Tampilkan postingan dengan label Info Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Unik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 November 2013

Dortmund Atsi Ulah Burung Merpati di Stadion



Gudang BurungCerita santai tapi unik datang dari Borussia Dortmund. Belakangan, pihak manajemen klub mulai terganggu dengan ulah sekumpulan burung merpati yang sering nongkrong di bagian atas Signal Iduna Park Stadium atau yang juga dikenal dengan nama Westfalenstadion.


Karenanya, guna menjaga martabat Westfalenstadion yang dikenal dengan harga tiket masuk yang terbilang murah di Eropa dan atmosfir fans yang luar biasa, manajemen Die Borussen berencana memasang “sistem” baru untuk menangkal gangguan burung merpati.

Tak hanya ikut “menyaksikan” aksi Marco Reus dkk di lapangan hijau, kawanan burung merpati juga rajin memberikan “hadiah” berupa kotoran pada para fans Dortmund yang asyik menonton. Kotoran burung merpati pun sempat hinggap di atas stand staf kepelatihan tim. Ulah yang sempat membuat jengkel pelatih Jurgen Klopp yang hilir mudik di pinggir lapangan.

Menurut media lokal setempat seperti yang dikutip Metro, sistem yang dimaksud adalah pemasangan 20 kaca atau cermin yang berbentuk piramida di seluruh bagian Signal Iduna Park. Keduapuluh cermin tersebut bakal memantulkan cahaya atau sinar matahari layaknya bola disko. Tujuannya, guna membuat kawanan burung merpati itu menjauhkan diri dari stadion.

Rencana sistem penangkal burung merpati itu dirancang para ahli dan konstruksi pekerjaannya akan dimulai dalam waktu dekat. Tentunya, Klopp berharap sistem tersebut bakal membuat stadion terbesar di Jerman itu bersih dari kotoran burung merpati. 

Rabu, 27 November 2013

Dampak Kelelahan, Burung Ini Terdampar di Dek Kapal


Gudang Burung Seekor burung hantu terdampar di sebuah tepi dek perahu karena kedinginan sehingga mebuat hewan lucu ini kelelahan. Burung hantu ini lalu diselamatkan dari sebuah danau dingin di Finlandia. Burung hantu jenis elang utara ini ditemukan terdampar di Lake Tuusula, utara Helsinki oleh petualang lokal, Pentti Taskinen.

Melansir Metro, Senin (25/11/2013), burung hantu itu diselamatkan kembali ke darat dan kemudian dikeringkan sebelum bisa terbang ke hutan. Tidak seperti banyak burung hantu lain, burung hantu elang utara ini aktif pada siang hari. Hewan ini juga memakan tikus kecil, mamalia, serta burung lain. Mereka sering ditemukan di Amerika utara, Serbia, dan Skandinavia utara. 

Jumat, 08 November 2013

Menjamurnya Cafe Burung Hantu di Jepang



Gudang BurungJika sebelumnya kafe bernuansa serba kucing begitu populer pada tahun 2011, kini trennya sudah berubah. Bukan lagi kucing, melainkan burung hantu yang sedang digandrungi banyak orang di Jepang.

Seperti dilansir News.com.au, Selasa (5/11), berkembangnya kafe-kefe bertema burung hantu terinspirasi dari para penduduk yang tinggal di unit-unit kecil dan tidak memiliki cukup ruang untuk hewan peliharaannya.

Berniat mendulang sukses seperti kafe kucing, yang telah terbukti populer dan digandrungi penduduk setempat karena menyediakan hewan peliharaan jinak itu untuk diajak bercengkrama. Kafe burung hantu itu pun menawarkan pengalaman makan serupa seperti kafe kucing.

Namun berbeda dengan kucing yang bisa diajak bermain, burung hantu malah tidak bisa disentuh. Sebab burung hantu mudah takut sehingga pelanggan harus menjaga sikap, ketika berada di dekatnya.

Menurut Tokyo Times, kafe burung hantu di Tokyo seperti Fukurou no Mise dan Tori no Iru Cafe yang paling populer di Jepang akhir tahun lalu. Setelah kedua kafe itu, musim panas ini kafe serupa pun menjamur. Begitu banyak kafe bertema burung hantu dibuka.

Saat ini ada kafe burung hantu baru seperti Fukurou Sabou (Owl Teahouse) di Tokyo, Owl Famliy di Osaka, dan Crew yang merupakan kafe burung hantu lain di Osaka.

Meski tak setenar kafe kucing, karena burung hantu tak bisa diajak bercengkrama. Namun kafe tersebut tetap banyak peminatnya. Masih saja ada orang-orang yang ingin memiliki pengalaman makan luar biasa di antara para burung hantu itu.

Untuk mendapatkannya, para pelanggan secara teratur harus antre di kafe burung hantu. Sebab terlalu banyak orang di dalam pada satu waktu, akan menakut-nakuti burung-burung bermata besar itu. Sehingga jumlah pelanggannya harus dibatasi.

Para pelanggan juga harus mematuhi aturan kafe, seperti tidak menyentuh burung hantu kecuali didampingi staf, menggunakan cairan disinfektan pada tangan sebelum dan setelah menyentuh burung hantu serta tidak menggunakan kamera dengan cahaya dan tidak berbicara keras.

Menurut beberapa penggemar kafe burung hantu, pengalaman minum kopi bersama burung hantu sangat menyenangkan. Jika Anda tak berani berada dekat dengan burung-burung bermeta lebar itu, beberapa kafe bahkan menawarkan makanan ringan berbentuk burung hantu. 

Bentuknya mirip dengan burung aslinya, biasanya mereka menyediakan makanan ringan dan minuman yang dibentuk serupa burung hantu. Bahkan alat sajinya pun berbentuk serupa. Reporter dari Rocketnews24 berkunjung ke sana dan menceritakan pengalamannya. Di sana tetap menawarkan panganan khas kafe dengan kisaran harga 1000 Yen (Rp 100-an ribu), namun pengunjung bisa memegang atau mengelus-elus burung hantu. 

Namun tetap ada peraturan untuk pengunjung yakni tidak boleh memaksa si burung hantu karena ada beberapa jenis yang tidak mau disentuh. Memotret diijinkan tapi tanpa kamera flash. Meski burung-burung itu ramah tapi pengunjung harus benar memegangnya dan tidak boleh membuatnya terkejut karena mereka sangat agresif saat merasa terganggu.

Staf di Fukuro no Mise akan siap sedia jika burung-burung itu tiba-tiba berak ketika dipegang. Mereka juga akan mengajarkan bagaimana mengelus burung hantu itu dengan benar. Burung hantu yang berada di sana juga bervariasi mulai dari yang masih kecil hingga dewasa seberat 1,2 kg.

Tak heran, kafe tersebut kini menjadi populer hingga pengunjung harus antri. Sang reporter mengaku hanya disediakan waktu maksimal satu jam berada di dalam karena banyaknya antrian. Jadi jika Anda ke Tokyo bisa mencoba mampir ke sana untuk merasakan jadi Harry Potter bermain dengan Hedwig.

Selasa, 05 November 2013

Kafe Burung Hantu? Layak Dicoba


Gudang BurungKafe bertemakan binatang sudah menjadi bagian dari destinasi wisata yang paling banyak dicari di Jepang. Baru-baru ini, sebuah kafe bertemakan burung hantu juga dibuka di Jepang.


Sebagaimana dilansir kotaku.com, di sini para pengunjung bisa menikmati secangkir minuman hangat atau dingin, sambil mengelus burung hantu yang bertengger di dekat mereka.

Burung hantu yang tinggal di kafe ini punya tubuh yang bersih dan sehat, sehingga para pelanggan tak perlu khawatir tertular penyakit. Saat akhir pekan tiba, kafe burung hantu akan dipenuhi banyak pelanggan.

Tak jarang, mereka yang penasaran dengan kafe ini rela mengantre di luar, demi bisa merasakan pengalaman makan ditemani burung hantu. Apakah Anda tertarik untuk menikmati secangkir kopi nikmat bersama seekor burung hantu yang ramah?

Senin, 04 November 2013

Konferensi Gagak?


Gudang BurungSeorang pria muda memakai pengeras suara, melangkah ke panggung kemudian berkaok-kaok layaknya burung gagak. Beberapa menit kemudian, ratusan burung berdatangan dengan suara kaok -kaok yang hiruk-pikuk sambil berputar-putar di atasnya. 
Burung-burung itu kemudian hinggap di dahan pepohonan, ada pula yang bertengger di atap dalam kerumunan seperti "konferensi para gagak".

Gautam Sapkota yang dikenal dalam bahasa Nepal sebagai "Charidada" atau "kakak burung", kemudian membuat serangkaian suara lain. Para gagak seketika terdiam, sebelum kemudian terbang menghilang ke langit kelabu.

"Saya minta mereka datang, duduk, diam dan kemudian terbang," kata Sapkota, pemuda putus sekolah berumur 30-an itu yang sudah membuat pertunjukkan gagak di sekolah sejak tahun 2005 untuk menghibur siswa dan meningkatkan kesadaran mengenai alam dan pelestarian burung.

Ia mengaku mampu menirukan 251 jenis suara burung dan berharap kemahirannya bisa tercatat dalam buku rekor dunia Guiness. Ia berencana memperluas pesan-pesan percakapannya dan menggabungkannya dengan lagu-lagu Nepal dan suara burung.

"Saya ingin melestarikan kicauan burung yang mungkin sudah hampir punah, dengan merekamnya," katanya.

Menurut data pelestarian, 149 dari 871 jenis burung di Nepal kini terancam kelestariannya.

Meskipun tidak termasuk dalam kelompok yang terancam, gagak semakin cepat menghilang.

Sapkota telah melakukan lebih dari 3.200 pertunjukkan di 66 daerah dari 75 wilayah di Nepal dan menerima pengharhaan dari kelompok pelestari satwa, WWF, atas usahanya tersebut.

Pertunjukkan paling akhir di Ibukota Nepal, Kathmandu itu dilakukan bertepatan dengan penyelenggaraan festival burung gagak dalam ajaran Hindu, yang mengangkat kisah tentang gagak sebagai pembawa pesan dari surga yang menjadi utusan dari Baliraja, dewa kematian.

"Si pembawa pesan membawa isyarat akan hal-hal baik yang akan terjadi atau kejadian buruk yang akan menimpa suatu keluarga," kata Sapkota mengenai gagak.

Namun, selain makna keagamaan, burung gagak dianggap membantu membersihkan lingkungan.

"Burung yang amat penting ini sekarat dengan cepat karena pemakaian racun-racun untuk membunuh serangga dan hewan pengerat yang menjadi makanan mereka," kata Sushila Chatterjee Nepali, kepala Konservasi Burung Nepal.

Sapkota mendapat gagasan menirukan suara burung dari pertunjukkan televisi.

"Sekarang saya paham, mengapa kita harus melestarikan alam dan burung," kata Ashish Uprety, seorang pelajar sosiologi setelah menyaksikan pertunjukkan.

"Baru sekali ini saya menyaksikan gagak sebanyak itu," katanya.

Rabu, 30 Oktober 2013

Video Unik Si Burung Cerda


Gudang BurungVideo seekor burung memancing ikan dengan sepotong roti digemari 1.062.630 orang padahal baru diunggah enam hari lalu di Youtube oleh akun MrBeemBom.

Rekaman berdurasi 2 menit 10 detik itu memperlihatkan si burung melarungkan roti ke atas air. Dengan sabar dia menunggu ikan datang memakan roti itu. Saat ikan berkumpul, dengan sigap dia mematuk tapi usahanya gagal berkali-kali.

Hingga potongan kecil terakhir, sang burung tetap sabar menunggu mangsa. seekor ikan berukuran sedang tergoda untuk memakan umpan. Akhirnya ikan itu terpancing dengan sukses.

Ingin tahu kecerdasan burung memancing ikan? Tonton videonya di 


http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=uBuPiC3ArL8

Selasa, 22 Oktober 2013

Kopi Dari Kotoran Burung Jacu? Pantas DIcoba


Gudang Burung
Di Indonesia kopi luwak sudah terkenal kualitasnya karena dipanen dari kotoran luwak, lain lagi di Brasil, para petani kopi di sana telah menemukan resep yang hampir sama, yaitu kopi yang dipanen dari kotoran burung.
Ketika Henrique Sloper, pendiri kopi organik Camocim, melihat lusinan buah kopi merah dan kuning menghilang oleh Jacu, burung mirip merak yang terancam punah dari hutan hujan Mata-Atlantica, ia tahu bahwa ia menemukan sesuatu yang luar biasa.
"Saya ternganga menyaksikan burung Jacu yang hanya memilih buah kopi yang paling masak, dan membiarkan buah lainnya yang menurut penglihatan manusia buah itu masak," katanya kepada Modern Farmer.
Sloper dengan cepat menyadari bahwa proses seleksi alamiah burung, diet vegetarian dan pencernaan cepat (di mana biji tidak terkontaminasi oleh protein hewani dan asam lambung) akan memiliki efek "luar biasa" pada rasa kopi.
"Tantangan sesungguhnya terletak pada meyakinkan pemetik kopi, mereka perlu berburu kotoran burung," kata Sloper menjelaskan.

Kamis, 17 Oktober 2013

Usir Burung dengan Sinar Laser

Gudang BurungSetiap tahun para petani di Australia menghadapi serangan dari burung-burung pemangsa hasil panen. Namun, seorang petani mangga dari Northern Territory memiliki ide unik untuk menjaga buah-buah mangga yang sudah ranum dari incaran burung gagak.

Petani Han Shiong Siah menggunakan sinar laser yang dipancarkan dari senter ke arah pohon mangga, untuk mengusir burung-burung pengganggu tersebut.
Sebelumnya ia sudah mencoba berbagai metode namun tidak begitu berhasil. Tahun lalu ia kehilangan sepertiga panen mangganya yang habis "disikat" oleh burung-burung gagak.
Menurut Siah, burung-burung itu langsung beterbangan begitu sinar laser mulai mendekat. "Saya mereka beterbangan, berarti mereka tidak akan sempat makan. Jadi ini saya anggap berhasil," katanya.
Siah juga menggunakan bunyi sirene dan senapan angin untuk menjaga hasil panen mangganya. "Dengan sinar laser ini, saya bisa menghemat, dan burung-burung gagak itu mungkin sudah menganggap kawasan ini berbahaya," katanya.
Namun ia tetap menunggu apakah burung-burung tersebut kemudian akan "menyadari" taktik sang petani, dan kembali menemukan cara untuk bisa ikut "memanen" mangga yang sudah ranum.

Kamis, 10 Oktober 2013

Kotoran Puyuh Bisa Jadi Pakan Ikan


Gudang BurungPeternak ikan lele kini bisa menekan biaya pakan ternak mereka hingga sekira 50%. Bila biasanya mereka butuh Rp9.000 untuk membeli 1 kilogram (kg) pakan ikan lele, kini cukup dengan Rp5.000, mereka bisa memberi pakan tinggi protein bagi lele yang dibiakkan. 

Ketua Tim Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKwu) UNS Ir. Suyono menjelaskan, harga pakan ikan yang mahal mengakibatkan usaha budidaya ikan banyak mengalami kerugian. Padahal, di sisi lain, pemerintah sedang menggalakkan program masyarakat gemar makan ikan.

"Itulah yang memunculkan wacana perlu upaya menemukan pakan lele yang murah dan ramah untuk masyarakat," ujar Suyono.

Bersama timnya, Suyono pun merekayasa kotoran burung puyuh untuk dijadikan alternatif pakan ikan lele. Awalnya, peternak burung puyuh ini merasa tertantang untuk memanfaatkan kotoran burung puyuh yang tersedia melimpah untuk dijadikan pakan lele. Selain murah, kata Suyono, kotoran burung puyuh dipilih karena kandungan proteinnya yang tinggi dibandingkan kotoran ayam. 

"Kandungan protein kotoran burung puyuh adalah 21 persen, sedangkan kandungan protein dalam kotoran ayam petelur 11-14 persen," jelasnya.

Suryono mencampur kotoran burung puyuh dengan bulu ayam dan sisa ikan asin. Bulu ayam berfungsi membuat pakan lele dapat mengambang di air. Sisa ikan asin digunakan untuk menambah nafsu makan ikan lele. 

Pembuatan pakan lele dengan pemanfaatan limbah organik tersebut, menurut Suryono menggunakan perbandingan 1:1:1. Satu kg kotoran kering burung puyuh dicampur 1 kg bulu ayam yang telah dipresto dan 1 kg ikan asin.

"Setelah dikeringkan, kemudian digiling menjadi tepung dan dicampur. Baru kemudian diproses menjadi pelet," urai Dosen Fakultas Pertanian UNS itu.

Suryono mengimbuh, bila dijual, pakan lele dari limbah organik dihargai Rp5.000 per kg. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan pakan ikan pada umumnya yang dibanderol Rp8.000-Rp9.000 per kg.

"Tetapi pakan ikan lele hasil ujicoba ini belum dipasarkan. Tetapi hanya sebatas dimanfaatkan oleh UNS sebagai pendampingan peternak ikan lele," tuturnya.

Rabu, 09 Oktober 2013

Alasan Flamingo Angkat 1 Kaki Saat Tidur



Gudang BurungBurung Flamingo merupakan salah satu jenis burung rawa yang terkenal dengan kakinya yang panjang dan bulunya yang merah muda. Salah satu keunikan yang dimiliki oleh burung Flamingo ini adalah, mereka akan tidur dengan satu kaki diangkat. Mengapa Burung Flamingo Tidur Dengan Satu Kaki diangkat?

Seorang ilmuwan dari Universitas Saint Joseph di Philadelphia, Amerika Serikat yang bernama Enter Matthew Anderson, telah melakukan sebuah penelitian di kebun binatang setempat untuk membuka misteri fenomena unik tersebut.

Dari hasil penelitian beliau, ditemukan fakta bahwa semakin panas kondisi di sekitar flamingo, maka akan semakin banyak flamingo yang berdiri dengan kedua kakinya. Sementara jika suhu di sekitar dingin, kebanyakan flamingo akan berdiri dengan satu kaki. 

Dengan demikian bisa ditarik kesimpulan bahwa, Flamingo tidur dengan mengangkat satu kakinya bertujuan untuk menjaga agar tubuhnya tetap hangat, atau untuk mengurangi kehilangan panas tubuh akibat dari suhu yang dingin.


Karena seperti yang kita ketahui, air akan membuat panas cepat menghilang. Sedangkan burung flamingo banyak menghabiskan waktunya berada di air sehingga memerlukan cara untuk menjaga suhu tubuh agar tetap hangat.

Meski masih membutuhkan penelitian yang lebih lanjut, Anderson yakin bahwa alasan mengapa flamingo tidur dengan mengangkat satu kakinya adalah untuk mempertahankan suhu atau thermoregulation

Menurutnya hal ini lebih masuk akal daripada teori sebelumnya yang mengatakan bahwa flamingo tidur dengan satu kaki untuk mengurangi kelelahan otot, sehingga dapat kabur lebih cepat ketika ada predator mendekat. Karena pada kenyataannya flamingo akan lebih cepat terbang ketika kedua kakinya berpijak di permukaan tanah.

Indonesia Miliki Kupu-Kupu 'Bersayap' Burung


Gudang BurungIndonesia memiliki tingkat keanekaragaman jenis kupu-kupu tertinggi kedua di dunia. Hanya berbeda sedikit dari negara Brazil yang mempunyai 3.000 jenis, di Indonesia terdapat 2.500 jenis kupu-kupu. Namun, tingkat endemisitas kupu-kupu Indonesia sangat tinggi, yakni 50% dari jenis yang ada. Artinya, keunikan kupu-kupu di Indonesia melebihi negara lain di dunia.

Di antara keragaman jenis kupu-kupu di Indonesia, terdapat 20 jenis yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Salah satu jenis yang dilindungi tersebut adalah Ornithoptera goliath [Oberthur pada 1888], kupu-kupu dari Indonesia bagian Timur (Kepulauan Seram, Manokwari dan Papua Nugini). 


Secara umum, jenis ini dikenal dengan Goliath Birdwing, disebut sayap burung karena ukuran sayapnya yang besar dan pada saat beristirahat bentuk sayapnya menyerupai sayap seekor burung yang sedang hinggap.

Jenis Ornithoptera goliath sering hinggap di tumbuhan berbunga, seperti soka (Ixora coccine) dan pagoda (Clerodendrum japonicum), untuk menghisap nektar bunganya. Kupu-kupu yang biasa terbang tinggi ini memiliki enam subspesies, yaitu: 

Ornithoptera goliath atlas   [Rothschild, 1908] 

Ornithoptera goliath procus   [Rothschild, 1914] 

Ornithoptera goliath samson   [Niepelt, 1913] 

Ornithoptera goliath sorongensis   [Morita & Sugiyama, 1998] 

Ornithoptera goliath supremus   [Röber, 1896] 

Ornithoptera goliath ukihidei   [Hanafusa, 1994]

Kupu-kupu yang memiliki rentangan sayap 18-23 cm ini, merupakan jenis dengan ukuran terbesar kedua di dunia setelah Queen Alexandra’s Birdwing (Ornithoptera alexandrae) yang hidup di Papua Nugini. Seperti jenis kupu-kupu pada umumnya yang sexual dimorphism (penampilan luar/ morfologi jantan dan betinanya berbeda).


Ornithoptera goliath jantan memiliki warna sayap yang lebih cerah dibandingkan dengan betina. Dengan dominasi warna hijau kekuningan dan hitam, individu jantan mencoba menarik perhatian betina untuk menjadi pasangannya. Sedangkan, pada individu betina warna yang mendominasi hanya putih dan cokelat dengan corak menyerupai batik. 

Selain kombinasi warna sayap, ukuran tubuh individu jantan dan betina pun berbeda. Kupu-kupu betina biasanya memiliki ukuran yang lebih besar dikarenakan harus menyimpan banyak cadangan energi. Energi tersebut digunakan untuk terbang jauh dan meletakkan telur di tanaman inang. 

Masing-masing jenis kupu-kupu memiliki tanaman inang yang berbeda dengan jenis lainnya. Ornithoptera goliath sering dijumpai di tumbuhan sirih hutan (Aristolochia spp.), yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai pakan larvanya setelah menetas dari telur.

Senin, 07 Oktober 2013

Diduga Lepas dari Petshop, Nuri Menyetir Kendaraan di Inggris


Gudang BurungSeekor burung nuri yang lapar dan haus berhasil diselamatkan oleh dua orang petani di daerah Sufflok, Inggris. Burung itu berhasil diselamatkan setelah mereka melihat burung nuri tersebut menyetir kendaraan ladang selama 20 menit dan berhasil kembali ke tempat asal kendaraan itu.

Penemu burung nuri yang memiliki kepercayaan diri dan juga intelengensi tinggi ini adalah Mark Wells dan Andrew Barber. Mereka berdua bekerja di perkebunan George E & Sons di daerah Burry, St Edmuns.

Saat melihat kejadian ini, mereka langsung berhenti bekerja untuk menangkap burung ajaib tersebut. Mereka percaya, burung eksotis ini lepas dari Pet Shop. Keduanya pun tidak ingin memiliki burung ini dan berencana mengembalikan ke pemiliknya.

Bagi mereka berdua merupakan hal yang langka dapat melihat kejadian tersebut, di mana burung bisa menyetir selama 20 menit.

"Sangat aneh menemukan burung macam ini di perkebunan Inggris. Tetapi bisa melihat burung menyetir itu sangat gila," ungkap Wells, dilansir Metro, Minggu (25/8/2013).

Bahkan, istri Wells hingga saat ini masih belum bisa menyembunyikan ketakjubannya pada burung yang mereka beri nama Rio ini. 

Kamis, 03 Oktober 2013

Danau Kematian? Fakta atau Mitos?


Gudang BurungSebuah danau di Tanzania dilaporkan bisa membunuh sekaligus mengubah hewan menjadi patung. Danau yang memiliki nama Danau Natron tersebut memiliki senyawa kimia berbahaya yang dapat mengubah apapun yang tercebur ke dalamnya menjadi kapur.

Selain memiliki suhu hingga 60 derajat celcius, Danau Natron juga memiliki kumpulan senyawa kimia bernama natron. Oleh sebab itulah danau ini dinamakan Danau Natron. Demikian seperti dilansir dari Softpedia, Jumat (4/10/2013).

Senyawa kimia bernama natron ini terkumpul di danau secara alami dan tercampur dengan sodium karbonat dalam jumlah banyak serta sedikit sodium biokarbonat. Campuran senyawa inilah yang menyebabkan benda apapun yang tercelup di air danau dalam waktu yang cukup lama akan mati dan berubah menjadi kapur.

Foto di atas adalah karya fotografer Nick Brandt yang berhasil mengabadikan kematian seeokor burung Flamingo di Danau Natron. Flamingo itu cukup beruntung, pasalnya banyak bangkai burung lain yang mati dalam keadaan yang mengenaskan.

Selasa, 01 Oktober 2013

Berkomunikasi dengan Bahasa Burung? Inilah Penduduk Desa Kuskoy


Gudang BurungJauh sebelum orang-orang di Kuskoy, sebuah desa kecil di Turki, memiliki listrik, mereka menemukan cara sederhana yang brilian untuk berkomunikasi dari jarak jauh, yakni dengan bersiul.
Orang Kuskoy menyebutnya "bahasa burung" atau kus dili. Istilah ini membuat desa Kuskoy disebut sebagai Desa burung. Cara berkomunikasi yang unik ini diciptakan lebih dari 400 tahun yang lalu. Dahulu, penduduk setempat harus melewati medan tidak beraturan yang membuat perjalanan mereka menjadi sangat sulit. Penduduk desa pun terpikir untuk membuat komunikasi jarak jauh menjadi lebih mudah.

Terinspirasi oleh nyanyian para burung yang terbang di atas pegunungan, penduduk desa pun mulai mencoba untuk menyiulkan suku kata dari bahasa Turki. Cara berkomunikasi semacam ini terbukti jauh lebih efektif dan lebih menghemat energi daripada mereka harus berteriak atau berjalan menghampiri orang yang ingin mereka ajak bicara.

Kini, penduduk desa dapat melakukan percakapan panjang antara satu sama lain hanya dengan bersiul. Sejak tahun 1986, ketika akhirnya desa Kuskoy mendapat listrik, masing-masing penduduk telah menjadi sangat dekat antara satu dengan lainnya. Namun, para anak muda satu per satu mulai meninggalkan desa itu untuk mencari kerja di perkotaan yang dianggap lebih maju.

Sekarang karena sebagian penduduk sudah memiliki ponsel, bahasa burung mulai ditinggalkan dan hampir punah. Kuskoy yang terletak di distrik Canakci kini dikepalai oleh Mehmet Fatih Kara yang percaya bahwa bahasa burung harus tetap dilestarikan dan harus membuatnya menjadi lebih populer di kalangan anak muda.

Sebagaimana dilansir Odditycentral, sekitar 2.000 orang ikut ambil bagian dalam festival Kuskoy setiap tahun. Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir, para tetua desa merasa kecewa karena penduduk muda tampaknya lebih tertarik untuk menari dan bermain musik ketimbang menggunakan bahasa burung Kuskoy.

Senin, 23 September 2013

Pencemaran Lingkungan dapat Pengaruhi Kicauan Burung


Gudang Burung Nyanyian burung ternyata bisa berubah akibat pencemaran lingkungan. Hasil penelitian tim pakar burung Laboratorium Ornitologi Universitas Cornell di Amerika Serikat mengungkap terjadinya inkonsistensi nyanyian burung yang dipicu kontaminan di sedimen Sungai Hudson di Negara Bagian New York.

Pemimpin penelitian, Sara DeLeon, bekerja sama dengan Timothy DeVoogd dan André Dhondt mempelajari populasi burung penyanyi chickadees hitam (Poecile atricapillus) dan pipit lagu (Melospiza melodia) yang bersarang di sepanjang lembah Sungai Hudson. 


Daerah ini selama beberapa dasawarsa tercemar limbah PCB dari industri manufaktur elektronik di hulu sungai. PCB alias polychlorinated biphenylsadalah polutan kimia sintetis yang bisa memicu efek beracun dan mengganggu perkembangan pada manusia dan satwa liar.

DeLeon mengatakan, burung penyanyi memberi makan anak mereka dengan serangga dari sedimen sungai. Padahal serangga yang digunakan sebagai sumber makanan utama itu telah terkontaminasi PCB. Beberapa burung terus memakan serangga tercemar sepanjang hidupnya, sehingga meningkatkan konsumsi PCB dalam tubuhnya.

Untuk mengetahui dampak kontaminan terhadap perubahan nyanyian burung, DeLeon dan rekan-rekannya mengamati dan merekam nyanyian kedua populasi burung. Mereka juga mengukur kadar dan mengidentifikasi varian PCB di sepanjang sungai. Total ada 209 varian limbah PCB yang dibedakan berdasarkan posisi dan jumlah atom klorin. DeLeon menguji 41 variasi ini untuk mengisolasi efeknya terhadap perubahan nyanyian burung.

Hasilnya, kadar PCB dalam darah burung chickadees hitam dan pipit lagu selaras dengan daerah yang tercemar. Semakin tercemar daerah tempat tinggal burung, semakin tinggi kadar PCB dalam darah mereka. Secara umum, burung pipit lagu lebih banyak tercemar PCB berkadar klorin rendah, sedangkan chickadees hitam terpapar PCB berkadar klorin tinggi.

"Chickadees hitam menunjukkan variasi nyanyian yang lebih beragam. Ada perubahan rasio 'glissando' pada nada pertama nyanyian mereka yang berisi dua nada, yaitu 'fee-bee, fee-bee'," ujar DeLeon. Burung pipit lagu, yang nyanyiannya lebih lama, juga menunjukkan perubahan getaran suara yang diduga akibat terpapar jenis molekul PCB yang kurang beracun.

DeLeon mengatakan, di daerah yang terpolusi PCB, sinyal identitas spesifik dalam nyanyian chickadee hitam menjadi lebih bervariasi secara signifikan. Variasi getaran suara dalam nyanyian burung pipit lagu di daerah tercemar PCB juga menjadi bermacam-macam.

"PCB dapat mempengaruhi produksi lagu, sebuah komponen penting dalam komunikasi di dunia burung," ujar DeLeon, seperti dikutip Guardian dan Sciencedaily, Senin, 23 September 2013. Perubahan kualitas nyanyian dua populasi burung itu juga sekaligus menjadi indikator efek beracun PCB terhadap lingkungan di sepanjang Sungai Hudson.

André Dhondt, direktur Bird Population Studies di Laboratorium Ornithologi Universitas Cornell, menambahkan dampak PCB terhadap organisme terbilang sangat rumit. Penelitian ini tidak melihat pengaruh PCB jenis tertentu terhadap perubahan nyanyian burung, tetapi hanya mengukur tingkat pencemaran PCB secara keseluruhan. "Tapi penelitian ini mengkonfirmasi pengaruh polutan terhadap komunitas burung," kata dia. Tim mendalami penelitian untuk mengisolasi jenis PCB yang bisa mempengaruhi nyanyian burung.

Spesialis ekosistem muara Hudson dari New York Sea Grant, Nordica Holochuck, mengatakan penelitian ini sangat menarik bagi para pemangku kepentingan di lembah Hudson. "Limbah PCB yang tidak mematikan pun ternyata berdampak terhadap organisme," ujarnya.

DeLeon mengatakan, para ilmuwan harus selalu memperhitungkan keberadaan kontaminan setiap meneliti organisme yang hidup di lingkungan yang tercemar. Sebab, kontaminan alias polutan selalu bertahan lama dan meluas di lingkungan. "Kita harus mengetahui bagaimana perubahan lingkungan mempengaruhi organisme," ujarnya. Penelitian berjudul The Effect of Polychlorinated Biphenyls on the Song of Two Passerine Species ini diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE. 

Jumat, 20 September 2013

Rusaknya Lampu LaLin Karena Kotoran Burung


Gudang BurungWarga Kota Shiojiri dan Matsumoto di Jepang harus dipusingkan dengan matinya lampu lalu lintas pada Rabu, 28 Agustus silam. Polisi juga dibuat kewalahan untuk mengatur para pengendara agar kemacetan bisa diurai. Rupanya, penyebab matinya lampu lalu lintas adalah penumpukan kotoran burung merpati di salah satu rangkaian.

“Menurut Chubu Electric Power Company cabang Nagano, sejumlah burung telah buang air besar di isolator di Gardu Idegawa di Matsumoto,” tulis laman Japan Today, Senin, 2 September 2013. Tumpukan kotoran ini begitu besar sehingga menetes di isolator gardu yang akhirnya menyebabkan korsleting listrik.

Sejak pukul 09.35 waktu setempat hingga sekitar pukul 10, polisi lalu lintas turun tangan mengatur persimpangan di jalan-jalan utama. Untungnya, tidak ada kerusakan atau kecelakaan akibat dari pemadaman sinyal ini. “Sejauh ini belum pernah ada insiden pemadaman listrik karena kotoran burung,” ujar juru bicara Chubu Electric.

Kini mereka tengah menyiapkan kabel baru yang lebih kuat, terutama dari “ancaman” kotoran burung. Selama ini, mitos yang berkembang di masyarakat menyatakan, kejatuhan kotoran burung bisa memberikan keberuntungan. Namun tampaknya mitos ini sudah terpatahkan sekarang.

Kamis, 19 September 2013

Telur Ayam Menetas Jadi Anak Burung


Gudang Burung Seekor burung langka baru-baru ini menetas dari telur ayam. Menariknya, bayi burung itu tampak dalam kondisi baik. Ya, ini merupakan bagian dari percobaan yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Central Veterinary Research Laboratory di Dubai, Uni Emirat Arab.

Dilansir Softpedia, Jumat (30/8/2013), hal ini dimaksudkan untuk membantu para peneliti dalam upaya penyelamatan spesies unggas yang terancam punah. Adapun teknologi yang digunakan dengan cara pengembangan silang, termasuk menetaskan burung dari telur spesies lain.

Sebagai bagian dari percobaan ini, peneliti menciptakan embrio burung puyuh jenis houbara yang ditransfer ke dalam telur ayam. Sebelum proses itu berlangsung, kuning telur terlebih dahulu dikeluarkan dari dalam cangkang, sementara putih telurnya tetap dibiarkan.

Rupanya, putih telur tersebut berfungsi untuk memberikan nutrisi bagi calon embrio yang disuntikkan ke dalam telur. Hasilnya, embrio puyuh houbara dapat berkembang dengan baik dan menetas normal.

Dengan demikian, materi genetik yang ada pada telur ayam dapat digunakan dengan sempurna untuk calon embrio burung. Para peneliti mengatakan, keberhasilan penelitian ini membuktikan jika telur ayam bisa berfungsi sebagai pengganti telur induknya untuk berkembangbiak.

Ke depan, mereka berharap penemuan ini dapat menjadi pilihan bagi konservasionis sebagai cara melindungi populasi burung di dunia.

Rabu, 18 September 2013

Perilaku Sosial Burung Yang ''Pemalu''


Gudang BurungBurung jantan yang menunjukkan perilaku sosial 'pemalu' tampak senang bergabung dengan kawanan burung sejenisnya. Studi baru menemukan, burung 'pemalu' memiliki perilaku sosial lebih sedikit ketimbang burung jantan yang berani.

Dilansir Eurekalert, Rabu (18/9/2013), penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Oxford University dan Australian National University. Ilmuwan menggunakan metode analisis jaringan sosial untuk mengamati perilaku individu hewan satu sama lain. 

Metode jaringan sosial ini semacam 'Facebook' burung, yang digunakan untuk mengetahui cara interaksi sosial yang terjadi di populasi burung jenis Great Tit (Parus major). Studi di Wytham Woods, dekat Oxford (Inggris) juga menemukan burung jantan dan betina tidak berinteraksi dengan banyak individu burung yang lebih berani (bukan pemalu).

Studi juga menemukan bahwa burung jantan dan betina pemalu cenderung memiliki hubungan yang lebih stabil ketimbang burung pemberani lainnya. Burung pemalu lebih sering terlihat berinteraksi dengan burung yang sama dari waktu ke waktu.

Laporan ini dipublikasikan dalam jurnal Ecology Letters pekan ini.


"Tujuan kami dalam proyek ini adalah untuk memahami mengapa individu burung berbeda dalam perilaku sosial mereka," tutur Professor Ben Sheldon, Director Edward Grey Institute di Oxford University.

Ben mengatakan, di populasi alam liar, burung bergantung pada banyak cara terkait bagaimana individu burung berinteraksi satu sama lain.


"Telah ada banyak pekerjaan penelitian yang menggambarkan berbagai kepribadian individu (hewan)," tutur Lucy Aplin, peneliti DPhil dengan Oxford University serta ANU Research School of Biology.

"Mengukur jaringan sosial, kami bisa melihat bahwa burung pemberani cenderung untuk melompat antara kawanan mencari makan dan memiliki keterlibatan mencari makan jangka pendek. Sementara burung pemalu cenderung mempertahankan hubungan pencarian makanan untuk waktu yang lama," jelas Aplin.

Selasa, 17 September 2013

Menggunakan Bau Untuk Mencari Pasangan


Gudang Burung Kebanyakan burung diketahui memilih pasangan dengan komunikasi antarburung dan dengan keindahan warna bulu calon pasangannya. Namun, para ilmuwan di Michigan State University mengatakan, burung menemukan pasangan berdasarkan baunya. 

Ketua penelitian, Danielle Whittaker, mengatakan burung bisa mendeteksi tingkat kesuburan si calon pasangan melalui bau itu. Aroma ini dihasilkan oleh kelenjar preen (kelenjar untuk bersolek) yang terletak pada ekor burung. 


Burung akan menggunakan paruh mereka untuk mengekstrak minyak kelenjar preen. Kemudian, burung akan mengoleskan minyak itu pada bulu dan kaki mereka. Kelenjar preen digunakan oleh burung sebagai penguat sayap.

"Studi ini menunjukkan hubungan yang kuat tentang cara burung menggunakan bau mereka pada musim kawin untuk mencari pasangan. Burung jantan yang berbau sangat laki-laki dan burung betina yang sangat bau perempuan, tingkat keberhasilan perkawinannya akan sangat tinggi," Whittaker menjelaskan, Rabu, 4 September 2013.

Peneliti juga menemukan bahwa bau burung bisa jadi informasi tentang kesehatan dan kadar hormon seekor burung. Kuatnya bau pada burung jantan juga jadi pertimbangan burung betina dalam memilih calon pasangannya, begitu pun sebaliknya.

Senin, 16 September 2013

Burung Lebih Cepat Respon Lungkungan


Gudang BurungIlmuwan mengatakan bahwa burung kecil dan serangga bisa merespon serta melihat informasi ketimbang hewan yang lebih besar. Ini menandakan burung bisa bereaksi lebih cepat dengan cara kabur ketika ada serangan dari predator yang lebih besar.

Dilansir BBC, Senin (16/9/2013), studi menunjukkan, burung seolah memiliki kemampuan slow-motionsaat ada predator yang hendak menyerang burung. Ilmuwan dalam studinya mengungkapkan, burung kecil dan serangga bisa melihat lebih banyak informasi dalam satu detik dibandingkan hewan besar seperti gajah.

"Kemampuan untuk melihat waktu pada skala yang sangat kecil mungkin menjadi perbedaan antara hidup dan mati bagi organisme yang bergerak cepat seperti predator dan mangsa mereka," ungkap Kevin Healy di Trinity College Dublin (TCD), Irlandia.

Ilmuwan juga meneliti makhluk hidup, seperti manusia yang memiliki kemampuan memahami informasi visual lebih cepat apabila terlatih, misalnya atlet olahraga. Atlet olahraga seperti penjaga gawang yang berpengalaman bisa lebih cepat membaca gerakan lawan serta bola. 

Menurut Andrew Jackson, peneliti TCD, kecepatan menangkap informasi visual juga dipengaruhi dengan usia. "Orang yang lebih muda bisa bereaksi lebih cepat ketimbang orang tua dan kemampuan ini akan menurun dengan bertambahnya usia," tutur peneliti. 

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Animal Behaviour. Tim melihat variasi pengamatan di berbagai hewan. Ilmuwan mengumpulkan data dari tim lainnya yang menggunakan teknik yang dinamakan 'critical flicker fusion frequency', yang mengukur kecepatan mata dalam memproses cahaya.