Tampilkan postingan dengan label Tanam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2013

Teknik Membuat Tanaman Berbuah Sepanjang Masa

Teknik Membuat Tanaman Berbuah Sepanjang Masa,Trik Menberikan atau menciptakan situasi Tanaman agar Berbuat Terus Sepanjang Musim atau masa. Tanaman buah-buahan di daerah tropika, pada umumnya hanya berbuah sekali saja dalam satu tahun, terjadi di waktu musim yang relatif pendek. Pada waktu itu, buah melimpah dan sering lebih cepat rusak. Akibatnya petani buah mengalami kesulitan dalam penyimpanan serta menimbulkan kerugian besar.

Mengatasi hal itu, para ahli telah menemukan teknologi, agar tanaman dapat berbuah setiap saat. Tujuannya menjaga ketersediaan buah setiap saat di pasaran, serta dapat memperoleh keuntungan dari harga jual buah yang tinggi. Teknologi yang telah dihasilkan itu adalah dengan cara memanipulasi fisik maupun kimiawi pohon. Perontokan daun, stress kekeringan air dan penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT), Â merupakan cara yang sudah dilakukan untuk memproduksi buah sepanjang waktu.

Proses pembungaan

Pembungaan merupakan awal dari keberhasilan untuk berbuah. Pembungaan mengalami proses kompleks. Masa reproduksi seksual (pembungaan) tanaman semusim, dipicu oleh perubahan panjang hari (fotoperiod), sehingga dikenal adanya tanaman hari panjang (long-day plant) dan tanaman hari pendek (short-day-plant).

Pendekatan genetic moleculer telah berhasil mengidentifikasi gen-gen yang terlibat dalam pembungaan (Komeda, 2004). Perkembangan reproduktif, umumnya diinisiasi ketika protein pendorong-pembungaan telah terakumulasi sampai level tertentu. Protein tersebut diencode oleh gen Flowering locus T (FT, Kobayashi et al. 1999) dan gen Suppressor of expression of Co1 (SOC1 = AGL, Samach et al., 2000).

Umur, fotoperiod, vernalisasi dan hormon gibberellin (GA), berpengaruh dalam pembungaan (Kobayashi et.al.1999 dan Samach et.al.2000). Gen FT dan SOC1 mengaktifkan gen Leafy (Blazquez and Weigel 2000), dan mengaktifkan transkripsi Apetala1 (Wagner et al. 1999).

Transisi pertumbuhan vegetatif ke generatif pada tanaman semusim,  terjadi sekali dalam siklus hidup tanaman. Transisi meliputi perubahan meristem pucuk yang tumbuh menjadi bunga. Kebanyakan pohon buah-buahan merupakan tanaman polikarpik, yang harus mempertahankan pertumbuhan vegetatif pada sebagian pucuknya.

Musim berperan dalam perkembangan bunga. Induksi bunga dan diferensiasi tunas bunga terjadi sebelum pohon dorman di musim dingin, sehingga proses munculnya bunga dapat terjadi musim semi. Waktu yang diperlukan sejak dari induksi sampai bunga muncul lebih 10 bulan.

Sinyal fotoperiod mengatur dormansi tanaman di daerah dingin, dan tidak terlibat langsung dalam mengendalikan induksi bunga pada pohon tahunan. Stimulus lingkungan (suhu sejuk dan kering) berperan dalam induksi bunga di daerah tropis dan sub-tropis. Di akhir suhu sejuk dan kering, pembungaan makin intensif (Davenport 1988).

Hormon gibberellins (GAs) berperan dalam pertumbuhan bunga dan buah pada tumbuhan tingkat tinggi. GAs mengontrol tahap pertumbuhan vegetatif dan generatif. GAs menghambat diferensiasi tunas bunga (Goldschmist etal. 1997), dan pertumbuhan vegetatif serta mendorong pembungaan yang lebih intensif (Rademacher 2004).

Artikel :
Cara beternak burung kacer
Cara Ternak Burung Murai Batu
Langkah mudah ternak Perkutut
Cara Ternak Burung Cucak Rowo
Cara Mudah Ternak Burung Lovebird


Pembungaan Jeruk

Jeruk berasal dari daerah tropika basah di Cina dan Asia Tenggara. Sekarang telah tersebar di daerah  40o LU sampai 40o LS. Pembungaan jeruk dipicu oleh suhu dingin atau stres kekeringan, diikuti dengan pemulihan kondisi lingkungan.  Tingkat kelebatan bunga, proporsional dengan lama dan tingkat cekaman stres tersebut (Davenport 1988). Southwich dan Davenport (1986) melakukan cekaman air, pada tingkat menengah dan tinggi, yaitu -2.8 dan -3.5 MPa (potensial air daun tengah hari) selama 2-5 minggu.

Setelah dua minggu dilakukan cekaman air, akibatnya potensial air daun (dini hari) -0.9 MPa sampai -2.25 MPa (siang hari). Hal ini, telah cukup menginduksi tunas-tunas generatif.  Perlakuan stres air menengah menghasilkan 9 tunas, 32-90% nya adalah tunas generatif per tanaman. Stres air tinggi menghasilkan 50 tunas, 84% nya adalah tunas generatif. Kontrol hanya menghasilkan 3 atau 4 tunas yang semuanya vegetatif. Pertumbuhan tunas terjadi pada kondisi air tanah optimum setelah cekaman air dihilangkan, akibatnya tidak ditemukan perbedaan panjang tunas diantara perlakuan.

Teknik stres air untuk membuat tanaman jeruk berbuah dua kali setahun di lahan sawah, sudah dilakukan oleh petani di Garut sejak tahun 1980, sementara di lahan darat hanya berbuah sekali (Supanjani 1985). Di musim kemarau, petani mengeringkan sawah dengan sistem surjan.  Ketika daun telah layu non permanen (sekitar 1-1.5 bulan setelah pengeringan), tanaman dipupuk NPK, selokan diairi penuh dan kanopi daun disiram air.


Pembungaan Apel

Apel adalah tanaman daerah dingin, yang mengalami dormansi. Untuk mematahkan dormansi perlu suhu dingin (chilling requirement), paling efektif pada 2oC dibanding 6oC >10oC (Thompson et al. 1975). Di daerah tropika, seperti di Batu Malang, apel layak dibudidayakan, karena suhunya relatif stabil dan mempunyai suhu chilling, dan tanaman tidak memerlukan dormansi untuk menghadapi musim dingin (winter).

Teknik yang dilakukan adalah mencegah tanaman memasuki masa dormansi, dan perontokan seluruh daun (defoliasi), sebelum kuncup tersebut memasuki dormansi (Saure 1973). Teknik pengguguran daun berhasil diterapkan untuk budidaya apel dan peach di beberapa negara tropika, sehingga berbuah dua kali setahun (Saure 1985).  Pengguguran daun dapat dilakukan langsung dengan cara mekanik atau kimia (10% CuSO4 atau 10% urea),  atau secara tidak langsung dengan pengeringan sehingga daun layu dan gugur.

Efektifitas defoliasi daun dalam menginduksi pembungaan, dapat ditingkatkan dengan cara pemotongan pucuk pohon dan pelengkungan cabang.  Kedua cara ini, seperti pengaruh kekeringan sementara, mengurangi kuatnya dominansi apikal dan mendorong induksi bunga dan perkembangan bunga berikutnya; sementara pada pohon yang vigor memacu pertumbuhan spur, dapat berbunga pada musim berikutnya (Saure 1985).



Pembungaan Mangga

Mangga berbuah di pucuk. Faktor yang menentukan pergantian dari pertumbuhan vegetatif ke generatif belum banyak diketahui, meskipun periode suhu dingin (<18oC) sebelum periode pembungaan diduga berperan penting (Davenport and Nunez-Elisea, 1997). Di Indonesia, kemarau selama tiga bulan diduga penting untuk pembungaan mangga, meskipun ini mungkin dapat lebih pendek.

Di Filipina, pembungaan mangga telah berhasil melalui menyemprot daun dengan Multi NPK (12-2-44), sehingga produksi buah mangga telah terejadi sepanjang tahun (Golez and Zamora 1997).  Pembungaan meningkat dengan n dosis dari 0.5 sampai 2% Multi NPK dan terjadi  pembungaan maksimum (81%). Dosis Multi NPK sampai 3% menurunkan pembungaan, dan hanya (51%) cabang berbunga, sementara itu, tanaman kontrol tidak berbunga sama sekali. Buah yang terbentuk meningkat pada dosis Multi NPK sampai 2.5%, dan jumlah buah per malai terbanyak pada dosis 2.24%.

Golez dan Zamora (1997) menyarankan untuk aplikasi induksi akhir (Desember-April) sebaiknya digunakan konsentrasi Multi NPK rendah (1.0-1.5%), sementara untuk induksi awal (Juli-November) dosis yang lebih tinggi (2.0-2.5%) perlu digunakan.

Penggunaan zat penghambat tumbuh paklobutrazol dan morphactin telah diuji di Australia (Blaikie et al. 2004, Gonzales et al. 2004). Paklobutrazol disiramkan ke tanah sekeliling pohon dengan dosis 1.25 g per m kanopi. Sementara 0.5% morphactin dicampur dalam toluene dan minyak diesel (1:2 ) dan emulsifier.  Pohon dikerat dengan alur melingkar selebar 0.5 cm pada kedalaman setebal kulit batang, dengan ketinggian sekitar 0.5 m di atas permukaan tanah, tali kapas dicelup dalam larutan dan ditalikan pada alur tersebut. Perlakuan ini dapat menurunkan pertumbuhan kanopi sebesar 20-30%, dan akar sebesar 30-50%.  Kedua perlakuan ini meningkatkan pembungaan 60-80% pada tahun pertama, tetapi pada tahun kedua paklobutrazol lebih baik, meningkatkan lebih dari 90%, dan morphactin sekitar 40-60% lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol.  Pada tahun ketiga, pengaruh morphactin hilang, sementara paklobutrazol masih meningkatkan pembungaan. Perlakuan ini tidak merubah pola pembungaan mangga.



Pembungaan Lengkeng

Lengkeng (Dimocarpus longan), memerlukan suhu dingin untuk berbunga. Di dataran rendah/daerah panas, budidaya lengkeng tidak berkembang. Tahun 2000 ditemui varietas Diamond River, yang cocok untuk dataran rendah, dan kini telah berkembang di Indonesia.

Tahun 1998 para ahli menemukan cara induksi pembungaan lengkeng dengan KClO3 (Manochai et al. 2005).  Dosis yang digunakan adalah 0.25 g/cm diinjeksi batang,  2 g/l disemprotkan ke daun, dan 1-8 g KClO3/m2 disebar di tanah bawah kanopi (cara paling efisien). Varietas Sri Chompo lebih responsif (1 gr KClO3/m2) dibandingkan varietas Edaw (4 g KClO3/m2). Aplikasi KClO3 terbaik adalah saat daun telah tua (40-45 hari), apabila daun terlalu muda (kurang dari 10 hari), pembungaan tidak terjadi.

Pohon telah dapat diinduksi kembali 72 hari setelah panen. Panjang malai berkurang, bila masa pemulihan kurang dari tiga bulan (Manochai et al. 2005). Percobaan di Hawaii menunjukkan bahwa varietas Kohala, Sri Chompoo, Biew Kiew, dan E-Wai, mampu berbunga serentak dua bulan setelah perlakuan KClO3 (Anonim 2002).

Di Thailand, bunga lengkeng muncul 21-24 hari setelah aplikasi KClO3 pada tanah (Subhadrabandhu dan Yapwathanapun, 2001), dan mekar 25-30 hari. Buah terbentuk setelah 17-21 hari, berukuran sebesar kacang pea 17-20 hari berikutnya.  Biji berubah warna menjadi hitam 80-85 hari, dan buah sudah masak dan siap panen 34-40 hari.  (Sumber: Supanjani. *) Penyuluh pada BPTP Sumbar)

Semoga penyebar dan penulis ilmu ini dengan ikhlas (ingat !!! : "bukan aku") mendapatkan berkah dan ganjaran pahala tersendiri oleh Alloh SWT, semoga para penyuluh lebih banyak lagi, demi para petani dan indonesia menuju swasembada pangan. nb: bila anda merasa penulis asli tidak ingin artikel ini ada maka akan saya ganti isi postingan ini. terimakasih ... harap maklum ... semoga pertanian indoneisa cetar membahana dan dimakan sedikit buka titik jos

Semoga kita bisa berhasil seperti judul artikel diatas, tapi tetap TUHAN yang Menentukan Rejeki Manusia.
Sekian dulu Artikel tentang Teknik Membuat Tanaman Berbuah Sepanjang Masa

Mengenal Tentang Budidaya Durian

Mengenal Tentang Budidaya Durian, Beberapa Hal Tentang Menanam Durian, Proses Tentang Bercocok Tanam Durian atau DUREN.  Budidaya Petani. Berikut merupakan Teknik Cara Menanam Durian di blog budidaya petani.

1) Penentuan Pola Tanaman

Jarak tanam sangat tergantung pada jenis & kesuburan tanah, kultivar durian, serta sistem budidaya yg diterapkan. utk kultivar durian berumur genjah, jarak tanam: 10 m x 10 m. Sedangkan kultivar durian berumur sedang & dalam jarak tanam 12 m x 12 m. Intensifikasi kebun durian, terutama waktu bibit durian masih kecil (berumur kurang dari 6 tahun), dpt diupayakan dgn budidaya tumpangsari. Berbagai budidaya tumpangsari yg biasa dilakukan yakni dgn tanaman horti (lombok, tomat, terong & tanaman pangan: padi gogo, kedelai, kacang tanah & ubi jalar.

2) Pembuatan Lubang Tanam

Pengolahan tanah terutama dilakukan di lubang yg akan digunakan utk menanam bibit durian. Lubang tanam dipersiapkan 1 m x 1 m x 1 m. Saat menggali lubang, tanah galian dibagi menjadi dua. Sebelah atas dikumpulkan di kiri lubang, tanah galian sebelah bawah dikumpulkan di kanan lubang. Lubang tanam dibiarkan kering terangin-angin selama ± 1 minggu, lalu lubang tanam ditutup kembali. Tanah galian bagian atas lebih dahulu dimasukkan setelah dicampur pupuk kompos 35 kg/lubang, diikuti oleh tanah bagian bawah yg telah dicampur 35 kg pupuk kandang & 1 kg fospat. Untuk menghindari gangguan rayap, semut & hama lainnya dpt dicampurkan insektisida butiran seperti Furadan 3 G. Selanjutnya lubang tanam diisi penuh sampai tampak membukit setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. Tanah tdk perlu dipadatkan. Penutupan lubang sebaiknya dilakukan 7-15 hari sebelum penanaman bibit.

Artikel :
Cara beternak burung kacer
Cara Ternak Burung Murai Batu
Langkah mudah ternak Perkutut
Cara Ternak Burung Cucak Rowo
Cara Mudah Ternak Burung Lovebird

3) Cara Penanaman

Bibit yg akan ditanam di lapangan sebaiknya tumbuh 75-150 cm, kondisinya sehat, pertumbuhan bagus, yg tercermin dari batang yg kokoh & perakaran yg banyak serta kuat.
Lubang tanam yg tertutup tanah digali kembali dgn ukuran yg lebih kecil, sebesar gumpalan tanah yg membungkus akar bibit durian. Setelah lubang tersedia, dilakukan penanaman dgn cara sebagai berikut :
  • Polybag/pembungkus bibit dilepas (sisinya digunting/diiris hati-hati)
  • Bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam sampai batas leher
  • Lubang ditutup dgn tanah galian. Pada sisi tanaman diberi ajir agar pertumbuhan tanaman tegak ke atas sesuai arah ajir.
  • Pangkal bibit ditutup rumput/jerami kering sebagai mulsa, lalu disiram air.
  • Di atas bibit dpt dibangun naungan dari rumbia atau bahan lain. Naungan ini sebagai pelindung agar tanaman tdk layu atau kering tersengat sinar matahari secara langsung.
Semoga Penyebar ilmu yg ikhlas (bukan aku) mendapat ganjaran pahala tersendiri oleh Alloh SWT. dengan kekuatan pertanian indonesia dimata dunia tentu membuat kita bangga dong. yuk kita dukung indonesia swasembada pangan.

Sekian dulu Artikel tentang Mengenal Tentang Budidaya Durian

Mengenal dan Cara Bercocok Tanam Jagung

Mengenal dan Cara Bercocok Tanam Jagung, Menanam Jagung, Beberapa Hal Tentang menanam Jagung.Budidaya tanaman jagung harus dikembangkan, agar Indonesia bisa berkembang dan maju dalam sistem pertanian. Anda ingin budidaya tanaman jagung, mulailah dari sekarang karena budidaya jagung ada keuntungan yang sangat besar. Blogiztic.net akan mengupas cara budidaya tanaman jagung yang benar sebagai berikut.
Mengenal dan Cara Bercocok Tanam Jagung
burung lovebird suka makan jagung muda ?

 CARA - CARANYA................................?
- Syarat benih yang diperlukan

   Benih sebaiknya bermutu tinggi baik genetik, fisik dan fisiologi (benih hibryda). Daya tumbuh benih lebih dari 90%. Kebutuhan benih + 20-30 kg/ha. Sebelum benih ditanam, sebaiknya direndam dalam POC NASA (dosis 2-4 cc/lt air semalam).

- Pengolahan lahan tanaman

   Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya, sisa tanaman yang cukup banyak dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian dicangkul dan diolah dengan bajak. Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Setiap 3 m dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm, kedalaman 20 cm. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek.Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/pada barisan tanaman, + 1 bulan sebelum tanam. Sebelum tanam sebaiknya lahan disebari GLIO yang sudah dicampur dengan pupuk kandang matang untuk mencegah penyakit layu pada tanaman jagung.

- Pemupukan tanaman

   Dosis pemupukan jagung untuk setiap hektarnya adalah pupuk Urea
sebanyak 200-300 kg, pupuk TSP/SP 36 sebanyak 75-100 kg, dan pupuk KCl
sebanyak 50- 100 kg. Pemupukan dapat dilakukan dalam tiga tahap. Pada
tahap pertama (pupuk dasar), pupuk diberikan bersamaan dengan waktu
tanam. Pada tahap kedua (pupuk susulan I), pupuk diberikan setelah
tanaman jagung berumur 3-4 minggu setelah tanam. Pada tahap ketiga
(pupuk susulan II), pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 8
minggu atau setelah malai keluar.

- Cara penanaman tanaman

1. Penentuan Pola Tanaman

Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan :
- Tumpang sari (intercropping)
melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai; tumpang sari beda umur seperti jagung, ketela pohon, padi gogo.
- Tumpang gilir (Multiple Cropping)
dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. Contoh: jagung muda, padi gogo, kedelai, kacang tanah, dll.
- Tanaman Bersisipan (Relay Cropping)
pola tanam dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Contoh: jagung disisipkan kacang tanah, waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang.
- Tanaman Campuran (Mixed Cropping)
penanaman terdiri beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya, semua tercampur jadi satu. Lahan efisien, tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. Contoh: tanaman campuran seperti jagung, kedelai, ubi kayu.

2. Lubang Tanam dan Cara Tanam

  Lubang tanam ditugal, kedalaman 3-5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang umurnya jarak tanam semakin lebar. Jagung berumur panen lebih 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40×100 cm (2 tanaman /lubang). Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanamnya 25×75 cm (1 tanaman/lubang). Panen <>E. Pengelolaan Tanaman

Penjarangan dan Penyulaman

  Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam (hst). Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman.

Penyiangan tanaman

  Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dll. Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah maka dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.

Pembumbunan tanaman

Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang.

Pengairan dan Penyiraman tanaman

  Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.

Hama pada tanaman
a. Lalat bibit (Atherigona exigua Stein)
Pengendalian yang harus dilakukan
- penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman.
- tanaman yang terserang segera dicabut dan dimusnahkan.
- Sanitasi kebun.
- semprot dengan PESTONA

b. Ulat Pemotong

Gejala: tanaman terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah, ditandai dengan bekas gigitan pada batangnya, akibatnya tanaman yang masih muda roboh.
Pengendalian yang dilakukan
- tanam serentak atau pergiliran tanaman
- cari dan bunuh ulat-ulat tersebut (biasanya terdapat di dalam tanah)
- semprot PESTONA, VITURA atau VIREXI.

Penyakit pada tanaman

a. Penyakit bulai (Downy mildew)
Gejala: daun berubah warna menjadi kekuningan, bagian yang terserang mengalami pembusukan, akhirnya tanaman menjadi layu, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati. Penyebab: lalat bibit dengan ciri-ciri warna lalat abu-abu, warna punggung kuning kehijauan bergaris, warna perut coklat kekuningan, warna telur putih mutiara, dan panjang lalat 3-3,5 mm.
Pengendalian yang dilakukan
- penanaman menjelang atau awal musim penghujan
- pola tanam dan pola pergiliran tanaman, penanaman varietas tahan
- cabut tanaman terserang dan musnahkan
- Preventif diawal tanam dengan GLIO
b. Penyakit bercak daun (Leaf bligh)
Penyebab: cendawan Helminthosporium turcicum.
Pengendalian yang dilakuakan
- pergiliran tanaman.
- mengatur kondisi lahan tidak lembab
- Prenventif diawal dengan GLIO
c. Penyakit karat (Rust)
Penyebab: cendawan Puccinia sorghi Schw dan P.polypora Underw.
Pengendalian yang dilakukan
- mengatur kelembaban
- menanam varietas tahan terhadap penyakit
- sanitasi kebun
- semprot dengan GLIO.
d. Penyakit gosong bengkak (Corn smut/boil smut)
Penyebab: cendawan Ustilago maydis (DC) Cda, Ustilago zeae (Schw) Ung, Uredo zeae Schw, Uredo maydis DC.
Pengendalian yang dilakukan
- mengatur kelembaban
- memotong bagian tanaman dan dibakar
- benih yang akan ditanam dicampur GLIO dan POC NASA .
e. Penyakit busuk tongkol dan busuk biji
Penyebab: cendawan Fusarium atau Gibberella antara lain Gibberella zeae (Schw), Gibberella fujikuroi (Schw), Gibberella moniliforme.
Pengendalian yang dilakukan
- menanam jagung varietas tahan
- pergiliran tanam
- mengatur jarak tanam
- perlakuan benih
- GLIO di awal tanam.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
Ciri dan umur jagung Panen
Umur panen + 86-96 hari setelah tanam. Jagung untuk sayur (jagung muda, baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh (diameter tongkol 1-2 cm), jagung rebus/bakar, dipanen ketika matang susu dan jagung untuk beras jagung, pakan ternak, benih, tepung dll dipanen jika sudah matang fisiologis.

Cara pemanenan jagung

Putar tongkol berikut kelobotnya/patahkan tangkai buah jagung
.
Pengupasan jagung

Dikupas saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai, agar kadar air dalam tongkol dapat diturunkan sehingga cendawan tidak tumbuh.
Pengeringan jagung

Pengeringan jagung dengan sinar matahari (+7-8 hari) hingga kadar air + 9% -11 % atau dengan mesin pengering.
Pemipilan jagung

Setelah kering dipipil dengan tangan atau alat pemipil jagung.

Penyortiran dan penggolongan jagung

Biji-biji jagung dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki (sisa-sisa tongkol, biji kecil, biji pecah, biji hampa, dll). Penyortiran untuk menghindari serangan jamur, hama selama dalam penyimpanan dan menaikkan kualitas panenan.

Semoga artikel yg saya dpt dari hasil surfing ini bisa bermanfaat bagi pertanian indonesia dan semoga penyebar ilmu yg ikhlas ini ( bukan aku ) mendapat kesehatan selalu. tetap bagi ilmu di dunia maya dengan hati ikhlas, semoga kita selalu mendapatkan ridho Alloh SWT.

Jangan pada pelit info dong, ayo para master / senior anda boleh beri tambahan ilmu di kolom komentar. Mohon maaf bila ada salah penulisan dan kebenaran. kritik saran saya harapkan. silahkan isi di kolom komentar. ayo kita dukung swasembada pangan indonesia.
Sekian dulu Artikel tentang Mengenal dan Cara Bercocok Tanam Jagung

Cara Menanam Jahe Dan Persiapan Lahan

Cara Menanam Jahe Dan Persiapan Lahan, Bercocok Tanam Jahe, Berkebun atau Budidaya Jahe.  Hal - hal yang harus diperhatikan cara menanam pohon jahe agar harga jual bisa tinggi yaitu lahan harus subur, jenis tanah, keasaman tanah, air, suhu kelembapan, dan sinar matahari, berikut penjelasan cara menanam jahe :
Syarat Agar Tumbuh  - Di Indonesia, jahe ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 900 meter dpi. Di tempat yang lebih tinggi jahe masih bisa tumbuh, misalnya di Kebun Percobaan Manoko, Lembang (1.200 meter dpi.), tetapi produksinya rendah. Paling ideal jahe ditanam di ketinggian 350-600 meter dpi, seperti di Malang, Garut, dan Curup (Bengkulu). Jahe mutlak membutuhkan lahan subur  Tanah latosol merah cokelat dan andosol sangat tepat untuk pertumbuhan jahe. Tanah tersebut banyak mengandung humus. Keasaman tanah yang ideal untuk tanaman jahe ber-pH 6,0- 7,0.



Cara Menanam Jahe Dan Persiapan Lahan
Apakah burung cinta suka minum jahe ?


Curah Hujan - yang diperlukan jahe 2.500-4000 mm/tahun. Lahan funis memiliki sistem drainase yang baik. yakni mampu menyimpan dan melewatkan air. Kecukupan air dapat dipenuhi dalam bentuk curah hujan alau pengairan. asalkan lahan tidak tergenang. Penanaman di lahan beririgasi cukup menguntungkan karena tanaman jahe bisa mendapatkan pengairan secara rutin. Iklim yang diinginkan jahe adalah dari panas hingga sedang dengan kelembapan udara tinggi. Suhu udara 21- 35° C sangat baik untuk pertumbuhan rumpun jahe- Semakin rendah suhunya, usia panennya akan semakin panjang. Jahe membutuhkan ruang terbuka dan manerima cahaya matahari secara penuh. Selama fase pembentukanakan, jahe membutuhkan banyak sinar matahari agar pertumbuhannya optimal. Jika ditanam di tempat yang agak terlindung (misal di pekarangan), jahe akan berdaun lebar tetapi ukuran rimpangnya kecil.

Mempersiapan Lahan -  Jahe cocok diusahakan di lahan tegalan kering. karena bebas dari genangan air. Bisa juga menggunakan lahan sawah, tetapi harus mengolahnya dulu. Tanah sawah biasanya liat dan padat ketika kering dan cenderung bersifat asam (pH rendah). Karena itu. pengolahannya membutuh-kan masukan pupuk organik dan kapur yang banyak. Keberhasilan budi daya jahe sangat ditentukan oleh persiapan lahan sebelum bibit ditanam dan perlakuan Bibit selama discmai. Selanjutnya dibutuhkan perlakuan pemcliharaan berupa penyiangan. penyulaman, pembubunan, pemulsaan, pemupukan. dan pengendalian gangguan hama penyakit.

Pola Tanam - Pembudidayaan tanaman Jahe secara monokultur pada suatu daerah tertentu, memang dinilai cukup rasional, karena mampu memberikan produksi dan pendapatan tinggi. Namun pada daerah lain, pembudidayaan tanaman Jahe secara monokultur kurang dapai diterima. dengan alasan selalu menimbulkan kerugian. Berdasarkan pernyataan terakhir inilah, budidaya Jahe dapai ditempuh secara lumpangsari. lanam sisip atau sela. lumpang gilir aiau rotasi, dan tanam campur (mixed cropping). Dalam kondisi tertentu pola tanam seperti tersebut di atas dapat memberikan berbagai keuntungan. baik ditinjau dari aspek ekonomis, lingkungan maupun agronomis. Kalau kita simak, keuntungan-keuntungan itu adalah sebagai berikut :
- Mengurangi risiko kerugian yang disebabkan fluktuatifnya harga komoditi pertanian termasuk Jahe.
- Menekan biaya operational, seperti tenaga kerja pemelihara tanaman.
- Meningkatkan produktivitas tanah dan sekaligus memperbaiki sifat fisiknya.

Mengolah Tanah - Pengolahan tanah merupakan persiapan tanam yang pertama kali haras dikenakan dengan matang. Setidaknya. seminggu sebelum tanam. lahan harus sudah siap. Pengolahan itn dilakukan 1-2 kali pembalikan agar tanah gembur. Caranya. tanah dibersihkan dari rumput. gulma, dan kotoran. kemudian ditraktor alau dibajak sedalam 20cm. Bersihkan akar dan kotoran yang terselip dalam bongkahan tanah. Selanjutnya tanah dihaluskan agar remah dan gembur. kemudian diratakan. Di daerah banyak hujan. lahan perlu dibajak beberapa kali. Pembajakan itu akan membuat tanah lebih gembur. air tidak munggenang, dan mudah meresap.

Ciri Khas Akar Jahe - tanaman Jahe termasuk tanaman monokotil. sehingga akarnya disebui akar serabut atau akar buku karena ia keluar dari buku rimpangnya. Dan akar-akar serabut inilah yang sesungguhnya berperan dalam menyerap unsur hara di dalam tanah. Panjang akar berkisar antara 10 - 35 cm, dan dalamnya antara 10 - 30 cm. Selanjutnya perlu diketahui, bahwa pengolahan tanah yang terlalu dalam, sebenarnya tidak menguntungkan, karena akar Jahe adalah akar serabut, sehingga tidak mungkin menerobos ke dalam lanah melebihi 50 cm. Bahkan pengolahan tanah terlalu dalam ini dikhawatirkan akan mengakibatkan terangkatnya tanah-tanah mentah yang tanpa sengaja justru menempati posisi di mana akar serabui berada, sehingga pertumbuhan tanaman Jahe tidak baik. Sudiarto dari Balai Penelitian Tanaman Rcempah dan Obai (Baliiiro) Bogor, pemah menguji apakah cara penggarapan lanah sistem Baumgarten dapat meningkatkan produksi Jahe?

Percobaan pengolahan tanah memakai klon Jahe pulih kecil dengan jarak tanam 40x60cm. UkuranpIoi4 x 3 m2, sedang rancangannya acak.lengkap dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Panenan dilakukan pada umur 9,5 bulan.

Pemberian Pupuk - Pada saat membuat bedengan atau meratakan tanah. lahan diberi pupuk dasar berupa pupuk kandang. kompos, blotong (ampas pabrik gula), dan bokasi. Pupuk organik yang digunakan harus benar-benar matang. tandanya berwarna hitam, tidak menggumpal (remah), dan tidak berbau. Manfaat pemberian pupuk dasar adalah untuk mcmpertahankan kegemburan tanah, meningkatkan unsur hara datam tanah, serta membuat drainase dan aerasi lebih lancar. Per hektar lahan membutuhkan pupuk kandang 10-20ton. Pupuk itu dapat disebar di permukaan bedengan, kemudian dicampur rata dengan tanah. Bisa juga dimasukkan dalam lubang tanam. Tiap lubang membutuhkan pupuk kandang 2,5-4 kg. Selanjutnya tambahkan 200 kg TSP dan 300 kg KCI, juga sebagai pupuk dasar

Penyemaian Kualitas Bibit - Budidaya jahe yang dilakukan secara benar akan mendatangkan hasil menggembirakan, Salah satu faktor yang menentukan suksesnya budi daya jahe adalah penggunaan bibit yang berkualitas. Bibit dari hasil perbanyakan yang berasal dari pemecahan rimpang umumnya lebih mudah tumbuh meskipun ditanam ala kadarnya. Namun, beberapa pekebun jahe lebih suka menggunakan bibit yang memenuhi kriteria dan mendapat perlakuan khusus seperti berikut :
1. Bibit jahe sehat, sudah tua (berumur 9-12 bulan), berasal dari tanaman yang subur.
2. Bibit berukuran besar, karena lebih Unggi produksinya dibandingkan yang kecil.
3. Ukuran bibil seragam.
4. Bibit berasal dari rumpun yang bcrbobot 1 kg per rimpang.
5. Bibit berasal dari rimpang yang telah disimpan 3 bulan setelah panen.
6. Bibit berupa rimpang yang sehat, segar, dan kulitnya tidak berkerut.
7. Rimpang terpilih dipotong-potong menjadi setek rimpang berukuran panjang 5 cm. bobot 20-80 gram
atau rala-rata 50 gram per potong.
8. Setiap setek mengandung tiga mata tunas.
9. Setek rimpang direndam larutan Agrimysin 1% selama 8-10 jam agar tidak terserang penyakit busuk rimpang.


Beragam  Jahe : Berdasarkan bentuk. ukuran dan warna rimpang, jahe dibedakan atas tiga kultivar. Masing-masing kultivar tersebut sebagai berikut :


- Jahe Badak atau Gajah jahe yang rimpangnya besar. gemuk. bewarna putih alau kuning. rasanya kurang pedas. banyak mengandung air. Jenis jahe ini lazim disebut jahe badak. jahe gajah, atau jahe madur. Di Sumatera disebut jahe kombongan. Kadar minyak asiri jahe badak yang berwarna kuning bisa
di atas 1,5 ml per 100 gram rimpang. sedangkan yang putih di bawahnya. Jahe badak segar diperdagangkan sebagai rimpang segar setelah dipanen pada umur 8-9 bulan. Rimpang tua ini padat berisi. Ukuran rimpangnya minimum 150-200 gram per rumpun. Ruasnya utuh daging rimpangnya cerah bebas luka dan bersih dari balang semu, akar, serangga. tanah. dan kotoran yang melekat.

Artikel :
Cara beternak burung kacer
Cara Ternak Burung Murai Batu
Penjual Piyek Lovebird atau Labet
Cara Ternak Burung Cucak Rowo
Cara Mudah Ternak Burung Lovebird


- Jahe Merah memiliki rimpang kecil, ramping, kurang mengandung air, berwarna merah atau jingga, dan rasanya pedas. Jahe ini juga terkenal dengan sebutan jahe sunti. Di Malaysia disebut haliya padi atau
haliya udang. Kadar minyak asiri pada jahe pedas di atas 3 ml tiap 100 gram rimpang. Jahe ini merupakan bahan penting dalam industri jamu tradisional. Umumnya dipasarkan dalam bentuk rimpang segar dan jahe kering.

- Jahe Kniprit/Jahe putih kecil lazim disebut jahe emprit alias jahe pehit. Rimpang jahe ini kecii ramping, kurang mengandung air, berwarna putih atau kuning, dan rasanya pedas.Diperdagangkan dalam bentuk segar ataupun kering. Jahe ini umumnya dikonsumsi untuk bumbu dapur dan bahan baku industri jamu. Jahe yang rasanya pedas ini kadar minyak asirinya sekitar 2 ml tiap 100 gram rimpang untuk membuat jahe kering, rimpang dipanen setelah berumur sembilan bulan. Dalam bursa perdagangan internasional, dikenal beberapa bentuk jahe kering seperti black ginger, coated ginger, white ginger, dan scraped ginger.

Nama Ilmiah Jahe - Zingiber officinale Rose. Kata zingeber berasal dari bahasa Yunani yang pertama kali dilontarkan oleh Dioscorides pada tahun 77 M. Nama inilah yang digunakan Carolus Linnaeus seorang ahli botani dari Swedia untuk memberi nama latin jahe. Tanaman yang masih berkerabat dekat dengan jahe antara lain bangle, lempuyang wangi, dan lempuyang pahit. Sosok dan daun yang paling mirip jahe adalah bangle. Namun helaian daun bangle lebih besar dan aromanya juga berbeda. Jahe merupakan terna tahunan yang tumbuh merumpun. Bagian-bagian tanamannya terdiri atas batang, daun, bunga, dan rimpang :
- Berbatang Semu Jahe tumbuh merumpun, berupa terna tahunan berbatang semu. Tanaman tumbuh tegak setinggi 30-75cm. Seluruh batang semunya terbentuk dari seludang daun yang memanjang, tertutup, dan melingkar. Bagian luar batang agak licin, agak mengilap, dan berwarna hijau tua. Batangnya basah karena banyak mengandung air sehingga digolongkan ke dalam herba.

- Berdaun Sempit Helaian daunnya bertangkai pendek sepanjang 0,75-1cm. Bentuk helaian daun lanset dengan ujung lancip. Panjang daun 15-23 cm dan lebar 0,8-2,5 cm. Tangkainya berbulu atau gundul. Ketika daun mengering dan mati, pangkal tangkainya (rimpang) tetap hidup dalam tanah. Rimpang


- Berbunga Seperti Gada Bunga muncul tak jauh dari induk rimpang, berbentuk malai tegak lurus setinggi 25 cm. Tangkai bunga tertutup pelepah, tidak berhelai daun, dan pada tingkatan tertentu menjadi pelepah bunga. Malai yang belum membuka dari kejauhan tampak seperti gada. Bunga tumbuh di setiap pelepah yang membentuk tiga helai mahkota. Warnanya hijau kekuningan dan bertitik-titik ungu. Benang sarinya ada dua batang, tetapi hanya satu yang subur.

- Rimpang Gemuk Bercabang Rimpang jahe membentuk umbi. Besar kecilnya umbi tergantung pada varietas tanamannya. Rimpang agak pipih ke pinggir membentuk cabang (ranting) ke segala arah yang saling tumpang tindih. Cabang rimpang yang berada di atas dapat tumbuh membentuk batang baru, sedangkan yang berada di bagian bawah merupakan perakaran baru

Rimpang jahe berbuku-buku, gemuk. agak pipih. membentuk akar lateral (akar serabut). Rimpang tersebut tertanam kuat dalam tanah dan semakin membesar sesuai dengan bertambahnya usia dengan membentuk rimpang-rimpang haru. Kulit lunr rimpang mudah dikelupas. Rimpang berkulit agak tebal. membungkus daging rimpang (jaringan parenchyma). Di dalam sel-sel rimpang tersimpan minyak asiri yang aromatis dan oleoresin khas jahe, Selama pertumbuhan, jahe mengalami masa istirahat menjelang akhir musim kemarau dengan didahului mengeringnya batang dan daun. Masa istirahat ini lazim disebut periode senescence. Rimpang induk dapat bertahan lebih dari setahun di dalam tanah yang akhirnya akan mengayu. Rimpang yang sudah mengayu disebut "langkeong" atau "bali". Di daerah Kuningan, jawa Barat lengkeong masih bisa dijual sebagai bibit. Harganya lebih mahal daripada rimpang jahe umur setahun.

Semoga penulis asli artikel yg ikhlas diatas (bukan aku) mendapatkan ganjaran pahala yg setimpal, dan kita berharap rempah-rempah di indonesia mampu memenuhi kebutuhan masyarat bumi. jahe rasanya buka titik jos anget e , lumayan buat musim hujan biar bablas angine. hahaha... :D
Sekian dulu Artikel tentang Cara Menanam Jahe Dan Persiapan Lahan

Cara Bercocok Tanam Cabe

Cara Bercocok Tanam Cabe, Cara Budidaya Cabai, Mencari Untung dengan tanam cabe (cabai). Cara menanam cabai (cabe) yang tepat, baik cara pengendalian hama penyakit maupun teknik budidaya cabai (cabe) sangat menentukan keberhasilan budidaya.  Teknik cara penanaman yg sangat praktis dan mudah diterapkan terutama bagi petani pemula merupakan hal yg bermanfaat. Cara menanam cabe ini bisa diterapkan bagi para petani yang akan memulai bertanam cabe. Mengingat harga cabe sedang mahal, anda yang bukan petani juga bisa menerapkan cara menanam padi ini untuk di halaman kecil rumah anda. Di indonesia, cabe sangat diminati sebagai bumbu masak, karena cabe sangat menggugah selera makan. Sehingga cabe menjadi bagian penting dari masakan indonesia. Oleh karena itu cara menanam cabe perlu pelajari untuk bisnis cabe yang menggiurkan.

Cara Bercocok Tanam Cabe
Apakah warna bulu lovebird akibat cabe /lombok ?

Berikut langkah-langkah cara menanam cabe

Pemilihan bibit cabe

Pemilihan bibit cabe yang perlu di lakukan adalah :
  • Tentukan jenis cabe yang akan di tanam misalkan : cabe rawit,cabe panjang,cabe merah
  • Pilih bibit cabe yang segar
  • Kupas cabe lalu ambil biji nya selanjutnya di jemur terik matahari sampai kering

Membuat semaian cabe

Semaian cabe mempunyai 2 cara media :
  • Media polybag
  • Media bedengan semaian
Kedua media ini hampir sama tetapi lebih banyak petani menggunkan media bedengan sebagi semaian cabe

Untuk media bedengan semaian cabe :

  • Buat kembali bedengan semaian
  • beri pupuk kandang dan pupuk kimia TSP secukupnya  mempercepat proses pertumbuhan bibit cabe
  • Taburkan bibit cab eke dalam bedengan semaian cabe
  • Jangan lupa tutup bagian atas mengunakan gulma kering biasanya menggunakan gulma alang-alang kering yang di sangga dengan kayu jarak antara tanah bedengan dan peyangga sebagai atap sekitar 50 cm agar tidak masuk secara langsung sinar matahari ke semaian bibit cabe
  • Jaga kelembaban tanah bedengan tadi seoptimal mungkin  dengan cara minmal penyiraman setiap hari lewat atas gulma kering agar air yang jatuh tidak langsung ke  tanah semaian bibit cabe.
  • Biarkan tumbuh sampai minimal 4 helai daun sebelum di pindahkan ke lahan

Artikel :
Cara beternak burung kacer
Cara Ternak Burung Murai Batu
Penjual Piyik Lovebird atau Labet
Cara Ternak Burung Cucak Rowo
Cara Mudah Ternak Burung Lovebird

Persiapan lahan untuk tanaman cabe

Sambil menunggu semaian cabe tumbuh dan siap di pindahkan kelahan selanjutnya persiapkan lahan petanian untuk budidaya tanaman cabe harus diperhatiakan adalah:
  • Gemburkan serta buang seluruh gulma yang ada di lahan untuk penaman cabe
  • Lalu buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar sekitar 1 meter sampai 1,5 meterserta ketinggian bedangan sekitar 30 cm dan juga jarak antar bedengan sekitar 30 cm sampai 40cm
  • Buat lubang berjarak antara 40 cm sampai 60 cm
Masa Penanaman cabe
Untuk masa penanaman yang cocok untuk tanaman cabe :
  • Pastikan kadar curah hujan yang tidak terlalu banyak
  • Pilih bibit yang dari semaian dengan minimal 4 helai daun dan dalam kondisi subur lalu masukan ke lubang yang telah di persiapkan sebelumnya
  • Lalu tutup kembali lubang sebagai mana sebelumnya harus di siram setiap hari kalau tidak ada hujan.
  • Kalau pada musim kemarau sebaiknya gunakan penutup tanah mengunakan jerami atau media lain ini di maksudkan untuk menjaga kelembaban serta menekan kekeringan dan lain sebagi nya.

Pemupukan tanaman cabe

Beri pupuk kandang yang dapat  juga di campur dengan TPS dan Urea secukupnya pada setiap batang cabe di bedengan lahan tanaman cabe,Untuk pupuk kandang yang paling sering di gunakan untuk menanam cabe banyak berasal dari hasil kotoran ayam,tetapi dapat juga mempergunakan kotoran hewan yang lain sebagai kompos nya.
Perawatan tanaman cabe
Perawatan tanaman cabe yang harus di perhatiakn adalah:
- Lakukan penyiraman setiap hari
- Bersihkan setiap gulma penggangu sampai bersih
- Lakukan penyemprotan pestisida secara rutin sesuai anjuran
- Petik daun yang telah kuning agar pertumbuhan cabe menjadi produktif
- Dan lain sebagai nya

Pemetikan hasil panen cabe

Lakukan pemetikan buah cabe dengan kondisi buah yang telah masak dan segar masukan dalam kemasan wadah yang aliran atau sirkulasi udara yang sesuai agar cabe tidak cepat busuk.

Mohon maaf bila ada lah kata, semoga artikel ini membawa manfaat. kritik saran bisa anda isi di kotak komentar. terimakasih. Sekian dulu Artikel tentang Cara Bercocok Tanam Cabe

CARA BUDIDAYA TANAMAN PADI SAWAH

 Cara Budidaya Padi Sawah dan DaratCara Budidaya Tanaman Padi Sawah, Cara Bercocok Tanam Padi Sawa. Bercocok Padi biasanya di Sawah. Tanaman padi sawah memerlukan curah hujan antara 200 mm/bulan atau 1500-2000 mm/tahun dengan ketinggian tempat optimal 0-1500 mdpl. Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman padi 23°C. Intensitas sinar matahari penuh tanpa naungan. Budidaya padi sawah dapat dilakukan disegala musim. Air sangat dibutuhkan oleh tanaman padi. Pada musim kemarau, air harus tersedia untuk meningkatkan produksi. Tanah yang baik mengandung pasir, debu dan lempung.



ARTI PENTING DAN MANFAAT PADI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA


Padi merupakan bahan makanan yang menghasilkan beras. Bahan makanan ini merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Meskipun padi dapat digantikan oleh makanan lainnya, namun padi memiliki nilai tersendiri bagi orang yang biasa makan nasi dan tidak dapat dengan mudah digantikan oleh bahan makanan yang lain. Padi adalah salah satu bahan makanan yang mengandung gizi dan penguat yang cukup bagi tubuh manusia, sebab didalamnya terkandung bahan yang mudah diubah menjadi energi. Oleh karena itu padi disebut juga makanan energi.

Menurut Collin Clark Papanek, nilai gizi yang diperlukan oleh setiap orang dewasa adalah 1821 calori yang apabila disetarakan dengan beras maka setiap hari diperlukan beras sebanyak 0,88 kg. Beras mengandung berbagai zat makanan antara lain: karbohidrat, protein, lemak, serat kasar, abu dan vitamin.

Disamping itu beras mengandung beberapa unsur mineral antara lain: kalsium, magnesium, sodium, fosphor dan lain sebagainya.

SYARAT TUMBUH


Tanaman padi dapat hidup baik didaerah yang berhawa panas dan banyak mengandung uap air. Curah hujan yang baik rata-rata 200 mm per bulan atau lebih, dengan distribusi selama 4 bulan, curah hujan yang dikehendaki per tahun sekitar 1500 -2000 mm. Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi 23 °C.

Tinggi tempat yang cocok untuk tanaman padi berkisar antara 0 -1500 m dpl. Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi adalah tanah sawah yang kandungan fraksi pasir, debu dan lempung dalam perbandingan tertentu dengan diperlukan air dalam jurnlah yang cukup. Padi dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang ketebalan lapisan atasnya antara 18 -22 cm dengan pH antara 4 -7.

BERCOCOK TANAM PADI


Padi dibudidayakan dengan tujuan mendapatkan hasil yang setinggi-tinginya dengan kualitas sebaik mungkin, untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan maka, tanaman yang akan ditanam harus sehat dan subur. Tanaman yang sehat ialah tanaman yang tidak terserang oleh hama dan penyakit, tidak mengalami defisiensi hara, baik unsur hara yang diperlukan dalam jumlah besar maupun dalam jumlah kecil. Sedangkan  tanaman subur ialah tanaman yang pertumbuhan clan perkembangannya tidak terhambat, entah oleh kondisi biji atau kondisi lingkungan.

PADI SAWAH


Teknik bercocok tanam yang baik sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Hal ini harus dimulai dari awal, yaitu sejak dilakukan persemaian sampai tanaman itu bisa  dipanen. Dalam proses pertumbuhan tanaman hingga berbuah ini harus dipelihara yang baik, terutama harus diusahakan agar tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit yang sering kali menurunkan produksi.

1.  PERSEMAIAN


Membuat persemaian merupakan langkah awal bertanam padi. Pembuatan persemaian memerlukan suatu persiapan yang sebaik-baiknya, sebab benih di persemaian ini akan menentukan pertumbuhan padi di sawah, oleh karena itu persemian harus benar-benar mendapat perhatian, agar harapan untuk mendapatkan bibit padi yang sehat dan subur dapat tercapai.

a.   Penggunaan benih

- Benih unggul

- Bersertifikat

- Kebutuhan benih 25 -30 kg / ha

b. Persiapan lahan untuk persemaian

- Tanah harus subur

- Cahaya matahari

- Pengairan

- Pengawasan

c.   Pengolahan tanah calon persemaian

- Persemaian kering

- Persemaian basah

- Persemaian sistem dapog

Persemaian Kering

Persemaian kering biasanya dilakukan pada tanah-tanah remah, banyak terdapat didaerah sawah tadah hujan. Persemaian tanah kering harus

dilakukan dengan baik yaitu :

-  Tanah dibersihkan dari rumput clan sisa -sisa jerami yang masih tertinggal, agar tidak mengganggu pertumbuhan bibit.

-   Tanah dibajak atau dicangkul lebih dalam dari pada apa yang dilakukan pada persemaian basah, agar akar bibit bisa dapat memasuki tanah lebih dalam, sehingga dapat menyerap hara lebih banyak.

-    Selanjutnya tanah digaru  Areal persemaian yang tanahnya sempit dapat dikerjakan dengan cangkul, yang pada dasarnya pengolahan tanah ini bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah, agar tanah menjadi gembur.

Ukuran bedengan persemaian :

- Panjang bedengan : 500 -600 cm atau menurut kebutuhan, akan tetapi

perlu diupayakan agar bedengan tersebut tidak terlalu panjag

-  Lebar bedengan 100 -150 cm

- Tinggi bedengan  20 -30 cm

Diantara kedua bedengan yang berdekatan selokan, dengan ukuran lebar

30-40 cm. Pembuatan selokan ini dimaksud untuk mempermudah :

-  Penaburan benih dan pencabutan bibit

-  Pemeliharaan bibit dipersemaian meliputi :

¬ Penyiangan

¬ Pengairan

¬ Pemupukan

¬ Pemberantasan hama dan penyakit

Persemaian diupayakan lebih dari 1/25 luas sawah yang akan ditanami, penggunaan benih pada persemaian kering lebih banyak dari persemaian basah.

Persemaian Basah

Perbedaan antara persemaian kering dan basah terletak pada penggunaan air. Persemaian  basah, sejak awal  pengolahan tanah telah membutuhkan genangan air. Fungsi genangan air :

- Air akan melunakan tanah

- Air dapat mematikan tanaman pengganggu ( rumput )

- Air dapat dipergunakan untuk memberantas serangga pernsak bibit

Tanah yang telah cukup memperoleh genangan air akan menjadi lunak, tanah yang sudah lunak ini diolah dengan bajak dan garu masing-masing 2 kali. Namun sebelum pengolahan tanah harus dilakukan perbaikan pematang terlebih dahulu, kemudian petak sawah dibagi menurut keperluan. Luas persemaian yang digunakan 1/20 dari areal pertanaman yang akan ditanami.

Sistem Dapog

Di Filipina telah dikenal cara  penyemaian dengan sistem dapog, sistem tersebut di Kabupaten Bantul telah  dipraktekan di Desa Pendowoharjo, Sewon.

Cara penyemaian dengan sistem dapog :

-  Persiapan persemaian seperti pada persemaian basah

-  Petak yang akan ditebari benih ditutup dengan daun pisang

-  Kemudian benih ditebarkan diatas daun pisang, sehingga pertumbuhan   benih dapat menyerap makanan dari putik lembaga

-  Setiap hari daun pisang ditekan sedikit demi sedikit kebawah

-  Air dimasukan sedikit demi sedikit hingga cukup sampai hari ke 4

-  Pada umur 10 hari daun pisang digulung dan dipindahkan  kepersemaian yang baru atau tempat penanaman disawah

d.   Penaburan benih

Perlakuan sebagai upaya persiapan Benih terlebih dahulu direndam dalam air dengan maksud :

- Seleksi terhadap benih yang kurang baik, terapung, melayang harus dibuang

-  Agar terjadi proses tisiologis

Proses tisiologis berarti terjadinya perubahan didalam benih yang akhimya benih cepat berkecambah. Terserap atau masuknya air kedalam benih akan mempercepat proses tisiologis

Lama perendaman benih

Benih direndam dalam air selama 24 jam, kemudian diperam  ( sebelumnya ditiriskan atau dietus )

Lamanya pemeraman

Benih diperam selama 48 jam, agar didalam pemeraman tersebut benih berkecambah.

Pelaksanaan menebar benih

Hal- hal yang hams diperhatikan dalam menebar benih adalah :

- Benih telah berkecambah dengan panjang kurang lebih 1 mm

- Benih tersebar rata

- Kerapatan benih harus sama

e.   Pemeliharaan persemaian

1)  Pengairan

Pada pesemaian secara kering

Pengairan pada pesemaian kering dilakukan dengan cara mengalirkan air keselokan yang berada diantara bedengan, agar terjadi perembesan sehingga pertumbuhan tanaman dapat berlangsung, meskipun dalam hal ini sering kali ditumbuhi oleh tumbuhan pengganggu atau rumput. Air berperan menghambat atau bahkan menghentikan pertumbuhan tanaman  pengganggu / rumput. Perlu diketahui bahwa banyaknya air  dan kedalamanya merupakan faktor yang memperngaruhi perkembangan semai, terutama pada pesemaian yang dilakukan secara basah.

Pada pesemaian basah

Pengairan pada pesemaian basah dilakukan dengan cara sebagai berikut :

-  Bedengan digenangi air selama 24 jam

-  Setelah genagan itu berlangsung  selama 24 jam, kemudian air

dikurang hingga keadakan macak-macak (nyemek-nyemek), kemudian benih mulai bisa disebar Pengurangan air pada pesemaian hingga keadaan air menjadi macakmacak ini, dimaksudkan agar benih  yang disebar dapat merata dan mudah melekat ditanah sehingga akar mudah masuk kedalam tanah.

-    Benih tidak busuk akibat genagan air

-  Memudahkan benih bernafas / mengambil oksigen langsung dari udara, sehingga proses perkecambahan lebih cepat

-    Benih mendapat sinar matahari secara langsung

Agar benih dalam bedengan tidak hanyut, maka air harus diatur sesuai dengan keadaan, misalnya : bila akan terjadi hujan maka bedengan perlu digenangi air, agar benih tidak hanyut. Penggenangan air dilakukan lagi pada saat menjelang pemindahan bibit dari pesemaian kelahan pertanaman, untuk memudahkan pencabutan.

2)  Pemupukan dipersemaian

Biasanya unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah besar ialah unsur hara makro. Sedangkan pupuk buatan / anorganik seperti Urea, TSP dll diberikan menjelang  penyebaran benih dipesemaian, bila perlu diberi zat pengatur tumbuh. Pemberian zat pengatur tumbuh pada benih dilakukan menjelang benih disebar.

2.   PERSIAPAN DAN PENGOLAHAN TANAH SAWAH


Pengolahan tanah bertujuan mengubah keadaan tanah pertanian dengan alat tertentu hingga memperoleh susunan tanah ( struktur tanah ) yang dikehendaki oleh tanaman. Pengolahan  tanah sawah terdiri dari beberapa tahap :

a. Pembersihan

b. Pencangkulan

c. Pembajakan

d. Penggaruan

a.   Pembersihan  - Selokan-selokan perlu dibersihkan

- Jerami yang ada perlu dibabat untuk pembuatan kompos

b.   Pencangkulan

Perbaikan pematang dan petak sawah yang sukar dibajak

c. Membajak

-  Memecah tanah menjadi bongkahan-bongkahan tanah

- Membalikkan tanah beserta tumbuhan rumput ( jerami ) sehingga akhirnya membusuk.

-  Proses pembusukan dengan bantuan mikro organisme yang ada dalam tanah

d.  Menggaru

-  Meratakan dan menghancurkan gumpalan-gumpalan tanah

-  Pada saat menggaru sebaiknya sawah dalam keaadan basah

- Selama digaru saluran pemasukan dan pengeluaran air ditutup agar lumpur tidak hanyut terbawa air keluar

-  Penggaruan yang dilakukan berulang kali akan memberikan keuntungan ¾ Permukaan tanah menjadi rata  ¾ Air yang merembes kebawah menjadi berkurang

-Sisa tanaman atau rumput akan terbenam  ¾ Penanaman menjadi mudah  ¾ Meratakan pembagian pupuk dan pupuk terbenam

3.  PENANAMAN

Dalam penanaman bibit padi, harus diperhatikan sebelumnya adalah :

a.  Persiapan lahan

b.  Umur bibit

c.  Tahap penanaman

a.   Persiapan lahan

Tanah yang sudah diolah dengan cara yang baik, akhirnya siap untuk ditanami bibit padi.

b.  Umur bibit

Bila umur bibit sudah cukup sesuai dengan jenis padi, bib it tersebut segera dapat dipindahkan dengan cara mencabut bibit

c.  Tahap penanaman

Tahap penanaman dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu

1.  Memindahkan bibit

2.  Menanam

1)  Memindahkan bibit  Bibit dipesemaian yang telah berumum 17-25 hari ( tergantung jenis padinya, genjah / dalam ) dapat segera dipindahkan kelahan yang telah disiapkan.

Syarat -syarat bibit yang siap dipindahkan ke sawah :

- Bibit telah berumur 17 -25 hari

- Bibit berdaun 5 -7 helai

- Batang bagian bawah besar, dan kuat

-  Pertumbuhan bibit seragam ( pada jenis padi yang sama)

-  Bibit tidak terserang hama dan penyakit  Bibit yang berumur lebih dari 25 hari kurang baik, bahkan mungkin telah ada yang mempunyai anakan.

2)  Menanam

Dalam menanam bibit padi, hal- hal yang harus diperhatikan adalah :

a. Sistim larikan ( cara tanam )

b. Jarak tanam

c.  Hubungan tanaman

d. Jumlah tanaman tiap lobang

e. Kedalam menanam bibit

f.  Cara menanam

a)  Sistim larikan ( cara tanam )

-  Akan kelihatan rapi

-  Memudahkan pemeliharaan terutama dalam  penyiangan

-  Pemupukan, pengendalian hama dan penyakit akan lebih baik dan cepat

-  Dan perlakuan-perlakuan lainnya

-  Kebutuhan bibit / pemakaian benih bisa diketahui  dengan mudah

b)  Jarak tanam

Faktor yang ikut menentukan jarak tanam pada tanaman padi, tergantung pada :

- .Jenis tanaman

-  Kesuburan tanah

-  Ketinggian tempat / musim

-  Jenis tanaman

Jenis padi tertentu dapat menghasilkan banyak anakan. Jumlah anakan yang banyak memerlukan jarak tanam yang lebih besar, sebaliknya jenis padi yang memiliki jumlah anakan sedikit memerlukan jarak tanam yang lebih sempit.

-  Kesuburan tanah

Penyerapan hara oleh akar tanaman padi akan mempengaruhi penentuan jarak tanam, sebab perkembangan akar atau tanaman itu sendiri pada tanah yang subur lebih baik daTi  pada perkembangan akar / tanaman pada tanah yang kurang subur. Oleh karena itu jarak tanam yang dibutuhkan pada tanah yang suburpun akan lebih lebar daTi pada jarak tanam padah tanah yang jurang subur.

-  Ketinggian tempat.

Daerah yang mempunyai ketinggian tertentu seperti daerah pegunungan akan memerlikan jarakn tanam yang lebih rapat dari pada jarak  tanam didataran rendah, hal ini berhubungan erat dengan penyediaan air. Tanaman padi varietas unggul memerlukan jarak tanam 20 x 20 cm pada musim kemarau, dan 25 x 25 cm pada musim hujan.

c)  Hubungan tanaman

Hubungan tanaman berkaitan dengan jarak tanam.

Hubungan tanaman yang sering diterapkan ialah :

- Hubungan tanaman bujur sangkar ( segi empat )

- Hubungan tanaman empat persegi panjang.

-  Hubungan tanaman 2 baris.

d)  Jumlah tanaman ( bibit ) tiap lobang.

Bibit tanaman yang baik sangat menentukan penggunaannya pada setiap lubang. Pemakian bibit tiap lubang antara 2 -3 batang

e)  Kedalaman penanaman bibit

Bibit yang ditanam terlalu dalam / dangkal menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang baik, kedalam tanaman yang baik 3 -4 cm.

f)  Cara menanam

Penanaman bibit padi diawali dengan menggaris tanah / menggunakan tali pengukur untuk menentukan jarak tanam. Setelah pengukuran jarak tanam selesai dilakukan penanaman padi secara serentak.

4    PEMELIHARAAN


Meliputi :

a. Penyulaman dan penyiangan

b. Pengairan

c. Pemupukan

a.   Penyulaman dan penyiangan.

Yang harus diperhatikan dalam penyulaman :

-  Bibit yang digunakan harus jenis yang sama

-  Bibit yang digunakan merupakan sisa bibit yang terdahulu

-  Penyulaman tidak boleh melampoi 10 hari setelah tanam.

-  Selain tanaman pokok ( tanaman pengganggu ) supaya dihilangkan.

b.  Pengairan

Pengairan disawah dapat dibedakan :

-  Pengairan secara terns menerus

-  Pengairan secara piriodik

c.  Pemupukan

Tujuannya adalah untuk mencukupi kebutuhan makanan yang berperan sangat penting bagi tanaman baik dalam proses pertumbuhan / produksi, pupuk yang sering digunakan oleh petani berupa :

-  Pupuk alam ( organik )

-  Pupuk buatan ( an organik )

Dosis pupuk yang digunakan :

-  Pupuk Urea 250 -300 kg / ha

-  Pupuk SP 36 75 -100 kg / ha

-  Pupuk KCI 50 -100 kg / ha

-  Atau disesuaikan dengan analisa tanah 

Demikian artikel panjang lebar ya..  indotanam.blogspot.com.
Sekian dulu Artikel tentang Cara Budidaya Tanaman Padi Sawah