Tampilkan postingan dengan label Spesies Burung Baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spesies Burung Baru. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 September 2013

Penampakan Si Spesies Jalak Baru


Gudang Burung  - Seekor Jalak spesies baru ditemukan oleh dua ahli ornithology di Nepal Timur. Menurut harian The Himalayan Times, seekor burung berbahu putih, Sturnus sinensis, terlihat di antara kumpulan burung Jalak berekor di sebelah timur-laut suaka margasatwa tersebut.Suchit Basnet, seorang ahli dari Nepal mengenai pengidentifikasian spesies dan taksonomi, menyetujui dan mengkonfirmasi spesies baru Jalak tersebut.



Menurut Komite Burung Langka Nepal (NRBC), badan yang mengabsahkan terlihatnya spesies semacam itu, spesies baru burung tersebut pertama kali terlihat pada 26 September 2010 oleh beberapa ahli Uni Ornithology Nepal, Badri Chaudhary dan Anish Timsina bersama dua penggemar burung di daerah tersebut, Dhiraj Chaudhary dan Krishna Bidari.

Burung jalak yang baru ditemukan tersebut kira-kira seukuran dengan burung Jalak dalam genusnya. Burung tersebut berukuran panjang 17 - 20 centimeter dan berat 61 gram. Paruh dan kaki berwarna hitam. Bagian bawah tubuh berwarna putih dan bagian atas tenggorokan abu-abu.

"Burung tersebut terlihat selama empat hari dan perinciannya diamati secara seksama. Satu gambar, kendati berkualitas rendah. Gambar tersebut belakangan dipelajari oleh para ahli," demikian laporan NRBC.

Selasa, 23 Juli 2013

Tailorbird Kamboja ( Orthotomus chaktomuk )


Gudang BurungSpesies baru tak melulu ditemukan di rimba yang tak terjamah. Spesies burung pekicau berbulu unik baru diketahui keberadaannya tahun ini setelah bersembunyi di balik bangunan kota.

Burung ini bernama tailorbird Kamboja (Orthotomus chaktomuk). Para peneliti menemukan burung ini di tengah ibu kota Kamboja, Phnom Penh, dan beberapa wilayah lain di luar kota itu. Kicaunya yang merdu tertelan oleh kebisingan kota yang dipadati 1,5 juta penduduk. Tubuhnya yang mungil bersembunyi di balik lokasi konstruksi gedung tinggi.

Temuan ini dipublikasikan melalui jurnal milik komunitas Burung Asia, Forktail. Penemunya terdiri atas peneliti dari beberapa grup pemerhati satwa, seperti Wildlife Conservation Society dan BirdLife International.


"Spesies baru ini ditemukan hanya 30 menit perjalanan dari rumah saya," ujar salah seorang penemu, Simon Mahood, dari Wildlife Conservation Society melalui siaran pers, Selasa, 25 Juni 2013. 

"Temuan ini menunjukkan bahwa spesies burung baru bisa ditemukan di tempat familiar yang tak pernah diduga."

Burung tailorbird Kamboja berukuran sebesar burung pipit. Bulunya berwarna abu-abu dengan jenger berwarna merah dan leher hitam. Burung ini dijumpai di dataran lembab yang basah dan di cekungan yang sering terendam banjir.

Nama ilmiah "chaktomuk" diadopsi dari bahasa Khmer yang berarti "empat wajah". Empat wajah mewakili sejarah penemuan burung yang ditemukan di empat lokasi bersamaan, yaitu pertemuan Kota Phnom Penh dengan tiga sungai besar: Tonle Sap, Mekong, dan Bassac.

Sayangnya, temuan ini hadir bersama kabar buruk. Peneliti memprediksi burung ini pernah ada dalam jumlah besar. Namun, kini habitatnya semakin menyusut akibat perluasan lahan pertanian dan perumahan. "Kami merekomendasikan burung ini masuk ke dalam status hampir terancam," kata Mahood.

Minggu, 21 Juli 2013

Murai Strickland ( Copsychus stricklandii )


Gudang BurungBurung yang satu ini, telah lama dikenal di Indonesia, karena memang banyak terdapat di pulau Kalimantan Indonesia dan Sabah Malaysia.  Di Indonesia burung ini memiliki beberapa nama, seperti Murai Kepala Putih, Murai Haji, dan lain-lain.


Burung ini sebelumnya merupakan salah satu sub-species dari Copsychus malabaricus, yaitu lebih dikenal dengan nama Copsychus malabaricus sspstricklandii. Saat ini para ahli telah memisahkan burung ini menjadi suatu species tersendiri, yaituCopsychus stricklandii


Dari segi postur burung ini memang agak berbeda dengan jenis Copsychus malabaricus pada umumnya. Burung Copsychus stricklandii ini memiliki bentuk tubuh yang agak bulat, ekor pendek serta suara yang lebih monoton dibanding jenis Murai lainnya.

Rabu, 26 Juni 2013

Spesies Burung Baru dari Kamboja

Gudang BurungPenemuan burung tailorbird atau orthotomus chaktomuk di Phnom Penh - dan beberapa lokasi lainnya termasuk sebuah lokasi bangunan di pinggiran kota berpenduduk 1.5 juta orang itu - mengejutkan kalangan aktivis konservasi.

Burung kecil itu, yang lehernya berbulu hitam, hidup di semak-semak yang rimbun di Phnom Penh dan lokasi-lokasi lainnya di pinggiran sungai, yang menurut Wildlife Conversation Society (WCS), membuatnya tersembunyi selama ini.
Dikenal dengan bulunya yang indah dan suaranya yang nyaring, burung tersebut ditemukan oleh tim ilmuwan dari kelompok-kelompok konservasi, termasuk WCS dan BirdLife International.


Burung itu diberi nama sebuah daerah pinggir sungai di Phnom Penh "chaktomuk" - persimpangan tiga sungai - dimana ia ditemukan, kata WCS dalam sebuah statement.

Minggu, 12 Mei 2013

Bryan Shearwater, Spesies Burung Baru dari AS


Gudang BurungPekan ini merupakan momen penting bagi Amerika Serikat (AS), karena untuk kali pertama ditemukan spesies burung baru di Amazon, setelah beberapa dekade. Penemuan ini sebelumnya agak samar terlihat di radar para ilmuwan, mungkin karena burung tersebut terlihat mirip dengan dokumentasi spesies lain yang sudah ada.


Seperti dikutip Discovery News, Sabtu (27/8/2011), spesies burung baru yang ditemukan di Amazon merupakan jenis burung laut, yakni Bryan Shearwater (Puffinus Bryani), yang berasal dari Kepulauan Hawaii. 

Sebuah makalah yang terdapat pada jurnal The Condor mencatat bahwa ini adalah spesies baru yang pertama kali ada di AS, sejak burung Po'ouli ditemukan di hutan Maui pada 1974. Untuk memastikan apakah Bryan Shearwater adalah spesies baru, para imuwan melakukan tes DNA. Setelah hasilnya keluar, dinyatakan jika burung tersebut benar-benar merupakan spesies baru di AS.


"Penemuan baru dalam spesies burung ini, sangat menarik. Kami puas setelah memastikan hipotesis awal kami melalui tes DNA, sehingga bisa mengkonfirmasi jika hewan ini merupakan burung yang unik, baik secara genetik, maupun dari tampilannya. Ini merupakan sesuatu yang sangat jarang terjadi dalam sebuah spesies burung," kata Rob Fleischer, Kepala Pusat Smithsonian Conservation Biology Institute (SCBI).


Bryan Shearwater adalah jenis Shearwater terkecil di dunia. Flieischer menambahkan, jika burung ini juga merupakan burung langka yang harus dilindungi agar tidak punah.

"Jika kita dapat menemukan di mana spesies ini berkembang biak, maka kita mungkin memiliki kesempatan untuk melindungi dan menjaganya dari kepunahan," ungkap Andreanna Welch, rekan Flieischer dari SCBI.

Sabtu, 11 Mei 2013

Barbet Sira, Spesies Baru dari Peru


Gudang Burung Para ilmuwan telah mengidentifikasi spesies burung baru yang memiliki banyak tanda merah di tubuhnya dan hidup di hutan pegunungan di Peru.

Diwartakan Live Science, Kamis (9/8/2012), sebuah tim dari empat ornitolog muda menemukan burung tersebut selama perjalanan ke wilayah tersebut pada September 2008 dan mempublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal The Auk edisi Juli 2012.

Burung-burung kecil itu seringkali terlihat berpasangan, menjelajahi kanopi rendah untuk mencari buah dan makanan ringan lainnya. Wajah mereka seolah memiliki masker hitam, tenggorokan putih dan tanda berwarna merah darah terang di atas kepala mereka. Warna merah ini juga turun sampai ke bagian dada burung.

Para ilmuwan menamai burung ini Barbet Sira atau Capito Fitzpatrick dalam bahasa ilmiah resmi. Habitat burung muncul terbatas pada bagian kecil dari hutan yang beruap dan padat yang mengerumun di lereng tinggi Andes timur.

Data genetik mengungkapkan spesies baru ditemukan erat terkait dengan Barbet merah. Namun, yang burung-burung baru ditemukan memiliki warna merah lebih terang ketimbang sepupu dekat mereka.


Nama spesies tersebut diambil dari John W. Fitzpatrick, seorang ahli ilmu burung terkenal yang memimpin ekspedisi lapangan ke Peru pada 1970-an dan 1980-an. Dia juga bekerja membantu mengidentifikasi enam spesies burung baru bagi ilmu pengetahuan. Saat ini dia adalah direktur Cornell University's Laboratory of Ornithology.