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Jumat (5/4).

Sementara, polisi hutan sekaligus pengelola lokasi peneluran TNBNW, Max W Lela, mengatakan sesuai plakat yang dikeluarkan International Union for Conservation Nature (IUCN), Maleo (Macrocephalon maleo) masuk kategori 14 spesies yang terancam punah.

"Sebelumnya, populasi burung Maleo menurun dari 25 ribu ekor hingga enam ribu ekor akibat perburuan liar, pencarian telur, dan pengalihan fungsi hutan," kata Max.

Selain itu, tanpa upaya konservasi atau pengembangbiakan semialami ini, populasinya menurun akibat pemangsaan telur oleh manusia, biawak, ular sawah, anjing, dan babi hutan.

Pelepasliaran anak burung Maleo ke 10 ribu dilakukan oleh Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA), Darori, di TNBNW, pada 30 Maret lalu.

Selain itu, juga dilepasliarkan burung Rangkong--jenis endemik Sulawesi--, Perkici Dora, Kus Kus, dan tukik penyu Sisik di Taman Wisata Alam Batuputih, Bitung.

0 komentar:

Posting Komentar