Tampilkan postingan dengan label Tips Merawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Merawat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 November 2013

Sedikit Tips Hadapi Cuaca Ekstrim dari Pecinta Perkutut Cimahi



Gudang BurungHobi memelihara binatang di rumah terkadang suka mendapat kritikan dari penyayang binatang, dengan alasan jika memang sayang sebaiknya membiarkan binatang itu hidup di habitatnya. Namun bagi pencinta atau penyayang binatang yang suka memelihara di rumah, seperti pencinta burung perkutut mereka mengklaim selalu berupaya untuk membuat binatang itu hidup nyaman bahkan lebih aman daripada hidup di habitatnya.

Para pencinta burung perkutut itu, selain ingin mendengarkan suaranya yang merdu, mereka juga ingin merawatnya agar burungnya bisa bertahan hidup hingga beranak pinak dengan keturunan yang sama bersuara merdu.
Bahkan tak jarang dalam perawatannya itu mereka memberikan berbagai vitamin, dan menjaga kondisi tubuh burung itu agar tidak diterpa oleh cuaca ekstrim. Dan setelah memiliki burung perkutut yang suaranya merdu atau rajin bersuara, mereka pun kerap melakukan gathering antar sesama pencinta perkutut yang akrab disebut kung mania dalam sebuah event lomba adu suara yang biasa disebut Lomba Seni Suara Liga Perkutut.
Seperti yang dilakukan belum lama ini di kawasan lapangan tembak, Gunung Bohong, Brigief, Cimahi, sebuah event besar yang bernama Lomba Seni Suara Liga Perkutut Jakarta - Jawa Barat (LPJJB)" putaran ke-8 berhasil diikuti oleh 150 pencinta perkutut yang menurunkan sekitar 336 perkutut. Tali silaturahmi pun semakin mereka rasakan. Karena dalam setahun mereka bisa saling bertemu dalam setiap putaran lombanya.
Mereka tampak fokus memancing perkututnya masing-masing untuk berkicau pada setiap babaknya dalam lomba itu. Namun setelahnya, mereka pun saling berinteraksi dan saling sharing bagaimana cara merawat dan menghasilkan perkutut dengan kicauan yang sering dan merdu.
 Seperti yang dilakukan salah seorang peserta yang kerap memenangkan lomba, yakni Billah asal Jakarta hadir membawa 6 perkutut andalannya dan kerap banyak dimintai pengalamannya oleh pencinta perkutut yang lain. Bahkan burung perkutut miliknya itu banyak diakui peserta lain sebagai burung yang hebat. Terutama tiga perkutut miliki Billah yang diberi Moloto, Serena, dan Lexus., dikenal dengan suaranya yang khas, bahkan banyak yang sudah menawarnya hingga ratusan juga rupiah.
Begitu juga dengan Halim Yahya (50) pencinta perkutut asal Bandung. Pencinta perkutut yang kini memiliki peternakan burung dengan nama Halim Bird Farm di kawasan Antapani ini mengaku senang karena selain burung perkututnya yang masih berusia 10 bulan mampu berkicau beberapa kali dalam setiap babaknya, juga bisa berbagi informasi dengan sesama pencinta perkutut.
"Wah senang sekali, semoga saja menjadi juara. Perkutut ini memang anak sang juara (perkutut miliknya yang bernama Napoleon, red). Dan saya juga senang karena bisa bertemu dengan sesama pencinta perkutut," ujarnya sumringah.
Pada ajang LPJJB itu, biasanya ada empat kategori yang dilombakan, yaitu kategori piyik hanging yang diikuti oleh perkutut berusia 4 bulan, piyik yunior yaitu untuk perkutut yang berusia kurang dari 6 bulan yang biasanya dalam pemasangan ditiang hanya setengah tiang saja, kemudian kategori dewasa junior untuk burung yang berusia 8-10 bulan, dan terakhir kelas dewasa senior yaitu perkutut diatas 10 bulan.
"Ini memang menjadi ajang lomba sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi pencinta perkutut," ujar Sunyoto selaku Ketua Penyelenggara LPJJB yanh juga sebagai ketua pengurus daerah pencinta perkutut Cimahi.

Jumat, 06 September 2013

Cara Menjinakkan Burung Kicauan dengan Krodomh


Gudang Burung
Cara Menjinakkan Burung Kicauan,  burung baru apalagi burung dari hasil tangkapan hutan pasti membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan barunnya, tidak jarang burung tangkapan hutan mati beberapa hari setelah di tangkap, biasanya burung tersebut mati karena beberapa faktor diantaranya :
  • perawatan yang asal asalan 
  • Penempatan burung (seperti yang sering kita lihat pasar burung biasanya burung di taruh di dalam kandang yang sama (ombyokan) yang mengakibatkan burung stres ataupun kelaparan)
  • selain itu bisanya burung baru (tangkapan hutan ) kalau melihat orang / terkejut akan terbang ngawur di dalam sangkar yang mengakibatkan burung tersebut luka, untuk mengantisipasi hal tersebut akan lebih baik jika sangkar burung tersebut di krodong terlebih dahulu, dan kalo bisa agar burung cepat beradaptasi usahakan taruh burung di tempat yang ramai (sering di lalui orang bukan kendaraan ).
  • pakan untuk burung baru ( burung hutan ) jangan langsung di kasih makan poor / makanan burung dari pabrik, tapi berilah makanan yang biasa di makan burung tersebut saat di hutan misalnya saja pleci untuk hari pertama kasih saja pisang terlebih dahulu kemudian hari ke 2 baru pisang tersebut dicampuri dengan poor begitu pula seterusnya hingga burung mau memakan poor.

Selasa, 27 Agustus 2013

Merawat Murai Batu Part. 1


Gudang BurungMungkin suatu ketika Anda tertarik untuk memelihara Murai Batu. Mengingat, jenis burung ocehan ini memiliki suara yang merdu dan bentuk fisik yang indah.

Perlu Anda ketahui, mendapatkan Murai Batu yang berkualitas memang tidak mudah. Akan tetapi merawat Murai Batu agar tumbuh sehat dan memiliki suara yang merdu jauh lebih sulit jika Anda belum mengetahui ilmunya. Mengingat Murai Batu ini termasuk jenis burung yang gampang-gampang susah dipelihara.

Nah, bagi Anda yang masih pemula dalam memelihara burung Murai Batu mungkin beberapa tips berikut bisa diterapkan:
  1. Kenali lebih jauh tentang burung Murai Batu

    Sebagai pemula tentu pengetahuan dan pengalaman Anda terkait burung Murai Batu ini masih sangat minim dibandingkan mereka yang sudah aral melintang memelihara dan menangkar unggas ini. Oleh karena ini Anda perlu belajar lebih jauh tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan unggas ini. Cari informasi yang akurat dari berbagai media seperti buku, artikel dan yang tidak kalah pentingnya adalah bertanya pada ahlinya. Anda bisa studi banding dengan cara mengunjungi penangkar Murai Batu yang sudah berpengalaman. Gali informasi sebanyak-banyaknya dari mereka yang lebih berpengalaman dalam hal ini. Kemudian sedikit demi sedikit coba terapkan dalam pemeliharaan Murai Batu Anda.

  2. Ketahui jenis pakannya

    Pakan adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas kesehatan tubuh dan keindahan suara murai batu. Karena itu ketahui jenis pakan Murai Batu yang disukai sekaligus bergizi tinggi.

  3. Tempatkan Murai Batu pada Tempat yang Tenang dan jauh dari kebisingan

    Murai Batu membutuhkan lingkungan hidup yang tenang jauh dari kebisingan. Lingkungan yang bising bisa menyebabkan Murai Batu stres dan enggan berkicau. Karena itu, pilihlah tempat yang tenang dan kondusif untuk pemeliharaan Murai Batu.

  4. Kenali penyakit-penyakit yang potensial menyerang

    Anda juga perlu mengenali penyakit-penyakit yang potensial menyerang Murai Batu. Dengan mengenali jenis-jenis penyakit yang potensial menyerang Murai Batu, Anda bisa melakukan upaya pengendalian sedini mungkin. Sehingga Murai Batu dapat terhindar dari serangan penyakit yang lebih parah.

  5. Ketahui cara melatih kicauannya

    Murai Batu juga perlu dilatih agar rajin berkicau. Anda perlu mengenal teknik-teknik untuk melatih kicauan burung ini. Salah satu teknik yang disarankan adalah dengan memelihara burung kicauan lain untuk merangsang Murai Batu berkicau. Mendengar kicauan burung lain akan memancing Murai Batu ikut berkicau saling sahut menyahut. Demikian juga sebaliknya. Sebaliknya jika dipelihara sendiri Murai Batu akan kesepian dan enggan berkicau. Jika tidak memiliki burung lain, Anda bisa memanfaatkan suara rekaman kicauan burung untuk memancing Murai Batu berkicau. Namun metode ini tidak disarankan.

Minggu, 25 Agustus 2013

Tips Membawa Murai Batu dalam Perjalanan Jauh Tanpa Sangkar



Gudang BurungJika pada suatu saat anda harus membawa Murai Batu dalam perjalanan jauh tanpa menggunakan sangkar, sebaiknya anda memperhatikan beberapa tips yang akan saya bagikan kali ini.

Pertama, gunakan kardus sebagai media pengganti sangkar. Usahakan kardus memiliki sirkulasi udara yang cukup dan tidak terlalu tinggi. Agar burung dapat merasa nyaman ketika di dalam kardus. Serta biasanya Murai Batu akan bertahan selama 24 jam di dalam kardus yang memiliki sirkulasi udara yang cukup.

Kedua, ikat ekor Murai Batu dengan tali rafia yang telah dibelah menjadi seukuran benang wol di dua bagian yaitu di bagian pangkal ekor dan bagian tengah ekor. Ini bertujuan agar ekor burung tidak mudah patah dan rusak selama dalam perjalanan. Jangan lupa untuk membilas ekor burung dengan air sebelum diikat.

Ketiga, pemberian Extra Fooding yang lebih banyak, yaitu sekitar 2 hingga 3x lipat porsi harian burung. Misalnya porsi harian 5 ekor jangkrik di pagi hari, maka berikan sedikitnya 10 hingga 15 ekor jangkrik. Jika EF tidak habis dimakan, maka masukkan sisa EF yang seharusnya diberikan ke dalam kardus yang nantinya digunakan untuk membawa burung.

Keempat, hindari penyimpanan kardus dibawah sinar matahari langsung. Karena dapat meningkatkan suhu di dalam kardus yang membuat burung mudah lelah dan lemas, dan dapat berujung pada kematian si burung.

Yang terakhir, setelah sampai di tempat tujuan tangkaplah burung secara perlahan. Buat si burung nyaman, serta basuh pada bagian ekor untuk mempermudah melepaskan rafia yang terdapat pada ekor dengan perlahan. 

Sabtu, 24 Agustus 2013

Cara Buat Cendet Buka Paruh



Gudang Burung  - Untuk para pemula, perlu anda ketahui burung ini adalah tipe petarung, bila di alam bebeas dia biasa juga memangsa ciblek dan prenjak untuk dimakan. Yang namanya burung petarung biasanya tetap bisa gacor, tapi ada syaratnya rajin dan konsisten. untuk pemilihan agar cepat buka mulut dan gacor juga diperlukan pemilihan anakan cendet yang masih piyik.

Untuk tangkapan dewasa hutan butuh waktu 5 sampai 7 bulan agar burung menyesuaikan diri dengan lingkungan dan mulai ngriwik. Kita akan bahas perawatan burung secara gobal untuk membuat burung cendet ini mau buka mulut. kuncinya ada pada perawatan setiap hari selama 2 bulan.
  1. Keluarkan burung pada pukul 5 pagi sampai 8 pagi dan mandikan.
  2. jam 8 sampai jam 10 adalah penjemuran setelah bersihkan kandang dan penuhi kebutuhan makannya.
  3. Berikan jangkrir 3 ekor, ulat hongkong 7 ekor, dan voer selalu sediakan rutin untuk pagi dan sore.
  4. Jam 10 sampai jam 13 krodong dan dengarkan suara masteran untuk cendet.
  5. jam 13 sampai 16 gantang lagi di teras.
  6. setelah jam 16 kamu bisa mandikan lagi jangan basah-basah, atau biarkan kalau dia sudah bisa mandi sendiri tiap harinya.
  7. kamu bisa angin-anginkan sampai jam setengah 6 sore dan krodong setelah itu bisa di master sampai jam 9 malam.
  8. Setelah itu biarkan tidur jangan di ganggu.
  9. Bila kamu lakukan rutin dalam 2 minggu sudah mulai kelihatan hasilnya.
  10. Oh ya jangan lupa kalau menggantang paling tidak setinggi dada.
Jangan berlebihan memberikan jangkrik dan ulat atau kroto bisa menyebabkan burung over birahi dan galah.

Jumat, 23 Agustus 2013

Antisipasi Masuknya Musim Penghujan Bagi Burung

 

Gudang Burung  - Pergantian musim di Indonesia yang sudah tidak menentu membawa kondisi yang tidak stabil bagi keadaan burung kicauan, karena hal itu dapat mengakibatkan burung mengalami proses penurunan stamina, drop, dan berpeluang untuk sakit. Perubahan cuaca juga akan mengakibatkan burung akan sulit berkicau karena di masa ini burung kicauan biasanya akan mengalami serak suara, apalagi burung ocehan yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah. 

Bagi anda yang memelihara burung ocehan harus dapat menyiasati perubahan kondisi tersebut demi kebaikan burung peliharaan anda, jika tidak maka jangan salahkan apabila burung kicauan anda menderita cacat mental. Perubahan cuaca di musim penghujan jangan dianggap sepele, karena dapat mengakibatkan efek yang fatal bagi burung kicauan peliharaan. 

Nah, bagi anda yang ingin mengatasi permasalahan di atas guna menjaga kondisi burung kicauan anda tetap stabil di masa penghujan, di bawah ini akan dijelaskan langkah-langkah yang dapat anda ambil untuk menghadapi perubahan cuaca ketika di musim penghujan, adalah sebagai berikut :
  • Penambahan Exstra Fooding
    Yaitu bertujuan untuk menstabilkan birahi burung ocehan agar tetap semangat supaya kegacorannya stabil. Penambahan ekstra fooding ini dapat anda lakukan dengan pemberian pakan jangkrik dengan porsi lebih banyak dari biasa. Misal, setiap hari burung ocehan tersebut diberi 2 jangkrik, maka di musim penghujan dapat anda lakukan penambahan menjadi 4-5. Pakan yang dapat dijadikan ekstra fooding seperti : jangkrik, ulat, kroto dan belalang.

  • Pengaturan tempat mandi
    Bagi burung ocehan yang ditempatkan dalam sangkar dengan terdapat tempat/bak mandi di dalamnya maka kondisikan air dalam tempat tersebut dikurangi, perkirakan ketika mandi burung tidak leluasa untuk membasahi keseluruhan tubuhnya. Begitu juga apabila burung kicauan sudah terbiasa mandi dalam keramba, air dalam keramba juga harus dikurangi. Kondisi dingin ketika musim penghujan sudah cukup untuk perubahan kondisi burung ocehan.

  • Pengaturan waktu menjemur
    Ketika burung ocehan selesai mandi, lakukan penjemuran secara langsung, hal itu mengurangi kadar air dalam bulu-bulu sehingga kondisi tubuh burung tersebut stabil seperti semula. Di musim penghujan hal yang tidak boleh terlewatkan adalah waktu penjemuran ini karena burung memerlukan pemanasan seimbang terhadap tubuhnya, penjemuran dilakukan dengan mengarahkan ke arah datangnya sinar matahari. Penjemuran dapat dilakukan kurang lebih selama 30 menit.

  • Pengaturan kondisi sangkar
    Jika terlihat kondisi di luar rumah sangat dingin, letakkan sangkar ditempat yang intensitas kedinginannya rendah. Gunakan kain penutup sangkar untuk menambahi kehangatan. Lakukan hal itu sampai cuaca benar-benar memungkinkan membawa burung ke luar rumah.

Di musim penghujan memang membawa kondisi cuaca yang tidak stabil keadaannya. Namun jika mengetahui cara mengatasinya maka perubahan cuaca tidak membawa perubahan negatif yang berarti bagi burung kicauan. Apabila burung kicauan anda sudah terlanjur sakit di musim penghujan alternatif yang dapat anda berikan yaitu pemberian zat vitamin berupa obat dan sebagainya dengan tetap melaksanakan langkah-langkah di atas. Dengan begitu, semoga burung kicauan milik anda tetap fit di segala kondisi.

Rabu, 21 Agustus 2013

Pola Perawatan Murai Batu Saat Mulai Rontok Bulu


 

Gudang BurungMerawat burung memasuki tahap pelepasan bulu yang mulai rontok terkadang memaksa para penghobi burung kicau untuk sedikit ‘’memanja’’ burung peliharaannya, termasuk bagi burung Murai Batu.
Perawatan serta penanganan extra harus dilakukan ketika si burung memasuki masa ini, karena kestabilan burung ketika di lapangan ditentukan dengan perawatannya ketika burung tersebut mabung.

Apabila perawatan tidak maksimal, maka burung bisa mengalami penurunan mental bertarung dan akan berlanjut dengan sendirinya dengan penurunan nafsu makan si burung sendiri. Dan pemulihan untuk burung yang mengalami hal demikian memakan waktu lebih lama 1 hingga 2 bulan daripada masa mabungnya sendiri.

Masa-masa istirahat burung biasanya 3 hingga 4 bulan, dari awal ketika bulu mulai ambrol sampai pemulihan bulu muda yang siap untuk perlombaan. Kisaran waktu ini biasanya tergantung bagaimana si empunya burung merawatnya.

Apabila perawatannya maksimal, maka waktunya akan lebih cepat dari yang diperhitungkan sebelumnya. Dan apabila perawatannya kurang maupun tidak maksimal, tentu saja waktu yang dibutuhkan akan lebih lama dari yang diperhitungkan sebelumnya yang juga dapat mengganggu jadwal si burung sendiri.

Burung harus istirahat total ketika di Minggu pertama bulu burung telah jatuh dan ambrol. Pemberian Extra Fooding seperti jangkrik dikurangi, tetapi untuk kroto berikan seperti pola hariannya. Burung juga harus full kerodong serta diletakkan di ruang khusus dan burung mandi sekitar 3-4 hari sekali. Walaupun demikian, kebersihan kandang burung juga harus diutamakan.

Demikian sedikit informasi yang dapat saya bagikan. Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi tentang pengalaman pribadi serta pengalaman teman-teman penghobi burung kicau yang lain. Salam kicau. (rsp)

Selasa, 20 Agustus 2013

Perawatan Murai Batu Mabung – Ekor



Gudang BurungMabung, seperti kebiasaan tahunan bagi setiap burung yang aktif terbang dengan sayapnya. Mabung adalah proses pelepasan lapisan bulu lama yang diganti dengan lapisan bulu pengganti ataupun bulu yang lebih baru.Ini juga terjadi dengan Murai Batu.
Biasanya Murai Batu mulai mabung setelah memasuki usia 1 tahun atau lebih. Biasanya ketika mabung, Murai Batu perlu mendapatkan perhatian lebih oleh si empunya burung. Yang tak akan pernah luput dari perhatiannya adalah ekor Murai Batu yang terkenal eksotik serta lentik. Para penggemar Murai Batu terkadang merasa was-was jika Murai Batunya mabung, tetapi ekornya tumbuh tidak sebagus sebelum mabung.

Dalam keadaan mabung yang normal, Murai Batu akan menyisakan bulu berwarna putih yang berada di bawah bulu utama yang panjang dan berwarna hitam. Bulu ekor yang berwarna putih ini diyakini sebagai penyangga bagi ekor utama yang akan tumbuh nantinya.

Tak hanya sebatas itu saja, bulu ekor yang berwarna putih ini juga diyakini menjaga serta melindungi keutuhan dan kerapian dari pertumbuhan ekor utama burung. Ekor putih ini nantinya juga akan jatuh dengan sendirinya ketika ekor utama burung mulai sedikit panjang dan terlihat kokoh, sehingga tidak perlu untuk disangga.

Demikian sedikit tips yang dapat saya bagikan. Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi tentang pengalaman pribadi serta pengalaman teman-teman penghobi burung kicau yang lain. Salam kicau. (rsp)

Minggu, 18 Agustus 2013

Perawatan Jalak Kebo Agar Mampu Bicara


Gudang BurungSobat burung dimanapun anda berada, pada dasarnya setiap jenis burung jalak (jalak kebo, jalak niasjalak suren, jalak batam dan lainnya) adalah burung peniru yang sangat hebat, mengucapkan kosa kata pun bisa di lakukannya hanya saja keterbatasan penerimaan kata oleh burung ini terbatas hanya satu-satu kata, misalnya: hallo, cewek, hello, hai, mikum, dan apapun yang kata-kata yang singkat. Namun perlu diingat bahwa burung jalak kebo bukanlah dari golongan burung seperti beo yang dapat menghafal beberapa kata sekaligus untuk diucapkan. Maka dari itu perawatan untuk jalak kebo agar bisa bicara pun berbeda dengan burung beo.

Berikut adalah cara melatih burung jalak kebo sampai bisa bicara:

  • Sering-sering lah mengajak jalak kebo bermain-main dengan cara mengelus-elus badan dan kepalanya.
  • Biasakan untuk memberi makan di tangan sambil mengelus-elus kepalanya, dan diajak bicara, ini karena semua hewan itu akan belajar mengenali tuannya melalui bau dan suara.
  • Biasakan mengucapkan kata-kata singkat yang mudah diucapkan agar burung terbiasa dengan kata tersebut. Ini sangat cocok dilakukan pada pagi sekitar pukul 06.00 WIB dan sore pukul 17.00 WIB.
  • dan jangan lupa beri makanan favoritnya berupa jangkrik tiap kali sobat melatihnya.
Selain itu ada beberapa mitos yang beredar dikalangan kicaumania agar burung jalak kedo cepat berbicara, yaitu dengan cara menggigit lidahnya yang bercabang atau dengan cara menggosok lidahnya dengan cincin emas. Namun semua itu perlu pembuktian yang lebih lanjut, dan silahkan sobat burung mencobanya sendiri jika tertarik dengan mitos ini.

Jumat, 26 Juli 2013

Atasi Kacer Tak Mau Mabung


Gudang BurungBurung Kacer seorang teman, pernah mengalami tidak mau berganti bulu selama hampir 2 tahun. Di bagian leher dan dada, sampai botak tidak mau tumbuh bulu. Menurutnya, akibat pemberian ulat hongkong dan ulat kandang yang berlebihan. 



Awal pemberian ulat hongkong dan ulat kandang, burung sangat fight, dan selalu mendapat hasil yang memuaskan di setiap even lomba burung, tapi 1 tahun terakhir, burung tidak kerja maksimal, mungkin akibat kondisi bulu yang parah, sehingga burung di even lomba, hanya berbunyi sekedarnya, dan pulang tanpa hasil apa-apa.

Setelah mencoba beberapa resep dari orang, dan ternyata tidak berhasil juga. Upaya terakhir, akhirnya mencoba dengan cara mengganti pakan burungnya, yang tadinya bermerek bagus, menjadi pakan ala kadarnya, yaitu memberi BR 1 (sejenis pakan ayam). 


Dan sangkar burung dikerodong dengan kain agak gelap, dan menggantungnya di ruangan yang beratap seng. Dengan tidak memberi extra fooding apapun pada si burung, hanya memberikan sebuah bak kecil dalam sangkar serta pakan BR 1. Burung pun dibiarkan tanpa dirawat apa-apa, dan sangkar jangan dibersihkan. Agak kejam ya! .

Burung sekali-sekali dilihat, apa makanannya masih ada atau tidak. Hal ini memakan waktu selama 1 atau 2 bulan. Pada suatu pagi, teman saya mengintip burungnya dari bawah kerodong, ternyata bulu-bulu sang burung sudah rontok total, dan setumpuk bulu burung sangat banyak di lantai sangkar.

Ternyata si burung, akhirnya berganti bulu juga, yang tentunya hal ini membuat senang teman saya. Sebulan kemudian, si burung kacer pun telah memiliki bulu baru, terlihat cerah dan mengkilat, dan tentunya siap dirawat kembali, seperti semula.

Setelah itu perawatan pun, kembali dengan mengatur pola makanan yang baik, memandikan dalam keramba, extra fooding yang normal. jangkrik 2 pagi dan 2 sore, serta kroto bersih secukupnya setiap hari.

Tulisan di atas berdasarkan pengalaman seorang teman. Berhasil atau tidaknya tentunya mungkin berbeda pada setiap burung kacer. Tapi mungkin bagi teman kicauan yang sudah putus asa terhadap burungnya yang tidak mau rontok bulu, hal ini mungkin bisa dicoba.

Minggu, 23 Juni 2013

Tips Pelihara Cendet dari Bayi


Gudang BurungJangan takut gak berhasil pelihara burung ini dari kecil, ini tipsnya agar kalian berhasil pelihara burung cendet ini mulai dari kecil/anakan, ini tahapannya :
  1. Cari/beli anakan burung cendetnya, anakan burung ini biasanya paling banyak 4 ekor/persarang. Ingat anakan burung cendetnya kalau bisa jangan yang masih merah (baru menetas), cari anakan minimal yang bulunya udah keluar walaupun masih kayak jarum gak apa-apa. Tapi kalau tidak ada lagi ya gak apa-apa dah yang masih merah, cuma kalian harus sedikit lebih telaten.
  2. Taruh dalam timba anakan sekaligus sarangnya, lalu gantung timba tersebut ditempat yang aman. Itu bertujuan agar anakan burung tersebut tidak kedinginan dan tidak terjangkau oleh kucing, tikus, semut dan tangan-tangan jail. Ingat perhatikan tempat kalian menggantung timabanya, hati-hati timbanya jatuh.
  3. Cari/belilah belalang atau jangkrik, kalau bisa beli saja jangkrik di toko-toko burung terdekat biar gampang. Lebih bagus jangkrik untuk pakanan anakan burung ini, selain besar juga dagingnya banyak sehingga anakan bisa lebih cepat besar.
  4. Kalau kalian sudah dapat jangkriknya jangan asal kasih makan anakan burungnya. Karena banyak kasus anakan burung mati karena terlalu kenyang, keselek, dan faktor lalai pada tahapan 2 tadi.
  5. Cara kasih makan anakan burungnya, matikan jangkriknya terlebih dahulu dengan memencet kepalanya, setelah mati buang 2 kaki panjang belakangnya lalu suapin anakan burungnya dengan kepala jangkrik yang dimasukkan terlebih dahulu kemulutnya.
  6. Setalah burung belajar makan sendiri, berhentilah kalian menyuapin anakan tersebut, taruh saja jangkriknya di tempat makanan burungnya biar diambil sendiri.
  7. Setelah anakan tersebut bisa makan sendiri dan sudah mau makan sentrat di tempat pakanan, kalian cukup berikan jangkrik 1 setiap pagi dan sore.
  8. Kalau tahapan 8 sudah bisa dilakukan, kalian bisa memandikan burung dengan semprotan sebanyak 2 kali dalam seminggu.
Itu tips-tipsnya, kalau kalian jalankan tips tersebut. kalian akan mendapatkan burung cendet yang berkicau secara maksimal dan pasti burung tersebut menjadi burung kesayangan kalian karena kalian yang merawat dari anakan.


Jangan lupa lihat jadwalnya disini

Selasa, 19 Maret 2013

Melatih Mental Burung part. 1

 http://kicauan.files.wordpress.com/2013/01/mb-induk-dan-anak.jpg



Gudang Burung - Banyak cara yang dapat dilakukan oleh para penggemar, bahkan peternak burung kicau untuk memoles burungnya bernilai lebih dan bahkan menyabet duatu gelar bergengsi yang diperebutkan oleh banyak orang.



Berbagai cara untuk menghasilkan burung kicau idamanpun dilakukkan. Dari yang memperdengarkan suara burung lain yang lebih bagus, hingga dengan cara yang tak biasa sekalipun. Maka kali ini saya akan memberikan cara yang tak biasa tersebut. Ingin tahu? Ayo simak

Pertama, adalah meletakkan burung di suatu ruangan yangn sepi, lebih baik sepi dan kosong agar burung dapat merasa tenang dan tidak terganggu oleh suara bising lainnya. Metode ini diperuntukkan untuk burung yang 1 bulan kedepannya akan menghadapi lomba dan untuk burung yang baru stres.

Kedua, letakkan burung di tempat yang dekat dengan sumber air. Contohnya di sekitar kamar mandi ataupun keran air. Efek suara dari air ternyata juga dapat membuat burung menjadi tenang dan memiliki karekteristik yang kuat.

Yang kedua sangat cocok untuk melatih mental burung. Berhasil atau tidaknya tips yang kedua ini adalah ketika burung mendengar suara air, maka burung tersebut telah berhasil menenangkan dirinya dan bisa mengontrol emosi si burung sendiri.

Dan apabila ketika mendengar suara gemericik air burung tersebut malah takut, dengan terbang di dalam sangkar secara tak teratur, maka anda dapat melakukkan tips yang pertama. Ketika tips yang pertama kurang berhasil, tambahkan drngan penggunaan kerodong.

Minggu, 03 Maret 2013

Yang Kecil yang Lebih Sering

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDHO2II-RTSswZCl0uYnoGGHgrZ6dIcyaenzxyxKBN2P8KhOq5nj4FKrgWE9g2CvEoSy6DZOeLCq4c3b4A7MerOlyaj-IGsW_eRhtCoGKRmmNo1yJYKmPN5gA0WJjs70joQE0p0oPCWkHV/s1600/DSC08011.JPG

Gudang Burung - untuk masalah penggantian air pada burung berukuran kecil mempunyai frekuensi penggantian yang lebih besar daripada dengan burung yang berukuran sedang untuk beberapa alasan. Berikut beberapa alasannya :



Pertama, ini terjadi karena burung berukuran kecil memakan makanan yang berupa serbuk yangmana setelah burung memakan makanan berupa serbuk ini, maka burung tersebut memerlukan air untuk memperlancar proses pencernaan.

Kedua, karena burung berukuran kecil akan merasa sakit bahkan mati jika kita mandikan dengan cara disemprot. Maka dari itu burung berukuran kecil, pleci misalnya menggunakan tempat minum burung sekaligus untuk mandi.

Frekuensi penggantian air inipun harus dilakukan setidaknya 2 hingga 3 kali perhari, atau anda menginginkan burung anda berpeluang besar terserang penyakit yang nantinya berdampak terhadap performa si burung sendiri.

Minggu, 24 Februari 2013

Jangan Terlalu Lama

 http://www.medantalk.com/wp-content/uploads/semen-ilegal-sumut1.jpg

Gudang Burung - Terkadang jika kita akan membeli burung,kita harus memikirkan terlebih dahulu bagaimana membawa burung yang akan kita beli nantinya.Jika membelinya di pasar tradisional,biasanya burung hanya diberi tempat dari zak semen.



Ada sedikit tips yang bisa setidaknya membuat burung yang kita beli tidak stress bahkan mati karena terlalu lama di dalam zak semen.Berikut akan saya berikan sedikit tips agar kelak burung yang anda beli tidak stres yang mungkin juga bisa mati.

Pertama,jika ke pasar burung dan berencana membeli burung,persiapkanlah kandang yang tidak ada burungnya.Bawa dari rumah,karena dapat memperkecil burung stres.

Kedua,jika terpaksa menggunakan zak semen,sesegera mungkin untuk membawanya pulang dan lalu masukkan ke kandang yang telah disiapkan.

Ketiga,berikan sedikit waktu bagi burung untuk beradaptasi dengan lingkungan sendiri.Biarkan saja jika burung salto ataupun masih panik.Jangan goyah-goyahkan burung jhika burung demikian,karena jika anda melakukannya,akan berdampak buruk terhadap mental si burung sendiri.

Jumat, 22 Februari 2013

Jangan Terlalu Banyak

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8ioUHZiQc3uMjfl0euCDxjZ6Zz-I6VXsdieNGZsYGxpeCUIJVhokHnwPlBim53rCymM6BaL9DgAjclC7gfqZ2k4ItOVJx6tXrtw5akqwmhTFb8TfisQ34VUtgR6Q9whZc-_eW2RGLtnk/s1600/IMG_2825.JPG

Gudang Burung - Terkadang,kita tak menyadari karena terlalu sukanya kita memelihara burung,ternyata tak kita sadari kita mempunyai banyak burung kicau.Memang ketika mendengar burung yang kita pelihara bersuara seperti yang kita inginkan,rasanya sangat menyenangkan tentunya.



Malahan jika kita mendengar burung kicauan tetangga yang berbeda jenis dan belum kita miliki,rasanya kita menginginkan burung jenis tersebut dan akhirnya nafsu memiliki lebih banyak burung-pun terpenuhi.

Tak ayal beberapa waktu berselang kita membeli jenis burung yang sama dan burung peliharaan kita bertambah satu ekor lagi.Semakin banyak kita memiliki nafsu untuk memiliki burung kicau,maka semakin banyak pula burung yang kemungkinan akan kita beli.

Memang memiliki banyak burung kicau tidak dilarang,tetapi jika kita melewatkan merawat salah satu burung saja,itu akan mengganggu perawatan burung yang lain.Sebaiknya,peliharalah burung semampunya kita yang mampu merawatnya.

Senin, 14 Januari 2013

Menjemur Burung

http://jenisburung.com/wp-content/uploads/2012/10/menjemur-burung.jpg

Memang,hanya sekedar menjemur burung peliharaan saja terkadang para penggemar burung kicau malas untuk melakukannya.Hanya menjemur burung,cara menjemur burung pun beragam.Berikut salah satunya :


1. Jemurlah burung berkicau mulai sepagi mungkin, bahkan jika dapat jemurlah sebelum fajar. Hal ini juga bertujuan supaya burung berkicau mengalami proses pengembunan yang sangat baik bagi burung berkicau agar mendapatkan kesegaran udara pagi. Tentu saja udara pagi hari lebih bersih dan belum banyak terkena polusi.

2. Jangan menjemur burung berkicau melewati jam 9 pagi, pada jam 9 pagi sinar ultraviolet mulai dipancarkan oleh matahari. Sinar ultra violet dapat membuat bulu burung berkicau rusak, burung pun dapat kepanasan yang berakhir dengan dehidrasi bahkan kematian.

3. Jangan menjemur burung berkicau dalam sangkar di kerondong atau ditutupi kain, terutama untuk didaerah panas. Menjemur burung dengan sangkar di kerondong bisa menyebabkan burung kepanasan. Burung bisa kekurangan oksigen dan mati kepanasan. Menjemur burung dalam sangkar di kerondong juga menghalangi perubahan pro-vitamin D menjadi vitamin D, dan juga tidak dapat membunuh jamur dan mikroba di tubuh burung dan sangkar burung. Dan justru akan menyuburkannya.

4. Untuk anda yang mesti berangkat kerja setiap hari, anda bisa menjemur burung berkicau dengan cara meletakkan sangkar burung berkicau ditempat yang tertutup kanopi atau pepohonan sebelum berangkat kerja. Ini berguna supaya burung berkicau tetap mendapat sinar matahari pagi dan ketika sudah diatas jam 9 pagi kanopi atau pepohonan akan menutupi burung dari sinar matahari. bila ini tidak memungkinkan juga, anda dapat menjemurnya seminggu sekali saat anda sedang libur kerja.
 

Jumat, 28 Desember 2012

Buat Merpati Ngarat

 http://i283.photobucket.com/albums/kk285/nd1_bucket/Mei%202010/yengg1.jpg

Tadi siang saya membeli lagi sepasang merpati balap yang sudah bertelur 2 dan besok sudah mulai mengeram. Jadi minggu depan sudah mulai lagi bisa di train. Saya lebih suka membeli merpati yang sudah setengah jadi daripada harus menernakan sendiri. Karena kalau kita ternak sendiri terlalu lama piyikanya untuk mulai bisa di train, dan kadang hasilnya pun juga tidak sesuai dengan harapan kita.

Lebih baik membeli saja yang sudah setengah jadi walaupun belum pernah juara tapi kita sudah tahu sedikit kualitas terbangnya dan kita tinggal melatihnya lagi dengan lebih keras. Dalam membeli merpati balap setengah jadi ini sebaiknya yang masih berumur sekitar satu tahun an, karena kalau terlalu muda masih cukup lama untuk dapat kita turunkan dalam lomba.

Saya akan selalu mem-postingkan perkembangan merpati balap saya ini setiap hari. Mudah-mudahan kelak akan dapat juga menjadi jawara walaupun dalam kelas lokalan. Hari ini adalah mulai mengeram jadi mulai nge train lagi baru minggu depan.

Mungkin banyak dari pembaca yang senang merpati tapi belum begitu tahu bagaimana membuat merpati dengan kualitas giring atau ngarat yang baik. Ok, akan saya jelaskan caranya, misalkan kita awali saja dari mulai bertelur seperti merpati baru saya ini:

  1. Hari pertama (minggu) mulai bertelur misalkan Minggu sore.
  2. Hari ke dua (senin) merpati dilepas semua, sore nya tidak bertelur.
  3. Hari keti ga (selasa) pagi tetap dilepas dan sore harinya betina akan bertelur lagi.
  4. Hari ke empat(rabu) Tetap massih dilepas semua, hari pertama mengeram
  5. Hari Ke lima (kamis) Biarkan saja tetap mengerami telurnya dan dilepaskan semua.
  6. Hari ke enam (jumat) Biarkan saja tetap mengerami telurnya dan dilepaskan semua.
  7. Hari ke tujuh (sabtu) Biarkan saja tetap mengerami telurnya dan dilepaskan semua.
  8. Hari ke delapan (minggu) Biarkan saja pagi mengerami telur nya dan sore hari telurnya dibuang.
  9. Hari ke sembilan (Senin) pagi hari keduanya dimandikan dan dilepaskan semua.
  10. Hari kesepuluh (selasa) Biarkan tetap terlepas semua dan sorenya yang jantan diberi jamu.
  11. Hari ke sebelas (Rabu) tetap biarkan lepas semua bersama betinanya.
  12. Hari ke dua belas (kamis) mulai pagi sampai jam 3 sore masukan keduanya dalam gupon gelapnya. Sore hari sudah bisa mulai ditrain hari pertama.
  13. Hari ke tiga belas (Jumat) mulai pagi sampai jam 3 sore masukan keduanya dalam gupon gelapnya. Sore hari sudah bisa mulai ditrain hari kedua.
  14. Hari ke empat belas (sabtu) mulai pagi sampai jam 3 sore masukan keduanya dalam gupon gelapnya. Sore hari sudah bisa mulai ditrain hari ke tiga.
  15. Hari ke lima belas (minggu) mulai pagi sampai jam 3 sore masukan keduanya dalam gupon gelapnya. Sore hari sudah bisa mulai ditrain hari ke empat. Pada hari minggu malam biasanya betina sudah bertelur lagi. Selanjutnya perawatanya berulang lagi seperti mulai hari pertama atau langkah pertama di atas.-galerimerpati

Kamis, 27 Desember 2012

Harus Benar

 http://rujak.org/wp-content/uploads/2011/01/Burung-gereja-menikmati-pakan-berupa-biji-bijian-yang-disediakan-di-bird-feeder-yang-dipasang-di-pekarangan_Foto_BI_Willy-M-Rombang.jpg

Terkadang penempatan tempat makan serta tempat minum burung sering tak dihiraukan bagi para penghobi burung kicau yang ada di seluruh Indonesia.Iya apa iya?Kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara yang tepat agar penempatan tempat makan dan burung tersebut benar dan pas.



Hal pertama yang dilakukan adalah memilih tempat nakan dan minum terlebih dahulu,ini penting karena kita dapat memperkirakan seberapa banyak makan atau minum burung tersebut apakah sudah cocok dengan burung atau belum.

Yang kedua adalah tempatkan tempat makan dan minum burung tersebut yang berada di samping tempat tenggeran burung,agar si burung tidak sulit untuk meraih makanan atau minum yang kita sediakan.Ini penting karena berkaitan dengan kelangsungan si bueung itu sendiri

Dan yang terlahir adalah peletakkan extrafooding.Peletakkan jikalau bisa berada lumayan jauh dengan tempat minum burung,lebih baik diletakkan disamping tempat makan burung.Ini karena burung memiliki kecendurungan untuk memasukkan extrafooding ke dala air yang nantinya untuk kelangsungan kesehatan burung itu sendiri

Rabu, 19 Desember 2012

Obat Pentet Salto

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr8hwtvKpsU72Uyd0wV6WSlC1caLa5O3MZwD8Cy73PfQNr4zfXLXuzT7pUDLEhbWwUuB-22mK0YTFbNgJhdGb8nTFZUVyko9UxQw2cWG8SvHGImu6LI7qexxx-6l5wwcK2vc_PPIyf-Uwf/s1600/pentet+3.jpg

Para penggemar burung, sebagian pasti pernah memelihara burung Cendet atau Pentet, atau Toet. Burung yang cerdas ini memiliki tempat tersendiri di hati para penggemar burung kicauan di Indonesia. Di beberapa daerah di Indonesia burung Cendet ini sering disebut sebagai burung penunggu tamu. 


Pasalnya apabila telah dipelihara lama di rumah, burung Cendet ini selalu berbunyi apabila ada seseorang yang datang ke rumah. Burung ini seperti memberitahu kedatangan seseorang, atau sekedar menggonggong layaknya seekor anjing yang menjaga rumah pemiliknya.
Kebanyakan burung Cendet, memiliki kebiasaan Salto, yang bagi sebagian penggemar burung kicauan, adalah "menjengkelkan", karena menurut mereka merusak gaya burung ini. Bahkan ada burung Cendet yang karena keasikan ber "salto" ria, sehingga lupa berkicau. Pastinya hal ini membuat jengkel si pemilik burung Cendet ini, Padahal sudah dibeli dengan harga mahal, tapi ternyata setiba di rumah, seiring berjalannya waktu, hari ke hari, muncul kebiasaan salto burung cendet ini, yang tentunya berbahaya juga bagi burung-burung lain di rumah, yang biasanya gerak "salto" ini bisa ditiru oleh burung peliharaan lain.

Bagaimana cara menanggulanginya ?
Ini ada satu tips, yang pernah dilakukan oleh seorang teman, yang pernah memelihara burung Cendet dengan jurus "salto", awalnya katanya "lucu" melihat burungnya "salto". Tapi lama kelamaan, kok malah pusing melihat burung kesayangannya salto, yang setiap harinya justru semakin parah.
Jadi bagaimana ?

Setelah berbagai cara dicoba, seperti memberi karet, tali sampai akhirnya sangkar burung penuh dengan tali dan karet, dengan maksud menghambat gerak si burung cendet untuk bersalto. Tapi usaha ini gagal, malah si burung cendet tambah terampil saja "salto" nya.


Suatu pagi setelah memandikan burung kacer dan murai di keramba bak mandi burung, ia mencoba memasukkan burung Cendetnya ke dalam keramba mandi burung. Sehari 2 kali, pagi dan sore. Hal ini dilakukan setiap hari selama 1 minggu. Eh .. dengan dicobanya burung cendet masuk dalam keramba, ternyata kebiasaan "salto" nya berkurang, dan setelah 2 minggu tetap dimandikan dalam keramba, maka kebiasaan "salto" nya pun hilang sama sekali. Dan burung Cendet milik teman saya ini pun, kembali seperti sedia kala, pulih dan rajin berkicau lagi.

Menurut teman saya itu, yang penting jangan sekali-sekali memasukkan burung Cendet ke dalam sangkar burung yang berukuran kecil. Apabila hal ini dilakukan, maka burung Cendet akan mudah stress, dan hal ini lah yang bisa membuatnya ber "salto-salto" untuk menghilangkan kejenuhan dan stress akibat berada di sangkar yang kecil. Selain itu apabila menggantung burung Cendet, jangan sekali-kali menggantung sangkar burung cendet dengan sangkar burung lain yang burungnya suka salto, seperti jalak hitam, robin dan burung-burung lain yang punya kebiasaan salto.

Kamis, 13 Desember 2012

Perhatian Setelah Beli,Perlu!

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6qW3Sw4aG0DwdmZhPWTuRcgHB4ySinJf6b2xJYefghMmwjt4K-M9H3YjP3yvkH0d5hNsQDw86nA-o3WF8B8Ylch6iYfNpGOIQLBThBHxzwR0-XlZ1_2zAyL8R8iVLD1nbYJIzxbK9t4c/s1600/Canary_Bird_Wallpaper___1680_by_secondclaw.jpg

Terkadang banyak pembeli burung tidak mengetahui tentang perawatan serta perhatian khusus setelah membeli seekor burung.Mungkin bagi orang awam,burung yang dibeli di seorang penjual burung yang kelihatannya doyan makan ternyata malah tidak mau makan makanan yang disediakan.



Hal semacam ini sepele,namun sangat penting bagi kelangsungan hidup si burung sendiri untuk kedepannya.Hal semacam ini lumrah terjadi ketika membeli burung,lalu burung tersebut dimasukkan ke dalam sebuah kantomg yang semacam berasal dari sak semen.

Burung yang semula berada di dalam sangkar yang kemudian di masukkan ke dalam sebuah kantong tersebut memiliki kecenderungan untuk lebih banyak bergerak daripada di dalam sangkar.Hal ini terjadi dikarenakan perubahan sikap burung terkadang dipengaruhi oleh keadaan dimana burung tersebut berada.

Hal penting lain adalah setelah membeli burung,kita harus sesegera mungkin memasukkannya ke dalam sangkar,karena lebih cepat burung tersebut keluar dari kantong semakinn kecil pula peluang burung tersebut macet makan.

Perhatikan dan berilah sedikit perhatian ekstra setelah burung di masukkan dalam sangkar.Perhatikan apakah burung tersebut mau untuk memakan voer atau makanan burung lainnya yang kita sediakan atau tidak.

Apabila burung tersebut setelah masuk dalam kandang lalu dengan mudah memakan voer atau makanan burung yang disediakan,maka kita tinggal merawatnya seperti merawat burung seperti biasanya.Tapi,apabila burung tersebut susah untuk memakan voer atau makanan burung yang kita sediakan,maka hal yang dilakukan adalah mengamatinya terlebih dahulu.\

Jika dalam proses pengamatan burung sudah mau makan,maka selanjutnya adalah seperti yang saya utarakan diatas.Apabila belum juga,hal terakhir yang dapar dilakukkan adalah menangkap burung tersebut secara perlahan.Lalu,melolohhan pakan burung.Biasanya dalam pelolohan extrafoodingnya terlebih dahulu.