Tampilkan postingan dengan label Peternak Burung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peternak Burung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Maret 2013

Harga Setara Mobil


Gudang Burung  - Berawal dari hobi, seorang kolektor burung perkutut ini bisa berpenghasilan miliaran. Adalah Ali Baderi, berkat salah satu burung perkutut bernama 'Kaisar' yang sering menjuarai kompetisi tingkat nasional, ia mampu meraup untung Rp2 miliar, atau setara dua mobil mewah.
Menurut laki-laki yang akrab disapa Abah tersebut, kecintaannya pada burung perkutut dimulai ketika dirinya masih duduk dibangku kelas 5 SD. Saat melewati masa sulit ditengah-tengah situasi krisis yang terjadi di Indonesia, perkutut mampu meneduhkan hati pria yang satu ini.
"15 hari sebelum Ramadhan, saya percaya bahwa burung perkutut mampu memberikan nafkah. Ketika burung, baru berusia 5 bulan harganya Rp5 juta dan kini mencapai Rp45 juta. Dan akhirnya saya beri nama kolgun salim burung pertama dan merupakan jawaban saat Ramadhan ada penawaran," ujarnya, Kamis (6/9).
Setelah itu barulah dirinya mendapatkan sang maskot 'Kaisar' mulailah bergelut dengan burung secara intens. Sebelumnya, kata dia, Kaisar dirawat belum mempunyai kandang, setelah mengikuti lomba nasional di setiap bulannya dan mendapat juara satu, barulah dirinya memberikan kandang dan mulai berternak burung.
"Untuk bakalan (masih telur) dijual seharga 20 juta itu sistem booking. Kalau sudah jadi burung hingga 50 juta. Kalau sepasang telur, ‘yah’ Rp40 juta, Burung Rp100 juta," terangnya. Kalau Kaisar, lanjutnya, beberapa waktu lalu telah ada yang meminta dengan harga 2 Milyar. Dikarenakan dianggap maskot populer oleh P3SI (persatuan penggemar peternak perkutut seluruh Indonesia).
Abah juga menjelaskan, perkutut yang telah dimilikinya hingga kini sejumlah 600 ekor. 300 asli bibit dan 300 ekor lebih hasil ternak. Burung perkutut, terdiri dari beberapa kualitas atas dan biasa di dalam satu kandang, dicontohkannya, untuk anakan burung perkutnya 'Rupawan' yang seharga 1 milyar, menempati kamar 13 harga untuk booking bakalan (telur) Dua bijinya seharga 75 juta.
" Sedangkan, untuk yang sudah jadi anak rupawan yaitu 'sabda alam' ditawar 100 juta, tidak saya berikan, karena saya masih cinta," ungkapnya.
Setelah ini, diterangkannya, akan ada perlombaan kejuaraan nasional yakni pahlawan cup dan gubernur cup yakni Liga perkutut Indonesia di setiap bulan, bulan pertama Jatim hingga terakhir di Palembang.
"Sabda alam akan turun akhir bulan tanggal 30 September tahun lalu di Siliwangi cup," tandasnya.-cetroone

Kamis, 27 Desember 2012

Davinci Bird Farm

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7OqyBkF6cEzB2XHnCmz-OCQXlQzpEtM_RVgdFEbOwJeUUStohZZuDBh4pXRDaQZwYOWVazRsP5bgUfkyj8QmtFcHDlH_ODjmY_v4WM8on3Y-oquK2me1B3cdKLb_ljFbe-qBpFouZVMBA/s320/Ortu_Roardstar.jpg

Davinci Birdfarm raih omset jutaan rupiah dari budidaya merpati bibitan, piyikan dan merpati siap lomba. FisamawatiPada hektaran tanah lapang sepanjang 1.5 km, ratusan orang pecinta merpati balap berkumpul dan bercengkerama dalam permainan adu ketangkasan burung merpati balap. 

Mereka berkerumun membentuk lingkaran dengan tatapan mata terfokus ke dua ekor merpati yang berlomba. Merpati balap tersebut dilepas di garis start, bersamaan setelah terdengar pluit tanda siap. Seketika kedua merpati mulai memacu kecepatannya sekencang-kencangnya menuju ke garis finish berjarak 1,5 km, di mana pasangan merpati itu setia menunggu di depan. 

Di tangan joki, merpati betina sedang di-geber (dikepak-kepakkan sayapnya, red) sambil tak henti-hentinya berteriak memberi tanda dan semangat merpati jantan agar secepatnya sampai ke tangan joki. Akhirnya, salah satu merpati jantan tersebut meluncur deras ke tangan joki dan dinyatakan sebagai pemenang.

Ilustrasi di atas menggambarkan betapa meriahnya acara perlombaan merpati balap. Sekadar informasi tambahan, meski di luar negeri banyak merpati, tetapi khusus untuk merpati balap hanya ada di Indonesia. Merpati balap merupakan khas budaya Indonesia, di mana karakter merpati balapan memiliki sifat keket ke betina, terbentuk karena kultur budaya masyarakat Indonesia sehingga karakter merpati di Indonesia dan di luar negeri berbeda.

 http://www.manufacturer.com/cimages/product/www.itrademarket.com/0405/k/374455_f_sangsang.jpg

 Di Indonesia sendiri, merpati dibagi lagi menjadi merpati balap dasar, merpati balap tinggian, merpati kolong dan sebagainya. Untuk itu, rasanya merpati balap pun harus dilestarikan dan dibudidayakan seperti yang dilakukan Davinci Birdfarm yang dikomandoi oleh Fajar Wijayako di daerah Bojong Gede,Bogor ini. 

“Saya hobby merpati sejak masih kecil, sekitar 36 tahun lalu. Saat itu, di Malang hobby merpati balap mulai mewabah bersamaan dengan hobby ayam bangkok, bahkan ini sudah menjadi candu bagi kalangan bos-bos kaya di daerah yang notabene memelihara burung, khususnya merpati balap. 

Tahun 2003, saya mulai serius membudidayakan merpati balap dengan membeli merpati balap legendaris bernama Sangsang seharga Rp. 20 juta, ditambah lima ekor merpati betina, merpati jantan Codet dan Tumaritis, sehingga total modal sekitar Rp 60 juta.” kata pemilik dua tempat peternakan merpati yakni di Bojong Gede dan Lanud Atang Sanjaya, selebihnya join bersama Ketua Pengda DKI Joko Kusdarmono. 

Sejatinya, pecinta merpati balap tidak sebatas kalangan atas atau bos kaya saja, tetapi hampir lapisan masyarakat telah lama menyukai permainan adu kecepatan merpati ini. Menurut data Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI)- organisasi pusat pecinta merpati balap sprint, jumlah anggota atau pencinta merpati balap di Indonesia mencapai 250.000 orang. 

Jika diperhatikan, penyebaran hobby merpati balap dapat dilihat hampir di seluruh Pulau Jawa dan Madura, selebihnya di daerah-daerah tertentu seperti Bali, Lampung, Palembang, Medan, Makasar, Manado, Samarinda, Banjarmasin, dan Pontianak. Dengan demikian perputaran arus jual beli merpati balap sangat tinggi. Sungguh sebuah peluang bisnis yang luar biasa, baik dari segi materi bibit atau piyikan merpati sampai pakan dan obat-obatan serta tenaga kerjanya.

Diceritakan Fajar, jika ingin budidaya merpati balap, terlebih dahulu harus mengetahui silsilah atau biasa disebut trah dari keturunan sebelumnya, seperti nenek atau buyut dari merpati tersebut. Dengan silsilah, dapat diketahui karakter terbang dan tempurnya, di mana unsur genetik mempengaruhi karakter keturunan yang akan diperlombakan untuk meraih juara baik tingkat lokal sampai tingkat nasional. Silsilah menjadi penting mengingat persaingan kompetisi tingkat nasional sangat ketat karena perlombaan melibatkan merpati terbaik sekaligus ajang adu gengsi sang pemilik. 

“Dari jumlah merpati yang saya miliki, kemudian dibiakkan dengan melakukan perkawinan bergilir, telur yang dihasilkan dieramkan dan ditetaskan oleh merpati lolohan (merpati babu, red) masing-masing dua telur. Setiap pasang indukan menghasilkan dua telur setiap 2 minggu sekali, dan dierami selama 18 hari. Kemudian menetas, di-loloh sampai terbang sendiri sekitar 1 bulan, sehingga dalam setiap bulannya diperoleh 6 pasang piyikan yang harga jualnya rata-rata Rp 3 juta perpasang.” imbuhnya yang mengungkapkan harga jual merpati balap tingkat nasional bisa mencapai ratusan juta hingga milyaran rupiah.

Berdiri dengan bendera Davinci Bird Farm yang dibantu 5 orang karyawan, Fajar selalu meng-upgrade materi bibitan melalui pengamatan, seleksi yang mendalam dan hanya mengambil materi bibit kualitas super yang pernah berprestasi baik di tingkat nasional maupun lokal besar, sedangkan materi betina adalah anak para juara atau saudara dari para juara. 

“Saya hanya memilih indukan kualitas super saja, piyikan yang sudah dewasa akan dipilih lagi, mana saja yang memiliki kualitas standar terbaik, yang nantinya akan dilatih menjadi merpati balap unggulan. Meskipun sepasang merpati indukan memiliki trah bagus dan memiliki kualitas baik, belum tentu hasil anakannya bagus pula, jadi belum tentu sesuai dengan harapan si peternak, namun saya sudah membuktikan lewat Road Star yang menjadi Juara 1 Utama Nasional di Batang tahun 2007, bahkan Road Star sempat ditawar oleh pe-hobby dari Bali dan Bekasi seharga Rp 100 juta, namun saya belum mau lepas, masih mau dipakai jagoan dulu” ungkapnya yang juga berprofesi sebagai konsultan HRD ini.

Ia menambahkan, beternak merpati balap itu mudah dan pasti menguntungkan. Sifat merpati yang mudah berjodoh, memudahkan siklus reproduksinya bisa diatur sesuai kebutuhan. Kini. Fajar pun mulai menuai hasil, puluhan ekor piyikan merpati balapnya laris manis di beli oleh pe-hobby lain yang datang dari Lampung, Palembang, Surabaya, Bandung, Bekasi, Jakarta, Batam, Malang maupun sekitar Bogor.

Bayangkan, jika dengan rata-rata sebulan bisa menjual piyikan sebanyak 20 ekor dengan range harga Rp3 juta sepasang, berapa keuntungan yang bisa diraup?. Padahal untuk biaya perawatan merpati balap hanya dibutuhkan pakan jagung, kacang hijau dan ‘voer’, dan total biaya biasanya menghabiskan Rp1-2 juta per bulannya ditambah gaji karyawan, tergantung ‘majikan’. “Ternak merpati balap memiliki prospek bagus, meskipun hanya menjual piyikan. Selain menjanjikan keuntungan, bisa juga menciptakan lapangan pekerjaan,” ucapnya optimis.-majalahpengusaha

Selasa, 18 Desember 2012

Berbagi Cerita Peternak Robin

 http://images4.fanpop.com/image/photos/18400000/Robin-bird-18477715-1024-768.jpg

Seorang peternak burung robin lainnya juga berbagi tentang burung ternakannya.Dialah mas Stevanus si peternak burung robin asal Yogyakarta.Beliau menuturkan agar tumbuh sehat dan berumur panjang hingga lima tahun atau lebih, robin juga membutuh vaksin. Salah satunya vaksin flu burung. Pemberian vaksin secara rutin akan mendongkrak harga robin.




Selain vaksin, hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah soal pakan. Meski makanan robin terbilang mudah, yakni cokelat, jangkrik, pisang, apel, atau voer, tapi robin termasuk burung yang rakus. Makanya, pemilik robin harus memperhatikan jadwal makan robin, yakni pada pagi hari dan sore hari. Kalau apel setengah, kalau jangkrik dua ekor

Mendeteksi burung robin yang sedang sakit mudah. Selain malas berkicau, burung yang punya sifat dasar riang ini akan tampak lesu. Jika tak berusaha menyembuhkan si robin, pemilik ada baiknya membiarkan burung mati. Ini demi mencegah penyakit menular.

Daya tarik paling kuat burung robin adalah bulunya yang berwarna cerah. Bahkan, dari warna bulu, kita dapat mengidentifikasi jenis kelamin burung robin. Warna pada paruh betina kuning pudar, sedangkan di jantan berwarna merah bercampur orange.


Leher dan sayap burung, baik jantan maupun betina, memiliki persamaan yakni berwarna kuning bercampur oranye. Punggung burung berwarna hijau bercampur kuning dan merah.
Meski memiliki bulu indah dan berwarna-warni, kualitas bulu robin terbilang kuat lantaran tak gampang rontok. Namun, seperti burung lainnya, robin juga mengalami ganti bulu setahun sekali.

 
Meski belum masuk sebagai satwa yang dilindungi, robin merupakan satwa yang tak begitu produktif dalam bertelur. Dalam setahun, burung ini hanya bertelur dua sampai tiga kali. Telur yang dihasilkan hanya dua sampai tiga butir. Kemungkinan yang bertahan hidup hanya 1 dari 3 telur. Wajar bila populasi burung robin kian sedikit. Ini pula yang membuat harga robin mencapai Rp 550.000-Rp 1,5 juta.

Senin, 17 Desember 2012

Peternak Robin

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_UxoINYxw1lw0qHnLxL7Qxo6u6p56q0zmHWvqoX3vwrWSnFbyNuxEJXTGy0X9kwTA4KRq4mwB0JWNB8IX9BAAAJ6txrjsw9XyOp04GpDCfTdrlnjPamnfaF1NP9Uw75Yc-cPC9fwPMmlV/s1600/robinDM2103_468x271.jpg

Para pecinta burung pasti tak asing dengan burung robin. Sempat ngetop di tahun 1990-an, burung kicau impor asal China, Taiwan, dan Belanda ini menghilang saat flu burung merebank di Indonesia. Tahun ini, kicau si robin kembali dicari.

Memiliki ukuran tubuh yang mungil, yakni cuma 5 sentimeter (cm) hingga 7 cm, burung robin mampu memikat hati para pecinta burung. Bulunya yang berwarna-warni menggoda mata untuk mencermati keindahan fisiknya.


Salah satu peternak burung robin yang sudah cukup ternak dikalangan peternak robin lainnya adalah Yudha Tri Dharma yang berdomisili di Bekasi.Beliau memberikan sedikit penuturannya tentang usaha yang dijalaninya.

Meski termasuk burung impor, robin mudah beradaptasi di Tanah Air. Di habitat aslinya, robin hidup secara bergerombol. Ia juga termasuk burung yang lincah, terbang ke sana-kemari. Burung ini juga suka mengoceh hingga suara kandang ramai dan berisik

Meski begitu, ocehannya berirama sehingga merdu ketika sampai di telinga. Ocehan inilah yang turut mendongkrak harga burung robin. Semakin nyaring suaranya, semakin mahal harga jual si robin.

Menurut Yudha, ocehan yang keluar dari robin sangat tergantung dengan lingkungan sekitar burung. Robin juga lebih peka terhadap perubahan cuaca di sekitar tempat ia tinggal.


Tempat yang sejuk menjadi habitat terbaik bagi burung robin. Karena itu, jika tinggal di daerah panas, umur robin akan lebih pendek. Karena itu, Yudha memberi saran, pecinta burung yang tinggal di daerah dengan suhu panas harus rajin menaruh burung robin kesayangannya ke dalam ruangan. Sediakan air dalam kandang. Kalau robin kepanasan, ia akan berendam sendiri dalam air.-shvoong