Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Oktober 2013

Ribuan Burung Penuhi Langit Kota Yongkang

Gudang BurungRibuan burung memenuhi langit Kota Yongkang, China, beberapa hari lalu. Ini merupakan migrasi besar-besaran burung berbeda spesies dari utara China menuju habitat yang lebih hangat di selatan.

Ribuan burung itu pun nampak hinggap di sejumlah atap bangunan tinggi Kota Yongkang. Namun, Kepala Administrasi Perhutanan China, Ying Shengchao mengungkapkan, sejatinya burung-burung tersebut lebih menyukai tempat yang rindang dan sedikit kebisingan.


Migrasi itu, lanjut Shengchao, menjadi tanda adanya peningkatan perbaikan lingkungan dan ekologi di wilayah yang disinggahi burung-burung tersebut, termasuk Kota Yongkang. Pihak pemerintah China juga meminta masyarakat untuk mendukung migrasi dengan melindungi lingkungan dan mengurangi gangguan migrasi burung-burung itu.

Kamis, 17 Oktober 2013

Tembus Pasar ASEAN Setelah Nyaris Bangkrut


Gudang Burung Nyaris gulung tikar akibat dari maraknya unggas khusus jenis burung kicau akibat flu burung yang melanda Indonesia maupun dunia internasional, kini pengrajin sangkar burung kicau di Dusun Botokan, Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali bergairah untuk memproduksi sangkar burung jenis kicau.

Di Dusun Botokan ini hampir separuh penduduknya yang berjumlah sekitar 200 kepala keluarga menggantungkan hidupnya dari produksi sangkar burung kicau. Dari sekitar 200 kepala keluarga itu mereka bekerja secara berkelompok antara 5 hingga 10 orang dalam satu kelompok pengrajin sangkar burung kicau.

Meski sudah berupaya untuk menggenjot produksi sangkar burung, dengan asumsi setiap pengrajin dalam dua hari dapat menyelesaikan satu sangkar burung belum termasuk prosesfinishing-nya, kelompok pengrajin sangkar burung ini belum mampu untuk memenuhi permintaan dari pemesan.

“Kita bahkan sering mendapatkan titipan uang terlebih dahulu dari pembeli meski sangkar burung yang dipesannya belum jadi,” kata Sugito, salah seorang pengrajin sangkar burung kicau di Dusun Botokan, Desa Argodadi, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY, Selasa, 12 Maret 2013

Sugito menceritakan, kerajinan sangkar burung kicau ini merupakan warisan turun-temurunan dari nenek moyang yang tinggal di Dusun Botokan dan diteruskan oleh keturunannya. Sehingga banyak masyarakat di Dusun Botokan ini tidak perlu lagi belajar jauh-jauh untuk merangkai sebuah sangkar burung kicau.

“Kerajinan sangkar burung kicau ini merupakan warisan dari nenek moyang sehingga tidak perlu jauh-jauh untuk belajar membuat sebuah sangkar burung kicau,” tandasnya

Sebelum tahun 1990, kata Sugito, bahan baku yang digunakan oleh para perajin sangkat burung kicau berasal dari rotan, namun karena bahan baku rotan semakin sulit didapatkan dan harganya juga mulai tidak terjangkau lagi oleh pengrajin, maka setelah tahun 1990-an, bahan baku yang digunakan untuk membuat sangkar burung kicau beralih ke bambu.

“Bahan baku bambu mudah diperoleh di sekitar kampung dan harganya relatif murah dan lebih tahan lama dibandingkan dengan bahan baku dari rotan,” paparnya

Ayah dari 3 anak ini mengaku pasar dari sangkar burung yang dipesan oleh pembeli tidak saja dikota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya dan kota-kota besar di luar Jawa, namun demikian ada juga pesanan sangkar burung kicau ini yang dijual hingga Negara Thailand.

“Untuk harga sangkar burung kicau yang standar berkisar antara Rp50.000 hingga Rp250.000, namun demikian untuk sangkar burung kicau yang istimewa atau dilengkapi dengan hiasan pada sangkar burungnya, harganya bisa mencapai R p.500.000,” tandasnya

Anggraito salah seorang pengrajin sangkar burung yang lainnya mengatakan, agar sangkar burung bertahan lama, maka bahan utama yaitu bambu terlebih dahulu dipotong-potong sesuai dengan ukuran dan kebutuhan. Selanjutnya bambu yang telah dipotong dibelah dan direndam dalam air dalam beberapa hari. 

Setelah itu, belahan bambu yang direndam dalam air diangkat dan dikeringkan. Selanjutnya belahan bambu itu diproses atau dibuat menjadi batangan bambu dengan ukuran sebesar lidi untuk pembuatan jeruji sangkar dan juga sebagian bahan bambu dibuat untuk kerangka sangkar burung kicau.

“Untuk membuat satu sangkar burung jadi belum termasuk proses finishing dibutuhkan waktu 2 hari,” katanya

Sedangkan untuk sangkar burung kicau yang istimewa dengan berbagai aksesoris dan pengecatan yang rumit, maka untuk membuat 2 hingga 3 sangkar burung kicau istimewa dibutuhkan waktu hingga 15 hari.

“Karena pengerjaannya sangat rumit dan butuh kesabaran maka waktu yang dibutuhkan cukup lama, bisa sampai setengah bulan untuk 2 hingga 3 sangkar burungkicau,” tandasnya

Lebih lanjut Anggraito mengatakan, masyarakat di dusun Botokan ini tetap mempertahakan kerajinan pembuatan sangkar burung ini dengan cara tradisional dan bukannya menggunakan alat pabrikan. Masyarakat lebih percaya dengan alat tradisional ini akan menjaga kualitas dari sangkar yang dihasilkan dan tidak terlalu membutuhkan biaya yang mahal untuk membeli mesin.

“Kualitas sangkar burung akan ditentukan oleh kesabaran dan keuletan serta kreatifitas dari masing-masing pengrajin,” kata dia.

Senin, 14 Oktober 2013

Taman Burung di Jakarta Barat


Gudang Burung Koleksi burung yang ada di sini merupakan yang terlengkap di Indonesia, terdiri atas 312 jenis dengan jumlah mencapai ribuan ekor, baik yang berasal dari Indonesia Bagian Barat maupun Indonesia Bagian Timur, di samping sebagian dari mancanegara.

Minggu, 01 September 2013

5 Burung Nasional Paling Cantik



Gudang BurungDisini tersedia gambar burung dimana burung-burung ini adalah burung nasional tercantik di dunia. Setiap negara pasti mempunyai burung khasnya masing-masing oleh sebab itu disini kami sediakan 10 gambar burung nasional yang paling cantik walaupun masih banyak lagi burung-burung yang mungkin lebih cantik lagi.

Tiap negara mempunyai burung atau hewan dengan ciri khasnya masing-masing tentunya ini taklepas dari salah satu faktor yaitu iklim dan geografis dimana burung itu tinggal.

Nah inilah ke 5 gambar burung nasional paling cantik di dunia tersebut:

1. Burung Baltimore OrioleMaryland, USA

2. Brung Blue Jay, Canada


3. Burung Cardinal Bird, USA


4. Burung Crimson Sunbird, Singapore


5. Burung East African Crowned Crane, Uganda

Rabu, 28 Agustus 2013

Bentrok Hanya Dipicu Kotoran Burung, 6 Orang Tersangka


Sebanyak enam orang dari kelompok warga dan kelompok sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) kedaerahan yang terlibat bentrokan yang dipicu kotoran burung di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (25/8) kemarin, ditetapkan pihak kepolisian sebagai tersangka.
Para tersangka hingga saat ini masih diperiksa secara intensif.
"Sudah ada yang diamankan," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Mulyadi Kaharni yang ditemui wartawan di Polres Jakarta Timur, Selasa (27/8).
Gudang BurungMulyadi mengungkapkan, seorang tersangka yang turut diperiksa merupakan pelaku pemukulan terhadap Surhayadi (40), korban meninggal dunia dalam bentrokan tersebut. Korban yang diketahui merupakan anggota ormas kedaerahan ini meninggal dunia pada Senin (25/6), setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Harum, Duren Sawit, karena menderita luka parah di bagian belakang kepalanya.

"Mereka disangkakan pasal 160 tentang penghasutan dan Pasal 170 juncto 351 tentang penganiayaan yang menyebakan tewasnya orang lain," kata Mulyadi.
Secara terpisah Kasubag Humas Polres Jakarta Timur, Kompol Didik Haryadi mengatakan, keenam orang yang ditetapkan tersangka terdiri dari empat orang anggota ormas, yakni Asadari, Moch Jayadi, Asmul Darins, dan Jadi Mulya Kurniawan. Sementara dua tersangka lainnya berasal dari pihak warga, yakni Asep dan Agus.
"Ormas dan warga yang terlibat betrok ini saling melaporkan. Dari pihak ormas, yang melaporkan bernama Jayadi, sementara dari pihak warga yang melaporkan bernama Agus. Kedua orang ini kami amankan," kata Didik.
Diberitakan, bentrokan antara warga dan kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas) kedaerahan terjadi Jalan Taba RT 05/16 Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (25/8). Bentrokan yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB ini diduga dipicu percekcokan antara paman dan keponakan karena kotoran burung dara milik sang paman.
"Permasalahan sepele hanya karena kotoran burung yang mengotori halaman rumah tetangganya. Kedua kelompok yang bertikai juga masih bersaudara," kata Mulyadi.

Selasa, 20 Agustus 2013

Burung Nuri Tertinggal di Pesawat


Gudang Burung  - Jaket, buku, atau ponsel mungkin adalah barang-barang yang paling sering tertinggal di pesawat. Tapi bagaimana kalau yang tertinggal adalah burung nuri, kaki palsu, atau gaun pengantin?
Situs pencarian Skyscanner melakukan survei tentang benda-benda paling aneh yang ketinggalan di 
pesawat. Survei ini dilakukan terhadap 700 awak kabin internasional di lebih dari 83 negara yang punya pengalaman menemukan benda-benda aneh tersebut.

Beberapa di antaranya adalah hewan peliharaan seperti burung elang, katak, kura-kura, serta seekor burung nuri. Ada pula gigi palsu, pakaian dalam, bola mata dari kaca, juga sebuah kaki palsu.

"Kalau ketinggalan buku, pena atau kaca mata itu sudah biasa. Tapi menemukan benda-benda aneh nan ajaib yang tertingal pastinya menjadi hiburan tersendiri bagi para awak kabin," tutur Manajer Pengembangan Pasar Skyscanner untuk Indonesia, Tika Larasati dalam rilis yang diterima detikTravel, Selasa (20/8/2013).

Hampir seperempat (24%) awak kabin mengatakan, mereka pernah menemukan paspor di pesawat. Angka tersebut lebih besar dibanding telepon genggam (23%) dan buku (21%).

Berikut benda-benda aneh yang ditemukan awak kabin di pesawat:

1. Burung nuri
2. Bola mata dari kaca
3. Kaki palsu
4. Sekantong pasir
5. Selop kayu
6. Ikan kering
7. Sepatu
8. Gaun pengantin
9. Sekantung berlian
10. Sekantung bawang putih
11. Rambut palsu
12. Borgol
13. Alat musik double bass
14. Sebutir telur (tanpa kemasan)
15. Katak
16. Pakaian dalam
17. Ajakan tertulis untuk menikah

Sabtu, 27 Juli 2013

Taring Beracun Sang Burung Dinosaurus


Gudang BurungTim peneliti dari China dan AS menemukan sisa racun pada raptor atau burung pemangsa zaman dinosaurus yang pernah hidup di China sekira 128 juta tahun lalu. 

Spesies yang diberi nama dromaeosaur atau sinornithosaurus tersebut kemungkinan besar mendiami hutan pra sejarah di bagian timur China. Pada masa itu, hutan tersebut dihuni oleh beragam hewan primitif. 

"Spesies ini merupakan burung beracun yang bisa memangsa segala. Perawakannya kurang lebih bisa digambarkan seperti kalkun besar," kata profesor Larry Martin dari Natural History Museum and Biodiversity Institute, seperti dikutip dari TG Daily, Selasa.

"Spesies ini termasuk predator burung dan hewan dinosaurus lain yang berukuran lebih kecil dari tubuhnya. Dia memiliki bulu cukup banyak dan masih keturunan dekat burung dinosaurus bersayap empat Microraptor," tambahnya.

Menurut Martin, racun pada taring digunakan untuk melumpuhkan lawan dengan cepat, sehingga mangsa tidak punya kesempatan untuk mempertahankan dan melarikan diri.

Kamis, 25 Juli 2013

Penklaiman Otak Burung Seperti Otak Manusia Oleh Para Ilmuwan

Gudang BurungSelama ini hewan primata dianggap sebagai kerabat terdekat spesies manusia. Namun temuan terbaru para peneliti berkata lain. Dilansir dari Softpedia (19/7), sebuah tim peneliti asal Imperial College London mengklaim bahwa manusia tidak jauh berbeda dengan burung.

Melalui sebuah artikel yang diterbitkan di jurnal berjudul Frontiers in Computational Neuroscience, para peneliti tersebut menjelaskan bahwa otak burung mirip seperti otak manusia.
Lebih tepatnya pada area otak yang bertanggung jawab atas tingkat kognisi, yakni memori jangka panjang dan pemecahan masalah, terhubung ke daerah lain dari otak dengan cara yang sama pada manusia dan burung.
Oleh karena itu selama ini terdapat banyak dokumentasi yang menunjukkan bahwa beberapa burung digunakan sebagai alat untuk membantu manusia, seperti menyampaikan pesan.
Profesor Murray Shanahan menekankan, "Burung telah terbukti sangat cerdas dalam cara yang mirip dengan mamalia seperti manusia dan monyet".

Selasa, 23 Juli 2013

Lebih Dari 500 Burung Selunduoan Masuk Bali


Gudang BurungPenyelundupan satwa langka terutama jenis burung ke Pulau Bali kian marak. Setiap tahun, tercatat 500 ekor burung dimasukkan secara ilegal.

Demikian hasil monitoring ProFauna Indonesia di pasar burung di Jawa, Sumatera dan Bali. "Perdagangan burung langka hasil selundupan dengan jumlah tinggi ditemukan di Pasar Burung Satria, Denpasar," kata Koordinator ProFauna Bali Wayan Wiradnyana di Denpasar, Kamis.

Wiradnyana mengungkapkan, jenis burung yang paling rentan diselundupkan adalah Nuri dan Kakatua, seperti Kakatua Besar Jambul Kuning (Cacatua Galerita), Nuri Kepala Hitam (Lorius Lory), Nuri Bayan (Eclectus Roratus). Satwa itu sebagian besar berasal dari Pulau Halmahera, Maluku Utara.

Sebagai buktinya, belum lama ini aparat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bekerja sama dengan ProFauna Indonesia menangkap anggota sindikatnya. Hasilnya, petugas berhasil menyita burung Nuri Bayan dan pelaku penyelundupan kini ditahan di Polda Bali. 

Wiradnyana menambahkan, maraknya penyelundupan Nuri dan Kakatua dari luar ke Bali menyumbang tingginya angka penyelundupan burung langka itu secara nasional. Setiap tahun, ada 10.000 ekor Nuri dan Kakatua ditangkap dari Pulau Halmahera untuk diperdagangkan. 

"Hasil monitoring juga menunjukkan, 60% penyelundupan burung langka ditujukan ke pasar domestik, seperti Pasar Burung Surabaya, Pasar Satria di Bali, dan Pasar Pramuka Jakarta," katanya.

Jumat, 12 Juli 2013

Penangkapan Burung Untuk Budidaya, Kenapa Tidak?

(gambar hanya ilustrasi)

Gudang Burung – Seperti kita ketahui bahwa semakin hari, semakin banyak burung di alam liar yang berpindah ke alam sangkar. Ini dikarenakan hasrat manusia untuk memiliki akan sesuatu sangat tinggi, seperti juga memiliki burung.


Ada beberapa alasan seseorang menangkap burung di alam liar, malah sudah menjadi profesi sampingan ataupun utama. Ada juga menangkap burung karena burung tesebut merupakan satwa endemik yang hanya ada di tempat tersebut.

Terkadang, terdapat pula alasan bahwa seseorang menangkap burung karena untuk ditangkar dan dinilai telah mampu mencari makan sendiri, mereka akan melepaskan burung ke habitat aslinya. Alasan yang terakhir ini mungkin harus lebih digalakkan oleh pemerintah agar populasi suatu satwa burung tetap terjaga keberadaannya.

Atau jika pemerintah tidak segera mengurusi dengan serius urusan satwa endemik, bahkan satwa langka sekalipun, pihak swasta-lah yang akan menuai keuntungan dari tidak seriusnya pemerintah mengurusi satwa dalam negeri, termasuk satwa burung.

Kamis, 11 Juli 2013

Untungnya Bisnis Burung


Gudang BurungMike Rini, seorang Pakar Perencanaan Keuangan mengatakan bahwa salah satu sumber ide sebagai inspirasi untuk menemukan jenis usaha/bisnis yang cocok bagi seseorang adalah dari minat dan hobi yang dimilikinya. 

Jika Anda adalah seorang kicaumania atau penggemar burung ocehan (burung berkicau), sepertinya minat dan hobi ini bisa menjadi inspirasi bisnis bagi Anda. Ya, mengapa tidak mencoba untuk mengembangkan minat dan hobi Anda tersebut menjadi sebuah bisnis?

Peluang bisnis burung ocehan saat ini terbuka lebar. Seiring dengan semakin banyaknya penggemar dan pecinta pecinta burung di berbagai wilayah. Hal ini terlihat dari munculnya komunitas-komunitas pecinta burung dan kompetisi-kompetisi burung berkicau.

Kembali pada peluang bisnis burung ocehan. Ada beberapa peluang bisnis yang terbuka lebar dari sumber ide serba-serbi minat dan hobi memelihara burung ocehan ini, diantaranya:

  • Penangkaran burung ocehan

    Peluang bisnis yang pertama adalah penangkaran burung ocehan atau penyedia bibit-bibit burung ocehan. Untuk menjalankan bisnis ini tentu saja dibutuhkan pengetahuan yang luas tentang seluk beluk unggas berkicau ini. Bagi Anda yang memiliki minat dan hobi memelihara burung, tentu hal ini bukan sesuatu yang sulit. Hal ini sudah dibuktikan oleh Bapak Yang Yang seorang penangkar handal berbagai jenis burung berkicau di Jawa Barat.

  • Bisnis pakan burung

    Memelihara dan merawat burung tentu tidak akan bisa lepas dari kebutuhan akan pakannya. Dan tidak semua kicaumania memiliki kesempatan dan keahlian untuk mencari pakan burung di alam. Sehingga ini bisa menjadi peluang usaha bagi Anda yaitu menyediakan pakan burung yang siap pakai.

  • Kerajinan sangkar burung

    Burung peliharaan juga membutuhkan kandang. Terkadang para pecinta burung rela merogoh kantong dalam-dalam hanya demi mendapatkan sangkar burung yang cantik dan berkualitas tinggi. Nah, jika Anda memiliki keahlian atau memiliki relasi pengrajin sangkar burung, mengapa tidak mencoba jalur ini?

  • Event Organizer (EO) Kompetisi Burung Berkicau

    Peluang bisnis selanjutnya yang tidak kalah menguntungkan adalah menjadi penyedia jasa EO untuk berbagai kompetisi burung berkicau. Bagi pecinta murung ocehan, belum lengkap kebahagiaan mereka sebelum mengikutkan burung kesayangannya berlaga dalam kompetisi burung berkicau. Sehingga, saat ini di berbagai daerah sering ditemukan event-event atau lomba-lomba burung berkicau.

    Nah, jika Anda memiliki keahlian mengelola even tidak ada salahnya mencoba bisnis jasa yang satu ini. Selain mendapatkan keuntungan finansial, Anda juga dapat berkumpul dan berbagi pengalaman dengan para pecinta burung ocehan lainnya. Siapa tau dari sana akan terbuka peluang-peluang bisnis lainnya bagi Anda.

Demikian beberapa ide bisnis dari minat dan hobi memelihara burung ocehan. Mungkin Anda memiliki ide lain? Tentu tidak salah, namun yang jelas segera realisasikan ide-ide tersebut dalam bentuk bisnis nyata!

Rabu, 10 Juli 2013

Menjaga Eksistensi Burung Asli Indonesia


Gudang BurungBurung Ocehan merupakan jenis burung yang paling banyak diminati oleh kalangan penghobis burung di dunia. Keindahan tubuh dan kicauan seekor burung ocehan menjadi kelebihan tersendiri dibanding dengan hewan-hewan lainnya. 


Ternyata peranan seekor burung itu juga luar biasa hebatnya, tak heran, di Indonesia beberapa jenis burung ocehan dijadikan sebagai identitas/maskot daerahnya masing-masing. Hal ini secara tidak langsung dapat diartikan sebagai sebuah apresiasi besar yang ditujukan kepada kelompok hewan vertebrata yang memiliki bulu dan sayap ini. 

Alasan beberapa daerah menetapkan jenis burung tertentu menjadi identitas/maskot daerah mereka adalah karena setiap burung mencerminkan sebuah filosofi yang sesuai untuk menggambarkan identitas daerah tersebut. Sedangkan alasan lain menyebutkan karena memang burung ocehan tersebut lahir dan hanya terdapat pada daerah itu saja. 

Di sini tampaklah bahwa ‘Burung’ tidak saja bermanfaat dalam hal keindahan tubuh dan kicauan merdunya saja, tapi di sisi lain seekor burung juga dapat menggambarkan identitas suatu tempat.

Adapun Jenis burung kicauan yang dijadikan identitas maskot provinsi di Indonesia, antara lain :

  • Beo Nias Maskot provinsi Sumatera Utara
  • Jalak Bali Maskot provinsi Bali
  • Perkutut Maskot provinsi D.I Yogyakarta
  • Nuri Raja Maskot provinsi Maluku
  • Kepodang Emas Maskot provinsi Jawa Tengah
  • Cenderawasih Merah Maskot Provinsi Papua Barat
  • Cempala Kuneng Maskot Provinsi Aceh
  • Bidadari Halmahera Maskot Provinsi Maluku Utara

Jumat, 05 Juli 2013

Alasan Burung Bermigrasi


Gudang BurungDilansir dari Mongabay Indonesia, Minggu (7/7), migrasi burung adalah sebuah ritual tahunan yang menunjukkan kesimbangan fungsi ekologis di berbagai belahan dunia. Tidak kurang 50 miliar individu burung yang melakukan migrasi ini setiap tahunnya. 
Mereka melintas benua dengan jarak puluhan ribu kilometer untuk mencari makan atau untuk mendapatkan cuaca yang hangat untuk melanjutkan siklus perkembangbiakan.

Pada bulan Agustus hingga Maret, belahan bumi utara mengalami musim dingin yang menyebabkan kelimpahan makanan burung-burung tersebut berkurang, akibatnya burung-burung yang hidup di Rusia timur laut, Cina, Alaska, bermigrasi ke bumi belahan selatan untuk mencari udara yang lebih hangat dan makanan.
Ilustrasi migrasi burung. (Thinkstockphoto)

Jenis makanan dari kelompok burung-burung pantai adalah ikan, jenis-jenis kerang, kepiting, dan cacing.
Umumnya burung pantai mencari makan di sekitar daerah pesisir pantai, juga di daerah persawahan, pertambakan dan hutan bakau.

Posisi Indonesia yang terbentang antara benua Australia dan Asia Daratan di sisi utara, memiliki nilai penting dalam migrasi burung yang terjadi setiap tahun. Untuk jenis-jenis burung tertentu seperti jenis raptor, Indonesia juga menjadi tujuan akhir bagi berbagai burung raptor untuk bermigrasi. 

Ribuan raptor bermigrasi mencari makan dari kawasan Asia Utara  menuju kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Ancaman terhadap keberadaan burung-burung pantai adalah cuaca buruk ketika mereka bermigrasi dan ancaman predator, secara khusus manusia.

 Persepsi yang salah bahwa musim migrasi burung adalah musim panen burung menyebabkan berbagai burung migrasi diburu. Ancaman terhadap kelestarian burung pantai pada akhirnya akan berakibat kepada terganggunya rantai ekologis yang pada akhirnya akan merugikan manusia.

Untuk menyosialisasikan akan pentingnya Pantai Cemara sekaligus mendukung usulan kawasan ini sebagai kawasan ekosistem penting bagi burung, BKSDA Jambi dan Wildlife Conservation Society-Indonesia Program telah menyusun sebuah buku panduan lapangan yang berjudul: Burung Pantai: Panduan Lapangan di Pantai Cemara Jambi.

Dengan adanya buku ini diharapkan akan membantu para pihak untuk melakukan pengawasan berkala, sehingga perlindungan Pantai Cemara akan semakin meningkat.

Minggu, 19 Mei 2013

Koloni Penguin Kasiar Ditemukan


Gudang BurungJumlah penguin kaisar saat ini diduga lebih banyak dari perkiraan. Tahun 2009, citra satelit menunjukkan adanya koloni penguin yang belum pernah ditemukan. Desember 2012 lalu, adanya koloni penguin berjumlah 9000 ekor akhirnya berhasil dikonfirmasi. 

Tiga petualang yang terlibat ekspedisi penemuan koloni penguin itu adalah pimpinan tim, Alain Hubert, mekanis Kristof Soete dan guide gunung Raphael Richard. Mereka tak berencana menemukan koloni penguin tersebut, namun cuaca bulan Desember lalu rupanya mendukung misi itu.

"Sudah hampir tengah malam saat kami sukses menemukan jalan melewati jurang es dan mendekati lima grup pertama yang beranggotakan seribu individu, 3/4 diantaranya adalah anakan. Ini momen yang tak terlupakan," kata Hubert seperti dikutip 
Our Amazing Planet, Selasa (8/1/2013).

Tim yang menemukan koloni penguin ini mendukung penelitian Derwael Ice Rise, berlokasi 50 km dari koloni. Peneliti menyelidiki kecepatan proses pelelehan es di Antartika Timur akibat pemanasan global.

Temuan koloni penguin kaisar ini kegembiraan sekaligus kesedihan. Penguin akan terus terancam akibat perubahan iklim yang memicu pelelehan es. Antartika adalah salah satu yang paling cepat mengalami pemanasan. Suhu udara meningkat 4-5 derajat Celsius dalam 50 tahun terakhir. 

Minggu, 12 Mei 2013

Sejarah Burung Twitter


Gudang BurungSejak Twitter mulai mengepakkan sayap pada Maret 2006, logo burung yang dimilikinya tetap tak dikenal namanya hingga sekarang. Dua hari lalu Product Manager Platform/API Twitter, Ryan Server tidak sengaja mengatakan bahwa burung biru yang terkenal itu sebenarnya bernama Larry.

Server memposting sebuah gambar dari pertemuan Twitter, saat dia berkunjung ke tempat di mana Creative Director Douglas Bowman menganalisis avolusi logo dan menulis "Menuju desain @Twitter. Evolusi dari logo burung, Larry," seperti dikutip Daily Mail, Kamis (1/3/2012). 
Tidak hanya itu, Server juga mengatakan, "Kami senang melihat sayapnya berkembang sempurna. Dai terliihat seperti burung sakit selama beberapa tahun."

Berita itu cukup mengejutkan, salah satunya penulis teknologi Samuel Arbesman yang bertanya pada Server termasuk dalam spesies mana burung tersebut. "Itu rahasia," jawab Server yang membuat orang smeakin penasaran.


Tidak hanya spesienya, tapi asal-usul nama logo burung Twitter ini juga merupakan misteri meskipun ada beberapa spekulasi bahwa burung ini dinamai Larry Bird.


Sebelumnya nama burung itu pernah menyelinap keluar, tapi tidak benar-benar mendapatkan perhatian. Corporate Responsibility Manager Twitter, Jenna Dwan pernah menyebutkan Larry dalam tweet-nya pada Maret tahun lalu. Terlebih lagi, baru-baru ini Dwan memposting tutorial blog tentang cara menggunakan Twitter versi terbaru.


"Jalan pintas Twitter. Anda bisa dengan cepat menutup semua tweet yang terbuka, dengan menekan 'L' (seperti Larry) pada keyboard Anda," demikian tulis Dawan pada blog tersebut.
Logo burung 'Larry' kian terdengar kencang, tapi sampai saat ini pihak Twitter menolak berkomentar tentang nama tersebut.

Kamis, 09 Mei 2013

Kawanan Nazar Makan Jenazah Turus dalam 40 Menit


Gudang Burung - Tragedi mengerikan terjadi di Gunung Pyrenees, Prancis. Seorang turis tewas setelah jatuh ke jurang. Sebelum tim SAR berhasil mengevakuasi, jenazahnya habis dimakan kawanan burung nasar dalam 40 menit!

Pyrenees adalah destinasi wisata gunung di perbatasan Prancis dan Spanyol. Musibah menimpa seorang turis perempuan berusia 52 tahun yang sedang trekking di Pic de Pista bersama kawan-kawannya. Dia terjatuh ke jurang saat mencoba mencari jalan pintas.

Dilansir, News Australia, Senin (6/5/2013) Tim SAR lantas diterjunkan untuk mengevakuasi jenazah. Alangkah kagetnya mereka ketika menemukan korban tinggal tulang, baju dan sepatu. Diduga kuat, burung nasar yang pemakan bangkai, memakan habis jenazah turis malang itu.

Burung nasar memang tergolong hewan langka yang bisa ditemui wisatawan yang menjelajah alam liar di Eropa. Tapi burung nasar, tetap ditakuti masyarakat di Pyrenees. Burung nasar juga sering menyerang sapi di peternakan. Warga setempat yang marah, meminta pemerintah bertindak.

Hal ini diduga karena bangkai-bangkai sapi di kawasan Uni Eropa harus dibakar untuk mencegah penyakit sapi gila. Akibatnya, burung nasar kehabisan makanan dan terbang lebih jauh ke kawasan lain untuk mencari mangsa.

Walikota setempat Didier Pericou mengatakan Tim SAR melihat kawanan burung nasar saat sedang mencari korban. Namun saat itu mereka tidak menyadari apa yang dilakukan kawanan burung nasar itu.

"Tinggal tulang, pakaian dan sepatu yang tersisa di tanah. Mereka memakan tubuh korban dalam 40-50 menit," kata Pericou.

Selasa, 07 Mei 2013

Dilema RCI - I


Gudang Burung -  Bubarkan Raptor Club Indonesia, selidiki MoU BKSDA Jogja dengan RCI, hentikan perdagangan satwa dan elang, hentikan eksploitasi elang atas nama konservasi. Indonesia tidak mengenal falconary, biarkan elang bebas dialam liar. Cabut MoU BKSDA Jogja dengan RCI, Bubarkan RCI, bubarkan RCI.” 

Berbagai tuntutan aksi disuarakan lantang oleh masa aksi, salah satunya oleh Dessy Zahara Angelina Pane atau yang akrab disapa Ina dari Animal Friends Jogja. Panas terik matahari tidak menyurutkan, replika burung elang berputar diareal lokasi aksi. 
Mereka yang tergabung dalam Liga Anti Perdagangan Satwa (LAPS) terdiri dari JAAN, WCS, Suaka Elang, IAR, ProFauna Indonesia, LASA, COP, AFJ, FHK, PPSC, ASTI sebagai kumpulan berbagai organisasi peduli satwa di titik Nol Kilometer, Yogyakarta, Kamis, 11 April 2013.
Menurut Ina, dalam orasinya, akhir-akhir ini semakin marak komunitas yang menggunakan satwa dilindungi dengan mengatasnamakan konservasi dan salah satunya yang terkenal adalah Raptor Club Indonesia. 
Komunitas tersebut memiliki sistem keanggotaan dimana masing-masing anggotanya memiliki minimal satu ekor satwa dilindungi. “Hal ini bisa dibayangkan berapa jumlah satwa dilindungi yang ada di komunitas tersebut, yang mengatasnamakan konservasi, tapi yang terjadi malah eksploitasi,” kata Ina.

Senin, 06 Mei 2013

Aksi Pembubaran RCI


Gudang Burung Selain itu, mereka juga sering mendapatkan pengaduan dari masyarakat tentang semakin sering dijumpai komunitas tersebut mengadakangathering dengan membawa satwa tersebut dengan melakukan berbagai atraksi satwa.

 Hal ini menyebabkan bias dalam pemikiran masyarakat, yang akhirnya muncul anggapan bahwa jika ingin aman memelihara elang di rumah maka mereka bisa bergabung dalam komunitas tersebut. Hal tersebut menyebabkan dalam beberapa tahun terakhir, tingkat penangkapan dan perburuan elang untuk perdagangan satwa semakin marak dengan target pasar adalah para penghobi atau pelakufalconry.
Selain itu, Asman Adi Purwanto  dari Raptor Indoesia  kepada Mongabay Indonesia, menanggapi ekploitasi dengan mengatasnamakan konservasi mengatakan sebuah ironi, apabila tujuan darifalconrydi Indonesia adalah untuk tujuan konservasi karena beberapa hal yang penting untuk diketahui, Indonesia tidak memiliki budaya dan sejarahfalconry, karena kedekatan masyarakat Indonesia dengan elang lebih cenderung pada kedekatan semiotika. 
Hampir sebagian besar satwa yang dijadikanfalconryadalah satwa yang diambil dari alam. Apabila kegiatan ini masih terus dilanjutkan, maka dampak dari introduksi budaya dari luar dalam hal ini budaya atau hobi atau olahragaFalconrysemakin menambah berat beban upaya konservasi elang dan habitatnya di Indonesia. “Semakin tingginya tingkat penangkapan dan perburuan satwa untuk diperdagangkan dengan pangsa pasar pelakufalconryataufalconer,” kata Asman.
Asman menambahkan dalam orasinya, bahwa salah satu permasalahan dalam pelepasliaran kembali satwa ke habitatnya adalah elang tersebut terlalu jinak atau terlalu dekat dengan manusia, sedangkan inti darifalconryadalah “memanusiakan” dan “mendekatkan” elang dengan tuannya.
 Sehingga, proses untuk mengembalikan elang kembali ke habitatnya memerlukan sumber daya yang besar dan waktu rehabilitasi yang cukup lama.  Untuk memenuhi kebutuhan parafalconerdari hasil penangkaran tidaklah semudah yang dibayangkan karena Indonesia belum memiliki kapasitas dalam program penangkaran elang, serta dibutuhkan sumber daya manusia dan sumber daya dana yang tidak sedikit.

Senin, 29 April 2013

Inovasi, Kamera bersayap Burung

http://img.okeinfo.net/content/2013/04/26/91/798291/X0vPwUfTH6.jpg

Gudang Burung - Seorang fotografer asal Amerika Serikat (AS), Paul Octavious telah mengumpulkan sejumlah kamera vintage selama bertahun-tahun lamanya. Beberapa diantaranya milik kakeknya yang mewariskan kamera tua tersebut kepadanya.


Tidak ingin berhenti menjadi kolektor saja, Octavious kemudian memodifikasi kamera tersebut dengan menambahkan kulit binatang seperti sayap burung. Ia pun menyebutnya sebagai Camera Birds atau Camera Taxidermy. Demikian dikutip Petapixel, Jumat (26/4/2013).

Kamera-kamera modifikasinya tersebut menggabungkan antara sayap burung sungguhan dengan kamera tua di mana saat ini sebagian besar film yang digunakannya sudah tidak lagi diproduksi. Adapun dual lensa yang ada pada Bird Camera ini membuatnya terlihat seperti mata burung.

“Camera Taxidermy tampak seperti sesuatu yang ingin saya miliki selamanya di rumah, ketimbang memiliki harimau,” canda Octavious.

Bird Camera dapat mencetak hasil foto berukuran A9 x 9-inch dan masing-masing biaya cetaknya dikenakan harga USD40 atau Rp388 ribuan. Informasi lebih lanjut mengenai desain kamera dengan sayap burung ini dapat dilihat pada situs Octavious.

Sebagai tambahan informasi, Wikipedia menjelaskan bahwa Taxidermy adalah kata yang berasal dari bahasa Yunani. Merupakan seni pemasangan kulit binatang, terutama vertebrata untuk tampilan desainnya. Proses Taxidermy dapat dilakukan pada hampir semua spesies vertebrata, termasuk mamalia, burung, ikan, reptil dan amfibi.-timlo

Minggu, 21 April 2013

Cara Memburu Si Burung Pemburu


Gudang Burung  - Burung Pekakak (Kingfisher) dapat ditemukan di beberapa lokasi termasuk Afrika, Eropa, Cina, dan Rusia. Burung Pekakak Telinga Biru yang ditemukan di Asia Selatan dan Tenggara dikenal pemalu dan jarang sekali manusia dapat mendekati burung ini.



Sudah pernahkah anda melihat bagaimana burung Pekakak mencari mangsa? urung jenis ini hidup di sekitar perairan dan mereka menyelam dari titik yang tinggi untuk menangkap mangsanya, serangga air dan capung. Juru foto satwa liar amatir, Phiphat Suwanmon dari Thailand mendokumentasikan kebiasaan berburu dan memakan mangsanya yang tidak biasa.

"Penting bagi saya untuk memberikan waktu bagi burung-burung itu untuk sering melihat saya dan membangun kepercayaan agar mereka memperbolehkan saya untuk mengambil gambar saat mereka beraksi secara alamiah - bukanlah hal yang mudah untuk burung liar melakukan hal itu," ujar Suwanmon, sang juru foto.

"Saya melewatkan waktu yang cukup lama di antara burung-burung itu dan harus sangat sabar untuk akhirnya bisa mendapatkan gambar mereka yang sangat indah saat mereka melakukan gerakan yang paling bagus."

Setelah mempelajari siklus hidup burung-burung itu, Suwanmon membangun sebuah studio di tengah alam liar dan membuat kolam baru untuk mereka mencari mangsa."Mereka hanya memerlukan waktu satu detik saja untuk menangkap seekor ikan. Mereka bergerak sangat cepat sehingga saya harus mencoba menggunakan berbagai cara berbeda untuk mendapatkan gambar yang bagus," tutur Suwanmon.