Tampilkan postingan dengan label Pembantaian Burung Langka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembantaian Burung Langka. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 April 2013

Pembantaian Enggang untuk Kepentingan Suatu Negara


http://www.equator-news.com/sites/default/files/imagecache/large/images/18112012/paruh-burung-enggang.jpg
Gudang Burung - Tokoh Masyarakat Melawi M Ruslan mengatakan, penjualan paruh enggang ke Malaysia ataupun ke China sejatinya hanya untuk kepentingan negara tersebut. Sebab paruh enggang di negara tersebut juga hanya dibuat replika kemudian kembali kepada wisatawan.


“Jadi tujuan utama mereka agar burung enggang di Kalimantan Barat ini bisa punah, sementara mereka mengembangkan burung enggang di sana, sehingga orang-orang nanti akan datang ke sana untuk melihat burung enggang,” katanya.

Untuk itulah kata Rahman oknum dari negara tetangga sering membeli paruh enggang dari Kalimantan Barat, kendatipun paruh enggang tidak mempunyai nilai ekonomis, apalagi untuk kepentingan obat-obatan.

“Kalau biasanya orang berburu sirip ikan hiyu karena bisa untuk obat, kalau paruh burung untuk apa? Hanya untuk pajangan saja. Namun saya yakin kalau tujuan mereka menjual burung tersebut karena ingin burung di Kalbar punah,” katanya.

Namun kata Ruslan, pemerintah sepertinya tidak sadar akan hal itu, sehigga mereka sepertinya tidak perduli. Hingga akhirnya berlahan-lahan burung enggang yang menjadi Maskot Kalbar tersebut  benar-benar punah. “Kan aneh nanti kalau maskot Kalbar tapi kita lihatnya di kebun binatang Malaysia,” katanya.-tribunnewa

Sabtu, 27 April 2013

Pembantaian Enggang ( Lagi )

 http://www.equator-news.com/sites/default/files/imagecache/large/images/18112012/paruh-burung-enggang.jpg

Gudang Burung - Perburuan burung enggang, satwa endemik Kalbar yang dilindungi, terus berlangsung. Beberapa waktu lalu BKSDA Provinsi bersama polda Kalbar berhasil mengamankan sekitar 229 paruh enggan dari penampung di Kabupaten Melawi.

 
Anggota DPRD Melawi Ridwan Saidi, mengatakan untuk mencegah perburuan yang masih terus terjadi, dirinya meminta kepada penegak hukum memberikan sanksi tegas, khususnya kepada para penampung yang memperjual belikan maskot Kalbar tersebut.

“Masyarakat berburu karena ada yang menampung, makanya yang harus ditindak tegas terlebih dahulu adalah penampungnya, sebab kalau penampung ditindak saya yakin masyarakat akan menghentikan perburuannya,” kata Ridwan kepada Tribun Minggu (28/4/2013).

Ridwan sendiri mengaku prihatin lantaran perburuan terhadap burung enggang di Melawi masih berlangsung. Padahal BKSDA bersama kepolisian sering menangkap pelaku yang memperjual belikan paruh enggang.

“Harusnya burung tersebut sama-sama kita lindungi, agar nanti tidak punah. Sebab kalau sampai habibatnya punah anak cucu kita hanya tinggal mendengar cerita, oh ternyata ini burung enggang” katanya.

Ridwan mengatakan, harga beli untuk 1 paruh burung enggang yang mencapai RP 3 juta dari tangan masyarakat, sangat tidak sebanding dengan resikonya. Sebab menurut Ridwan untuk mendapatkan burung enggang seseorang harus ikut memanjat di pohon yang tingginya puluah meter.

“Pernah ada kasus seseorang yang manjat untuk cari burung enggang terjatuh dan meninggal. Sebab untuk berburu enggang inikan mereka harus menunggu di pohon, dan resikonya ya jatuh, sebab kita tidak mungkin bisa memburu burung tersebut dari bawah,” tegasnya.

Menurut Ridwan, habitat burung enggang di Kabupaten Melawi sudah sangat berkurang akibat perburuan yang terus dilakukan, namun beberapa informasi yang didapat burung tersebut didapat dari perbatasan hutan Kalteng.

“Kalau di Melawi sudah agak kurang, ya mungkin karena sering diburu, yang banyak itu di Kalteng sana, kemudian dijualnya di Melawi. Namun bagaimanapun hal tersebut tidak dibenarkan makanya kita harap semua pihak harus ikut perduli,” katanya.-tribunnews

Jumat, 26 April 2013

229 Paruh Enggang Disita

  http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/26/1825568-20130426aha-paruh-burung-enggang.jpg-620X310.JPG

Gudang Burung - Pembantaian burung enggang, satwa endemik Kalbar yang dilindungi, terus berlangsung. Ini terungkap setelah Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar dan Kepolisian Daerah Kalbar menyita 229 paruh burung enggang.


Kepala BKSDA Kalbar Siti Chadidjah Kaniawati, Jumat (26/4/2013), menjelaskan, penyitaan dilakukan oleh Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (Sporc) Brigade Bekantan dan Polda Kalbar di Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.

"Operasi dilakukan setelah ada informasi dari masyarakat mengenai rencana penjualan paruh burung enggang," kata Siti. Rencananya, paruh burung enggang itu akan dijual ke Taiwan dengan harga Rp 4 juta per buah. Tim juga menangkap pemilik paruh berinisial LSM. -kompas

Selasa, 02 April 2013

Enggang Kembali Dibantai

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/08/1104294-nut-penggagalan-penyelundupan-paruh-burang-enggang--p.jpg

Gudang Burung - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam wilayah Sumatera Barat menyita puluhan bagian paruh enggang di Kota Padang, Sumatera Barat.Wakil Kepala Satuan Polhut BKSDA wilayah Sumbar Zulmi Gusrul , Selasa (2/4/2013) mengatakan penyitaan dilakukan pada Senin (1/4/2013). 

 
Zulmi menyebutkan, sebagian besar dari 48 paruh enggang yang disita itu berasal dari Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Zulmi menyebutkan, dua orang pelaku ditangkap beserta pul uhan paruh yang dibawa dalam mobil. 

Indikasi akan dijual kemana belum bisa diketahui, sebut Zulmi. Perbuatan kedua orang tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 5/1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. 

"Hingga saat ini kedua orang tersebut masih ditahan. Mereka belum jadi tersangka," ujar Zulmi.   -kompas