Tampilkan postingan dengan label Info Burung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Burung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Agustus 2013

Populasi Cangak Awu di Hutan Munu UGM Overpopulation


Gudang BurungHutan mini di lingkungan Universitas Gadjah Mada saat ini mengalami gangguan keseimbangan ekosistem terutama pada hutan mini yang berada di sebelah utara Gedung Pusat.

Gangguan ekosistem itu disebabkan populasi burung jenis kuntul-kuntulan terutama cangak awu (abu-abu) atau Ardea Cinerea yang melampaui daya dukung hutan mini.

Hal itu diungkapkan Direktur Pengelolaan dan Pemeliharaan Aset Universitas Gadjah Mada, Sudarmoko. Lebih lanjut ia mengemukakan, jumlah burung cangak yang ada di hutan tersebut sudah terlalu banyak sehingga mendesak keberadaan burung-burung lainnya terutama burung kecil.

"Burung-burung berkicau yang ukurannya lebih kecil di hutan itu terdesak oleh keberadaan cangak awu. Akibatnya keaneka-ragaman burung di hutan mini itu juga berkurang," ujarnya.

Untuk menjaga keseimbangan ekosistem di hutan mini tersebut, jelasnya UGM memangkas lima pohon yang tumbuh tertinggi di hutan tersebut. Ia mengemukakan pohon yang sangat tinggi itu menjadi tempat tinggal burung-burung cangak.

"Melalui pemangkasan ini diharapkan sebagian burung cangak awu akan berpindsh ke hutan mini Fakultas Biologi yang berada sekitar 500 meter dari hutan mini utara Gedung Pusat dan sebagian lainnya berpindah ke hutan mini di Lembah UGM yang berada sekitar 500 meter di sebelah timur hutan mini utara Gedung Pusat.

Jika keberadaan cangak awu ini berkurang ujarnya lagi diharapkan keaneka ragaman burung akan kembali meningkat.Pada kesempatan itu, Sudarmoko menambahkan, untuk menjaga keseimbangan lingkungan, UGM juga sudah membentuk Tim Vegetasi.

Tim ini,katanya akan memelihara lingkungan termasuk monitoring vegetasi kampus, pemeliharaan tanaman, penanaman tanaman dan bahkan regenerasi tanaman.Ketua Tim Vegetasi UGM Dr Mochammad Na'iem menambahkan, burung cangak mengeluarkan kotoran (manure) yang memiliki kadar keasaman yang tinggi.

Kotoran burung ini, jelasnya, juga telah merusak sebagian tanaman karena debu kotoran telah menutup pori-pori batang pohon.


"Respirasi dan asimilasi pohon menjadi terganggu, akibatnya sejumlah pohon mulai meranggas," katanya.

Menyinggung jenis pohon yang dipangkas, kata Na'iem adalah jenis sengon dan spathodea yang sebenarnya bukan tanaman umur panjang. Sehingga, ungkapnya jika dibiarkan tumbuh tinggi justru bisa membahayakan karena bisa roboh ketika terkena angin kencang.

Jumat, 02 Agustus 2013

Peta di Dalam Otak Burung Merpati


Gudang BurungMisteri mengenai bagaimana seekor merpati selalu dapat menemukan jalan pulang akhirnya terpecahkan. Hasil riset seperti diberitakan Daily Mail, Jumat (26/7/2013), menyatakan merpati punya "peta" yang mampu menuntunnya menemukan arah ketika terbang di tempat asing.

Penemuan ini menjatuhkan teori sebelumnya yang menyatakan bahwa merpati mencocokkan koordinat suatu tempat asing dengan koordinat sangkarnya kemudian mengurangi perbedaan di antara keduanya untuk menemukan jalan pulang.

Untuk menguak misteri tersebut, Nicole Balser, mahasiswa doktoral bidang biologi di University of Zurich, serta rekannya mengamati gerak terbang dua kelompok merpati pos dengan bantuan Global Positioning System (GPS).

Sebelum riset dimulai, peneliti melatih merpati untuk terbang dari sangkar menuju gudang penyimpanan makanan yang berjarak sekitar 30 kilometer dari sangkar. Peneliti juga melatih merpati untuk terbang ke sangkar setelah mendapatkan makanan.

Saat eksperimen dimulai, peneliti membawa merpati pos ke tempat ketiga yang belum pernah diketahui sebelumnya. Jarak tempat ini sejauh 30 kilometer dari sangkar dan gudang makanan serta memiliki berbagai penghambat alami yang dapat menghalangi pandangan merpati.

Satu kelompok merpati telah diberi makan, sedangkan satu kelompok yang lain dibiarkan kelaparan. "Kami ingin mengetahui apakah merpati yang kelaparan akan pergi ke sangkar kemudian menuju ke gudang makanan ataukah akan langsung menuju gudang makanan," ujar Blaser.

Hasil riset menunjukkan bahwa kedua keompok merpati pos memiliki ingatan dan prioritas. Kelompok yang kelaparan menuju gdang makanan sementara yang sudah diberi makan kembali ke rumah. Beberapa merpati terbang menghindari hambatan topografi tetapi mampu kembali ke jalur yang tepat.

Berdasarkan penelitian ini, Balser meyakini bahwa merpati punya kemampuan kognitif. Merpati tidak hanya mampu menentukan jalan pulang dengan kemampuan spasialnya, tetapi juga mampu menentukan prioritas. "Merpati 'menggunakan' kepala untuk terbang," kata Balder.

Para peneliti meyakini bahwa di tempat asing merpati mampu mengetahui keberadaannya serta keberadaan sangkarnya. Merpati pos dan burung-burung yang sedang bermigrasi menggunakan medan magnet, rasi bintang dan posisi Matahari untuk membantu mengarahkan mereka terbang.

Jumat, 31 Mei 2013

Kecerdasan Tak Diragukan (Lagi)

http://cp.jurnalhajiumroh.com/uploads/radhite/image/merpati%20putih%20terbang.jpg

Gudang Burung - Para peneliti di Universitas Iowa (UI) menemukan bahwa burung merpati mampu menyelesaikan tes kecerdasan dan memilih "senar" yang benar pada layar sentuh dengan mematuknya dengan paruh mereka.

Hasil penelitian menunjukkan burung mampu membuat pilihan yang sangat cerdas, kadang-kadang dengan keterampilan memecahkan masalah untuk mencocokkan.

“Merpati membuktikan bahwa mereka memang bisa belajar melakukan tugas ini dengan berbagai konfigurasi senar yang berbeda,” kata Profesor Wasserman dari UI, dalam Daily Mail, Kamis, 30 Mei 2013.

Dalam percobaan ini, prosentase merpati dapat memilih dengan benar antara 74 persen dan 90 persen. Burung cerdas ini menatap layar sentuh komputer dengan tombol persegi yang terhubung ke salah hidangan yang tampaknya penuh atau kosong.

 Jika burung mematuk tombol yang benar pada layar, mangkuk virtual akan bergerak mendekat pada burung. Jika mangkuk sudah mampu digapai, burung ini akan diberi mangkuk berisi makanan sungguhan.

“Kami percaya penelitian ini merupakan inovasi yang menjanjikan dalam psikologi komparatif dan perkembangan," ujar Profesor Wasseman. "Ini memungkinkan kami untuk memperluas eksplorasi pada spesies lain dan kecerdasan hewan-hewan ini dapat dimanfaatkan manusia.”

Rabu, 20 Maret 2013

Trucukan : Yang Mulai Ditinggalkan

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimStE_cwVw8TI1dT_pOmaeAJk1n2aWj3_dpGD_8mfkMR5Wmyum2sAizRYMTqe14jiCpasRqbU7UvM5LAL10VzRGwlA9xVlnvNi-DpfXBGmrcuXkXGPoGo53lenrFVbcy35vwcyMRDnJ0ie/s1600/manuk+tilang.jpg

Gudang Burung - Keberadaan jenis burung kutilang belakangan ini mulai meredup karena kurangnya minat dari para penghobi dan peternak burung kicau yang enggan memeliharanya karena beberapa hal.



Pertama adalah harga jual burung kutilang tergolong rendah, untuk burung yang telah juara sekalipun. Untuk bakalan burung ini dibanderol seharga Rp. 30.000 dan unruk harga yang sudah berbunyi bagus hanya Rp. 150.000

Tentu terkadang para penghobi burung kicau lebih melirik ke burung lain yang prospek ke depannya lebih cerah sperti burung kenari ataupun burung lovebird yang belakangan sedang booming.

Kedua adalah kurang ataupun sedikitnya jumlah perlombaan dengan kategori jenis burung jenic trucukan ataupun kutilang. Ini karena sedikitnya peminat tentang burung ini, serta kurang terkenalnya burung ini.

Kamis, 14 Maret 2013

Booming di Klaten

 http://images03.olx.co.id/ui/20/68/55/1334195542_351376355_2-jalak-nias-Semarang.jpg

Gudang Burung - Klaten memanglah bukan kota besar seperti Yogyakarta ataupun Solo, tetapi kota kecil dengan banyak pecinta burung tentunya. Dengan banyaknya pecinta burung di Klaten otomatis juga menaikkan popularitas salah satu jenis burung yang ada di Klaten.


Jenis burung di Klaten yang sedang booming adalah burung jenis jalak-jalakan. Dapat dengan mudahnya jenis burung yang satu ini ditemui di Klaten. Terutama untuj jenis jalak keling, jalak kebo, serta jalak nias.

Untuk jenis jalak keling di Klaten sendiri dibanderol dengan harga yang cukup murah, yaitu berkisar sekitar Rp. 200.000 untuk sepasang jalak keling yang masih bakalan.

Sedangkan untuk jenis jalak kebo umumnya dibanderol dengan harga Rp. 175.000 per ekor dengan usia jalak yang berkisar 6 bulan dan masih bunyi semaunya.

Dan untuk jenis jalak yang terakhir ini, jalak nias, kita harus merogoh kocek agak dalam, karena harga  per ekor untuk jenis jalak nias diatas Rp.725.000 untuk jenis burung jalak nias bakalan. Berminat memiliki salah satu jenis burung jalak yang sedang booming di Klaten ini ?

Selasa, 05 Maret 2013

Facial Kotoran Burung

http://i50.tinypic.com/23vb7z8.jpg

Gudang Burung - Para bintang Hollywood ingin terlihat dengan penampilan terbaik mereka dalam acara Academy Awards 2013, yang akan diadakan di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles (Californi, AS), pada 24 Februari 2013 waktu setempat. Menjelang perhelatan itu, mereka pun ditawari produk kecantikan, dari cat kuku mengandung berlian hitam seharga 250.000 dollar AS per botol kecil hingga fasial kotoran burung.

Fashion, dalam Academy Awards tahun ini, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, hampir sama porsinya dengan film. Acara karpet merah dan pergelarannya sama-sama ditayangkan langsung dan menjaring kira-kira satu miliar pemirsa di seluruh dunia.

"Ini merupakan grand final dari musim pertunjukan pemberian penghargaan, jadi para selebriti melakukan apa pun yang mereka bisa untuk menghasilkan yang terbaik berkait dengan fashion dan kecantikan," kata ahli penata penampilan Sam Saboura, yang juga menjadi pembawa acara fashion di saluran TLC. "Mereka bersedia melakukan apa pun untuk menyempurnakan penampilan mereka dan membuat impresi di karpet merah," katanya lagi.

Senin, 04 Maret 2013

Maraknya Jalak di Klaten

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOGXH0gjwqnQ-TcToK3GVNxcb7LWjsLMfJcUOfmdu3jzoe-Ti-TZvBCljxlahikTMlvWa9naQz32VFaS0gTKZMi1c7pjUm5FSmcw8TPlzcV7lcC7ElW86xDPhJpVkKZNp_KSZlPu4CZm0/s1600/ternak+jalak+suren.jpg

Gudang Burung - Merebaknya jenis jalak-jalakan di Klaten seiring dengan lemahnya pengawasan oleh para pelestari burung di Klaten.



Di 5 pasar tradisional Klaten yang diadakannya di setiap pasaran hari dalam tanggalan jawa-red saya mengaku terkejut karena pasti terdapat jenis jalak. Yang saya temui berupa jenis jalak nias, jalak suren, jalak kebo, serta jalak keling.

Dengan membawa uang sekitar Rp. 150.000 anda bisa mendapatkan satu ekor burung jalak kebo dan jalak keling. Untuk jenis jalak suren berkisar diatas Rp. 450.000. Serta jalak nias berkisar diatas Rp. 1.000.000.

Semakin banyaknya burung yang bertebaran di pasaran mengindikasikan bahwa berkurangnya jumlah populasi burung tersebut di alam liar.

Rabu, 06 Februari 2013

Mengundang Keprihatinan

 http://faunakaltim.files.wordpress.com/2008/05/rhinoceros-hornbill.jpg

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan meminta dukungan banyak pihak untuk mencegah berulangnya pembantaian burung enggang, burung endemik Kalimantan Barat. Paruh burung itu diselundupkan ke luar negeri.


”Kenapa di luar negeri paruh burung enggang itu laku sekali sehingga memicu perburuan di Indonesia? Ini tak bisa dibiarkan dan harus ada keterlibatan berbagai pihak,” kata Zulkifli, seusai peresmian program Muhammadiyah Kalimantan Barat Menanam Pohon, di Kabupaten Kubu Raya, Selasa (29/1).

Sepanjang 2012, pembantaian burung enggang marak di Kalbar. Sebagian habitat enggang ada di luar kawasan lindung sehingga pengawasan lemah.

Keterlibatan sejumlah pihak di luar Kementerian Kehutanan, lanjut Zulkifli, penting agar persoalan itu bisa diselesaikan lintas sektor. ”Dukungan banyak pihak sangat penting karena kami tak bisa sendirian,” ujarnya.

Anggota Kalimantan Birding Club, Firdaus, menjelaskan, perburuan burung enggang terakhir kali diketahui akhir 2012. Ketika itu, tim Ekspedisi Uud Danum menemukan perburuan 14 enggang di Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang.

Menurut dia, paruh dan batok kepala burung enggang bernilai Rp 4 juta per buah di luar negeri. ”Tiga tahun lalu harganya Rp 800.000 per buah. Semakin sulit diperoleh, harganya makin mahal. Kami khawatir, tanpa upaya serius pemerintah, burung enggang simbol Kalbar suatu saat tinggal nama,” kata Firdaus.-kompas

Sabtu, 19 Januari 2013

Migrasi Hingga Sulawesi

 http://cdn1.arkive.org/media/72/72EEF30E-249A-4F0C-8C97-DABFECB7A9EA/Presentation.Large/australian-pelican-sitting-on-a-perch-by-lake.jpg

Ribuan burung berukuran besar dan kecil dari 270-an spesies saat ini berkumpul di Taman Suaka Margasatwa Mampie, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Di antaranya terdapat ratusan burung pelikan australia yang bermigrasi dari daerah asalnya dan beristirahat di danau di Mampie.


Burung-burung itu mulai berdatangan ke Sulawesi Barat sejak awal bulan September untuk mencari makan di tempat ini. Kehadiran mereka membuat Taman Suaka Margasatwa Mampie ramai oleh suara burung. Wisatawan pun ikut berdatangan untuk melihat burung-burung yang cantik itu.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Sulselbar Nur Alam menyebutkan, burung-burung ini secara teratur berkunjung ke Sulawesi. Namun, jumlahnya dari tahun ke tahun makin berkurang. Diduga salah satu penyebabnya adalah hilangnya habitat mereka.

 http://mvhunt.net/images/birds/IMG_8707-Australian-Pelican.jpg

Dikatakan Nur, lebih dari 1.000 hektar hutan bakau yang dilindungi berdasarkan keputusan menteri lingkungan hidup dan menteri pertanian 90 persennya sudah dibabat dan dialihfungsikan warga menjadi areal tambak.

Saat ini hutan bakau hanya terdapat di sepanjang bibir pantai. Itu pun hanya di beberapa lokasi saja. Sejak hutan bakau rusak, musibah banjir terjadi di wilayah ini saat gelombang tinggi menerjang

Kamis, 13 Desember 2012

Perhatian Setelah Beli,Perlu!

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6qW3Sw4aG0DwdmZhPWTuRcgHB4ySinJf6b2xJYefghMmwjt4K-M9H3YjP3yvkH0d5hNsQDw86nA-o3WF8B8Ylch6iYfNpGOIQLBThBHxzwR0-XlZ1_2zAyL8R8iVLD1nbYJIzxbK9t4c/s1600/Canary_Bird_Wallpaper___1680_by_secondclaw.jpg

Terkadang banyak pembeli burung tidak mengetahui tentang perawatan serta perhatian khusus setelah membeli seekor burung.Mungkin bagi orang awam,burung yang dibeli di seorang penjual burung yang kelihatannya doyan makan ternyata malah tidak mau makan makanan yang disediakan.



Hal semacam ini sepele,namun sangat penting bagi kelangsungan hidup si burung sendiri untuk kedepannya.Hal semacam ini lumrah terjadi ketika membeli burung,lalu burung tersebut dimasukkan ke dalam sebuah kantomg yang semacam berasal dari sak semen.

Burung yang semula berada di dalam sangkar yang kemudian di masukkan ke dalam sebuah kantong tersebut memiliki kecenderungan untuk lebih banyak bergerak daripada di dalam sangkar.Hal ini terjadi dikarenakan perubahan sikap burung terkadang dipengaruhi oleh keadaan dimana burung tersebut berada.

Hal penting lain adalah setelah membeli burung,kita harus sesegera mungkin memasukkannya ke dalam sangkar,karena lebih cepat burung tersebut keluar dari kantong semakinn kecil pula peluang burung tersebut macet makan.

Perhatikan dan berilah sedikit perhatian ekstra setelah burung di masukkan dalam sangkar.Perhatikan apakah burung tersebut mau untuk memakan voer atau makanan burung lainnya yang kita sediakan atau tidak.

Apabila burung tersebut setelah masuk dalam kandang lalu dengan mudah memakan voer atau makanan burung yang disediakan,maka kita tinggal merawatnya seperti merawat burung seperti biasanya.Tapi,apabila burung tersebut susah untuk memakan voer atau makanan burung yang kita sediakan,maka hal yang dilakukan adalah mengamatinya terlebih dahulu.\

Jika dalam proses pengamatan burung sudah mau makan,maka selanjutnya adalah seperti yang saya utarakan diatas.Apabila belum juga,hal terakhir yang dapar dilakukkan adalah menangkap burung tersebut secara perlahan.Lalu,melolohhan pakan burung.Biasanya dalam pelolohan extrafoodingnya terlebih dahulu.


Selasa, 11 Desember 2012

Ciblek Tidak Bunyi Saat Lomba

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfblLQYKR7gEZaZZWyGrU5JIwehmlnXO1w_AQn26n9XSQ515yu9bGI1lAqYZaKbpQX_mo2pzD-vN_9nLXLKB6l85KfuAxVtPi22H8IyyrUBPjiHSierWh_zYz9oDJ0qLOAK8vyRdvoVKAQ/s1600/ciblek+ngga+bunyi.jpg 

Gudang BurungPengalaman Pribadi di saat lomba sedang berlangsung,burung ciblek tidak mau ngoceh.Mungkin sering kali para pemilik burung dibuat pusing dengan masalah yang satu ini, burung yang semula rajin bunyi tiba-tiba tidak mau bunyi sama sekali alias macet.

Tidak hanya teradi pada jenis burung Ciblek saja, namun burung jenis lainpun seperti murai batu, kacer, cucak hijau, kenari, pleci, dan lain sebagainya past bisa mengalami macet bunyi ataupun ngedrop.

Bila burung anda mengalami hal seperti ini cobalah mencari faktor penyebabnya, bisa bermacam-macam seperti mungkin burung dalam keadaan sakit, kalah mental karena berhadapan dengan burung yang lebih dewasa, atau mungkin saja terdapat kutu pada bulu burung, atau bakteri yang biasa terdapat pada makanan sisa (terutama kroto) yang sudah basi, bisa juga dari bakteri yang terdapat pada kotoran yang berada di bagian bawah sangkar, namun tidak menutup kemungkinan juga waktu pemeliharaan yang selalu berubah-ubah.

Coba lakukan hal-hal berikut ini :

  • Berikan cairan khusus untuk mandi burung untuk membasmi kutu pada bulu-bulunya.
  • Dan jangan lupa bersihkan bekas sisa makanan serta alas untuk kotoran.
  • Bersihkan dengan menggunakan desinfektan khusus untuk burung peliharaan. 
  • Jemur rutin setiap pagi mulai jam 7.00 hingga jam 09.00 atau jam 10.00 untuk burung dalam kondisi tidak sakit (sehat), namun apabila burung dalam kondisi sakit sebaiknya jangan dijemur dahulu, biarkan setelah kandang dibersihkan sangkar dikerodong kembali yang sebelumnya sudah disediakan makanan serta air minum yang bersih.
  • Tambahkan juga cairan vitamin atau obat khusus untuk burung yang sakit.
  • Untuk jenis burung pemakan serangga berilah secukupnya extra fooding seperti jangkrik. pemberian kroto untuk jenis burung murai batu dan kacer berilah agak banyak bila perlu satu wadah (cempuk) khusus kroto. Untuk jenis Anis merah kroto jangan diberikan terlalu banyak sedikit saja (satu sendok teh).
  • Buah diberikan setiap hari secara bergantian bagi jenis Anis merah misalnya senin, rabu, jumat diberi apel sedangkan selas, kamis, sabtu diberi pepaya, untuk hari Minggu bisa diberikan apel lagi bila perlu.
  • Berikan vitamin khusus burung berkicau ke dalam air minumnya setiap pagi hari jangan lupa sore diganti air minum yang baru. pada burung anis merah bisa ditambahkan cacing cukup 1 ekor saja.

Faktor lain yang menjadi penyebab burung berkicau menjadi macet bunyi adalah kemungkinan adanya bakteri yang terdapat pada pita suara, cobalah berikan obat tetes yang langsung diminumkan ke dalam mulut burung sesuai anjuran yang biasa terdapat pada botol kemasannya.

Lain halnya dengan burung yang macet dikarenakan kalah mental dengan burung yang lebih dewasa atau mentalnya lebih berani, menurut beberapa perawat yang sudah berpengalaman bila burung kita mengalami hal seperti ini bisa dicoba dengan dipertemukan dengan burung sejenis yang memiliki mental kurang berani.Hal ini mungkin bertujuan untuk mengembalikan rasa percaya diri pada burung yang semula rajin bunyi alias gacor tiba-tiba macet tadi.

Jumat, 07 Desember 2012

Waspadai Burung Sakit

 http://kicauan.files.wordpress.com/2010/04/burung-p3k.png
 
Burung kesayangan dapat juga sakit hal ini perlu kita perhatikan jika tidak ingin bertambah parah atau juga menyebabkan kematian. diantaranya  gejala umum pada burung yang sakit dan itu jelas kita lihat dengan mata telanjang, yaitu :
  • Burung akan malas berkicau, tidak seperti biasanya rajin berkicau
  • Mata kelihatan mengantuk dan burung terlihat lesu serta kelihatan tidak bergairah.
  • Bulu terlihat kusam dan berdiri serta selalu ada dipinggir tangkringan.
  • Nafsu makan akan hilang tidak lahap seperti biasanya
  • Suara kicau atau ocehannya hanya seadanya
  • Apabila dimandikan hanya diam saja terlihat lemas.

Sabtu, 01 Desember 2012

Kenari Bermasalah dengan Telur

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKiU-36LfKtl2WOIqPhbCkP-Hctj_H_r384wCtWdyH6Py1l9YUh2w0STC7yuH21svzkNFIYiDJ_IT2brKt7T2rPN9NgwtgfblKinzQq6B9gM2AyMRLzRhFR6jiXHKeEqDq_jAsZal2e-Q/s1600/telur.jpg

Diantara rekan-rekan yang mengalami kendala dalam beternak kenari dimana kenari suka bertelor di tempat pakan burung . Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi pembaca artikel saya ini .Sering saya alami hal tersebut, sudah berbagai cara saya lakukan untuk menyelamatkan telur supaya tetep bisa menetas, dan dari cara-cara tersebut belum ada yang berhasil. 
 
Pada suatu ketika ada sebuah cara, dan menurut saya itu bagus, bigini caranya . Langkah awal saya biarkan sang induk bertelur di tempat pakan, sampai ada tanda sang induk mau mengeraminya. biasanya induk akan mengerami telurnya pada telur ke tiga. 

Dan setelah induk bertelur 3 butir saya pindahkan tempat pakan ke sarang yang sudah di siapkan, tapi telur masih di tempat pakan. Dan setelah ada tanda-tanda induk mau mengeraminya baru saya tumpahkan telur tersebut pada sarangnya. Rasa khawatir tetap ada, tapi lega rasanya. Ternyata induk mau mengerami telurnya sampai menetas.Juga terdapat faktor belum terbiasa bertelur di sarang buatan yang mungkin telah kita sediakan .Mungkin itu sekilas pengalaman saya, semoga bisa bermanfaat bagi semua kenari mania.

Jumat, 23 November 2012

Penyebab Burung Murai Batu Memamakan Telurnya Sendiri


KEBANYAKAN penangkar pernah mengalami hal ini, indukan murai batu memakan telurnya sendiri, bisa indukan yang jantan ataupun indukan betina, banyak penyebab yang bisa menjadi penentu dari kejadian tersebut diantaranya yang pernah saya selidiki:

1. Indukan masih terlalu muda umur belum begitu matang untuk berproduksi
Resiko mengawinkan indukan yang masih terlalu muda, biasanya indukan tersebut cendrung tidak stabil dan belum matang untuk mengurus anak.

2.Indukan memasuki masa birahi terlalu cepat setelah proses bertelur terjadi
Biasanya ini sering terjadi pada indukan jantan, indukan jantan yang terlalu birahi cendrung mengacak ngacak sarang dan mematuk telur, solusinya pisahkan pejantan tsb dan kurangi EF dan faktor lain yang memicu birahi seperti di jauhkan dari betinanya, kurangi penjemuran dsb sehingga saat di jodohkan nantinya birahi bisa di kontrol. Jika indukan betina yang terlalu cepat birahi biasanya enggan untuk mengerami telur dan cendrung mematuk telur juga.

3. Adanya predator pengganggu.
Banyak sekali hewan pengganggu yang sering berkunjung ke sarang MB diantaranya Semut Merah, Cicak, Kadal/ Bengkarung, tikus dan terkadang kecoa bahkan kodokpun sering masuk ke kandang MB walaupun tidak sampai ke tempat telur namun hewan hewan ini bisa mengganggu ketenangan sang induk

4. Tempat bertelur kurang nyaman
Sebisa mungkin buat 3 buah sarang yang berbeda tempat dan bentuk untuk mb bertelur, dan biarkan indukan yang memilihnya.

5. Sarang terlalu Panas.
Hindari tempat sarang yang terlampau tinggi dan berhadapan langsung dengan matahari siang jika sudah terlanjur seperti itu keadaannya usahakan tutup bagian atas sarang yang langsung terkena matahari siang.

6. Sarang terkena kutu/hama lain
Biasakan jangan terlalu lama dan terlalu banyak menyimpan material di sarang MB akibatnya material tsb lembab, basah dan berjamur akibatnya mendatangkan kutu kutu kecil dan hama lain yang tentu saja menganggu ketenangan indukan saat mengerami telur, biarkan indukan MB sendiri yang membuat sarang kita hanya menaburnya saja di tempat yang bersih..

7. Indukan kurang kalsium dan gizi lainnya
Kekurangan kalsium pada indukan juga bisa menyebabkan indukan memakan telurnya sendiri, solusinya cukupi kebutuhan gizi indukan dengan memberikan EF yang beragam dan vitamin untuk MB/Breeding hal ini biasanya terjadi pada indukan yang terlalu lama di pelihara dalam kandang soliter dan kurang gizi.

8. Terlalu sering di ganggu
Ada beberapa indukan yang tidak berpengaruh apapun jika kita sering melihat lihat sarangnya, namun kebanyakan indukan butuh privasi dalam proses perkembangbiakan terutama saat mengerami telur, usahakan minimalkan kebiasaan menengok sarang, sebisa mungkin mengganti pakan 4 hari sekali/ seminggu dua kali. kalaupun ingin memantau perkembangannya boleh menggunakan kamera cctv yang dipasang di kandang penangkaran.

9. Terganggu indukan yang lain
Walaupun jarang dialami penangkar, namun ada beberapa indukan betina akan sangat terganggu dan memakan telurnya sendiri jika mendengar pejantan lain yang gacor/ indukan lainnya di sekitar sarang, untuk indukan seperti ini solusinya kandang penangkaran tidak bisa berdekatan dengan kandang MB yang lainnya/ disendirikan.

10. Indukan betina terpisah dengan pejantannya.
Meski poligami bisa di lakukan dalam menangkar MB, namun ada beberapa indukan betina yang tidak bisa di pisahkan dengan pejantannya, solusinya biarkan pasangan indukan ini membesarkan anaknya bersama sama.

11. Pakan yang sedikit/ kurang mencukupi
Saat indukan memasuki masa produksi usahakan kebutuhan pakan terutama EF tetap terpenuhi terutama saat memasuki masa penetasan telur, kekurangan Pakan sangat mungkin membuat indukan membunuh anaknya sendiri/ mematuk telur yang sedang dierami.

12. Indukan memasuki masa mabung
Sangat mungkin terjadi, jika indukan mendekati masa mabung namun tetap kita breeding indukan akan memakan telurnya dikarenakan secara insting indukan tidak bisa beraktifitas lebih untuk membesarkan dan memberi makan anaknya. sebaiknya indukan yang mendekati mabung jangan di breeding.

Demikian selusin masalah tentang indukan memakan telur/membunuh anaknya sendiri berdasarkan pengamatan saya.***

Induk Cucak Rawa Buang Anaknya

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix-4qiCMO5_YnXB-ZP2tv374HumEuBIqdFGw5Y6G7bnojLZDNCXX3BpM92ka8tzr_2siB-ea9INRRedwkiSd2svayPo1NghGO141oB46NfwxCmOQ3HxlNTVX2aGoBvhxrjT83ek-g-NazO/s640/brreding+cucakrowo.jpg
 
Terkadang , burung juga memiliki kondisi dimana tidak nyaman dengan keberadaan anaknya . Indukan tersebut biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor , beberapa di anataranya adalah sebagai berikut ;
1. Induk burung Cucak Rawa tidak merasa nyaman dengan lingkungan dan merasa terancam. Hal itu bisa disebabkan Cucak Rawa memang tergolong burung yang sensitive, umumnya kandang burung Cucak Rawa dibuat dari tembok yang tertutup. Suara bising, gaduh serta bau yang menyengat merupakan salah satu faktor yang membuat burung cucak rawa tidak merasa nyaman. 
 
Gangguan binatang baik tikus, kucing juga merupakan faktor yang dapat membuat burung Cucak Rawa merasa terancam. Pemecahan masalah ini yaitu meminimalkan ganguan lingkungan tersebut. Jauhkan kandang dari keramain orang maupun kendaraan bemotor dan juga jauhkan kandang dari ancaman binatang peliharaan maupun binatang liar.

2. Induk burung Cucak Rawa tidak merasa nyaman sehingga membuang serabut dan menata kembali bahan pembuat sarang. Dalam proses membuang dan menata kembali serabut tadi telur ikut jatuh. Pemecahan masalah ini yaitu dengan membuat sarang lebih dari satu sehingga induk Cucak Rawa bisa memilih sendiri posisi dan kenyamanan sarang yang kita buat. Dan juga beri tambahan serabut halus untuk ditambahkan sendiri oleh induk Cucak Rawa agar induk merasa nyaman.

3. Induk burung Cucak Rawa birahi lagi. Hal itu dapat terjadi bila pemberian extra fooding yang berlebihan. Ukuran yang normal untuk induk yang sedang produksi perkandang yaitu 40 ekor jangkrik maksimal, sedangkan bila sudah mengeram maksimal 10 ekor dan bila telur menetas maximal 60 ekor. Hal tersebut banyak diamini oleh para penangkar burung cucakrawa.

4. Induk yang memang nakal. bila itu terjadi jual aja induknya atau cari babuan buat mengerami. bisa babuan kutilang atau trucukan. kutilang lebih cocok dibuat babuan, karena sifatnya yang telaten dan cepat beradaptasi dengan lingkungan

Rabu, 21 November 2012

Migrasi Burung


Migrasi Burung - Migrasi merupakan perpindahan organisme yang terjadi dari satu bioma ke bioma lainnya. Perpindahan tersebut bisa disebabkan oleh berbagai alasan dan penyebab. Namun, bukan hanya manusia yang bisa bermigrasi. Binatang pun bisa melakukan hal tersebut karena beberapa hal. Misalnya saja, migrasi burung yang akan dibahas pada artikel ini.

Suatu keajaiban dapat menyaksikan gerombolan burung yang bermigrasi atau imigrasi burung. Formasi lintasan yang tertib membuat mata tak berkedip. Suara burung yang riuh rendah membuat mulut terbuka karena kekaguman yang tak berdaya ditutup-tutupi. Menatap kepak burung elang yang gagah, misalnya, bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Apalagi, kalau bisa melihat bendera yang dikaitkan di kaki burung.
Burung-burung tercipta untuk bermigrasi karena mereka mempunyai tugas melanjutkan kehidupannya di tempat lain sebelum akhirnya balik lagi ke tempat asal.

Migrasi Burung

Jika manusia biasa berlibur saat musim panas, musim dingin, atau musim liburan tiba, hal itu bisa disebabkan oleh banyak hal. Misalnya saja, pada saat musim panas tiba, banyak orang yang bermigrasi ke daerah tersebut untuk menikmati udara yang hangat.

Namun, bukan hanya manusia saja yang bisa melakukan perpindahan sementara untuk mendapatkan keuntungan atau sesuatu yang mereka butuhkan. Burung pun melakukan migrasi ke tempat-tempat lain yang dianggap bisa memberikan keuntungan terhadapnya.

Misalnya saja, burung-burung yang berpindah tempat dari wilayah dunia bagian utara (Negara Cina dan negara sekitarnya) ke wilayah dunia bagian selatan (Indonesia dan negara sekitarnya) atau sebaliknya, dari wilayah selatan (Australia) ke wilayah utara (Indonesia dan negara sekitarnya).

Perpindahan yang dilakukan oleh burung ini biasanya dilakukan dari bulan Oktober atau November, yakni sejalan dengan kedatangan musim dingin di wilayah utara. Burung-burung tersebut kemudian terbang menuju wilayah katulistiwa dan kembali ke wilayah asalnya pada bulan Maret.

Jenis-jenis Migrasi Burung dan Jalurnya

Beberapa jenis perpindahan burung yang biasa dilakukan terbagi atas tiga jenis, yaitu :
  • Migrasi Menyeluruh. Migrasi menyeluruh adalah migrasi yang dilakukan oleh 90% burung di wilayah tertentu.
  • Migrasi Sebagian. Migrasi sebagian adalah migrasi yang dilakukan oleh 50% burung di wilayah tertentu.
  • Migrasi Lokal. Migrasi lokal adalah migrasi yang dilakukan oleh burung karena keadaan lingkungan atau habitannya sehingga berpindah ke habitat yang lain.
Kebanyakan burung yang bermigrasi merupakan burung jenis pemangsa atau reptor. Salah satu negara yang memiliki populasi burung jenis ini adalah negara kepulauan kita, Indonesia.

Dalam beberapa literatur, tercatat bahwa jumlah jenis burung yang bermigrasi ke Indonesia berjumalh 39 jenis, seperti burung elang rawa kelabu, elang kecil, elang rawa katak, elang kelabu, sikep madu asia, dan lain sebagainya.

Selain jenis migrasi yang berbeda, ada dua jalur yang bisa dipergunakan oleh burung-burung yang bermigrasi. Jalur tersebut adalah jalur daratan timur yang dimulai dari daratan Rusia menuju pinggiran benua Asia (Cina, Vietnam, Thailand, dan Malaysia) hingga sampai ke wilayah Indonesia. Jalur tersebut memiliki panjang sekitar 7000 km.

Sementara itu, jalur kedua adalah jalur pasifik, yakni jalur yang dimulai dari daratan Rusia dengan melewati kepulauan Jepang, Taiwan, dan Filipina hingga akhirnya sampai ke wilayah Indonesia. Jarak yang ditempuh berkisar 5000 km.

Pada jalur pasifik ini, dibutuhkan tenaga ekstra dari burung-burung migrasi tersebut untuk bisa melewati permukaan air yang melintas di wilayah jalur tersebut. Oleh sebab itu, kebanyakan burung yang bermigrasi lewat jalur ini memiliki sayap yang panjang dengan ujung yang meruncing.

Dengan bentuk sayap seperti itu, burung dapat bermigrasi dengan menggunakan tenaganya sendiri tanpa harus selalu memanfaatkan energi matahari. Penggunaan energi matahari itu dilakukan untuk menghemat energi para burung dalam melintasi jalur migrasi.

Penggunaan energi matahri itu dilakukan dengan cara terbang berputar ke atas saat udara semakin panas dan muncul gejala thermal. Dengan begitu, burung-burung tersebut bisa menghemat energi mereka untuk beberapa hari ke depan.

Sesampainya di Indonesia, burung-burung tersebut akan menyebar ke beberapa tempat. Tempat yang biasanya dituju adalah Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Bali. Namun, ada juga yang datang ke wilayah Jakarta di daerah kepulauan seribu. Indonesia dijadikan tujuan migrasi karena udaranya yang sangat bersahabat serta keadaan alam yang indah dan asri.

Migrasi Burung - Rotasi Kehidupan

Sama seperti ikan salmon yang kembali ke sungai (tempat ia dilahirkan) ketika akan bertelur, beberapa jenis burung pun bermigrasi ke seluruh dunia dengan tujuan mendapatkan pasangan yang berkualitas. Para burung tersebut berlomba-lomba untuk bisa tiba di tempat migrasi.

Keuntungan menjadi yang pertama tiba di tempat baru adalah selain mendapatkan pasangan berkualitas, bisa mendapatkan tempat bersarang dan berkembang biak yang terbaik pula. Ternyata, burung pun memikirkan kualitas keturunannya.

Migrasi Burung - Perjalanan Tak Mengenal Lelah

Hampir 60 persen burung pemangsa bermigrasi. Namun, ada juga burung-burung jenis lain. Di antara burung-burung yang bermigrasi itu ada yang bertubuh kecil tetapi kekuatan terbangnya luar biasa. Dalam sehari, mereka bisa terbang sejauh 480km (burung penyanyi bertubuh kecil). Wow, betapa Mahakuasanya Tuhan menciptakan makhluk kecil nan perkasa seperti burung-burung tersebut!

Burung memang penerbang luar biasa. Misalnya, burung alap-alap (Falco peregrinus) yang kecepatan terbangnya mencapai 320 kilometer per jam, tidak kalah cepat dari mobil formula 1 yang dikemudikan Alonso. Mereka akan melintasi beberapa negara mencari tempat yang pas dan tepat untuk berkembang biak. Suatu perjuangan menemukan fasilitas terbaik bagi keturunan yang terbaik.

Persiapan Migrasi Burung

Percaya tidak percaya, namun percaya sajalah. Sebelum bermigrasi, burung-burung itu mempersiapkan diri dengan saksama. Misalnya, burung bulbul menimbun lemak di tubuhnya sebelum berangkat ke tempat migrasi. Mereka pun tidak asal berangkat, tetapi menunggu waktu yang tepat.

Ilmuwan hanya dapat menyimpulkan bahwa ‘waktu yang tepat’ tersebut ditentukan oleh ‘jam tubuh’ burung itu sendiri. Hebat, kan? Selain itu, burung-burung akan menuju suatu tempat tertentu untuk menunggu teman-temannya. Setelah itu, baru bersama-sama menuju tempat migrasi. Ternyata, burung-burung itu mempunyai peralatan komunikasi yang cukup canggih pula.

Dampak Migrasi Burung

Menyaksikan burung-burung bermigrasi memang sangat mengasyikkan. Namun, bila diamati lebih jauh, migrasi burung ini membawa dampak besar terhadap kehidupan manusia. Bila suatu wilayah biasa menjadi tempat migrasi burung, tiba-tiba jumlah burung yang bermigrasi tidak sebanyak sebelumnya atau tidak ada lagi burung yang bermigrasi ke tempat itu, harus dicurigai.

Bisa jadi tempat tersebut telah tercemar atau ada gangguan alam lainnya. Burung akan mencari tempat yang lebih hangat untuk berkembang biak. Mencairnya es di Norwegia telah menenggelamkan sebuah pulau tak beres yang berjarak 1000km dari Kutub Utara. Akhirnya, burung-burung yang biasa bermigrasi ke sana harus mencari tempat lain.

Migrasi burung, terutama burung-burung liar ini, selain bisa dilihat sebagai salah satu bagian pemanasan global, merupakan salah satu penyebab berkembangnya beberapa penyakit. West Nile Virus, Lyme’s disease, Salmonella, Newcastle disease, dan virus influenza A, misalnya.

Selasa, 20 November 2012

Adaptasi Morfologi Burung Kolibri


Dalam teori Darwin, makhluk hidup menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya untuk bisa bertahan hidup. Caranya adalah dengan melakukan perubahan sedikit demi sedikit terhadap anggota badan agar sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya. Misalnya saja seekor burung bangau yang mengalami evolusi sehingga kakinya bertambah panjang untuk memudahkan mencari makanan di rawa atau daerah berair. Walaupun masih menjadi perdebatan tentang ada atau tidaknya evolusi makhluk hidup ini, setidaknya kita ketahui tentang teori evolusi Darwin tersebut sebagai tambahan wawasan pengetahuan kita. 

Ada beberapa cara penyesuaian atau adaptasi dari makhluk hidup dengan lingkungannya. Pertama adalah adaptasi morfologi, yakni menyesuaikan bentuk tubuh dengan lingkungan sekitar. Penyesuaian dengan lingkungan sekitar ini bisa merubah bentuk tubuh makhluk hidup tersebut secara berangsur-angsur. Seperti halnya contoh tentang kaki bangau yang menjadi panjang karena adanya adaptasi terhadap lingkungan tempat tinggal. Bentuk fisik kaki bangau yang menjadi panjang inilah yang merupakan perubahan morfologi burung.
Kedua apa yang dikenal dengan adaptasi fisiologi, yakni penyesuaian alat-alat tubuh terhadap lingkungan. 

Misalnya saja jantung yang berubah menjadi lebih besar untuk memompa darah lebih banyak. Dan yang ketiga adalah adaptasi tingkah laku. Makhluk hidup menyesuaikan tingkah lakunya dengan lingkungan sekitar. Contoh dari adaptasi tingkah laku ini adalah mimikri yaitu perubahan warna kulit pada bunglon sesuai dengan tempat dia berada. Adapatasi tingkah laku sering digunakan untuk melindungi diri dari bahaya pemangsa yang siap menerkam.

Paruh burung kolibri termasuk salah satu contoh adaptasi morfologi atau adaptasi bentuk tubuh. Dalam hal ini, paruh burung kolibri mengecil sedikit demi sedikit dari setiap keturunannya dan bertambah panjang dari setiap generasi. Memang membutuhkan waktu sangat lama dalam proses adaptasi ini, tetapi kita bisa melihat hasil dari proses morfologi burung kolibri tersebut. 

Seperti diketahui, burung kolibri yang kecil mungil ini makanannya adalah nectar atau madu yang ada di dasar bunga. Tubuhnya yang kecil mungil serta paruhnya berbentuk panjang dan ramping, memungkinkan setiap menghisap madu dari dasar bunga tidak akan merusak bunga. Tentu ini adalah bentuk yang paling tepat untuk burung ini karena makanannya yang berupa madu. 

Burung kolibri termasuk burung paling mungil dari kelompok hewan bertulang belakang yang memiliki bulu dan sayap. Di seluruh dunia ini diperkirakan ada sekitar 10.000 spesies burung, dari yang kecil mungil seperti Kolibri sampai burung yang tinggi besar seperti burung unta.

Paruh Burung Kolibri - Evolusi Morfologi

Dari seluruh jumlah spesies burung tersebut, sekitar 1.500 spesies ada di Indonesia. Luar biasa! Namun demikian, fosil tertua dari kelompok aves ini justru terdapat di Jerman yang popular dengan nama Archaeopteryk.
Dalam teori evolusi dan morfologi, diperkirakan bahwa burung merupakan perkembangan dari sejenis reptil di masa lalu. Ini terutama dari bentuk cakar depan dan bulu yang tumbuh di sekujur tubuhnya. Tentu saja ini adalah bagian dari teori evolusi itu sendiri. Lalu dari mana asalnya sayap? Apakah dulu ada sejenis reptil yang memiliki sayap?

Para penganut teori evolusi dan morfologi berkeyakinan bahwa sayap primitif adalah perkembangan dari cakar bagian depan. Awalnya cakar depan atau sayap primitif ini belum berfungsi sebagai sayap seutuhnya. Ia hanya baru sebatas membantu untuk melayang ketika terjun dari satu ketinggian ke daerah yang lebih rendah. Lama kelamaan, dari generasi ke generasi perlahan-lahan sayap ini semakin sempurna sehingga menjadi sayap seperti yang saat ini kita lihat. 

Hasil dari evolusi morfologi itu pada jaman sekarang. Burung menjadi hewan yang bisa terbang jauh dan tinggi, terutama karena bagian sayap telah tumbuh bulu dengan sempurna, tersusun rapat dan kuat. Selain itu yang membuat burung semakin leluasa terbang adalah karena tulang-belulang burung memiliki rongga-rongga udara, sehingga semakin ringan namun tetap kokoh dalam menopang tubuhnya. Namun itu lagi-lagi berdasarkan teori evolusi dan bagi Anda yang tidak setuju dengan teori elolusi tersebut, dikembalikan lagi penilaian kepada Anda. 

Paruh Burung Kolibri - Sarang dan Telur Burung

Berbagai jenis burung memiliki cara tersendiri untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Burung berkembang biak melalui telur. Dibandingkan dengan telur reptil, telur burung lebih keras karena kandungan kapurnya yang lebih tinggi. Mayoritas burung mengerami telurnya sampai menetas menjadi anak burung dan seterusnya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelangsungan keturunannya. Lamanya waktu pengeraman juga berbeda-beda tergantung dari jenis burung itu sendiri. 

Tapi ada burung tertentu yang menyerahkan pada alam sekitar untuk menghangatkan telurnya sampai dengan menetas. Contoh dari jenis burung yang ‘tak bertanggung jawab’ seperti itu adalah burung maleo dan burung gosong.

Biasanya kedua jenis burung ini menimbun telurnya di dalam pasir pantai yang panas atau mencari tempat di dekat sumber air panas dan membiarkan dengan bantuan panas alami tersebut sampai menetas.

Kalau dilihat dari cara menetaskan telurnya yang menyerahkan pada panas alami sama persis seperti kebanyakan reptil, maka teori evolusi dan morfologi bahwa jenis burung awalnya dari reptil menjadi benar. Teori ini masih berlaku pada burung maleo dan burung gosong dalam mempertahankan kelestarian keturunannya. Tetapi, lagi-lagi jika Anda merupakan orang yang tidak percaya dengan teori evolusi tersebut, tentu akan sangat aneh melihat bahwa reptil berubah menjadi burung. Seperti halnya manusia yang berasal dari monyet dan tentu saja jika memang hal tersebut terjadi, akan terjadi bentuk manusia masa depan yang berbeda dari masa sekarang ini. 

Selain untuk tempat mengerami telur, sarang bagi mayoritas burung merupakan tempat tinggal dari beragam perubahan alam terutama suhu udara. Kebanyakan burung membuat sarangnya dari tumpukan rumput dan ranting, lalu dijalin dengan bantuan liurnya. 

Beberapa jenis burung ada yang membuat sarangnya dari tumpukan bebatuan dan ada pula yang membuat lubang di dalam pasir. Beberapa jenis burung seperti wallet, rangkong, namdur atau manyar, membuat sarangnya dengan cara yang rumit sehingga tampak indah. Namun sarang sederhana atau rumit, fungsinya tetap sama yaitu untuk mengerami telur dan tempat tinggal.

Burung kolibri yang mempunyai perubahan pada paruh karena dipergunakan untuk mendapatkan madu yang terletak jauh di dalam bunga merupakan salah satu contoh bentuk adaptasi morfologi sempurna. Seperti halnya burung bangau yang kakinya berubah menjadi panjang untuk bisa mendapatkan makanan di tempat yang berair. Burung lainnya juga mengalami perubahan morfologi sebagai adaptasi terhadap lingkungan mereka. 

Setuju atau tidaknya Anda terhadap teori evolusi tersebut, tidak usah terlalu diperdebatkan karena artikel ini memang sengaja dibuat sebagai bagian dari teori evolusi Darwin. Dan untuk kebenaran tentang teori evolusi tersebut, haruslah kita serahkan kepada para ilmuwan yang tidak kenal lelah untuk mengungkap rahasia alam tentang evolusi Darwin tersebut.

Senin, 19 November 2012

5 Burung Aneh yang di Miliki Indonesia

1. Resplendent Quetzal
 
burung ini ditemukan di Meksiko dan wilayah Panama barat. burung ini panjangnya hanya belasan inci dan ditambah 25 inci untuk ekor pada burung laki- laki. Mereka mempunyai berat sekitar tujuh ons. Mereka memiliki kepala berbentuk bulat dan berbagai macam warna.



2. Helmeted Hornbill
 
Burung ini ditemukan di Semenanjung Malaya, Kalimantan, dan wilayah Sumatera. Bulu-bulu burung ini sebagian besar warna hitam. sebagian bulu burung ini ada yang berwarna putih dan terletak di perut dan ekor burung. umumnya memiliki kepala yang keriput dan leher berwarna merah pada laki-laki dan biru pada perempuan. Berat badan mereka sebagian besar di bagian kepala.



3. Hoopoe
 
Burung ini dapat ditemukan di Afro-Eurasia. Burung ini ringan, beratnya 1,6-3,1 ons., lebar sayap adalah lebar dan bulat, mirip sayap kupu-kupu



4. Hoatzin

Ditemukan terutama di seluruh rawa-rawa hutan hujan Amazon dan Orinoco Delta Amerika Selatan, burung ini berbulu wajah biru, dan bulu mata berwarna, mahkota kepalanya runcing. Burung-burung ini memiliki leher panjang dengan kepala yang sangat kecil. julukan mereka "stinkbird."



5. Sri Lanka Frogmouth
 
Hidup di Southwest India dan Sri Lanka, burung-burung ini adalah makhluk malam hari. Ini tinggal di sebuah hutan tropis yang lebat. Warna bulu tergantung pada apakah pria atau wanita. Betina tampak kemerahan dengan bintik-bintik putih ringan tersebar di seluruh tubuh. Laki-laki berwarna abu-abu dan memerciki padat titik putih
 

Burung-burung ini hanya beberapa burung aneh di alam liar. Namun, ada banyak lagi di luar sana dan jika Anda adalah seorang pengamat burung Anda mungkin dapat beberapa titik dalam perjalanan untuk bekerja. Ada beberapa burung yang dianggap aneh karena wajah mereka atau karena cara mereka berbulu di seluruh tubuh mereka, tetapi beberapa burung dianggap aneh karena warna mereka, yang bagi sebagian pengamat burung dapat lebih indah dan aneh.