Tampilkan postingan dengan label Burung Kicau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Kicau. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juli 2013

Memilih Anis Merah Sebagai Burung Kicauan, Kenapa Tidak?


Gudang Burung Suara apa yang paling asyik didengar dan dinikmati setiap pagi? Hampir semua orang sepakat, bahwa mendengar kicauan burung termasuk hal yang paling asyik didengar dan dinikmati. Bahkan, di saat liburan pun mendengar kicauan burung adalah hal yang paling menyenangkan. 
Namun pertanyaannya, apakah semua kicauan burung asyik didengar? Tentu saja, jawabannya tidak. Hanya burung Anis Merah yang tergolong burung kicauan yang paling asyik didengar. Bahkan, kicauan burung murai batu pun kalah.


Adapun ciri-ciri utama burung anis merah adalah:

1. Badannnya ramping2. Bulunya berwarna merah dari kepala hingga punggungnya.3. Kedua sayap bagian atasnya berwarna hitam4. Ujung sayapnya terdapat seberkas bulu berwarna putih.\


Jika Anda sudah menemukan burung anis merah, maka Anda mesti pintar merawatnya. Dikatakan susah mengurusnya, tidak juga. Ya, boleh dikatakan mengurus burung anis merah gampang-gampang susah. Ada tiga hal yang paling penting Anda perhatikan saat mengurus burung anis merah:
  1. Sangkar

    Karena burung anis merah tergolong burung yang memiliki postur sedang, maka buatlah sangkarnya dengan ukuran sedang. kira-kira luas kandangnya 45 x 46 cm dengan tinggi kira-kira 50 cm. Diberikan ruang seperti itu agar tidak mudah stress. Kalau terlalu kecil, akan membuatnya mudah stress.

    Di dalam sangkarnya, letakkan dua mangkuk plastik untuk pakan dan air minumnya. Pasanglah kayu kecil dengan melintang untuk tempat bertengger burung anis merah. Akan lebih baik jika di dalamnya juga diletakkan tempat khusus untuk mandinya.
  2. Pakan

    Jika di hutan, burung anis merah selalu memakan makanan dengan jenis serangga. Selain memberikan pakan dalam bentuk pur, beri juga jenis makanan dalam bentuk serangga, termasuk cacing. Berilah dengan teratur jangkrik, belalang dan cacing tanah. Makanan inilah yang bisa membuat suara kicauannya menjadi makin merdu. Ada juga yang menyarankan untuk memberi proto dengan selang seling pakan buatan pabrik.
  3. Perawatan sangkar

    Bersihkanlah sangkar burung anis merah dua hari sekali. Yang paling penting dibersihkan adalah kotoran dan sisa makanannya. Karena kedua hal ini yang paling sering membuat burung anis merah mudah terserang penyakit.

    Selain itu, gunakan disinfektan ketika Anda mencuci sangkarnya. Dengan disinfektan, kita dapat mengusir jamur-jamur yang dapat mengganggu pencernaan burung anis merah.

Jumat, 15 Maret 2013

Kutilang Emas

 http://www.kutilang.or.id/wp-content/uploads/2012/12/Kehicap-emas_Monarcha-chrysomela-kardensis_Biak_JdH.jpg

Gudang Burung - Memang keberadaan burung yang satu ini jarang kita temui di pasaran, baik di pasar burung tradisional ataupun pasar burung modern. Jikalau ada, mungkin hanya satu hingga 2 ekor saja.



Ya, ialah Kutilang Emas. Kutilang Emas masih satu keluarga dengan jenis kutilang, cerukcuk/trucukan, serta cucak jenggot. Memiliki warna bulu dominan berupa warna kuning keemasan (mirip kepodang) yang memberikan nama tambahan ''emas''.

Memiliki warna sayap dan ekor yang berwarnja hitam oekat membuat burung kutilang emas dapat dengan mudah dikenal. Burung ini termasuk jenis burung pemakan buah-buahan berupa pisang serta pepaya.

Untuk harga burung yang satu ini berkisar diantara Rp. 85.000 hingga Rp. 115.000 untuk burung kutilang emas yang masih bakalan dengan usia 5 hingga 6 bulan.

Senin, 21 Januari 2013

Keluarga Burung Cinta

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLAEXufMsPpYP1MqPZ09KoWttl8XuNVl_9nW3V-_5gP2WZzOo7_eGfTQ7X7-fQn4HPbIErykqbB9jWw52vwg1vR1-kcIdXenkLG7hyedIQFq5vrbvZAGjNzTMr92TEpDYBA-prebuSnotv/s1600/desk-agapornis.jpg.jpeg

Burung cinta adalah satu burung dari sembilan jenis spesies genus Agapornis (dari bahasa Yunani "agape" yang berarti "cinta" dan "ornis" yang bearti "burung"). Mereka adalah burung yang berukuran kecil, antara 13 sampai 17 cm dengan berat 40 hingga 60 gram, dan bersifat sosial. 


Delapan dari spesies ini berasal dari Afrika, sementara spesies "burung cinta kepala abu-abu" berasal dari Madagaskar. Nama mereka berasal dari kelakuan yang umum diamati bahwa sepasang burung cinta akan duduk berdekatan dan saling menyayangi satu sama lain. Sifat pasangan burung cinta adalah monogami di alam bebas.

Burung cinta secara umum mempunyai tinggi 13 sampai 17 cm dan berat sekitar 40 sampai 60 gram, berekor pendek dan berparuh besar.Berikut adalah daftar jenis burung cinta yang ada : 

Species (wild-types)
Nama umum / latinFotoDeskripsiDaerah
Black-Masked Lovebird
(Agapornis personata)
Masked Lovebird (Agapornis personata) pet on cage.png
14 cm. Sebagian besar hijau, topeng kepala hitam, bulu dada kuning, paruh merah, mata berkacamata putihTanzania, Burundi dan Kenya
Fischer's Lovebird
(Agapornis fischeri)
Pap Pfirsichköpfchen Agapornis fischeri 070608 1.jpg
14 cm. Sebagian besar hijau, kepala dan bagian tubuh atas oranye, bagian pantat biru, paruh merah, mata berkacamata putihBagian selatan Danau Victoria di Tanzania utara
Lilian's Lovebird
Nyasa Lovebird
(Agapornis lilianae)
Agapornis lilianae 2c.jpg
13 cm. Sebagian besar hijau, termasuk punggung dan pantat, kepala oranye, paruh merah, mata berkacamata putihMalawi
Black-cheeked Lovebird
(Agapornis nigrigenis)
Agapornis nigrigenis -Valls Zoo -Spain-4a-4c.jpg
14 cm. Sebagian besar hijau, leher dan bagian belakang kepala coklat, bagian depan kepala coklat kemerahan, bagian dada atas oranye, paruh merah, mata berkacamata putihZambia
Peach-faced Lovebird
(Agapornis roseicollis)
Agapornis roseicollis -Peach-faced Lovebird pet on perch.jpg
15 cm. Sebagian besar hijau, muka merah muda, bagian punggung bawah dan pantat berwarna biru, paruh berwarna gadingNamibia, Africa Selatan, Angola
Black-winged Lovebird
Abyssinian Lovebird
(Agapornis taranta)
Agapornis taranta (female and male).jpg
16.5 cm. Sebagian besar hijau, paruh merah, beberapa helai sayap hitam. Burung jantan mempunyai warna merah di bagian kepala depan dan atas. Burung betina seluruhnya hijauEritrea selatan sampai Ethiopia selatan
Red-faced Lovebird
(Agapornis pullarius)
Agapornis pullarius.jpg
15 cm. Sebagian besar hijau dengan merah di leher bagian atas dan kepala. Burung jantan mempunyai warna merah lebih banyak dan lebih gelap pada muka dan kepala. Juga burung jantan mempunyai paruh yang lebih gelap dari burung betinaDaerah Afrika tengah
Grey-headed Lovebird
or Madagascar Lovebird
(Agapornis canus)
Grey-headed Lovebird.jpg
13 cm. Sebagian besar hijau dengan hijau gelap di punggung. Warna paruh kelabu muda. Burung jantan berwarna abu-abu di bagian tubuh atas, leher dan kepala.Madagaskar
Black-collared Lovebird
or Swindern's Lovebird
(Agapornis swindernianus)
Stavenn Agapornis swindernianus 00.jpg
13.5 cm. Sebagian besar hijau, leher coklat dengan warna hitam di bagian belakang leher, paruh berwarna abu-abu tua atau hitamBagian khatulistiwa Afrika
 

Jumat, 21 Desember 2012

Anis Enggano ( Zoothera leucolaema )

http://ibc.lynxeds.com/files/pictures/IBC_Enggano_Thrush_chick_resize_09_february_2009_Filip_Verbelen.jpg

Punglor Enggano atau Anis Enggano. Mungkin saja bagi sebagian kecil penggemar burung, khususnya yang di pulau Jawa, dan Sulawesi, nama Punglor Enggano masih terasa asing. Tapi bagi kalangan penggemar burung di Sumatra burung ini lumayan dikenal.

Punglor Enggano, memiliki nama ilmiah Zoothera leucolaema (Enggano Trush), hidup dan tersebar di pulau Enggano, yang terletak di pulau Enggano, sebelah barat pulau Sumatra, atau di sebelah barat kota Bengkulu.

Burung Punglor Enggano ini adalah burung endemik pulau Enggano yang berada di provinsi Bengkulu, walaupun kadang-kadang terlihat juga 1 atau 2 ekor berkeliaran di hutan Bengkulu pulau Sumatra. Tapi daerah aslinya adalah di pulau Enggano.
 
Dilihat dari bentuk fisik burung Punglor Enggano ini, sekilas mirip dengan Punglor Kembang (Zoothera interpres), tetapi di bagian daerah dada lebih putih bersih. Ukuran tubuh sedang, seukuran dengan Punglor Kembang, sehingga kadang-kadang burung ini disebut juga sebagai Punglor Kembang Enggano.

Kemampuan berkicaunya, menurut penggemar burung di Bengkulu, perbandingan 12 - 12 dengan Punglor Kembang, alias memiliki kemampuan yang sama hebatnya. Kecerdasan juga dimiliki burung ini, sehingga mudah menangkap suara-suara burung master yang ada di sekitarnya. Hanya saja, burung ini sangat sensitif terhadap suara-suara yang keras, lalu lalang manusia, mobil dan motor serta perawatan yang terkesan sembarangan.

Mungkin dengan perawatan yang baik, serta dengan melatihnya di tempat-tempat keramaian, bisa membuat burung ini mampu bersaing dengan sepupu-sepupunya yang lebih populer di pulau Jawa.

Kamis, 20 Desember 2012

Punglor Cendana ( Zoothera peroni )

 

Gudang Burung Punglor Cendana merupakan nama burung dari jenis Punglor/ Anis yang berasal dari daerah Flores dan Timor Leste, yang memiliki nama ilmiah Punglor Cendana, sekilas mendengar nama cendana, bukan berarti burung ini milik keluarga cendana. Tentu tidak ada hubungan sama sekali.


Awal kehadiran burung ini dianggap dingin, dan tidak terlalu mengejutkan di dunia kicauan Indonesia, karena sekilas mirip dengan jenis Punglor Kening/ Punglor Kayu (Turdus obscurus).

Ternyata ketika mendengar burung ini berkicau, maka sangat mengejutkan karena kemampuan berkicau burung ternyata sangat baik, sehingga membuat harga burung ini pun langsung melonjak dan bersaing dengan sepupu-sepupunya yang sudah lebih dahulu malang melintang di kancah perburungan Indonesia, seperti

Punglor Kembang dan Punglor Merah.
Punglor Cendana ini terdiri dari 2 subspecies, yaitu:
  • Zoothera peronii peronii (Vieillot, 1818), tersebar di pulau Rote dan Timor Barat.
  • Zoothera peronii audacis (Hartert, 1899), tersebar di Timor Leste, Wetar, Romang dan Babar.
Dilihat dari bentuk postur, Zoothera peronii memiliki bentuk mirip Punglor Merah dan Punglor Macan, dan juga mirip dengan Punglor Kening/ Kayu. Dugaan orang pertama sekali, bahwa burung ini merupakan silangan dari burung Punglor Macan, Punglor Merah dan Punglor Kening/ Kayu.

Kemampuan berkicau burung ini tergolong istimewa, karena dengan mudahnya akan mencerna suara-suara lain di sekitarnya, sehingga tidak sulit untuk menambahkan variasi suara lain ke burung ini. Dari segi volume, juga bisa diandalkan untuk bersaing di kelasnya, karena dengan memiliki yang lumayan keras, sehingga di beberapa kelas dapat membuat para juri menoleh ke burung ini untuk sekian lama.

Bagi para penggemar burung kicauan, burung ini dianggap istimewa, hanya saja dari beberapa komentar, mengatakan bahwa yang kurang sreg dari burung ini, adalah gayanya yang suka "nungging". Jadi walau burung ini bersuara "indah", tapi gaya dan penampilan dianggap "kurang menarik". 

Kebanyakan penggemar burung membandingkan dengan gaya Punglor Merah yang sangat populer dengan gaya :"teler" nya. .Awal kehadiran burung ini dianggap dingin, dan tidak terlalu mengejutkan di dunia kicauan Indonesia, karena sekilas mirip dengan jenis Punglor Kening/ Punglor Kayu (Turdus obscurus).



Ternyata ketika mendengar burung ini berkicau, maka sangat mengejutkan karena kemampuan berkicau burung ternyata sangat baik, sehingga membuat harga burung ini pun langsung melonjak dan bersaing dengan sepupu-sepupunya yang sudah lebih dahulu malang melintang di kancah perburungan Indonesia, seperti Punglor Kembang dan Punglor Merah.
Punglor Cendana ini terdiri dari 2 subspecies, yaitu:
  • Zoothera peronii peronii (Vieillot, 1818), tersebar di pulau Rote dan Timor Barat.
  • Zoothera peronii audacis (Hartert, 1899), tersebar di Timor Leste, Wetar, Romang dan Babar.
Dilihat dari bentuk postur, Zoothera peronii memiliki bentuk mirip Punglor Merah dan Punglor Macan, dan juga mirip dengan Punglor Kening/ Kayu. Dugaan orang pertama sekali, bahwa burung ini merupakan silangan dari burung Punglor Macan, Punglor Merah dan Punglor Kening/ Kayu.

Kemampuan berkicau burung ini tergolong istimewa, karena dengan mudahnya akan mencerna suara-suara lain di sekitarnya, sehingga tidak sulit untuk menambahkan variasi suara lain ke burung ini. Dari segi volume, juga bisa diandalkan untuk bersaing di kelasnya, karena dengan memiliki yang lumayan keras, sehingga di beberapa kelas dapat membuat para juri menoleh ke burung ini untuk sekian lama.

Senin, 17 Desember 2012

Punglor Buru ( Zoothera dumasi )

http://www.birdforum.net/opus/images/thumb/1/16/Buru_Thrush.jpg/550px-Buru_Thrush.jpg

Punglor Buru atau dalam bahasa latin Zoothera dumasi, adalah satu lagi burung punglor dari genus Zoothera, yang berasal dari daerah kepulauan Maluku, tepatnya di pulau Buru, kabupaten Maluku, Indonesia.

Ternyata bukan cuma orang-orang dari Maluku saja yang pintar nyanyi, seperti Melly Goeslaw, Bob Tutupoli, Yopie Latul dan lain-lain, burung-burung yang berasal dari daerah Maluku ini pun pintar-pintar bernyanyi, alias berkicau, salah satunya Zoothera dumasi, atau yang dikenal dengan nama Punglor Buru atau Anis Buru.

Sekilas Punglor Buru ini terlihat dari depan mirip dengan Punglor Kembang (Zoothera interpres), tapi kalau dilihat dari belakang mirip dengan Punglor Cendana (Zoothera peronii). Jadi tidak heran, kalau pada awalnya orang mengira burung ini merupakan hasil peranakan silang dari Punglor Kembang dan Punglor Cendana.

Dari segi suara, burung ini memiliki volume sedang, tapi beberapa, ada juga yang bersuara keras (nyaring). Kemampuan berkicau burung ini juga termasuk oke lah, artinya cepat menangkap suara-suara burung lain atau burung master. Selain itu, suara dasar burung ini pun sangat bervariasi, tidak kalah dengan sepupu-sepupu lainnya, seperti Punglor Cendana, Punglor Kembang, Punglor Macan dan Punglor Merah. Dalam kata lain, enak didengar dan dinikmati.



Di pasaran, seperti di pasar-pasar burung di pulau Jawa, burung ini sangat susah ditemui. Kalaupun ada, sudah pasti harganya pun tergolong mahal. Dengar-dengar dari teman, katanya para kolektor burung di Surabaya dan Jakarta, sudah ada yang memiliki burung Punglor Buru ini. Hanya saja informasi tidak menjelaskan, apa burung Punglor Buru ini sudah layak disertakan dalam lomba/ kontes, atau masih dalam taraf didikan.

Di kampung halamannya, atau di habitatnya, burung Punglor Buru ini berdiam di dataran tinggi, di daerah dekat dengan sungai-sungai di pedalaman. Bagi masyarakat di pulau Buru, burung ini juga termasuk burung yang mereka jaga habitatnya. Sehingga burung ini aman dari kepunahan, dan terlindungi dari serbuan para pencari burung dari pulau Jawa.

Punglor Buru, menyukai makanan serupa dengan sepupu-sepupunya, seperti cacing, jangkrik, belalang, krto dan jenis ulat-ulatan. Burung ini juga menyantap buah-buahan, seperti pisang, pepaya dan lain-lain. Perawatan, tidak jauh berbeda dengan jenis-jenis Zoothera lainnya, termasuk harus agak berhati-hati, karena burung ini juga termasuk burung yang mudah stres, apabila dirawat tidak dengan sepenuh hati.

Jumat, 19 Oktober 2012

Cinenen kelabu ( Orthomus ruficeps )


Cinenen kelabu (Orthomus ruficeps) adalah jenis burung pengicau dengan panjang tubuh 10-12 cm. Burung ini, terutama dalam perdagangan, dikenal juga dengan nama prenjak. Namanya dalam bahasa Inggris ialah Ashy tailorbird.


Ciri morfologis

Burung ini mempunyai paruh, berdarah panas, dan membiak dengan cara bertelur, memiliki bulu dasar coklat kemerahan. Bagian bawah badan ditutupi bulu berwarna abu-abu kecoklatan memutih pada bagian bawah. Kaki langsing dan rapuh berwarna merah. Ekor tersusun bertingkat dan terangkat setiap kali beraktivitas.
Burung ini banyak ditemui di daerah perkebunan dan hutan tropis.


Pakan

Merupakan burung pemakan serangga kecil. Dalam penangkaran biasanya diberikan pakan alami berupa jangkrik, kroto, dan pelet.

Seksing

Perbedaan jantan dan betina terlihat dari ukuran badan dan warna. Burung jantan lebih agresif berkicau, berukuran lebih besar, dan memiliki semburat merah di kepala.