Senin, 06 Mei 2013

Aksi Pembubaran RCI


Gudang Burung Selain itu, mereka juga sering mendapatkan pengaduan dari masyarakat tentang semakin sering dijumpai komunitas tersebut mengadakangathering dengan membawa satwa tersebut dengan melakukan berbagai atraksi satwa.

 Hal ini menyebabkan bias dalam pemikiran masyarakat, yang akhirnya muncul anggapan bahwa jika ingin aman memelihara elang di rumah maka mereka bisa bergabung dalam komunitas tersebut. Hal tersebut menyebabkan dalam beberapa tahun terakhir, tingkat penangkapan dan perburuan elang untuk perdagangan satwa semakin marak dengan target pasar adalah para penghobi atau pelakufalconry.
Selain itu, Asman Adi Purwanto  dari Raptor Indoesia  kepada Mongabay Indonesia, menanggapi ekploitasi dengan mengatasnamakan konservasi mengatakan sebuah ironi, apabila tujuan darifalconrydi Indonesia adalah untuk tujuan konservasi karena beberapa hal yang penting untuk diketahui, Indonesia tidak memiliki budaya dan sejarahfalconry, karena kedekatan masyarakat Indonesia dengan elang lebih cenderung pada kedekatan semiotika. 
Hampir sebagian besar satwa yang dijadikanfalconryadalah satwa yang diambil dari alam. Apabila kegiatan ini masih terus dilanjutkan, maka dampak dari introduksi budaya dari luar dalam hal ini budaya atau hobi atau olahragaFalconrysemakin menambah berat beban upaya konservasi elang dan habitatnya di Indonesia. “Semakin tingginya tingkat penangkapan dan perburuan satwa untuk diperdagangkan dengan pangsa pasar pelakufalconryataufalconer,” kata Asman.
Asman menambahkan dalam orasinya, bahwa salah satu permasalahan dalam pelepasliaran kembali satwa ke habitatnya adalah elang tersebut terlalu jinak atau terlalu dekat dengan manusia, sedangkan inti darifalconryadalah “memanusiakan” dan “mendekatkan” elang dengan tuannya.
 Sehingga, proses untuk mengembalikan elang kembali ke habitatnya memerlukan sumber daya yang besar dan waktu rehabilitasi yang cukup lama.  Untuk memenuhi kebutuhan parafalconerdari hasil penangkaran tidaklah semudah yang dibayangkan karena Indonesia belum memiliki kapasitas dalam program penangkaran elang, serta dibutuhkan sumber daya manusia dan sumber daya dana yang tidak sedikit.

0 komentar:

Posting Komentar