Tampilkan postingan dengan label Mitos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mitos. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Oktober 2013

Merpati di Masjidil Haram


Gudang BurungBisa beribadah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, menjadi dambaan setiap Muslim. Namun, ada kalanya penat dan letih mengampiri. Nah, disaat penat dan letih datang, Anda bisa mengusir itu dengan cara bermain bersama burung merpati.

Di sekitar Masjidil Haram memang banyak merpati liar mencari makan di jalanan dan pelataran masjid. Ratusan merpati berterbangan dan berebut makanan biji-bijian yang sengaja diberikan para jamaah.

Merpati yang sering dijumpai di Masjidil Haram berbeda dengan jenis merpati di Eropa atau Indonesia. Warnanya unik. Bulunya dihiasi dua garis melintang, mirip pangkat seorang perwira dalam ketentaraan.

Sebuah riwayat menyebutkan merpati di Makkah, berhubungan dengan sejarah hijrah Nabi Muhammad. Saat Rasulullah bersama sahabat Abubakar dikejar kaum Quraisy, keduanya bersembunyi di Gua Hira. Begitu Rasulullah dan Abubakar di dalam, pintu gua langsung dipenuhi sarang laba-laba. Saat bersamaan, burung merpati pun bertelur.

Kaum Quraisy memastikan tidak mungkin seseorang bisa bersembunyi di dalam gua itu. Rasulullah dan Abubakar pun lolos dari maut.

Nah, tak mengherankan, andai berada di Makkah, kita dilarang menangkap, apalagi berburu burung merpati. Larangan berlaku baik saat berihram maupun tidak. Kecuali setelah ada di luar Kota Makkah, itu pun bukan untuk yang sedang ihram.

Sebagian penulis sejarah Arab menduga merpati yang ada di sekitar Masjidil Haram dan Madinah adalah keturunan sepasang merpati yang dulu membangun sarang di Gua Hira.

Kamis, 21 Februari 2013

Filosofi dan Mitos kepodang

http://alamendah.files.wordpress.com/2010/04/burung-kepodang-oriolus-chinensis01.jpg

Gudang Burung - Dalam masyarakat Jawa, burung Kepodang sangat dikenal oleh masyarakat dan dianggap mempunyai makna filosofi yang tinggi. Bagi masyarakat Jawa burung Kepodang melambangkan kekompakan, keselarasan dan keindahan budi pekerti sekaligus juga melambangkan anak atau generasi muda.


Burung Kepodang juga menjadi salah satu burung klangenan bagi masyakat Jawa di samping burung Perkutut. Mungkin lantaran nilai-nilai filosofi yang selaras dengan budaya Jawa maka tidak mengherankan jika kemudian burung Kepodang ditetapkan sebagai fauna identitas provinsi Jawa Tengah.

Satu yang lekat di budaya Jawa adalah sebuah mitos tentang burung Kepodang ini. Mungkin lantaran keindahan bulunya, tampilannya yang selalu ‘jaim’ dan terlihat bersih, rapi dan indah serta ketelitian dalam membuat sarang yang indah kemudian memunculkan mitos bahwa ibu hamil yang memakan daging burung 

Kepodang akan mendapatkan anak yang ganteng ataupun cantik. Karena itu, masih sering terdapat tradisi menyembelih burung Kepodang saat ritual ‘mitoni’ (tradisi selamatan tujuh bulan masa kehamilan).