Tampilkan postingan dengan label Burung Mitos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Mitos. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Oktober 2013

Burung Mitos Dari Tanah Yunani


Gudang Burung - Stimfalia adalah burung-burung memiliki bulu dan paruh perunggu, selain itu kotoran mereka juga beracun. Mereka tinggal di danau Stimfalia di Arkadia.

Tugas keenam Herakles adalah mengusir burung-burung ini. Dengan lonceng perunggu pemberian Athena, Herakles membuat burung-burung tu berterbangan, lalu Herakles memanah burung-burung itu dengan panahnya.

Setelah diusir, Burung Stimfalia kabur ke Rodos. Para Argonaut pernah bentrok dengan burung-burung ini. Burung Stimfalia menjatuhkan bulu-bulu perunggu mereka dan membunuh satu Argonaut, yang kepalanya terkena bulu itu, sementara seorang lainnya terluka.

Para Argonaut langsung melindungi kepala mereka dengan perisai. Dua prajurit Arkadia mengingat bagaimana Herakles mengusir burung Stimfalia dengan lonceng, jadi para Argonaut memukulkan pedang mereka pada perisai sambil berteriak keras. Mendengar suara-suara itu, burung-burung Stimfalia pun langsung terbang pergi

Senin, 28 Januari 2013

Eosinopteryx

  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivTwwe4S8LNdFSMuscLqr7dALH6QZiqJDpJxazNWQgQ0WpTP-rM6xxnUk2ySvisUSHAVNSLG0N-gYqE6dcmm0Ql1eg-of46hUY9wcR5fZbTWKdQReIhKy6VToZ9id6NCId8Z9blNUQiWE/s1600/Eosinopteryx_4.jpg

Spesies menyerupai burung yang diketahui selama ini sebagai nenek moyang burung ternyata bukanlah unggas pertama. Sebelumnya, sudah ada spesies berbulu di jaman dinosaurus yang diyakini sebagai spesies purba dari burung yang ada hari ini.

Temuan dinosaurus berbulu ini sekaligus mengubah cara manusia melihat burung serta evolusinya, ujar para ilmuwan, seperti dilansir Daily Mail, Sabtu 26 Januari 2013.

Fosil unggas sepanjang 30 cm menjadi bukti kuat bahwa sesungguhnya ada burung yang menjelajahi langit Bumi di jaman dinosaurus. Kehadirannya menentang asal-usul spesies unggas selama ini.Sebelumnya, para ilmuwan percaya bahwa burung berevolusi dari dinosaurus sejenis Theropods, dari awal zaman Cretaceous, sekitar 120-130 juta tahun yang lalu.


 http://blog.everythingdinosaur.co.uk/wp-content/uploads/2013/01/eosinopteryx_fossil.jpg

Namun, temuan baru di daerah Timur Laut China ternyata jauh lebih tua ketimbang Theropod yang hidup di pertengahan zaman Jurassic.Ilmuwan memperkirakan, Eosinopteryx berada di Bumi lebih dari 145 juta tahun yang lalu.

"Penemuan ini menggugurkan keraguan lebih lanjut pada teori sebelumnya, bahwa fosil Archaeoptryx yang terkenal dan disebut-sebut sebagai burung pertama. Dan temuan ini sangat penting bagi evolusi burung modern," kata Dr Gareth Dyke, dosen senior untuk Vertebrate Palaeontology dari University of Southampton.

"Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa asal-usul burung atau unggas jauh lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya," pungkas Dyke.

Menurut analisa pada fosil, burung purba Eosinopteryx memiliki tubuh berbulu dan tidak bisa terbang. Sebab, lebar sayapnya terlalu kecil, dan lagi pula struktur tulangnya membatasi kemampuannya untuk mengepakkan sayap.-vivanews

Minggu, 13 Januari 2013

Diatryma

http://www.oucom.ohiou.edu/dbms-witmer/collections/images/diatryma_DSC_0778.JPG

Burung raksasa Diatryma berasal dari Zaman Eosen, sekitar 48,600,000 hingga 55,800,000 tahun yang lalu. Burung ini digambarkan memiliki tinggi 7 kaki atau sekitar 2,13 meter.

Dari beberapa karya ilmiah menjelaskan bahwa burung raksasa ini memiliki kepala dan paruh yang sangat besar. Banyak para ahli menyatakan bahwa burung ini temasuk Gastornis genus, yaitu sebagai predator karnivora yang kejam.

Namun, baru-baru ini para ilmuwan menyatakan bahwa burung raksasa Diatryma adalah herbivora atau pemakan tumbuhan yang jinak. Ini berdasarkan temuan jejak kaki yang diyakini sebagai burung Diatryma. Sebuah tim peneliti dari Washington, Amerika Serikat, meneliti jejak kaki tersebut di sebuah tanah longsor pada tahun 2009.

Sebelumnya, penyelidikan tentang jenis burung raksasa ini menyatakan bahwa Diatryma adalah hewan predator karnivora atau pemakan daging. Ini berdasarkan temuan cakar di jejak kakinya, dan tak ada teori yang mendukung bahwa Diatryma bukan pemakan daging.

Bahkan, menurut Ahli Geologi dari Universitas Western Washington, di Bellingham, Amerika Serikat, George Mustoe, banyak yang beranggapan bahwa burung ini telah menggantikan dinosaurus sebagai predator puncak.



Anggapan itu muncul karena kerangka Diatryma pertama kali ditemukan di Amerika Serikat bersama dengan kerangka binatang mamalia kecil dan banyak yang beranggapan bahwa Diatryma yang memangsanya.

"Mari kita jujur, binatang yang paling menakutkan dan menarik perhatian adalah yang memakan daging, bukan binatang pemakan tumbuhan," kata George Mustoe, dilansir dari BBC.

Dari hasil penyelidikan pada jejak kaki yang ditemukan, para tim peneliti meyakini bahwa jejak kaki itu adalah jejak burung Diatryma. Hasilnya, para peneliti menemukan bukti baru tentang makanan dari burung Diatryma.

Menurut anggota peneliti dari Universitas Western Washington, David Tucker, dari jejak kaki yang ditemukan, sangat jelas binatang ini tidak memiliki cakar yang panjang, namun memiliki kuku yang pendek.

"Namun para paleontologis zaman dulu menyimpulkan bahwa Diatryma adalah burung raksasa predator, penilaian ini hanya berdasarkan dari fosil yang menggambarkan burung ini memiliki ukuran besar, kepala besar, dan paruh yang besar," kata David Tucker.
 http://bestiarium.kryptozoologie.net/wp-content/uploads/2007/08/diatryma1.JPG

Dari temuan baru menyebutkan bahwa burung Diatryma memiliki kaki yang pendek dan tidak bisa berjalan cepat untuk menangkap mangsanya. Selain itu, tidak ditemukan ujung paruh yang tajam untuk merobek daging. Dari hasil temuan-temuan baru itu, para peneliti berkesimpulan bahwa burung Diatryma tidak memiliki cakar dan termasuk herbivora.

"Diatryma menggunakan paruh untuk memakan daun, buah-buahan dan biji-bijian yang berada di hutan subtropis yang dihuninya," kata David Tucker.

Penelitian ini telah diterbitkan di "Jurnal Paleontologi," menganalisis satu pasang jejak kaki yang ditemukan di Zaman Eosen, sekitar 48,600,000 sampai 55,800,000 tahun lalu.

Rabu, 26 Desember 2012

Mitologi Bahasa Burung di Nordik

Berkas:Sigurd.svg

Dalam mitologi Nordik, kekuatan untuk memahami bahasa burung adalah tanda kebijaksanaan yang besar. Tersebut Dewa Odin memiliki dua burung gagak, yang disebut Hugin dan Munin, yang terbang di seluruh dunia dan menceritakan Odin apa yang terjadi di antara manusia.


Raja Swedia legendaris Dag the Wise begitu bijak sehingga ia bisa memahami apa kata burung. Dia memiliki rumah burung pipit jinak yang terbang di sekitar dan membawa pulang berita kepadanya. Pernah, seorang petani di Reidgotaland membunuh burung pipit tersebut, yang menyebabkan sebuah retribusi yang mengerikan dari Swedia.

Kemampuan ini juga bisa diperoleh dengan mencicipi darah naga. Menurut Peotic Edda dan kisah Völsunga, Sigurd tak sengaja mencicipi darah naga saat memanggang jantung Fafnir. Ini memberinya kemampuan untuk memahami bahasa burung, dan hidupnya terselamatkan saat burung-burung mendiskusikan rencana Regin untuk membunuh Sigurd. Melalui kemampuan yang sama Aslaug, putri Sigurd itu, mengetahui suaminya Ragnar Lodbrok, dengan wanita lain.

Ukiran Ramsund abad ke-11 di Swedia menggambarkan bagaimana Sigurd belajar bahasa burung, dalam Poetic Edda dan kisah Völsunga.
  1. Sigurd duduk telanjang di depan perapian menyiapkan hati naga, dari Fafnir, untuk ayah angkatnya Regin, saudara dari Fafnir. Hati tersebut belum matang, dan Sigurd memegangnya, dia membakar dirinya sendiri dan memasukkan jarinya ke dalam mulutnya. Karena ia sudah mencicipi darah naga, ia mulai mengerti suara burung.
  2. Burung-burung mengatakan bahwa Regin tidak akan menjaga janjinya untuk tetap berdamai dan akan membunuh Sigur, sehingga menyebabkan Sigurd memotong kepala Regin.
  3. Regin tewas disebelah kepalanya sendiri, peralatan tempanya yang digunakan membuat pedang Gram-nya Sigur terjatuh disekitarnya, dan
  4. Kuda Regin dimuati dengan harta naga.
  5. adalah kejadian sebelumnya saat Sigur membunuh Fafnir, dan
  6. memperlihatkan Ótr dari kisah bermula.
Dalam puisi eddic secara tak langsung berkaitan dengan tradisi Sigurd yang bernama Helgakviða Hjörvarðssonar, suatu alasan kenapa seseorang bernama Atli memiliki kemampuan yang tidak bisa dijelaskan. Anak Tuannya Atli, Helgi, akan menikahi yang rupanya bibi dari Sigurd, Valkyrie Sváfa.

Senin, 12 November 2012

Stimfalia

http://www.pxleyes.com/images/contests/chicken-or-egg/fullsize/Ornis-4f3cf0cee3885.jpg

Dalam mitologi Yunani, Burung Stimfalia ( Bahasa Yunani:Στυμφαλίδες ὄρνιθες, Stymphalídes órnithes ) adalah sekawanan burung pemakan manusia dengan paruh dari perunggu dan bulu dari logam. Burung ini adalah hewan peliharaan Ares, dewa perang. Kotoran mereka sangatlah beracun.

Mereka berpindah ke Danau Stimfalia di Arkadia untuk menghindari kawanan serigala. Burung ini berkembang biak dengan cepat dan menghancurkan tanaman dan buah-buahan di daerah tersebut. Menurut beberapa sumber, burung ini juga adalah burung yang menyerang Argonaut.

Mengusir burung tersebut adalah salah satu dari Dua belas tugas Herakles. Herakles menggunakan lonceng perunggu untuk menakuti burung-burung itu dan kemudian menembaki mereka saat burung-burung itu terbang menjauh.

Minggu, 11 November 2012

Feniks


Feniks (bahasa Yunani: ΦοίνικαςPhoínikas, bahasa Latin: Phoenix, bahasa Belanda: Feniks, bahasa Perancis: Phénix) dalam mitologi Mesir adalah sejenis burung api legendaris yang keramat. Burung api ini digambarkan memiliki bulu yang sangat indah berwarna merah dan keemasan.
 
Feniks dikatakan dapat hidup selama 500 atau 1461 tahun. Setelah hidup selama itu, Feniks membakar dirinya sendiri. Setelah itu, dari abunya, munculah burung Feniks muda. Siklus hidup burung Feniks seperti itu (regenerasi), bangkit kembali setelah mati, lalu muncul sebagai sosok yang baru.

Feniks merupakan simbol dari keabadian, lambang dari siklus kehidupan setelah mati, dan simbol dari kebangkitan tubuh setelah mati.Feniks menjadi simbol suci pemujaan terhadap Dewa matahari di Heliopolis, Mesir. Burung Feniks simbol dari "Dewa Matahari - Ra".

Sabtu, 10 November 2012

Avalerion


http://fc03.deviantart.net/fs71/f/2009/348/f/9/Resident_E__Concept__Avalerion_by_warahi.jpg

Alerion atau avalerion adalah salah satu burung mitologis selain burung api . Menurut geografer dan ahli hewan buas abad Pertengahan, wujudnya "agak kecil, namun lebih besar daripada elang" dan hidup di dekat Hydaspes dan Indus, yang kemungkinan berdasarkan deskripsi oleh Plinius.
 
 Hanya dua ekor yang konon masih hidup pada zaman itu. Mereka bertelur dua butir setiap 60 tahun; setelah menetas, induknya menenggelamkan diri. Alerion tampak dalam lambang, seringkali sebagai burung tanpa paruh dengan ceker buntung berbulu atau tanpa kaki sama sekali.

Jumat, 09 November 2012

Griffin

 http://images5.fanpop.com/image/photos/30900000/Griffin-fantasy-30961769-504-397.jpg

Griffin (Yunani: gryphos ; Persia: شیردال; shirdal : “singa-rajawali” ) (disebut juga Gryphon) adalah makhluk legendaris bertubuh singa tetapi bersayap dan berkepala rajawali. Selayaknya singa, makhluk ini menjadi “Raja hewan buas” dan sebagai burung rajawali, ia menjadi “Raja di udara”. Oleh sebab itu, Griffin merupakan penggambaran makhluk yang paling berkuasa atas kedua hal tersebut dan dijuluki sebagai “Raja hewan buas dan penguasa udara”.
 

Di dalam tradisi masyarakat Mesopotamia nama makhluk seperti ini tidak diketahui. Dalam bahasa Akkadian, makhluk bertubuh singa, berkepala dan bersayap rajawali lebih dikenal dengan sebutan kuribu. Kata kuribu berasal dari kata karabu yang biasanya digunakan sebagai formula berkat. 

Dari kata kuribu ini kemudian muncul kata keruv (dalam bahasa Inggris: cherub) yang digunakan di dalam teks-teks Alkitab untuk menunjuk pada makhluk sorgawi yang bersayap. Di dalam tradisi Yunani, makhluk ini digambarkan sebagai makhluk yang cukup berbahaya dan tinggal di gunung-gunung

Kamis, 08 November 2012

Harpi

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlBOMHzFRwBbqneXEVBPq8PVh8TsXCFV67pKJvD2jsG_ne7apv8jaNQtbOB4pb5-hS3w6XfW8GZTsuF28s6MrqMKZU0ZQOBi_nT6VaWJS7MxlnYF7nBwx5zltC83ySvq3rBlvFqdcfgrA/s1600/Lyle_Harpi_FullBody_1a.jpg

Dalam mitologi Yunani, Harpi ( si perenggut ) adalah makhluk legenda yang bersayap , dilukiskan sebagai makhluk berwujud setengah wanita setengah burung yang cantik. Harpi terkenal sebagai si perenggut dalam kisah raja Fineas.Para Harpi adalah saudara dari Iris, putri dari Tifon dan Ekhidna. Ada dua Harpy, yaitu Aillo dan Okipites. Walaupun ada juga pendapat yang mengatakan bahwa ada Harpi ketiga.


Fineas, raja dari Trakhia punya bakat meramal. Dewa Zeus marah karena Fineas membocorkan rahasia terlalu banyak. Akhirnya dia dihukum, diasingkan di sebuah pulau dimana terdapat lemari penuh dengan makanan yang belum pernah dimakannya. Para Harpi selalu datang dan menyambar makanan dari tangan sang raja sebelum ia berhasil memakannya dan mengotori bekas-bekas makanannya. Peristiwa ini terjadi berulang-ulang sampai akhirnya Iason dan para Argonaut datang.

Boreads, putera Boreas Sang angin utara yang juga bisa terbang, berhasil menghalau jauh-jauh para Harpi namun tidak membunuh mereka, sesuai permohonan Iris, yang berjanji bahwa Fineas tidak akan diganggu lagi. Sebagai balasan atas pertolongan mereka, Fineas memberitahu para Argonaut bagaimana cara melewati Symplegades (Argonautica, book II; Ovid XIII, 710; Virgil III, 211, 245). - wikipedia