Tampilkan postingan dengan label Murai Batu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Murai Batu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 September 2013

Menangani Serak Pada Murai Batu


SERAK PADA MURIA BATU

Gudang BurungUntuk Menangani Serak Pada Murai Batu, ada beberapa hal yangperlu anda perhatikan misalnya saja penyebab serak pada burung murai dan cara mengatasi serak pada burung murai batu, sebelum ke cara penanganan burung serak ada beberapa hal yang harus di perhatikan.
Ada beberapa penyebab yang menyebakbkan burung menjadi serak misalnya saja ganguan pada saluran pernafasan ataupun pilek, untuk dua penyebab tersebut bisa anda coba untuk secara rutin membersihkan kandang burung dan juga berikan antibiotik seperlunya saja.  jika burung sudah terlanjur serak maka ada beberapa tips untuk menyembuhkanya :

  1. Rebus 3 jahe +  3 kencur  + 2 sendok garam beryodium kemudian berikan airnya ke burung yang sedang serak
  2. cara yang kedua untuk menangani serak pada burung adalah dengan resep  Larutan + Kroto + Cacing berikan setelah rumus yang pertama sudah di laksnakan
  3. berikan lagi air pada rumus yang pertama kemudian ditambah dengan cacing yang sudah di bersihkan kemudian di potong kecil kecil
Itu tadi beberap tips untuk menangani serak pada burung murai batu,  cara di atas saya peroleh dari pengalaman teman teman di MBI dan saya sebarkan lewat blog ini, mungkin jika agan punya cara lain yang ampuh untuk menangani serak pada MB bisa anda tuliskan di kolom komentar di bawah.

Rabu, 28 Agustus 2013

Mengenal Lebih Dekat Murai Batu Aceh



Gudang BurungJenis Murai Batu yang ditemui di Aceh memiliki tipe yang seragam dengan tipe Murai Batu yang ditemukan di beberapa wilayah sekitarnya. Seperti Nias, Kepulauan Mentawai dan hampir semua pulau-pulau kecil yang ada di pantai barat Pulau Sumatera. 


Salah satu spesies Murai Batu yang bisa ditemukan di Aceh khususnya di daerah Pulau Simeulue yaitu Murai Batu ekor hitam. Murai Batu ekor hitam memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Secara fisik memiliki ukuran tubuh yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan murai batu yang memiliki ekor putih.
  2. Mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga lebih mudah untuk dipelihara.
  3. Murai Batu ekor hitam lebih cepat pandai berkicau dibanding Murai Ekor putih. Hanya saja kualitas kicauannya selalu berada di bawah Murai ekor putih.
  4. Ukuran ekor bervariasi dari pendek hingga sedang. Berdasarkan ukuran panjang ekornya, Murai Batu ekor hitam dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
  • Pertama: Murai Batu yang memiliki ekor pendek (10-12 cm)
  • Kedua: Murai Batu yang memiliki ekor ukuran sedang (14-16 cm).

Kemampuan berkicau Murai ekor hitam memang tidak sebagus Murai Batu ekor putih. Sehingga jenis Murai Batu jenis ini kalah dominan oleh Murai Batu ekor putih di berbagai ajang kontes burung berkicau. Hal ini menyebabkan harga jual burung Murai Batu ekor hitam cenderung lebih murah dari pada Murai Batu ekor hitam.


Secara umum, harga burung berkicau di pasaran sangat ditentukan oleh dua faktor, yaitu:


Pertama: kualitas
Meliputi kualitas suara, bentuk paruh, hingga warna bulunya. Kualitas suara serta kemampuan berkicau menjadi faktor penting dalam menilai kualitas burung berkicau seperti Murai Batu ini. Nah, Murai Batu ekor hitam seperti sudah disebutkan pada penjelasan karakteristiknya di atas pada umumnya memiliki kualitas suara atau kicauan yang jauh lebih inferior dibanding Murai Batu ekor putih.


Kedua: tingkat kepuasan konsumen
Tingkat kepuasan konsumen terhadap burung berkicau sangat mempengaruhi harga jenis burung tersebut di pasaran. Karena, kicaumania tidak segan-segan mempromosikan kelebihan jenis burung berkicau yang dipeliharanya kepada kicaumania lainnya. Sehingga, kelebihan jenis burung tersebut cepat populer dan diminati oleh kicaumania. 


Hal ini dengan sendirinya menaikkan harga jenis burung berkicau tersebut. Namun demikian, terlepas dari fakta bahwa Murai Batu ekor hitam memiliki kualitas suara kicauan yang lebih inferior dari pada Murai Batu ekor putih, namun akhir-akhir ini permintaan Murai batu di pasaran terus meningkat. 

Selain karena unggul di sisi harga yang cenderung lebih murah,peningkatan permintaan Murai Batu di pasaran disebabkan oleh semakin sulitnya mendapatkan Murai Batu putih. Baik di alam maupun di penangkar. Sehingga Murai batu ekor hitam kemudian menjadi alternatif pilihan bagi para hobiis.

Selasa, 27 Agustus 2013

Merawat Murai Batu Part. 1


Gudang BurungMungkin suatu ketika Anda tertarik untuk memelihara Murai Batu. Mengingat, jenis burung ocehan ini memiliki suara yang merdu dan bentuk fisik yang indah.

Perlu Anda ketahui, mendapatkan Murai Batu yang berkualitas memang tidak mudah. Akan tetapi merawat Murai Batu agar tumbuh sehat dan memiliki suara yang merdu jauh lebih sulit jika Anda belum mengetahui ilmunya. Mengingat Murai Batu ini termasuk jenis burung yang gampang-gampang susah dipelihara.

Nah, bagi Anda yang masih pemula dalam memelihara burung Murai Batu mungkin beberapa tips berikut bisa diterapkan:
  1. Kenali lebih jauh tentang burung Murai Batu

    Sebagai pemula tentu pengetahuan dan pengalaman Anda terkait burung Murai Batu ini masih sangat minim dibandingkan mereka yang sudah aral melintang memelihara dan menangkar unggas ini. Oleh karena ini Anda perlu belajar lebih jauh tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan unggas ini. Cari informasi yang akurat dari berbagai media seperti buku, artikel dan yang tidak kalah pentingnya adalah bertanya pada ahlinya. Anda bisa studi banding dengan cara mengunjungi penangkar Murai Batu yang sudah berpengalaman. Gali informasi sebanyak-banyaknya dari mereka yang lebih berpengalaman dalam hal ini. Kemudian sedikit demi sedikit coba terapkan dalam pemeliharaan Murai Batu Anda.

  2. Ketahui jenis pakannya

    Pakan adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas kesehatan tubuh dan keindahan suara murai batu. Karena itu ketahui jenis pakan Murai Batu yang disukai sekaligus bergizi tinggi.

  3. Tempatkan Murai Batu pada Tempat yang Tenang dan jauh dari kebisingan

    Murai Batu membutuhkan lingkungan hidup yang tenang jauh dari kebisingan. Lingkungan yang bising bisa menyebabkan Murai Batu stres dan enggan berkicau. Karena itu, pilihlah tempat yang tenang dan kondusif untuk pemeliharaan Murai Batu.

  4. Kenali penyakit-penyakit yang potensial menyerang

    Anda juga perlu mengenali penyakit-penyakit yang potensial menyerang Murai Batu. Dengan mengenali jenis-jenis penyakit yang potensial menyerang Murai Batu, Anda bisa melakukan upaya pengendalian sedini mungkin. Sehingga Murai Batu dapat terhindar dari serangan penyakit yang lebih parah.

  5. Ketahui cara melatih kicauannya

    Murai Batu juga perlu dilatih agar rajin berkicau. Anda perlu mengenal teknik-teknik untuk melatih kicauan burung ini. Salah satu teknik yang disarankan adalah dengan memelihara burung kicauan lain untuk merangsang Murai Batu berkicau. Mendengar kicauan burung lain akan memancing Murai Batu ikut berkicau saling sahut menyahut. Demikian juga sebaliknya. Sebaliknya jika dipelihara sendiri Murai Batu akan kesepian dan enggan berkicau. Jika tidak memiliki burung lain, Anda bisa memanfaatkan suara rekaman kicauan burung untuk memancing Murai Batu berkicau. Namun metode ini tidak disarankan.

Minggu, 25 Agustus 2013

Tips Membawa Murai Batu dalam Perjalanan Jauh Tanpa Sangkar



Gudang BurungJika pada suatu saat anda harus membawa Murai Batu dalam perjalanan jauh tanpa menggunakan sangkar, sebaiknya anda memperhatikan beberapa tips yang akan saya bagikan kali ini.

Pertama, gunakan kardus sebagai media pengganti sangkar. Usahakan kardus memiliki sirkulasi udara yang cukup dan tidak terlalu tinggi. Agar burung dapat merasa nyaman ketika di dalam kardus. Serta biasanya Murai Batu akan bertahan selama 24 jam di dalam kardus yang memiliki sirkulasi udara yang cukup.

Kedua, ikat ekor Murai Batu dengan tali rafia yang telah dibelah menjadi seukuran benang wol di dua bagian yaitu di bagian pangkal ekor dan bagian tengah ekor. Ini bertujuan agar ekor burung tidak mudah patah dan rusak selama dalam perjalanan. Jangan lupa untuk membilas ekor burung dengan air sebelum diikat.

Ketiga, pemberian Extra Fooding yang lebih banyak, yaitu sekitar 2 hingga 3x lipat porsi harian burung. Misalnya porsi harian 5 ekor jangkrik di pagi hari, maka berikan sedikitnya 10 hingga 15 ekor jangkrik. Jika EF tidak habis dimakan, maka masukkan sisa EF yang seharusnya diberikan ke dalam kardus yang nantinya digunakan untuk membawa burung.

Keempat, hindari penyimpanan kardus dibawah sinar matahari langsung. Karena dapat meningkatkan suhu di dalam kardus yang membuat burung mudah lelah dan lemas, dan dapat berujung pada kematian si burung.

Yang terakhir, setelah sampai di tempat tujuan tangkaplah burung secara perlahan. Buat si burung nyaman, serta basuh pada bagian ekor untuk mempermudah melepaskan rafia yang terdapat pada ekor dengan perlahan. 

Rabu, 21 Agustus 2013

Pola Perawatan Murai Batu Saat Mulai Rontok Bulu


 

Gudang BurungMerawat burung memasuki tahap pelepasan bulu yang mulai rontok terkadang memaksa para penghobi burung kicau untuk sedikit ‘’memanja’’ burung peliharaannya, termasuk bagi burung Murai Batu.
Perawatan serta penanganan extra harus dilakukan ketika si burung memasuki masa ini, karena kestabilan burung ketika di lapangan ditentukan dengan perawatannya ketika burung tersebut mabung.

Apabila perawatan tidak maksimal, maka burung bisa mengalami penurunan mental bertarung dan akan berlanjut dengan sendirinya dengan penurunan nafsu makan si burung sendiri. Dan pemulihan untuk burung yang mengalami hal demikian memakan waktu lebih lama 1 hingga 2 bulan daripada masa mabungnya sendiri.

Masa-masa istirahat burung biasanya 3 hingga 4 bulan, dari awal ketika bulu mulai ambrol sampai pemulihan bulu muda yang siap untuk perlombaan. Kisaran waktu ini biasanya tergantung bagaimana si empunya burung merawatnya.

Apabila perawatannya maksimal, maka waktunya akan lebih cepat dari yang diperhitungkan sebelumnya. Dan apabila perawatannya kurang maupun tidak maksimal, tentu saja waktu yang dibutuhkan akan lebih lama dari yang diperhitungkan sebelumnya yang juga dapat mengganggu jadwal si burung sendiri.

Burung harus istirahat total ketika di Minggu pertama bulu burung telah jatuh dan ambrol. Pemberian Extra Fooding seperti jangkrik dikurangi, tetapi untuk kroto berikan seperti pola hariannya. Burung juga harus full kerodong serta diletakkan di ruang khusus dan burung mandi sekitar 3-4 hari sekali. Walaupun demikian, kebersihan kandang burung juga harus diutamakan.

Demikian sedikit informasi yang dapat saya bagikan. Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi tentang pengalaman pribadi serta pengalaman teman-teman penghobi burung kicau yang lain. Salam kicau. (rsp)

Selasa, 20 Agustus 2013

Perawatan Murai Batu Mabung – Ekor



Gudang BurungMabung, seperti kebiasaan tahunan bagi setiap burung yang aktif terbang dengan sayapnya. Mabung adalah proses pelepasan lapisan bulu lama yang diganti dengan lapisan bulu pengganti ataupun bulu yang lebih baru.Ini juga terjadi dengan Murai Batu.
Biasanya Murai Batu mulai mabung setelah memasuki usia 1 tahun atau lebih. Biasanya ketika mabung, Murai Batu perlu mendapatkan perhatian lebih oleh si empunya burung. Yang tak akan pernah luput dari perhatiannya adalah ekor Murai Batu yang terkenal eksotik serta lentik. Para penggemar Murai Batu terkadang merasa was-was jika Murai Batunya mabung, tetapi ekornya tumbuh tidak sebagus sebelum mabung.

Dalam keadaan mabung yang normal, Murai Batu akan menyisakan bulu berwarna putih yang berada di bawah bulu utama yang panjang dan berwarna hitam. Bulu ekor yang berwarna putih ini diyakini sebagai penyangga bagi ekor utama yang akan tumbuh nantinya.

Tak hanya sebatas itu saja, bulu ekor yang berwarna putih ini juga diyakini menjaga serta melindungi keutuhan dan kerapian dari pertumbuhan ekor utama burung. Ekor putih ini nantinya juga akan jatuh dengan sendirinya ketika ekor utama burung mulai sedikit panjang dan terlihat kokoh, sehingga tidak perlu untuk disangga.

Demikian sedikit tips yang dapat saya bagikan. Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi tentang pengalaman pribadi serta pengalaman teman-teman penghobi burung kicau yang lain. Salam kicau. (rsp)

Kamis, 08 Agustus 2013

Mengidentifikasi Lebih Dekat dengan Murai Batu Asal Kalimantan



Gudang BurungSeperti yang telah saya paparkan mengenai asal Murai Batu, sekarang kita akan membahas lebih detail tentang bagaimana sifat, ciri fisik, maupun karakter Murai Batu yang berasal dari tanah Kalimantan.
Yang pertama adalah Murai Batu Palangka
Yang kedua adalah Murai Batu Banjar
Yang ketiga adalah Murai Batu Mahkota

Demikian sedikit informasi yang dapat saya bagikan. Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi tentang pengalaman pribadi serta pengalaman teman-teman penghobi burung kicau yang lain. Salam kicau. (rsp)

Minggu, 14 Juli 2013

Tambahan Info Tentang MB


Gudang Burung Ada 2 kelompok Murai yang banyak di minati pemiara burung yaitu ; 
“murai Lampung dan murai Medan”. Perbedaan dari keduanya hanya terletak pada ekornya yang panjang untuk murai medan dan ekor pendek untuk Murai Lampung


Jenis Murai Jantan;
  • panjang tubuh ± 18 cm
  • panjang ekor bisa sampai 20 cm
  • Bulu di punggung, dada, kepala berwarna hitam berkilau
  • Bagian bawah dada dan badan berwarna coklat ke merahan
  • Bagian punggung mendekati ekor biasanya berwarna putih
  • Jenis makanan serangga, kroto, cacing dan ulet serta voer

Jenis Murai Betina;
  • anjang tubuh lebih pendek dari pada si jantan
  • warna bulu pada bagian atas dan bawah dada cokelat buram
  • Jenis makanan serangga, kroto, cacing dan ulet serta voer

Kamis, 25 April 2013

Murai Thailand



Gudang Burung - Selain Murai Batu yang asli Indonesia, ada juga Murai Batu yang berasal dari luar Indonesia atau biasa disebut Murai Import. Postur tubuh tidak terlalu berbeda. Pada beberapa species corak warna tubuh hampir sama dengan Murai yang ada di Indonesia, tetapi pada beberapa species lain memiliki corak warna yang sangat berbeda.

Murai dari luar negeri yang kedua adalah Murai Thailand. Memiliki habitat di perbatasan Malaysia dan Thailand membuatnya memiliki ekor yang panjang seperti Murai Malaysia. Yang membedakan adalah ukuran tubuh burung Murai Thailand lebih kecil daripada Murai yang dimiliki Indonesia.

Yang merupakan ciri khas dari burung Murai Thailand adalah warna bulu luarnya yang berwarna kebiruan atau indigo yang membuatnya semakin dicari oleh penghobi burung kicau. Selain masuk dalam kategori burung kicau, burung Murai Thailand juga masuk ke dalam kategori burung cantik.

Selasa, 23 April 2013

Murai Malaysia


Gudang BurungSelain Murai Batu yang asli Indonesia, ada juga Murai Batu yang berasal dari luar Indonesia atau biasa disebut Murai Import. Postur tubuh tidak terlalu berbeda. Pada beberapa species corak warna tubuh hampir sama dengan Murai yang ada di Indonesia, tetapi pada beberapa species lain memiliki corak warna yang sangat berbeda.

Murai dari luar negeri yang pertama adalah Murai Malaysia. Hidup di daerah Semenanjung Malaysia yang notabene berdekatan dengan Indonesia membuat burung ini memiliki persamaan dengan Murai Batu yang ada di Indonesia.

Burung bernama latin Copsychus interpositus ssinterpositus ini memiliki bulu ekor yang relatif lebih panjang (35 cm) daripada Murai Batu yang ada di Indonesia sendiri. Ukuran tubuh burung Murai Malaysia ini juga lebih besar dari ukuran tubuh Murai Batu di Indonesia