Tampilkan postingan dengan label Sekilas Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekilas Info. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Desember 2013

Kepak Merpati di Jakarta



Gudang BurungRuang terbuka makin teraniaya di Jakarta. Bahkan, burung merpati pun tak lagi bebas terbang karena terhalang kepadatan belantara beton. Di tengah keterbatasan ruang hidup itu, warga masih bisa melampiaskan hobi menerbangkan merpati: sebuah kebahagiaan kecil di tengah sumpeknya kota besar.
Suatu siang yang riuh penuh sorak-sorai, tiga bocah dengan bersemangat mengayun-ayunkan merpati yang dipegangnya. Sementara itu, dari kejauhan, tiga merpati jantan terbang melesat kencang seakan berpacu untuk kemudian hinggap menghampiri pasangannya di tangan si bocah.
”Ini memang acara Just For Fun. Siapa saja penggemar atau pehobi burung merpati bisa ikut,” ujar Dany Wicaksono, panitia acara yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, akhir September lalu.
Di area lapang pada siang cerah itu, puluhan penggemar burung merpati yang datang dari seantero Jabodetabek bersukaria melampiaskan hobi. Di bawah teduh pohon angsana, sehabis menyeruput kopi, seorang pehobi mengeluarkan merpati dari dongdang atau kandang merpati. Diberi air, sang burung jinak bertengger di tangan. Para pemilik burung itu mempersiapkan para ”atletnya”.
Nama ”atlet” didaftarkan, ada puluhan jumlahnya. Ada yang bernama Rawit, Maling Celuring, Setan Hicker, ada pula Stoner dan Sinyo. Karena acara ini memang lebih sekadar untuk senang-senang, pesertanya beragam. ”Ada yang burung biasa kolongan, tinggian, atau burung balap,” kata Kelik yang ikut mengawasi jalannya lomba.
Di kalangan pehobi, merpati terbagi dalam beberapa jenis dengan spesialisasi tertentu. Merpati pos mengedepankan kemampuan navigasi dan daya jelajah pada rentang jarak sampai ratusan kilometer. Adapun merpati balap mengandalkan kecepatan. Merpati tinggian adalah para jago terbang. Pada merpati kolongan, burung datang dan melewati kotak (kolongan). ”Semua merpati itu bisa karena memang dilatih,” ucap Dany.
Seusai urusan administrasi, dongdang lepasan berisi 10 burung diangkut dengan sepeda motor menuju tempat start. Panjang lintasan lebih kurang 150 meter, lebih pendek daripada lomba biasa yang rata-rata menempuh jarak 500 meter sampai 1 kilometer.
Di tempat start, seseorang yang biasa disebut joki lepas masing-masing memegang seekor merpati. Mereka menunggu aba-aba, sementara di titik finis dua orang yang masing-masing memegang seekor merpati betina mulai menggelepek atau menggeber. Kedua sprinter itu pun dilepas, dan wusss.... Di ketinggian yang hanya sekitar setengah sampai 1 meter di atas permukaan tanah, keduanya melesat kencang. Yang lebih dulu hinggap di tangan joki kelepek atau pemiliknya, dialah sang pemenang.
Tak semua hinggap sempurna di garis finis. Tatkala tiga bocah beraksi, salah seorang yang mungkin terkejut melihat laju merpatinya datang, mengelak sehingga si burung meleset dari hinggapan, dan kontan mengundang geerrr penonton.
Tak semua merpati ”remnya” pakem. Pernah ada burung yang nyeplos menubruk penonton di belakang titik finis.

Selasa, 03 Desember 2013

Inilah Kekharismaan Garuda di Dunia


Gudang Burung Patung burung Garuda yang merupakan lambang negara Republik Indonesia berdiri kokoh di Lebanon. Adalah para prajurit TNI yang memiliki inisiatif serta mengerjakan sendiri proyek pembuatan patung tersebut.
 
Force Commander United Nations Interim Force In Lebanon Mayor Jenderal Paolo Serra yang berasal dari Italia pada acara peresmian Patung Garuda di lapangan Soedirman Camp Markas Satgas Indo Force Protection Company Kontingen Garuda XXVI-E2/Unifil, Naqoura, Lebanon Selatan, menyatakan apresiasinya atas pembuatan patung tersebut.
 
“Saya cukup takjub atas kerja dari personel Satgas Indo FPC dan hampir tidak percaya kalau bangunan yang berdiri ini merupakan sentuhan-sentuhan tangan prajurit TNI dan tampak seperti sentuhan tangan profesional. Anda memang benar-benar prajurit pasukan khusus selain handal dalam kemiliteran juga mahir di bidang seni,” ujarnya.
 
Pembuatan Patung Garuda di Soedirman Camp ini menghabiskan waktu kurang lebih 6 bulan. Ide pembuatannya berasal dari Dansatgas Indo FPC Konga XXVI-E2/Unifil Letkol Inf Yuri Elias Mamahi. Sementara pengerjaannya di arsiteki oleh Serma Muhidin, Sertu Gunawan, Sertu Ibnu, Kopda Nainggolan dan Kopda Simson dibawah pimpinan Letda Sus Bagus Kurniawan.
 
Sebelum peresmian pemotongan pita oleh Jenderal Paolo Serra, Letda Sus Bagus memberikan penjelasan tentang Garuda yang merupakan lambang dari negara Republik Indonesia. Bulu burung Garuda memiliki arti simbol sendiri yang bertepatan dengan Proklamasi Indonesia 17-8-1945, yaitu : 17 helai bulu masing-masing sayap, 8 helai bulu ekor, dan 19 helai bulu dibawah perisai atau pada pangkal ekor serta 45 helai bulu di leher.
 
Pada kesempatan tersebut, Dansatgas Indo FPC Konga XXVI-E2/Unifil Letkol Inf Yuri Elias Mamahi mengucapkan terimakasih atas kerja keras seluruh prajurit yang sudah bekerja siang dan malam tanpa kenal lelah hingga berdirinya Patung Garuda. Kini patung tersebut sudah menjadi ikon kebanggaan seluruh Kontingen Indonesia yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL.
 
Usai meresmikan Patung Garuda, Jenderal Paolo Serra dan rombongan menerima paparan Dansatgas Indo FPC Konga XXVI-E2/Unifil Letkol Inf Yuri Elias Mamahi tentang sejarah awal keberadaan Satgas Indo FPC lima tahun yang silam tepatnya pada 2009.
 
Dansatgas juga menjelaskan tugas utama satgas, yaitu menjaga keamanan markas UNIFIL seperti penjagaan Gas Station Gate, Observation Post, Quick Reaction Team, Crowd and Riot Control serta pengamanan Force Commander dalam pelaksanaan Tripartite Meeting dan tugas protokoler lainnya di antaranya Guard of Honour tamu kehormatan UNIFIL.

Jumat, 29 November 2013

Dortmund Atsi Ulah Burung Merpati di Stadion



Gudang BurungCerita santai tapi unik datang dari Borussia Dortmund. Belakangan, pihak manajemen klub mulai terganggu dengan ulah sekumpulan burung merpati yang sering nongkrong di bagian atas Signal Iduna Park Stadium atau yang juga dikenal dengan nama Westfalenstadion.


Karenanya, guna menjaga martabat Westfalenstadion yang dikenal dengan harga tiket masuk yang terbilang murah di Eropa dan atmosfir fans yang luar biasa, manajemen Die Borussen berencana memasang “sistem” baru untuk menangkal gangguan burung merpati.

Tak hanya ikut “menyaksikan” aksi Marco Reus dkk di lapangan hijau, kawanan burung merpati juga rajin memberikan “hadiah” berupa kotoran pada para fans Dortmund yang asyik menonton. Kotoran burung merpati pun sempat hinggap di atas stand staf kepelatihan tim. Ulah yang sempat membuat jengkel pelatih Jurgen Klopp yang hilir mudik di pinggir lapangan.

Menurut media lokal setempat seperti yang dikutip Metro, sistem yang dimaksud adalah pemasangan 20 kaca atau cermin yang berbentuk piramida di seluruh bagian Signal Iduna Park. Keduapuluh cermin tersebut bakal memantulkan cahaya atau sinar matahari layaknya bola disko. Tujuannya, guna membuat kawanan burung merpati itu menjauhkan diri dari stadion.

Rencana sistem penangkal burung merpati itu dirancang para ahli dan konstruksi pekerjaannya akan dimulai dalam waktu dekat. Tentunya, Klopp berharap sistem tersebut bakal membuat stadion terbesar di Jerman itu bersih dari kotoran burung merpati. 

Senin, 18 November 2013

Ketika Orang-Orangan Sawah Tak Ditakuti Emprit Lagi


Gudang Burung - Petani di Bojonegoro, Jawa Timur, punya cara unik mengusir burung emprit, burung kecil yang memakan padi siap panen. Caranya, yaitu membuat mercon bumbung (bambu yang tengahnya dilubangi). Suara keras membuat ratusan burung warna cokelat itu kabur beterbangan.


Cara unik mengusir burung emprit ini tak sebagaimana kebiasaan petani di Bojonegoro. Biasanya mereka menggunakan pelbagai cara. Mulai dari menebar jaring di sekitar tegakan padi, atau membuat patung dari orang-orangan dan diberi suara agar burung takut. Tetapi, itu semua tak lagi dianggap efektif.

Teknik mengusir baru diterapkan diantaranya di persawahan seluas 12 hektare di Kelurahan Klangon, Kota Bojonegoro, yang memiliki padi siap panen. Para petani, sengaja memasang mercon bumbung sebanyak lima unit. Dipasang di pematang sawah dekat gubuk.

Mercon bumbung, dijalankan dengan proses sederhana. Bambu dipotong sekitar satu hingga satu meter setengah. Lalu, sekat-sekatnya di dalam bambu dilubangi. Sedangkan ujung bawahnya ditutup dan juga dibuat lubang kecil sebesar ibu jari. Selanjutnya, ujung bambunya dimasuki karbit dicampur air.

Setelah ditunggu antara dua hingga empat menit, Dari dalam bambu biasanya keluar suara mirip air panas yang mendidih. Lalu, lubang kecil disulut dengan api dan keluar suara keras, duarr...

Suara tersebut yang kemudian membuat terbang kerumunan burung emprit pemakan padi. Mercon bumbung dibunyikan bersahut-sahutan sehingga gaduh. "Lumayan efektif," kata Utomo, 58 tahun, saat di temui di pinggir pematang sawah, Minggu, 17 November 2013.

Hasilnya burung emprit yang biasanya menyerang secara berkelompok, terbang pergi. Padahal, tiap kelompok burung emprit ini, bisa berisi antara 100 hingga 200 ekor dan terbang bersama-sama di atas tanaman padi. Kawanan burung juga bisa mencapai tujuh kelompok lebih. "Kawanan burung emprit seribu ekor, biasanya bisa menghabiskan minimal 40 kilogram padi per hari."

Jumat, 08 November 2013

Menjamurnya Cafe Burung Hantu di Jepang



Gudang BurungJika sebelumnya kafe bernuansa serba kucing begitu populer pada tahun 2011, kini trennya sudah berubah. Bukan lagi kucing, melainkan burung hantu yang sedang digandrungi banyak orang di Jepang.

Seperti dilansir News.com.au, Selasa (5/11), berkembangnya kafe-kefe bertema burung hantu terinspirasi dari para penduduk yang tinggal di unit-unit kecil dan tidak memiliki cukup ruang untuk hewan peliharaannya.

Berniat mendulang sukses seperti kafe kucing, yang telah terbukti populer dan digandrungi penduduk setempat karena menyediakan hewan peliharaan jinak itu untuk diajak bercengkrama. Kafe burung hantu itu pun menawarkan pengalaman makan serupa seperti kafe kucing.

Namun berbeda dengan kucing yang bisa diajak bermain, burung hantu malah tidak bisa disentuh. Sebab burung hantu mudah takut sehingga pelanggan harus menjaga sikap, ketika berada di dekatnya.

Menurut Tokyo Times, kafe burung hantu di Tokyo seperti Fukurou no Mise dan Tori no Iru Cafe yang paling populer di Jepang akhir tahun lalu. Setelah kedua kafe itu, musim panas ini kafe serupa pun menjamur. Begitu banyak kafe bertema burung hantu dibuka.

Saat ini ada kafe burung hantu baru seperti Fukurou Sabou (Owl Teahouse) di Tokyo, Owl Famliy di Osaka, dan Crew yang merupakan kafe burung hantu lain di Osaka.

Meski tak setenar kafe kucing, karena burung hantu tak bisa diajak bercengkrama. Namun kafe tersebut tetap banyak peminatnya. Masih saja ada orang-orang yang ingin memiliki pengalaman makan luar biasa di antara para burung hantu itu.

Untuk mendapatkannya, para pelanggan secara teratur harus antre di kafe burung hantu. Sebab terlalu banyak orang di dalam pada satu waktu, akan menakut-nakuti burung-burung bermata besar itu. Sehingga jumlah pelanggannya harus dibatasi.

Para pelanggan juga harus mematuhi aturan kafe, seperti tidak menyentuh burung hantu kecuali didampingi staf, menggunakan cairan disinfektan pada tangan sebelum dan setelah menyentuh burung hantu serta tidak menggunakan kamera dengan cahaya dan tidak berbicara keras.

Menurut beberapa penggemar kafe burung hantu, pengalaman minum kopi bersama burung hantu sangat menyenangkan. Jika Anda tak berani berada dekat dengan burung-burung bermeta lebar itu, beberapa kafe bahkan menawarkan makanan ringan berbentuk burung hantu. 

Bentuknya mirip dengan burung aslinya, biasanya mereka menyediakan makanan ringan dan minuman yang dibentuk serupa burung hantu. Bahkan alat sajinya pun berbentuk serupa. Reporter dari Rocketnews24 berkunjung ke sana dan menceritakan pengalamannya. Di sana tetap menawarkan panganan khas kafe dengan kisaran harga 1000 Yen (Rp 100-an ribu), namun pengunjung bisa memegang atau mengelus-elus burung hantu. 

Namun tetap ada peraturan untuk pengunjung yakni tidak boleh memaksa si burung hantu karena ada beberapa jenis yang tidak mau disentuh. Memotret diijinkan tapi tanpa kamera flash. Meski burung-burung itu ramah tapi pengunjung harus benar memegangnya dan tidak boleh membuatnya terkejut karena mereka sangat agresif saat merasa terganggu.

Staf di Fukuro no Mise akan siap sedia jika burung-burung itu tiba-tiba berak ketika dipegang. Mereka juga akan mengajarkan bagaimana mengelus burung hantu itu dengan benar. Burung hantu yang berada di sana juga bervariasi mulai dari yang masih kecil hingga dewasa seberat 1,2 kg.

Tak heran, kafe tersebut kini menjadi populer hingga pengunjung harus antri. Sang reporter mengaku hanya disediakan waktu maksimal satu jam berada di dalam karena banyaknya antrian. Jadi jika Anda ke Tokyo bisa mencoba mampir ke sana untuk merasakan jadi Harry Potter bermain dengan Hedwig.

Selasa, 05 November 2013

Kafe Burung Hantu? Layak Dicoba


Gudang BurungKafe bertemakan binatang sudah menjadi bagian dari destinasi wisata yang paling banyak dicari di Jepang. Baru-baru ini, sebuah kafe bertemakan burung hantu juga dibuka di Jepang.


Sebagaimana dilansir kotaku.com, di sini para pengunjung bisa menikmati secangkir minuman hangat atau dingin, sambil mengelus burung hantu yang bertengger di dekat mereka.

Burung hantu yang tinggal di kafe ini punya tubuh yang bersih dan sehat, sehingga para pelanggan tak perlu khawatir tertular penyakit. Saat akhir pekan tiba, kafe burung hantu akan dipenuhi banyak pelanggan.

Tak jarang, mereka yang penasaran dengan kafe ini rela mengantre di luar, demi bisa merasakan pengalaman makan ditemani burung hantu. Apakah Anda tertarik untuk menikmati secangkir kopi nikmat bersama seekor burung hantu yang ramah?

Sabtu, 02 November 2013

6 Alasan Memilih Burung


Gudang BurungSaat semua orang menginginkan anjing dan kucing untuk hewan peliharaannya, kenapa Anda tidak mencoba berpikir di luar kotak dan memilih burung? Tak seperti perkiraan banyak orang yang menganggap burung kotor dan tidak menarik, She Knows memberikan alasan kenapa burung bisa menjadi hewan peliharaan yang menyenangkan. Simak alasannya di bawah ini.

1. Bisa bicara
Tidak seperti anjing atau kucing, Anda bisa mengajari burung, terutama kakak tua dan beo untuk berbicara! Hal yang tidak mungkin dilakukan oleh hewan lainnya.
2. Tidak mahal
Tidak seperti anjing atau kucing, burung hanya memerlukan sedikit makanan dan air untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka hanya memakan biji-bijian dan sayuran, juga buah. Tidak mahal bukan?
3. Pintar
Faktanya, burung adalah salah satu hewan yang pintar. Buktinya mereka bisa menirukan kata-kata kita. Iya kan?
4. Mudah dirawat
Burung tidak membutuhkan perhatian sebesar anjing atau kucing. Anda tidak usah membawanya berjalan-jalan, melatih, atau mengajak mereka bermain. Membersihkan tempat kotoran burung juga lebih mudah daripada kotoan anjing atau kucing.
5. Cocok untuk tempat kecil
Anjing atau kucing memerlukan tempat yang luas untuk bermain-main. Jika Anda tidak memiliki cukup ruangan, maka burung dapat menjadi peliharaan yang cocok. Anda hanya memerlukan satu sudut untuk kandangnya. Lagipula, kebanyakan ibu kos atau pemilik apartemen tidak menganggap burung sebagai peliharaan yang mengganggu.
6. Pintar bersosialisasi
Orang-orang sering berpikir bahwa burung sedikit jauh dari keseharian mereka, hanya karena burung tidak bisa berdekatan seperti kucing atau anjing. Namun faktanya burung memiliki kedekatan yang besar terhadap pemiliknya, lebih daripada anjing atau kucing. Burung akan terus berada di dekat Anda untuk mendengarkan.
Itulah alasan yang bisa Anda pertimbangkan sebelum memilih kucing atau anjing sebagai hewan peliharaan. Burung juga tidak buruk kan?

Jumat, 01 November 2013

Slank Gunakan Logo Sayap Burung


Gudang BurungMenandai 30 tahun Slank berkarya dalam industri musik Tanah Air, grup yang terdiri dari Kaka (vokal), Bimbim (drum), Abdee (gitar), Ridho (gitar), dan Ivanka (bas), itu resmi mengganti logo band mereka dari tulisan Slank yang membentuk kupu-kupu menjadi tulisan Slank yang membentuk sayap burung.

"Logonya Slank itu berubah terus. Sekarang kami berubah pakai sayap burung dengan mata supaya bisa terbang tinggi dan terus bisa melihat secara fokus," kata Kaka dalam konser peluncuran album Slank Nggak Ada Matinya di Teater Salihara, Pasar Minggu, Kamis (31/10/2013). "Intinya kami masih mau terbang lebih tinggi lagi", timpal Bimbim.
Pada logo itu, Slank mengganti gambar antena kupu-kupu mereka menjadi gambar padi dan kapas yang dimaknai sebagai sindiran kesejahteraan dan keadilan sosial.
"Padi dan kapas kan kesejahteraan. Tapi, sebenarnya itu pertanyaan, 'Benar enggak sih kita juga sudah berkeadilan sosial?'," jelas Kaka.
Sementara itu, Slank juga menyantumkan angka 83 (1983) pada huruf S dan angka 13 (2013) pada huruf K sebagai penanda keberadaan mereka dalam industri musik Tanah Air selama 30 tahun.

Kamis, 31 Oktober 2013

600 Burung Pemakan Bangkai Mati Keracunan


Gudang BurungRatusan burung pemakan bangkai yang hidup di Taman Nasional Bwabwata, Namibia ditemukan mati secara tiba-tiba.

Dilansir dari Softpedia, berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh petugas taman nasional tersebut diketahui sekitar 600 ekor burung pemakan bangkai tersebut tewas akibat memakan bangkai gajah beracun.
Bangkai gajah yang dimakan oleh ratusan burung pemakan bangkai tersebut diduga telah diberi racun oleh para pemburu liar. Diduga hal tersebut dilakukan para pemburu yang memang berniat untuk membunuh satwa liar tersebut.
Para petugas taman nasional menjelaskan, selama ini burung pemakan bangkai membantu petugas untuk mendeteksi lokasi para pemburu, serta mencari jejak bangkai hewan yang telah menjadi korban buruan.
Atas hal tersebut, para pemburu berupaya untuk menyingkirkan burung pemakan bangkai. Kejadian tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi.
Insiden yang sama juga terjadi di Tanzania, Mozambique, Zimbabwe, Botswana dan Zambia dalam beberapa tahun terakhir. Hingga saat ini petugas yang berwenang masih melakukan pencarian pelaku.

Rabu, 30 Oktober 2013

Kisah Tragis Si Penjagal Asal Spanyol


Gudang BurungSeorang tukang jagal asal Spanyol ditahan polisi karena dituduh membunuh kekasihnya yang tengah hamil dan memutilasi tubuhnya, kemudian memberikannya kepada burung pemakan bangkai. Polisi Spanyol menduga Jose Miguel Tamayo (32) membunuh kekasihnya, Carolina Bernal Gomez (30), setelah mengetahui perempuan itu tengah mengandung.


Hubungan keduanya dikabarkan memburuk sejak Carolina yang berasal dari Amerika Selatan merasa dirinya tengah mengandung.Polisi menduga, Jose Miguel menyerang kekasihnya begitu mendengar kabar kehamilannya. Setelah mengetahui Carolina sudah tewas, Jose Miguel kemudian memutilasi tubuh perempuan malang itu.

Jose Miguel kemudian membawa tubuh kekasihnya yang sudah dicincang itu ke daerah di sebelah utara Madrid yang merupakan habitat alami burung pemakan bangkai. Di sana Jose Miguel diyakini mengumpankan tubuh kekasihnya itu sebagai makanan burung demi menghilangkan jejak.

Namun, sejak awal, polisi curiga Jose Miguel adalah pembunuh Carolina karena dia menunggu beberapa pekan sebelum melaporkan kehilangan Carolina ke polisi.Setelah itu, dalam pemeriksaan, Jose Miguel memberi pernyataan yang berubah-ubah kepada petugas polisi. Kini Jose Miguel mendekam dalam tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kejamnya itu.

Selasa, 29 Oktober 2013

Motif Baru Pencurian, Pura-Pura Cari Kos


Gudang Burung Yp (26) warga Kricak Tegalrejo Pencuri burung dibekuk Reskrim Polsek Tegalrejo di rumahnya, Rabu . Pelaku diamankan petugas lantaran terbukti telah mencuri burung milik Eko Priyadi di Karangwaru Tegalrejo, Sabtu.

Kapolsek Tegalrejo Samsul Bahri SH mengungkapkan, saat kejadian korban sedang pergi ke tirakatan. Tersangka masuk ke rumah korban dengan pura-pura mencari kamar kos.
"Saat itu yang ada di rumah hanya penghuni kos. Setelah dijawab tidak ada kamar kosong, tersangka langsung mengaku kepada saksi kalau sudah bilang sama korban mau mengambil burung beserta sangkarnya. Saat itu, tersangka mengaku bernama Uri dan rumahnya hanya dibelakang milik korban," ungkap Samsul.
Tersangka saat ditangkap sempat mengelak mencuri, namun setelah korban mengetahui ciri-ciri burung yang dicuri, tersangka akhirnya mengakui. Saat ini pelaku telah dijebloskan ke sel tahanan Polsekta Tegalrejo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Senin, 28 Oktober 2013

Ribuan Burung Penuhi Langit Kota Yongkang

Gudang BurungRibuan burung memenuhi langit Kota Yongkang, China, beberapa hari lalu. Ini merupakan migrasi besar-besaran burung berbeda spesies dari utara China menuju habitat yang lebih hangat di selatan.

Ribuan burung itu pun nampak hinggap di sejumlah atap bangunan tinggi Kota Yongkang. Namun, Kepala Administrasi Perhutanan China, Ying Shengchao mengungkapkan, sejatinya burung-burung tersebut lebih menyukai tempat yang rindang dan sedikit kebisingan.


Migrasi itu, lanjut Shengchao, menjadi tanda adanya peningkatan perbaikan lingkungan dan ekologi di wilayah yang disinggahi burung-burung tersebut, termasuk Kota Yongkang. Pihak pemerintah China juga meminta masyarakat untuk mendukung migrasi dengan melindungi lingkungan dan mengurangi gangguan migrasi burung-burung itu.

Minggu, 27 Oktober 2013

Ibu Negara Potret Burung


Gudang BurungIbu negara Nyonya Ani Yudhoyono dengan kamera Canon 5D Mark III mengarahkan lensanya pada polah burung burung yang dikelola taman burung Bali Bird Park di Singapadu, Kabupaten Gianyar, Selasa.

Ibu negara bersama sejumlah para ibu yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) ke taman burung tersebut serangkaian pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Nusa Dua, Bali.

Ibu negara Nyonya Ani Yudhoyono begitu tiba di Bali Bird Park dan melihat burung Macau asal Amerika Selatan, langsung mengarahkan lensanya ke sasaran.

Kondisi itu menyebabkan pengamanan yang mulanya terkesan ekstra ketat segera mencair. Apalagi, Bali Bird Park tetap buka seperti biasa dan wisatawan berdatangan dari berbagai negara. 

Ibu negara Nyonya Ani Yudhoyono dalam kunjungan itu juga didampingi Menteri Peranan Wanita Nyonya Linda Agum Gumelar, istri Gubernur Bali Nyonya Mangku Pastika dan Bupati Gianyar AA Beratha, Dalam kesempatan itu disuguhkan Bali Rainforest Bird Show, yakni aneka jenis burung antara Pelikan, Macau, Kakaktua, Kakaktua Rosalia, Hans Macau, bebek Bali dan Rangkok Badak.

Semua jenis burung itu menunjukan kebolehan dan kejinakannya. Acara ini disambut dengan sukacita dan tidak lepas pula dari jepretan ibu negara.

Ibu Ani juga memotret dari dekat burung Kakaktua Maluku dan berfoto bersama burung macau sayap hijau dan burung macau sayap biru keemasan. Demikian pula di tempat lain dengan burung nuri dan burung hantu. 

Sementara Ibu Wakil Presiden Nyonya Herawati Budiono juga sempat berfoto dengan burung Bayan dan Scarlet Macau. 

Pada akhir kunjungan, setelah menikmati kudapan Ibu Ani dan Ibu Herawati memasang cincin burung pada burung Bayan yang masih bayi. Cincin itu memiliki nomor registrasi yang telah terdaftar pada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali. 

Ibu Ani mengharapkan proses konservasi yang berjalan di Bali Bird Park bisa terus berlangsung, karena upaya-upaya penyelamatan lingkungan harus terus dilakukan oleh berbagai pihak.

Sabtu, 26 Oktober 2013

Tetap Fokus Walau Ditabrak Burung Camar


Gudang BurungJorge Lorenzo tetap bisa menjaga fokusnya, meski sempat terganggu karena tak sengaja menabrak burung camar saat menjalani sesi kualifikasi GP Australia, Sabtu (19/10/2013). Tak hanya mencatat waktu tercepat, pebalap Yamaha ini juga mencatat rekor putaran baru di Phillip Island.

Lorenzo memimpin sesi ini sejak awal, dengan 1 menit 28,681, hasil putaran kedua. Sebelumnya, pada putaran pertama, saat keluar dari tikungan delapan, Lukey Heights, seekor burung camar melayang di depannya, lalu tak sengaja tertabrak dan terjepit di batang roda depannya.
Marc Marquez sempat menggeser Lorenzo ke urutan dua, dan lebih dulu mematahkan rekor lap tercepat yang dicatat Casey Stoner pada 2008. Lorenzo yang kembali ke lintasan setelah mengganti ban, berkejaran dengan waktu untuk kembali ke posisi teratas. Kali ini dia membalap tanpa ada burung yang tersangkut di roda depannya.
Pemegang dua gelar juara dunia ini akhirnya memastikan raihan pole position GP Australia setelah mengunci waktu putaran 1 menit 27,899 detik.
"Saya terkena dampak dengan adanya burung di motor pada beberapa putaran awal. Untungnya kami bisa mengeluarkannya dan saya bisa melakukan percobaan kedua tanpa penumpang. Mungkin karena itu saya bisa lebih cepat dan meraih pole position," katanya.
"Saya sangat senang karena saya berusaha keras hingga batas untuk melakukan putaran dan saya mencatat waktu yang bagus. Kami mendapat beberapa masalah dengan ban karena aspal baru membuatnya sangat cepat habis."
"Kita akan lihat apa keputusan Dorna atau Bridgestone untuk balapan besok. Jika kami bisa melakukan start dengan baik, kami akan mencoba untuk menjauh sejak awal," tutur Lorenzo.

Jumat, 25 Oktober 2013

Cantik Dengan Air Liur Walet, Amankah?


Gudang BurungKrim wajah dari air liur burung walet belakangan populer di Indonesia. Wanita tergoda untuk memakai produk kecantikan ini karena memang khasiatnya cepat terlihat. Hanya dalam waktu beberapa minggu, kosumen krim walet ini mengaku sudah mendapatkan wajah cerah dan bebas jerawat.

Apakah memang krim walet ini aman? Para produsen krim walet mengklaim produk mereka tidak berbahaya. Kandungan dalam krim walet yang dijual di pasaran di antaranya, air liur burung walet, dermawhite, berbagai campuran bahan herbal, vitamin C dan E serta SPF30.

Bagaimana kenyataannya? dr. Eddy Karta, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin RSCM, mengatakan burung walet memang memiliki khasiat untuk kecantikan kulit. Burung walet tersebut mengandung vitamin B dan beberapa senyawa seperti phospat dan glyco protein.

"Walaupun lebih banyak dalam produk minuman atau makanan, obat oles dipercaya masih bisa mempunyai pengaruh," jelasnya dalam wawancara melalui email kepada wolipop, Kamis (24/10/2013).

Meski krim walet tersebut dipercaya bisa memiliki pengaruh untuk kecantikan kulit, bukan berarti aman. Menurut dr. Eddy Karta perawatan apapun dari ekstrak hewan bisa dikatakan aman jika sudah diujicoba melalui penelitian yang benar. "Pengobatan ini jika ada adalah pengobatan alternatif yang belum terstandardisasi," ujarnya.

Dari sisi keamanan yang juga perlu diwaspadai ketika memilih memakai krim walet adalah kandungannya. Meskipun banyak produsen krim tersebut mengklaim tidak memakai merkuri dan hidrokinon, kenyataan di lapangan masih ditemukan kandungan berbahaya tersebut.

Pada pertengahan 2013 lalu, Badan POM mengumumkan ditemukan adanya kosmetik berbahaya yang terbuat dari walet. Krim-krim walet tersebut mengandung merkuri dan hidrokinon yang dapat membuat kulit rusak. Dampaknya pun bukan hanya pada kulit tapi juga tubuh seperti seperti sesak nafas dan sakit ginjal.

Senin, 21 Oktober 2013

Syahrini Pakai Kostum Dari Bulu Burung Rontok


Gudang BurungSyahrini mengaku telah dibayar mahal untuk konser tunggal di Marina Bay, Singapura, beberapa waktu lalu. Karena itu, dia rela mengenakan pakaian dengan harga selangit.

"Pemilihan baju pun karena dibayar cukup mahal. Aku pakai dengan harga yang sebelumnya belum pernah aku pakai. Aku bawa enam baju, tapi total ada empat. Ada Hengki Kawilarang desainernya," ungkap Syahrini ditemui di MNCTV, Jakarta Timur, Senin (21/10/2013) dini hari.

Pelantun "Sesuatu" ini menjelaskan, salah satu busana yang digunakannya di Singapura memakai 5.000 bulu dari burung merak dan kasuari. Bahkan, dia rela datang langsung ke tempat penangkaran burung-burung tersebut untuk mengambil bulu-bulu yang sudah rontok. 

"Temanya angka lima. 5.000 bulu burung Merak. Jangan disalahartikan. Aku dan Hengki khusus datang ke penangkaran, dan aku mengambil bulu merak jantan yang rontok ya. Begitupun dengan bulu kasuari. Kita pilih burung asal Papua, Irian, agar mewakilkan touch of Indonesia," tandasnya.

Minggu, 20 Oktober 2013

Ada Apa Gagak Dengan Meninggalnya Jamaah Haji?


Gudang BurungSeorang jemaah haji Indonesia meninggal setelah mendaki Jabal Nur. Menurut kabar yang beredar, kepala jemaah itu dipatuk burung gagak sebelum ia meninggal. Hal ini dilaporkan Antara, Senin, 21 Oktober 2013. Memang, di Mekah, khususnya di beberapa kawasan bukit batu seperti Jabal Nur, burung gagak banyak berkeliaran.

Burung gagak merupakan salah satu hewan yang disebut dalam Al-Quran. Burung berwarna hitam ini berperan dalam mengajarkan manusia bagaimana cara menguburkan jenazah untuk pertama kalinya. Bukan tanpa alasan Allah SWT memberikan tugas ini kepada burung gagak. Di antara unggas, gagak diketahui memiliki kecerdasan tertinggi. Gagak memiliki proporsi otak terbesar, bila dibandingkan dengan ukuran tubuhnya.

Dalam beberapa kebudayaan dan mitologi, burung gagak seringkali dianggap sebagai pertanda buruk. Di Eropa misalnya, gagak dipercaya sebagai burung peliharaan penyihir. Sementara di Indonesia, gagak dianggap pertanda datangnya petaka, termasuk kematian.

Wafatnya jemaah haji yang tidak disebutkan namanya itu menjadi berita dari mulut ke mulut di antara para jemaah. Namun, Anggota Media Center Haji (MCH) tidak berani mengomentari hal ini. Isi berita ini dinyatakan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Lagipula, narasumbernya pun tak jelas. Memang, jamaah yang meninggal itu menderita luka di kepalanya. 

Menurut anggota MCH itu, mitos seperti ini memang mudah berkembang. Namun, dia mengingatkan jangan sampai hal ini mengurangi esensi ibadah haji. 

Senin, 07 Oktober 2013

Ratusan Burung Terbakar Saat Kebakaran Kios di Tegal


Gudang Burung Ratusan burung dan binatang lainnya mati terpanggang akibat sejumlah kios dan 7 los pasar burung di jalan Semeru, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa manusia namun diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Hingga berita ini ditulis, petugas Polresta Tegal belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kebakaran itu, namun diperkirakan akibat bakaran sampah didekat pasar burung tersebut. Petugas masih mencari tahu siapa orang yang telah membakar sampah di dekat pasar burung itu. 


Sementara belasan kios dan los lainnya selamat dari kobaran api, namun para pemiliknya panik dan berusaha menyelamatkan barang dagangannya utamanya burung ocehan yang harganya cukup mahal.

"Kami masih menyelidiki penyebab kebakaran itu, beberapa orang saksi sudah kami mintai keterangan", ujar Kapolresta Tegal, AKBP Darmawan Sunarko SIK, yang ditemui KRjogja.com, di TKP, Senin (07/10/2013) malam. 

Pedagang Pasar Gawok Desak Sosialisasi BKSDA


Gudang BurungPedagang di Pasar Burung Gawok Kecamatan Gatak meminta sosialisasi dari pejabat terkait mengenai hewan yang dilindungi Undang Undang. Tujuannya agar tidak ada pelanggaran penjualan hewan langka.

Seperti diketahui beberapa hari lalu ada penyitaan hewan langka yang dilindungi Undang Undang dari kantor Kecamatan Kartasura oleh petugas BKSDA. Atas kejadian ini, pedagang burung di Pasar Burung Gawok Kecamatan Gatak ikut memberikan perhatian.
"Disini memang jarang atau tidak ada hewan langka yang dijual disini, tapi saya dan pedagang lain perlu mendapatkan sosialisasi hewan apa saja yang tidak boleh dijual karena dilindungi Undang Undang,” jelas Siwiyono salah satu pedagang burung di Pasar Burung Gawok Gatak ditemui ditempat usahanya, Minggu.
Senada diungkapkan oleh Junaidi pedagang lainya. Menurutnya aktifitas jual beli di Pasar Burung Gawok sama ramainya dengan di Pasar Burung Depok Kota Solo. Sebab di Pasar Burung Depok Kota Solo beberapa hari lalu juga ada penyitaan hewan langka yang dilindung Undang Undang.
Karena sama-sama berada di pasar, Junaidi berharap ditempat usahanya tidak ada penyitaan. Karena itu pedagang harus segera diberikan sosialisasi. Dengan sosialisasi ini dirinya bersama pedagang lainya bisa mengetahui aturan. Menurutnya selama ini petugas terkait termasuk BKSDA sama sekali belum pernah melakukan sosialisasi.
“Kami ini berjualan kalau ada barang yang disita jelas merugikan, jadi perlu diberi penjelasan dulu mana yang boleh dan tidak untuk dijual,” ujar Junaidi.
Camat Gatak Suseno menambahkan bahwa keberadaan Pasar Burung Gawok diwilayahnya memang menjadi sentral penjualan berbagai jenis burung. Pedagang maupun pembeli tidak hanya berasal dari Gatak saja, tapi juga banyak dari luar daerah. Dengan aktifitas yang banyak ini maka, Suseno mengaku sangat sulit melakukan pengawasan.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Pengungkapan Sejarah Kepunahan Burung Raksasa


Gudang BurungMoa masuk ke dalam kelas Aves (burung), memiliki tinggi tubuh hingga 3,5 meter dan berat lebih dari 200 kilogram. Ilmuwan mengungkap, hewan raksasa yang tidak dapat terbang asli dari Selandia Baru ini telah punah.

Dilansir Abc, Selasa (1/10/2013), ilmuwan yang meneliti hewan ini menemukan fosil kotoran yang memberi petunjuk mengenai aktivitas moa, serta gerakannya yang dianggap misterius oleh peneliti. Tim dari Australia dan Selandia Baru menganalisis serbuk sari pada tanaman serta bukti mengenai fosil tinja dari empat spesies moa.

Peneliti yang meneliti kotoran moa menemukan bahwa hewan ini memakan berbagai jenis sisa-sisa tanaman yang berbeda. Dengan menganalisis fosil tanaman serta habitat modern, peneliti menelusuri di mana lokasi berkumpul moa, sebelum mereka punah di era 1400-an.




Ilmuwan mengatakan, moa raksasa (Dinornis robustus) mencari makan di zona transisi antara hutan dan padang rumput. Burung yang lebih kecil, moa dataran tinggi (Megalapteryx didinus) memiliki pola makan campuran di habitat hutan serta ladang.

Ilmuwan memperkirakan pada ratusan juta tahun lalu, ribuan burung moa setinggi tiga meter mengalami kelaparan. Penyebab kepunahan lainnya yakni predator elang Haast serta perburuan dan pembersihan hutan oleh suku Maori. Wikipedia menerangkan, hewan pemakan tumbuhan ini diperkirakan punah pada tahun 1500-an.