Tampilkan postingan dengan label Tips Memilih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Memilih. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Agustus 2013

Memilih Murai Batu – Segi Tempat Asal


 

Gudang BurungHal lain yang tak kalah penting dalam pemilihan bakalan Murai Batu adalah mengenai tempat asal Murai Batu tersebut. Tentu saja, yang tak lain dan tak bukan favorit Murai Batu lovers adalah jenis Murai Batu yang berasal dari Medan.

Medan menjadi favorit karena memiliki mental fighter yang kuat dan tangguh yang sejalan dengan sifat aslinya yang agresif. Dan tak boleh lupa, bulu ekor dari Murai Batu Medan-lah yang membuatnya semakin tak sulit mengenalinya. Dengan bulu yang bisa mencapai panjang lebih dari 30 cm membuatnya semakin cantik ketika berkicau.

Tak hanya dari Medan saja yang terkenal senusantara, ada juga Murai Batu Lampung, Murai Batu Bengkulu, yang ketiganya masih dalam lingkup satu pulau, yaitu Pulau Sumatera.

Tak mau kalah dengan Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan juga memiliki Murai Batu yang tak kalah tersohornya dengan Murai Batu yang berasal dari Sumatera. Seperti Murai Batu Palangka, Murai Batu Borneo, Murai Batu Banjar, dan tak ketinggalan Murai Batu Mahkota atau sering disebut dengan Murai Batu Kepala Putih atau Murai Batu Haji.

Demikian sedikit informasi yang dapat saya sampaikan. Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi tentang pengalaman pribadi serta pengalaman teman-teman penghobi burung kicau yang lain. Salam kicau. (rsp)

Jumat, 09 Agustus 2013

Memilih Murai Batu – Segi Kretekan

 

Gudang Burung  - Memilih Murai Batu bakalan tak hanya diperhatikan segi fisik, usia, maupun tingkah lakunya saja. Tetapi juga suara kretekannya. Apa itu kretekan?



Kretekan yang bagus adalah kretekan keras. Kretekan keras tidak berkorelasi atau berbanding lurus dengan volume yang keras. Banyak burung yang kretekannya biasa saja tetapi bisa menyuarakan lagu dengan volume dahsyat.

Usahakan memilih Murai Batu yang memiliki kretekan relatif panjang, karena nafas burung untuk berkicau lebih panjang durasinya. Serta Murai Batu yang bagus memiliki suara kretekan yang beruntun dan lebih dari sekali.

Jikalau memang susah mendapatkan Murai Batu yang demikian, alagkah bagusnya anda mendengarkan suara burung Murai Batu yang lain. Karena kretekan burung bisa diasah dengan syarat umur Murai Batu belum memasuki 6 bulan.

Demikian tips yang dapat saya sampaikan. Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi tentang pengalaman pribadi serta pengalaman teman-teman penghobi lainnya. Salam kicau. (rsp)

Kamis, 08 Agustus 2013

Memilih Murai Batu – Segi Tingkah Laku



Gudang BurungSetelah dari segi fisik serta usia, kita dapat mengetahui karakter seekor burung dari bagaimana tingkahnya ketika dipegang oleh seseorang. Seperti halnya ketika akan memilih Murai Batu. Hal ini sangat sederhana, tetapi juga sangat penting.
Karena karakter burung bisa dinilai dari mentalnya. Mental burung yang bagus adalah ketika burung tersebut kita pegang, maka burung tersebut memberikan perlawanan. Entah dengan berusaha mematuk tangan kita, ataupun bersuara dengan kencang.

Jika demikian, beruntunglah anda karena burung tersebut masuk ke dalam kategori burung bermental bagus, yang ketika di adu dengan burung lainnya tidak ‘’mbagong’’.

Demikian tips yang dapat saya sampaikan. Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi tentang pengalaman pribadi serta pengalaman teman-teman penghobi lainnya. Salam kicau. (rsp)

Rabu, 07 Agustus 2013

Memilih Murai Batu – Segi Usia



Gudang Burung  – Ketika segi fisik dari memilih bakalan Murai Batu telah kita lalui bersama, tetapi kita masih merasa bingung menyangkut memilih Murai Batu bakalan yang bagus. Bagaimana jika demikian? Apa tidak ada cara yang lain?
Tentu saja ada. Ketika dari segi fisik telah kita lalui, mulai dari segi kaki, warna bulu dada, maka hal yang dapat kita lakukan agar mengetahui burung bakalan yang akan kita beli muda ataukah sudah tua, anda dapat melakukan hal berikut ini.

Mintalah izin terlebih dahulu dengan penjual burung untuk menangkap burung tersebut. Setelah itu, bilanglah kepada si penjual untuk membuka paruh burung Murai Batu tersebut. Jika :
  •         Rongga mulut berwarna putih atau cerah, berarti Murai Batu tersebut tergolong Murai Batu yang muda.
  •     Rongga mulut berwarna hitam atau gelap, berarti Murai Batu tersebut tergolong Murai Batu yang telah dewasa.

Demikian tips yang dapat saya sampaikan. Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi tentang pengalaman pribadi serta pengalaman teman-teman penghobi lainnya. Salam kicau. (rsp)

Selasa, 06 Agustus 2013

Memilih Murai Batu – Segi Fisik – Bulu Ekor dan Dada


Gudang Burung  - Dalam memilih Murai Batu bakalan yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah mengenai warna serta bentuk ekor dari burung tersebut, serta warna bulu dada. Jikalau anda sudah profesional mengenai cara memilih bakalan Murai Batu bakalan yang bagus, mungkin bukan merupakan sesuatu yang sulit.

Tetapi jika bagi para pemula, hal ini perlu diperhatikan dengan seksama agar tidak mendapatkan bakalan yang terkesan ‘’abal-abalan’’. Hal yang perlu diperhatikan adalah warna ekor serta bentuknya dan bulu dada. Mengapawarna ekor serta bentuknya dan bulu dada?

Dari segi ekor serta bentuknya : pilihlah Murai Batu yang ekornya tidak terlalu panjang, berukuran medium yakni sekitar 15-25 cm. Serta dari pangkal bulu hingga ujung bulu melengkung ke bawah. Biasanya burung ber ekor seperti ini cepat jadi dan anda akan melihat ekornya yang cantik ketika burung berkicau.

Dari segi warna bulu dada : pilihlah Murai Batu yang bulu dadanya berwarna kuning ke oranyean. Tapi usahakan yang dominan warna kuning, atau warna kuningnya lebih cerah daripada warna oranye nya. 

Demikian sedikit tips yang dapat saya bagikan. Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi tentang pengalaman pribadi serta pengalaman teman-teman penghobi burung kicau lainnya. Salam kicau. (rsp)

Senin, 05 Agustus 2013

Memilih Murai Batu – Segi Fisik - Kaki



Gudang Burung - Dalam memilih Murai Batu bakalan yang pertama kali diperhatikan adalah mengenai bentuk warna kaki dari burung tersebut. Jikalau anda sudah profesional mengenai cara memilih bakalan Murai Batu bakalan yang bagus, mungkin bukan merupakan sesuatu yang sulit.


Tetapi jika bagi para pemula, hal ini perlu diperhatikan dengan seksama agar tidak mendapatkan bakalan yang terkesan ‘’abal-abalan’’. Hal yang perlu diperhatikan adalah kaki burung itu sendiri. Mengapa kaki?
Karena kita dapat menilai umur atau usia burung dari warna serta tekstur kakinya. Untuk yang direkomendasikan adalah memilih Murai Batu yang kakinya berwarna hitam mengkilap dan tidak bersisik.

Karena apabila kakinya berwarna hitam saja dan telah bersisik, maka Murai Batu tersebut sudah tergolong dewasa yang mungkin juga sulit untuk dipelihara. Jikalau terpaksanya tidak ada atau susah mendapatkan burung yang berkaki hitam mengkilap dan tidak bersisik, sebaiknya anda mencari ke tempat yang menjual burung Murai Batu yang belakangan ini semakin banyak di kota-kota besar.

Tips lainnya adalah memilih Murai Batu yang berkaki putih, karena untuk Murai Batu berkaki seperti ini tergolong masih muda yang berumur sekitar 3 bulan. Tetapi jangan memilih yang masih berwarna merah muda atau pink, karena Murai Batu tersebut sedang dalam proses yang dinilai masih memerlukan perhatian yang lebih dari si penjual Murai Batu tersebut.

Minggu, 04 Agustus 2013

Memilih Murai Batu – Segi Fisik - Paruh



Gudang Burung - Dalam memilih Murai Batu bakalan yang pertama kali diperhatikan adalah mengenai bentuk paruh dari burung tersebut. Jikalau anda sudah profesional mengenai cara memilih bakalan Murai Batu bakalan yang bagus, mungkin bukan merupakan sesuatu yang sulit.
Tetapi jika bagi para pemula, hal ini perlu diperhatikan dengan seksama agar tidak mendapatkan bakalan yang terkesan ‘’abal-abalan’’. Hal yang perlu diperhatikan adalah paruh burung itu sendiri. Mengapa paruh?
Karena dari segi bentuk maupun ukuran paruh burung Murai Batu akan mempengaruhi panjang-pendeknya suara yang dihasilkan nantinya. Dan juga berhubungan langsung dengan keras atau lemahnya suara yang dihasilkan.

Pemilihan burung yang berdasarkan paruh ini sebenarnya tergantung selera masing-masing penghobi burung itu sendiri, serta bagaimana melatih burung peliharaannya.

·         Bentuk paruh yang tipis dan lurus : volume suara antara rendah-medium, tetapi panjang dalam hal trecetan serta besetan yang tajam. Dan juga burung berparuh seperti ini lebih mudah ‘’jadi’’. Bentuk paruh yang tebal dan lurus : volume burung antara medium-tinggi, tetapi perlu waktu yang lebih untuk membuat burung berparuh seperti ini agar suaranya semakin dahsyat.

Sabtu, 13 Juli 2013

Tips Membeli Bakalan Anis Merah



Gudang Burung - Berhati-hatilah jika akan membeli seekor burung yang ternyata masih bakalan atau sering disebut dengan trotolan. Tak sedikit teman kita ada yang ketipu ketika membeli burung bakalan atau trotolan.


Saya akan memberikan sedikit info tentang burung trotolan untuk jenis burung Anis Merah, jika pembaca ada yang hendak membeli bakalan Anis Merah, tidak ada salahnya membaca yang satu ini :

Anis Merah jantan : pada bulu sayap berwarna hitam bersih atau hitam mengkilap
Anis Merah betina : pada bulu sayap memang terlihat hitam, tapi jika dipandang dengan teliti maka akan ada                warna kuning tembaga.

Hati-hati dengan ulah nakal penjual, yang menyemir warna bulun burung anis merah betinanya menjadi hitam mengkilap seperti burung anis merah jantan.

Senin, 11 Maret 2013

Beli Burung

MEMBELI BURUNG 

Gudang Burung  - Banyak cara yang sebenarnya dapat kita lakukkan jika kita merasa kebingungan membawa burung yang telah kita beli. Sedikit tips akan saya berikan mengenai cara membawa bruung yang aman dan nyaman bagi burung, tentunya.



Yang pertama adalah usahakan anda membawa kandang kosong yang nantinya bisa langsung digunakkan oleh burung baru anda. Memang terkesan repot bagi sebagian masyarakat, tapi ini salah satu yang paling efektif.

Yang kedua, jika terpaksa tidak dapat membawa kandang kosong, biasanya burung hanya dimasukkan ke dalam kantong kertas yang biasnya berasal dari zak semen. Sebaiknya yang ke dua ini ideal untuk anda yang jarak rumah dengan pasar atau toko burung berdekatan.

Mengapa demikian? Karena di dalam kantong plastik burung tidak bisa melihat apapun dan terkadang burung bisa saja terlalu banyak bergerak dan lemas yang berujung pada matinya si burung. Tentunya anda akan rugi 2x.

Jika anda berencana membeli burung di luar kota atau daerah, anda dapat menjadikan ''besek'' tempat anyaman dari bambu yang berbentuk kotak-red. Ini agar si burung tidak mudah stress dan lemas. Walaupun cara ini tidak se-efektif cara yang pertama, paling tidak lebih efektif daripada cara yang ke dua.

Kamis, 14 Februari 2013

Beda Ring Asli dan Palsu

http://duniaburung.files.wordpress.com/2010/09/dsc00051.jpg

Gudang Burung - Memang,bagi para pembeli amatiran,membedakan ring asli dengan ring palsu merasa kesulitan.Beda halnya dengan yang sudah berpengalaman membedakannya.Hal ini bukan perkara yang sulit.



Cincin yang asli keadaannya adalah ''ngepres'' dengan kaki burung itu sendiri,karena pemasangan ring berkisar antara 10-15 hari,setelahnya burung tersebut tidak dapat dipasangi cincin karena ukuran kakinya yang mulai membesar.Dan jika dipaksakan,kaki burung tersebut bisa cedera,bahkan patah.

Cincin palsu ditandai dengan ukuran cincin yang lebih besar daripada ukuran kaki burung itu sendiri.Ini sering digunakkan untuk memalsukan burung-burung berkelas rendah agar tampak seperti burung unggulan,sebab biasanya ring bertuliskan nama peternak atau birdfarm.

Untuk sekedar informasi saja,ukuran ring asli tidak dapati di bongkar-pasangkan walaupun dengan menggunakan pelicin sekalipun dan ukurannya 41.Dan untuk ring palsu,ring lebih longgar dan dapat di bongkar-pasangkan sekalipun tidak menggunakan pelicin,dan ukurannya 44.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan serta pengalaman dalam membedakan antara ring asli dan ring palsu.

Selasa, 12 Februari 2013

TIps Perkutut Jantan

http://3.bp.blogspot.com/-g7ucK9nDPUQ/TzaDWceIhoI/AAAAAAAAASc/188kxdDGoCc/s1600/Burung+Perkutut+Jantan.JPG
 
Mendapatkan burung jantan saja belum cukup. Untuk mendapatkan calon penyanyi yang baik masih diperlukan sejumlah persyaratan. Untuk memperoleh bakalan perkutut yang berkualitas pilihlah yang mempunyai tanda-tandanya sebagai berikut :
  1. Kepala - Bentuk agak lonjong memanjang (oval melancip seperti buah pinang muda) matanya bersinar ceriah, terang (warna biru muda atau coklat muda), titik hitam pada bola mata besar, bening. paruh tebal, kukuh, tidak terlalu panjang. lubang hidungnya menonjol tinggi ke atas,lubang hidungnya yang lebar tertutup/terlindungi sayap hidung, bersih
  2. Leher - Bentuk leher panjang, bagus, tegak lurus dengan posisi kepala yang terangkat seperti dongaknya ular kobra. pangkal leher mengembang, yang merupakan kantong suara.
  3. Badan - Dada bidang, punggung agak bungkuk, dan warna lorek-lorek pada bulu badan lembut kulit ketiak lemas, tidak tegang. bulu sayap panjang.bulu sayap yang pertama besar-besar tiap sayap terdiri dari 21 sampai 25 lembar bulu. perkutut yang sudah bunyi sayapnya nglengsreh. bodi badan singset.
  4. Kaki - Sikap berdirinya sangat kokoh, mantap, dengan capit udang (tulang paha)kanan kiri merapat. jari kaki panjang. sisik kaki kasar, tersusun rapih di bawahdan pada sisik akhir ditutup dengan sebuah sisik besar. warna sisik agak kemerahan,kehitaman, pada telapak kaki bertitik putih.
  5. Ekor - Bulu ekor panjang dan mengumpul, makin ke ujung makin mengecil.tombol ekor alias brutu besar, tinggi meruncing dan mendongak ke depan.

Jumat, 01 Februari 2013

Sesuaikan Ukuran Burung


Menyesuaikan kandang dengan ukuran burung sebenarnya bukanlah hal yang sulit bagi para pecinta burung terutama burung kicau.Ini terkadang juga menjadi faktor beradaptasinya si burung itu sendiri.



Burung yang biasanya di alam bebas dengan tempat yang tak terbatas,lalu kita masukkan ke dalam sangkar burung dengan ruang yang terbatas.Tentu saja itu sangat membutuhkan adaptasi yang sangat ekstra yang harus dilakukan oleh si burung itu sendiri.

Menanggapi hal tersebut,artikel ini akan saya berikan sedikit gambaran tentang kesesuaian ukuran burung dengan ukuran kandang sendiri.Memang,faktor ukuran kandang menjadi penting mengingat kita memelihara burung bukan untuk suatu saat nanti burung tersebut mati.

Tapi tak lain agar si burung merasa betah dan nyaman di kandangnya.Inilah yang menjadi nilai plus burung kicau anda semakin rajin berkicau,selain juga faktor yang lain.

Untuk burung ukuran tubuh yang kecil,usahakan memilih ukuran sangkar yang sedang,serta jika burung tersebut berukuran tubuh sdang,anda dapat memberikan ukuran kandang yang besar atau sekiranya ada ruang bagi si burung

Senin, 21 Januari 2013

Memilih Kandang

 http://media.dinomarket.com/docs/imgusr/2012-11/Foto0796_291112171141_ll.jpg.jpg

Sangkar adalah rumah tempat tinggal burung. Sangkar burung tersedia dari berbagai jenis bahan dan model.  Pembuatan ataupun pembelian sangkar burung perlu memperhatikan fungsinya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti keamanan bahan sangkar hingga jenis burung yang akan dipelihara. Bentuk dan ukuran sangkar  harus sesuai dengan jenis burung yang Anda pelihara.

Perhatikan beberapa tips memilih sangkat burung berikut ini:                                                                                                                                                     

1.Ukuran sangkar burung. Pilihlah sangkar burung yang besar dan luasnya sesuai dengan jenis dan ukuran burung peliharaan Anda.
2.Karateristik burung. Ada beberapa burung yang badannya kecil, namun sangat aktif bergerak, terbang atau meloncat-loncat. Untuk jenis burung seperti ini memerlukan sangkar yang lebih besar. Beberapa burung kadang ada yang suka mematuk-matuk sangkar, untuk yang seperti ini pilih bahan sangkar yang lebih kuat.
3.Bahan baku sangkar. Untuk burung berukuran kecil, bisa memilih sangkar yang terbuat dari bambu. Sedangkan untuk burung berukuran besar, lebih baik pilih sangkar yang terbuat dari kawat.
4.Kekuatan jeruji sangkar. Jeruji yang baik adalah yang agak lentur tetapi kuat. Jeruji yang demikian biasanya terbuat dari bambu yang benar-benar tua. Pilih batang ruji yang tidak terlalu rapat atau terlalu longgar. Jika terlalu longgar, burung bisa mengoyaknya dengan mudah dan bisa melepaskan diri. Jika terlalu rapat, burung tidak bisa melihat keluar sangkar dengan bebas.  Pastikan juga jerujinya telah dihaluskan sehingga tidak melukai burung. Begitu juga dengan sangkar dari kawat besi, pastikan tidak ada ujung kawat yang menyembul karena bisa melukai burung.
5.Alas sangkar. Pilih alas yang berukuran agak tebal, bisa dari papan kayu atau triplek.  Sebaiknya jangan menggunakan alas yang agak susah ditarik, karena menganggu ketenangan burung dan dapat mengakibatkan stres. Karena itu, pilih laci tempat penampungan kotoran yang mudah dikeluarkan. Dengan demikian, sewaktu-waktu kita membersihkan kotorannya, burung tak merasa terganggu. Perhatikan juga jarak antara alas kotoran dan alas berpijak burung. Jarak yang terlalu dekat antara alas kotoran dan dasar tempat berpijak, kurang baik bagi kesehatan burung. Sebab tidak jarang pakan yang jatuh dan terkena kotoran burung masih dipatuk lagi. Padahal pakan yang jatuh tadi sudah kotor. Belum lagi kalau burung turun, jari-jari kakinya bisa terkena kotoran yang bisa menimbulkan jamur kaki.
6.Batang/tangkringan bertengger. Piling batang tempat burung bertengger dari kayu yang kuat dengan ukuran agak tebal dan tidak mudah lapuk. Bila sangkar burung agak besar, berilah tenggeran lebih dari satu, agar burung bisa berpindah-pindah tempat untuk berkicau sehingga dia tidak bosan. Pasang tangkringan secara horizontal dengan diameter sesuai dengan ukuran kaki burung. Jangan lupa, sediakan pula tempat pakan dan tempat air minum di dalam sangkar.
7.Gantungan sangkar. Harus kuat dan kokoh agar saat burung menggantung tidak mudah copot atau jebol. Sering terjadi sangkar kelihatan kokoh, tapi ketika digantungkan tak kuat menahan  empasan angin dan akhirnya kayunya patah dan jatuh. Gantungan yang nampak kokoh dari luar belum tentu kuat. Karena itu, tidak jarang sangkar jatuh akibat kurang kokohnya gantungan sangkar. 
8.Pintu masuk harus cukup lebar. Pilihlah pintu yang berada di tengah, bukan di bawah. Karena jika di bawah menyulitkan saat akan memandikan burung selain itu burung bisa mudah lepas. Selain itu, pilih pintu sangkar yang lancar dibuka dan ditutup. Bila perlu, carilah pintu yang dapat menutup sendiri. Ini untuk menghindari pemilik jika lupa menutup pintu.
9.Model sangkar. Untuk sebagian pencinta burung, model sangkar  menjadi hal penting karena bisa memunculkan karakter burung dan pemiliknya. Namun, jika hanya untuk burung rumahan, atau sangkar harian, sebaiknya membeli sangkar yang biasa saja. Usahakan agar permukaan sangkar halus dan kuat. Gunakan sangkar ukir yang mahal saat moment tertentu seperti untuk kontes burung.
10.Corak dan warna sangkar. Sesuaikan dengan warna burung peliharaan Anda. Jangan sampai warna burung yang indah tidak kelihatan karena warna sangkar yang lebih kelihatan  mencolok. Ini akan mengurangi pandangan kita dalam menikmati burung kesayangan.

Sabtu, 12 Januari 2013

Haram Bagi Pleci

 http://kicauan.files.wordpress.com/2012/05/pleci-fighter-body-mungil-alis-tebal.jpg?w=750

Gudang BurungDi lihat dari bentuk paruh-nya,seekor burung Pleci tergolong burung pemakan buah-buahan dan serangga.Namun ketika kita memberikan makanan pada pleci kesayangan kita tidak boleh asal-asalan,kita harus faham dan jeli terhadap makanan si burung tersebut

Suatu misal ketika Burung Pleci kita sedang lemes/kurang birahi akibatnya dia kelihatan males untuk menyanyi sebagaimana biasanya pada kasus seperti ini saya sarankan janganlah anda beri buah mentimun.Berikut beberapa buah-buahan favorit yang biasa saya berikan pada Pleci kesayangan saya.
  • PISANG KEPOK-Dalam menyajikannya harus pisang yang benar-benar sudah matang,lebih bagus lagi kalau ada pisang yang masak asli dari pohon/bukan karbitan karena selain tidak cepat membusuk .biasanya pisang yang masak hasil karbitan kurang seberapa bagus untuk momongan kita,sebab di kawatirkan masih mengandung karbit di sekitar kulit luar buah pisang kalau sampai tertelan akan mengakibatkan ganguan pencernaan,saya sarankan dalam penyajiaannya harus di cuci terlebih dahulu.
  • BUAH MENTIMUN-Biasanya saya berikan ketika burung momongan saya terlihat mulai OB (over birahi) kandungan mineralnya banyak dan bisa melancarkan peredaran aliran darah.
  • BUAH JERUK-carilah yang manis atau biasanya "jeruk madu".buah yang satu ini sering saya berikan ketika musim Hujan atau sinar matahari sedang terik dan juga saya berikan ketika sehari sebelum saya mainkan di Lapangan atau sekedar Latber.kandungan Vitamin C pada buah jeruk dapat meningkatkan Imun dan juga bagus untuk melancarkan pencernaan.
  • BUAH TOMAT-selain kandungan Vitmin C nya yang tinggi juga dapat menjernihkan suara momongan kita.
  • BUAH APEL MERAH-kandungan Vitamin C nya juga tinggi dan dapat pula sebagai menu pendongkrak Birahi,buah apel merah juga menjadi salah satu menu wajib salah satu momongan saya ketika akan di Trek ke Lapangan.
  • BUAH SAWO-bagus untuk mendongkrak momongan kita agar lebih Gacor dan Cerewet untuk berkicau.buah yang satu ini juga sering saya berikan ketika burung saya males berkicau dan tidak tahu apa penyebabnya.dalam menyajikan buah Sawo cari yang Matang,terlihat ketika anda belah/pisah dengan Tangan maka tidak terlihat adanya Getah.ingat dalam menyajikan buah sawo jangan sampai masih ada getahnya karena dapat mengganggu jaringan pita suara.dan lagi dalam memberikannya cukup satu hari saja buah sajikan setelah itu sisa buah harus di buang.
Dalam memberikan makanan pada burung pleci kita mesti memahami terlebih dahulu kira-kira buah apa yang menjadi kegemaran momongan kita,dan juga kira-kira kalau di beri buah ini Efek bagi burung bagaiman?Dalam mencetak pleci jagoan kita harus Telaten,teliti dan jeli dalam merawat burung pleci baik ketika mabung atau dalam kondisi sakit.
 
Demikian berbagai buah-buahan Favorit yang selalu saya berikan pada Burung pleci momongan saya,mungkin para pembaca menemukan salah satu buah yang tidak termasuk buah-buahan di atas monggo silahkan di tunggu tanggapannya.salam Pleci Mania-melintasdi

Sabtu, 10 November 2012

Memilih Indukan Gould Amadin

 http://www.wixxrabbit.net/wp-content/uploads/2011/10/mix.jpg
Memilih induk bermutu prima harus melalui seleksi cermat agar dihasilkan piyik berpenampilan istimewa. Kualitas induk menyangkut fisik yang sempurna dan sehat. Ciri-cirinya, lapisan bulu utuh dan berwarna cerah; gerakan lincah; rajin berkicau; anggota tubuh lengkap; posisi sayap dan ekor sejajar; bulu di sekitar kloaka kering dan bersih.


Di bagian muka: mata tampak bulat dan jernih. Indikasi burung sehat bernafsu makan baik; hidung tak berlendir; serta tidak batuk atau bersin. Umumnya gould amadin jarang tidur pada siang hari. Saat tidur ia punya kebiasaan mengangkat salah satu kaki.  Untuk mendapatkan induk berkualitas dengan membeli burung langsung ke penangkar terpercaya.
Pilih burung dengan melihat potensi sang induk untuk memastikan ia tidak mengidap penyakit bawaan. Jangan ambil risiko membeli di sembarang penjual sebab penyakit ganas dan menular, seperti air sac mites atau Sternostoma tracheacolum kerap ditemukan.
Mempersiapkan induk bisa diawali dengan membeli piyik berumur 2 bulan. Paling pas bila dipilih burung dewasa, umur 8—10 bulan. Pada umur itu burung telah melewati masa moulting atau rontok bulu dan siap kawin. Alternatif lain, sejumlah penangkar justru lebih senang memilih burung remaja, umur 5—6 bulan sebagai induk. Burung remaja dibiasakan hidup bersama pasangan.
Ketika burung menginjak dewasa, peternak tinggal mengawinkan. Membedakan jenis kelamin gould amadin bukan hal gampang. Hanya mereka yang berpengalaman mampu mengenali jenis kelamin burung.Perbedaan nyata tampak pada burung dewasa. Jantan berwarna lebih cerah dan mencolok; betina lebih redup. Ciri lain, paruh betina lebih gelap—cenderung kehitaman— saat birahi.
Beberapa literatur menyebutkan umur kedua induk tak harus persis sama. Yang penting mereka menetas dengan waktu berdekatan pada tahun yang sama. Dengan demikian pasangan induk berbarengan memasuki dan mengakhiri masa rontok bulu. Jika tidak, penangkar membutuhkan waktu lama karena menunggu selesainya masa moulting yang berbeda.

Kamis, 25 Oktober 2012

Cara memilih pakan burung


Dalam budidaya burung makanan adalah hal yang paling penting, karena setiap makkhuk hidup membutuhkan makanan dan minuman. Makanan pokok burung parkit adalah biji-bijian kecil seperti jewawut, millet putih,millet merah,jagung muda,beras merah dan beberapa macam biji-bijian lainnya.


Burung parkit termasuk salah satu jenis burung yang tidak terlalu rewel makannya. Bila sudah terlalu lapar makan kayu sangkarpun akan digerus untuk melampiaskan rasa laparnya.


Bila kita sudah siap untuk memelihara burung parkit baik itu untuk klangenan, bisnis ataupun penelitian maka yang harus diperhatikan adalah soal makanannya. Meskipun terbilang gampang urusan kualitas biji-bijian yang akan diberikan harus diperhatikan, agar kesehatan burung tetap terjaga sehingga akan tampak sekali pada penampilannya yang prima ditandai warna bulunya yang mengkilat, postur tubuhnya yang 'berotot' tidak kerempeng. Kaki dan paruhnya terlihat kekar.

Karena itu ada tip khusus di saat memilih pakan burung kesayangan kita tersebut:
  • Pilih warna pakan seperti millet atau jewawut yang terlihat cerah dan betul-betul berisi. Itu pertanda bahwa pakan tersebut masih fresh. Ada kalanya di pedagang pakan yang menjual stok pakan lama. Mungkin sepi kali ya. Sehingga bila tidak teiti kita mendapat pakan biji-bijian tersebut kurang berkualitas yaitu ditandai bobot biji-bijian tersebut ringan alias banyak kopong (kurang berisi).
  • Bila memilih pakan kiloan dari pedagang langsung ada baiknya pakan tersebut kita seleksi dengan cara direndam air sebentar sehingga biji-bijian yang kosong mengapung diatas sehingga bisa kita saring dan buang. Biji-bijian yang baik akan tenggelam. Setelah perendaman segera kita saring dan jemur dengan panas matahari dengan tujuan agar pakan tersebut dalam keadaan kering dalam penyimpanan untuk menghindari jamur. Perlu diingat bahwa pakan yang berjamur sangat berbahaya bagi kesehatan burung parkit. 
  • Cara lain yaitu setelah kita rendam/cuci biji-bijian tersebut kita sangrai (digoreng tanpa minyak) sambil kita tambahkan sedikit garam mineral/dapur ataupun vitamin (supplemen tambahan). 
  • Kalau kita memilih pakan yang sudah jadi/bentuk kemasan tinggal kita berikan secara langsung.
  • Makanan tambahan berupa sayuran seperti tauge atau jagung muda sangat disukai parkit. Makanan tersebut bisa kita berikan seminggu sekali untuk mengimbangi kecukupan gizi si centil warna-warni.
  • Satu lagi yang tidak kalah penting yaitu pemberian grid atau batu mineral yang bisa diambil dari kulit sotong ataupun tumbukan batu bata merah. Tujuan pemberian grid ini agar memberi kebutuhan mineral untuk si parkit sekaligus membantu proses pencernaannya. Dalam istilah perburungan ngasin/asinan.
  • Untuk referensi masalah pakan silakan juga cek artikel pakan burung.

Selasa, 23 Oktober 2012

Tips Pilih Pleci ala Randy Satria

 http://kicauan.files.wordpress.com/2012/05/pleci-fighter-body-mungil-alis-tebal.jpg?w=750

Pesona pleci tak pernah hilang dari waktu ke waktu karena suaranya yang khas dan mudah sekali untuk dikenali oleh masyarakat . Dalam kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit tips rahasia agar pleci yang anda beli cepat untuk bunyi dan mudah beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggal anda . Berikut caranya  :
  1.  Pilihlah atau carilah pleci yang KEBETULAN di tempat penjualnya lebih sedikit jumlah burungnya . Jikalau tidak ada , maka pilihlah pleci yang anda rasa paling lincah dan gesit .
  2. Pilih pleci lihat lah pertama kali dari lingkaran putih di sekitar matanya . Pilih yang tebal dan berwarna putih terang .
  3. Cek juga kakinya , apakah kakinya sehat atau tidak .
  4. Belilah 2 ekor burung pleci dalam kandang yang sama ( jika ombyokan ) di lokasi yang sama .
  5. Setelah membeli , taruhlah burung di lokasi yang lumayan dekat +/- 2meter , tetapi usahakan kedua burung tidak melihat satu sama lain .
  6. Rawat setiap hari burung pleci anda dan lihat dalam 1 minggu kedepan .